Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 165


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, hari sudah semakin siang matahari sudah mulai meninggi. Hampir sebagian manusia di muka bumi melaksanakan aktivitas di luar rumah, beda lagi dengan Faklan. Hari ini ia tidak pergi ke kantor, sebab sang istri demam. Dokter keluarga pun sudah di panggil ke rumah untuk mengobati sang istri, ia takut terjadi sesuatu dengan istri tercinta nya.


Sejak tadi malam hingga sampai detik ini, Daisy terus diam ia tidak merespon apapun perkataan suaminya. Bahkan laki-laki itu dengan sabar terus berada di samping istrinya, meskipun di cuekin. Faklan sengaja memberi tahu Farwa keadaan Daisy seperti ini, agar Farwa bisa datang ke rumah nya dan menemani Daisy.


"Sayang, itu makan dulu makanan nya! apa kata dokter tadi, kamu harus banyak makan jangan seperti ini yah" kata Faklan dengan nada bicara yang lembut.


Akan tetapi Daisy tidak menjawab apapun, ia fokus ke layar televisi yang ada di hadapan nya.


Faklan duduk di samping sang istri sambil mengusap-usap punggung nya, ia terus berusaha menjadi suami yang baik. Ia tahu salah, semoga dengan semua perlakuan nya untuk Daisy, dan perempuan itu bisa memaafkan dirinya.


Mungkin dengan semua yang di lakukan nya, hati sang istri sedikit melunak.


Untuk saat ini, Daisy belum mau bicara terhadap Faklan bahkan saat di suruh makan pun hanya melirik makan yang ada di depan nya.


Memang saat ini, Daisy sedang demam mungkin hal itu juga yang membuat nya malas untuk makan ataupun berbicara dengan suaminya.


"Sayang, kak Farwa juga mau ke sini. Sekarang sedang dalam perjalanan, pasti kamu senang kan ada teman nya! " kata Faklan sambil tersenyum, ia berusaha untuk mencairkan suasana dengan harapan istrinya mau berbicara dengan nya.


Akan tetapi perempuan yang ada di samping nya tidak merespon, hingga akhirnya Faklan pun lelah.


"Ya sudah kalau tidak mau bicara dengan ku, aku pergi ke luar dulu ya. Oh iya kamu suka icecream vanila, aku beli sekarang ya sekalian beli sesuatu di luar! " ucap Faklan, setelah itu ia mengusap rambut istrinya lalu pergi meninggalkan sang istri yang masih mendiamkan nya.


Daisy masih terdiam di dalam kamar sambil menatap layar televisi yang ada di hadapan nya, setelah kepergian suaminya ia turun lalu melangkah kan kakinya untuk segera menuju balkon, di sana ia bisa melihat indah nya kota dari atas kamar, ia tarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan perlahan. Ia juga berfikir, apakah sikapnya seperti ini benar atau salah. Jika di lihat dari sisi Faklan, mungkin semua yang di lakukan itu semata hanya karena sayang sama istri. Akan tetapi di sisi lain ada seorang istri yang tidak mau di bohongi dalam hal apapun, Daisy mengusap wajah nya dengan kasar.


"Apa aku terlalu egois, aku tahu kamu itu sayang banget sama aku tapi nggak seharusnya juga bohong seperti ini. Aku bukan tidak menerima kenyataan akan tetapi kebohongan mu yang telah menyakiti perasaan ku" Daisy berkata dalam batin.

__ADS_1


Ia terus memikirkan apa yang terjadi dengan dirinya, apakah keputusan nya sudah tepat meminta Faklan untuk menikah kembali. Karena sampai kapan pun, ia tidak akan pernah bisa hamil. Mungkin ini cara terbaik agar Faklan bisa memiliki keturunan.


Di saat ia masih bertarung dengan pikiran nya, tiba-tiba terdengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinga nya.


Perempuan itu mendekati nya lalu berdiri tepat di samping Daisy.


"Mama juga akan melakukan hal yang sama, jika suami mama berbohong. Mama paling nggak suka kalau di bohongin, sepahit apapun lebih baik mendengar secara langsung" ucap bu Ratih dengan nada bicara yang lembut.


"Mama nggak kecewa kan! sama aku yang tidak bisa memberikan mu cucu" ucap Daisy sambil menatap lekat wajah ibu mertua nya, menurut Daisy tatapan nya itu membuat hatinya tenang.


"Kenapa Mama harus kecewa, jika mama kecewa sama kamu, itu artinya Mama kecewa dengan kekuasaan Tuhan. Karena segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia itu atas kehendak-Nya, termasuk juga dengan kamu yang belum bisa memberikan keturunan untuk Faklan. Jadi, kita berserah lah pada sang pemilik kekuasaan yaitu Tuhan. Jika ia sudah mengijinkan maka, tidak ada yang tidak mungkin. Percaya dan yakin lah bahwa mukjizat itu ada" ucap bu Ratih dengan nada bicara yang lembut, ia sambil mengelus pundak sang menantu kesayangan nya. Bagi Ratih ada atau tidak ada cucu di rumah ini, tidak mengurangi kebahagiaan nya sedikit pun.


"Terimakasih banyak, ya. Ma, selalu membuat ku tenang. Maafkan aku yang belum bisa menjadi menatu yang baik" ucap Daisy sambil memeluk ibu mertua nya, menurut nya bu Ratih dan ibu kandung nya sama-sama selalu memberikan ketenangan untuk nya. Perempuan yang mempunyai hati malaikat, tidak banyak juga orang beruntung yang memiliki mertua baik seperti bu Ratih. Daisy sangat beruntung mempunyai suami yang baik begitu juga dengan ibu mertua nya. Kedua perempuan itu saling berpelukan, hati Daisy jauh lebih tenang. Kepala yang tadinya pusing, sekarang sudah terasa ringan. Itu semua berkat pelukan dan perkataan ibu mertua yang membuat ia merasakan keterangan.


