
Pagi hari Aura bangun dengan penuh semangat. Sebelum menunaikan sholat subuh, Aura mandi terlebih dahulu. Setelah ia selesai mandi barulah ia membangunkan seuaminya yang masih tertidur lelap.
Sambil menunggu imamnya selesai mandi, Aura kembali membuka kolom chat miliknya dan Naura. Malam tadi ia sudah menanyakan tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi.
Naura pun sudah memberikan sederet nama-nama tempat yang direkomendasikannya.
“Sudah adzan sayang, ayo sholat.” Ajak Rizky dengan lembut.
“Owh, iya.” Aura segera meletakkan gawainya di atas katil.
Aura segera mengenakan mukenanya dan membentangkan sejadah tepat dibelakang suaminya. Kemudian mereka mulai menunaikan kewajiban sebagai seorang hamba.
Setelah selesai sarapan pagi, mereka berdua memutuskan untuk pergi mengunjungi Penang Hill (Bukit Bendera). Salah satu tempat yang direkomendasikan oleh Naura.
Dari Hotel mereka pergi dengan menaiki taxi online. Sesampainya disana, mereka langsung membeli tiket masuk. Karena masih pagi, pengunjung belum terlalu banyak.
Penjaga tiket meminta passport Rizky dan Aura sebagai tanda pengenal. Lalu petugas tersebut mengembalikan passport mereka sembari memberikan dua buah tiket.
Rizky mengambil tiket dan passport mereka sambil membayar sejumlah uang yang diminta oleh petugas tersebut.
“Ayo sayang.” Ajak Rizky setelah transaksinya selesai dengan si petugas.
Aura menganggukkan kepalanya.
Mereka kemudian masuk dan mengantri untuk menunggu transportasi kereta kabel.
Setelah transportasi kereta kabel datang, mereka berduapun masuk kedalam dan duduk bersebelahan.
Sepanjang perjalanan, mereka menikmati pemandangan yang indah kehijauan karna terdapat banyak pepohonan disana.
Sesampainya diatas, mereka langsung disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah. Mereka dapat melihat pemandangan pulau Penang dari ketinggian.
Setelah itu mereka lanjut jalan-jalan ke tempat gembok cinta. Mengapa dinamakan gembok cinta? Karena disana banyak sekali gembok berbentuk hati dan digembok tersebut ditulis dua nama sepasang kekasih.
“Aura sayang, mau tulis nama kita juga tidak?” Tanya Rizky pada istrinya tercinta.
“Mau.” Jawab Aura dengan semangat.
Lalu mereka berdua berjalan menuju penjual gembok untuk mengukir nama mereka berdua dan menaruh gembok tersebut dideretan gembok yang lainnya.
Setelah itu, mereka lanjut jalan-jalan ditempat makan. Tempat makan terletak dua lantai, setelah menelusuri lantai bawah mereka lanjut menelusuri lantai atas.
“Aura sayang, mau eskrim?” Tanya Rizky.
“Nggak, Bang.” Jawab Aura dengan tenang.
“Loh, tumben. Bukannya Aura suka banget sama eskrim?” Rizky heran dengan penolakan istrinya.
__ADS_1
“Iya, suka. Tapi kita makan eskrimnya nggak disini. Kita makan eskrim di Ice Cafe saja ya, hehe.” Pinta Aura sambil cengengesan.
“Oh, boleh. Kalau begitu kita di sini makan siang saja ya.” Ucap Rizky.
“Iya.” Sahut Aura.
Lalu mereka kembali mengitari lantai 1 dan 2 untuk mencari menu. Setelah itu, mereka putuskan untuk makan nasi goreng.
“Wah, nasi gorengnya enak banget.” Ucap Aura antusias.
“Makannya pelan-pelan sayang.” Ucap Rizky yang perhatian.
“Iya, Bang. Maaf, hehe.” Sahut Aura cengengesan.
Setelah mereka selesai menyantap nasi goreng, mereka pergi ke masjid untuk menunggu adzan dzuhur.
Mereka berdua pun sempat beberapa kali mengambil photo ditempat itu.
“Pemandangannya bagus banget ya, Bang.” Ucap Aura.
“Iya, cocok untuk dijadikan tempat Tafakur (mengingat Allah melalui segala ciptaanNya).”
“Betul, betul, betul.” Sahut Aura.
“Eh, ada yang ketularan Upin dan Ipin nih.” Ucap Rizky sambil tertawa kecil.
