Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 45


__ADS_3

Argani melihat ke belakang, terlihat dengan jelas sang Mama sudah jatuh pingsan. Akan tetapi ia tidak bisa balik lagi ke rumah itu, sebab ia sudah berada di luar gerbang itu artinya ia sudah tidak bisa balik lagi ke rumah itu.


Ingin sekali Argani berlari menghampiri sang Mama, akan tetapi tidak bisa ia lakukan.


"Mama seperti itu karena mu, jangan sampai kamu meninggalkan nya demi aku. Pergilah! dia Mamamu yang telah mengandung dan melahirkan mu, serta merawat mu dengan penuh cinta. Jangan pernah kamu melakukan ini hanya karena orang asing" kata Farwa dengan nada bicara yang lembut, ia ingin Argani mengerti dengan apa yang di ucapan nya.


"Kamu itu istriku, bukan orang asing dan akan selalu bersama mu sampai kapan pun, aku tidak bisa bersama mereka yang tidak menyukai mu"


"Jangan sampai kamu menyesal nantinya" ucap Farwa, sambil menatap lekat wajah Argani. Berharap Argani akan merubah keputusan nya.


"Aku sudah yakin dengan jalan yang ku pilih, ayok kita pergi sekarang! " ajak Argani tanpa memperdulikan sang Mama yang sudah jatuh pingsan, buka ia tidak menyayangi sang Mama akan tetapi ia sangat tidak suka dengan apa yang di lakukan sang Papa. Argani ingin memberikan pelajaran kepada sang Papa, bahwa uang bukan lah yang utama.


"T-tapi" jawab Farwa ragu.


"Ayok sekarang kita cari kendaraan yang akan mengantarkan kita" ajak Argani, sambil melangkah mendorong koper milik mereka.


Akhirnya Farwa ikut apa yang di katakan suaminya, meskipun dalam hatinya berat. Ia tidak mau Argani meninggalkan kedua orang tuanya demi dirinya.


Waktu bergulir begitu cepat, Argani dan Farwa sudah berada di dalam kendaraan. Akan tetapi ia belum mempunyai tempat tujuan, hingga sopir yang membawa mereka saja terus bertanya akan di antar ke mana. Argani masih bingung dengan hal ini, hingga beberapa saat ia ingat terhadap sahabatnya yaitu Faklan.


Argani memberikan alamat yang akan mereka datangi, hingga pada akhirnya perjalanan yang sangat lama bukan karena jauh akan tetapi awalnya tidak memiliki tujuan.


Kendaraan sudah berhenti di depan rumah yang sangat sederhana, lalu mereka berdua turun akan tetapi Argani bingung untuk membayar ongkos.

__ADS_1


Akhirnya ia meminta sopir tersebut untuk menunggu nya terlebih dahulu, lalu ia mengetuk pintu rumah Faklan. Hingga beberapa saat ia menunggu, tanpa membutuhkan waktu yang lama. Pintu sudah terbuka dan Argani beserta Farwa berdiri di depan pintu. Betapa terkejutnya Faklan saat melihat Argani ada di hadapan nya pada saat ini dengan koper di belakang nya.


"Aku mau minta tolong, bayarin ongkos taxi! " kata Argani tanpa basa-basi.


"Kalian mau ke mana bawa koper seperti ini? " tanya Faklan.


"Nanti saja, cerita nya. Sekarang Aku pinjam uang dulu untuk bayar taxi"


Akhirnya Faklan memberikan uang sesuai apa yang di minta oleh Argani.


Mereka sudah berada di ruang tamu, Argani dan Faklan duduk berhadapan sedangkan Farwa duduk di samping Argani.


Ruangan tidak terlalu luas akan tetapi sangat rapi, Argani menceritakan semuanya terhadap Faklan.


Farwa pun mengikuti apa yang di katakan oleh Faklan.


Setelah Farwa berada di dalam kamar, Faklan dan Argani masih berada di ruang tengah.


"Apa kamu yakin akan meninggal kan semuanya? " tanya Faklan terhadap Argani.


"Aku sudah yakin dengan semua ini, dan aku sangat butuh bantuan mu! " kata Argani terhadap Faklan, sambil menatap lekat Faklan dengan nada bicara penuh permohonan.


"Apa yang harus aku lakukan? "

__ADS_1


"Aku butuh rumah sewa, bisakah mencarikan nya untuk ku. Jangan yang terlalu mahal takut nggak bisa membayar nya, soalnya aku belum kerja" kata Argani terhadap sahabat nya yang sekarang sedang duduk di hadapan nya.


"Aku masih ada satu rumah tapi tidak bagus sih, kemarin sudah habis kontrak mereka jadi sekarang kosong kalau mau. Boleh kamu tempati" kata Faklan.


"Aku nggak masalah bagus atau tidak yang terpenting ada untuk tempat tinggal"


"Fasilitas nya lengkap ko, meskipun nggak sebagus rumah yang kamu tempati dulu"


"Nggak masalah bagiku, asal nggak numpang terus di rumah mu"


"Baiklah besok pagi kita berga ke sana, sekarang kamu istirahat dulu ini sudah terlalu larut sudah saat nya kita tidur"


"Aku tidur di kamar mu ya" kata Argani.


"Kan bisa tidur bersama istri mu, kenapa mau tidur dengan ku" Faklan heran dengan permintaan sahabatnya itu.


Akhirnya Argani tidur di kamar sahabatnya itu.


Waktu bergulir begitu cepat, malam telah berganti dengan pagi.


Hari ini Argani akan pergi ke rumah milik sahabat nya itu, mereka akan tinggal di rumah sewa milik Faklan.


Ia berjanji pada sahabat nya untuk membayar uang sewa nanti jika ia sudah bekerja.

__ADS_1


__ADS_2