"Jangan pernah berkata atau membahas, Faklan agar mencari perempuan lain. Karena Mama tidak akan pernah mengijinkan akan hal itu, tidak ada seorang perempuan yang bahagia ketika berbagai suami" Ratih memperingatkan Daisy, agar tidak membahas soal istri ke dua untuk suaminya.


Daisy sangat beruntung di kelilingi orang-orang yang sangat menyayangi nya, andaikan Farwa juga memiliki mertua yang menyayanginya mungkin itu juga menambah kebahagiaan nya. Meskipun Farwa tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari mertua, akan tetapi ia sangat beruntung memiliki suami seperti Radit.


"Belum makan, kan? ayok makan dulu nanti kurus! " ajak bu Ratih sambil melepaskan pelukan Daisy, lalu menggandeng menantu nya untuk masuk kembali ke dalam kamar.


Lalu duduk di sofa yang ada di sana, banyak makanan di meja yang sudah di siapkan oleh Faklan untuk sang istri.


"Mau makan yang mana? " tanya bu Ratih.


"Nggak perlu, Ma... biarkan aku yang mengambil nya, masih bisa ambil sendiri" ucap Daisy sambil mengambil piring kosong untuk di isi makanan. Ia merasa malu dengan perlakuan ibu mertua nya, yang sangat baik luar biasa.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, makan yang banyak biar cepet sehat! "


Akhirnya Daisy pun mengambil makan yang ada di hadapan nya, sedangkan bu Ratih juga mencicipi buah yang sudah tersedia.


Waktu bergulir begitu cepat, Daisy sudah selesai makan. Meskipun rasa makanan itu gambar, tetap saja ia paksakan untuk makan. Karena ia juga tidak enak hati dengan ibu mertua yang menunggu nya saat ini, ia tidak ingin membuat ibu mertua kecewa. Peralatan makan juga sudah di tapikan oleh pelayan yang bekerja, sehingga Daisy dan sang mertua melanjutkan percakapan mereka. Terlihat sudah tidak murung lagi Daisy, berkat ibu mertua yang sangat cinta dengan menatunya.


Di saat kedua nya sedang asik ngobrol, datang lah Faklan dengan membawa icecream kesukaan istrinya. Bu Ratih juga masih bersama mereka, karena dia nggak mau menantunya terus mendiamkan Faklan. Jurus jitu untuk membuat istri melupakan kemarahan nya terhadap suami, yaitu hadir kan orang tua. Pasti sang anak lupa bahwa ia sedang marah, karena lebih menjaga perasaan orang tua. Begitu juga dengan Daisy pada saat ini, ia melupakan rasa kecewanya terhadap sang suami karena ada ibu mertua nya.


"Terimakasih banyak, Mas... tahu aja kalau rasa ini kesukaan ku" ucap Daisy sambil meraih icecream yang ada di hadapan nya, padahal dalam hatinya masih kecewa akan tetapi tidak ia tunjukkan di hadapan mertua.


"Apa sih yang aku nggak tahu tentang kamu, jangan kan makan bahkan semua yang kamu pakai saja aku tahu ukuran nya" jawab Faklan sambil tersenyum tipis menatap lekat wajah sang istri dengan penuh cinta.


Daisy pun kembali tersenyum, hal itu membuat Bu Ratih merasa bahagia melihat anak dan menantunya seperti itu.


"Mama seneng banget liat kalian aku seperti ini. Saling mengalah dan melengkapi untuk keutuhan rumah tangga kalian, turunkan ego masing-masing agar tercipta keluarga yang harmonis dan penuh cinta. Mama ingin hidup tenang dan bahagia di sisa usia Mama, sudah cukup banyak penderitaan dan air mata yang mama terima waktu dulu. Sekarang sudah saat nya, Mama bahagia bersama kalian" ucap Bu Ratih sambil menatap anak dan menantu nya secara bergantian.


"Iya, Ma... aku janji akan membuat mama terus bahagia berada di antara kami" jawab Daisy sambil tersenyum tipis menatap ibu mertua nya.


"Mama sangat berharap pada kalian berdua, karena kalian lah yang bisa menemani Mama di rumah ini. Mayang sebentar lagi akan menikah, itu artinya dia akan ikut dengan suaminya. Hanya kalian berdua lah yang Mama harapkan" ucap Bu Ratih.


Sebetulnya ia merasa sedih karena waktu pernikahan Mayang tinggal sebentar lagi, itu artinya anak perempuan yang selama ini ia rawat dengan penuh cinta. Akan ia serahkan kepada laki-laki pilihan Mayang, Walaupun dalam hati ada rasa tidak rela. Akan tetapi ia juga sebagai ibu pasti menginginkan putri nya untuk hidup bahagia.


"Mama nggak perlu sedih, Mayang tidak kemanapun. Meskipun sudah menikah nanti Mayang tetap puri kecil mama yang selalu rindu akan pelukan dan belain dari mu, Ma... " ucap Mayang, yang tiba-tiba muncul di antara mereka.


Akhirnya mereka ber empat saling berpelukan, karena mereka saling menyayangi antara satu dan yang lainnya.

__ADS_1


"Eh kenapa kalian berpelukan, jadi iri aku melihat nya" ucap seseorang yang berdiri di depan pintu.


__ADS_2