“Hahahaa.” Aura ikut tertawa.
Tak lama kemudian Adzan pun berkumandang. Mereka berdua pergi ke tempat mengambil wudhu’.
Karena sudah lewat tengah hari, antrianpun lumayan panjang. Aura dan Rizky dapat tempat setelah kereta kabel yang kedua datang.
Setelah keluar, Rizky pun memesan taxi online dan langsung pergi menuju Ice Cafe.
“Tempatnya bagus banget.” Ucap Aura sumringah.
“Iya, tempatnya juga lumayan dingin. Berasa seperti berada dimusim dingin beneran.” Sahut Rizky.
Lalu mereka berdua melihat-lihat menu. dan memesan 3 buah Ice Cream.
“Banyak tempat bagus untuk photo. Kita boleh nggak photo-photo disini dulu sebelum pulang?” Tanya Aura sambil memasang wajah imut.
__ADS_1
“Tentu saja boleh sayang. Nggak perlu pasang wajah seperti itu juga bakalan Abang izinkan, hehe.” Jawab Rizky sambil tersenyum manis.
Tidak terasa hari sudah pun sore. Adzan Ashar berkumandang. Aura dan juga suaminya bergegas kembali ke hotel untuk mandi dan bersih-bersih Lalu menunaikan sholat Ashar berjamaah.
***
Hari-hari berlalu penuh dengan kebahagiaan, Aura dan Rizky sudah menghabiskan banyak waktu untuk jalan-jalan di Pulau Penang.
Entah sudah berapa tempat yang mereka kunjungi, tak lupa juga menonton film di pawagam (bioskop) lalu membeli beberapa oleh-oleh untuk orang rumah.
Hari ini, mereka akan check out dari hotel pukul 10 pagi lalu pergi ke bandara untuk menunggu jam penerbangan.
“Aura Sayang, sudah selesai membereskan semua barang-barang?” Tanya Rizky dengan lembut.
“Alhamdulillah sudah, Bang. Mau berangkat sekarang?” Tanya Aura.
“Iya, sudah waktunya check out.” Jawab Rizky.
Aura menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari katil. Rizky meraih koper dan menariknya. Aura meraih handbag miliknya lalu memasukkan ponselnya.
Sesampainya di bawah, Rizky mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan memesan taxi online.
“Masih ada dua jam lagi waktu free, Bang.” Ucap Aura.
“Iya. Kenapa? Aura takut bosan menunggu dibandara?” Tanya Rizky.
“Nggak juga sih, kalau berdua dengan Abang waktu dua jam berasa dua menit, hehe.” Goda Aura.
“Hahahaa. Tumben gombal.” Sahut Rizky sambil tertawa.
Lalu Rizky melempar pandangannya ke sebuah mobil yang baru parkir. Ia menatap ponselnya dan melihat nomor plat yang ada di ponselnya dan menyamakan dengan plat mobil yang baru saja tiba.
“Itu taxi online kita, sayang.” Ucap Rizky.
Aura menganggukkan kepalanya dan mengikuti Rizky dari belakang.
Sesampainya mereka di bandara, Rizky menelepon Ummi.
“Assalamu’alaikum, Ummi.” Ucap Rizky setelah Ummi menjawab panggilan telephone darinya.
“Wa’alaikumussalam. Ada apa, Nak?” Tanya Ummi diseberang sana.
“Mi, Rizky dan Aura sudah dibandara. Dua jam lagi tolong minta Pak Ujang ke bandara untuk menjemput kami ya, Mi.” Jawab Rizky dengan lembut.
“Iya, nanti Ummi sampaikan pada Pak Ujang. Kalian berdua hati-hati ya di negeri orang. Jaga baik-baik istrimu.” Nasehat Ummi.
“In syaa Allah, Mi. Rizky tutup ya telephonenya. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumussalam.” Sahut Ummi. Lalu Rizky menekan tombol berwarna merah di layar ponselnya.
“Aura sayang, ayo kita check in dahulu. Agar koper dan barang bawaan lainnya bisa masuk ke bagasi.” Ajak Rizky.
“Baik, Bang.” Sahut Aura sembari menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai check in barang. Rizky mengajak Aura untuk menikmati a cup of coffee di Starbucks. Sambil mengobrol masa-masa indah selama berada di Pulau Penang, mereka menikmati kopi masing-masing.
__ADS_1