
Assalamu'alaikum teman-teman readers... Terima kasih karena masih setia membaca novel ini.. Ayo dukung author dengan cara like, komen, rate, vote dan fav.
Thank you. *Hug.
Happy Reading.... 💕
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di markas mafia yang paling di takuti.
"Tuan Muda, saya sudah mendapatkan semua informasi mengenai Nona Lucy Angelina Rose." ucap salah satu anak buah Anton sambil menyerahkan sebuah file.
"Ok. Good." jawab Anton lalu meraih file tersebut.
Kemudian Anton mulai membaca filenya.
"Owh, Lucy anak tunggal dari keluarga Bramantyo." ucap Anton.
"Benar sekali Tuan." sahut anak buahnya.
"Bukankah perusahaan kita memiliki saham sebesar 30% di perusahaan Pak Bram?" tanya Anton.
"Benar, Tuan Muda. Sama banyak dengan saham yang dimiliki oleh Pak Kholiz." jawab anak buahnya.
"Pak Kholiz? Siapa dia?" tanya anton lagi.
"Pak Kholiz adalah pemilik hotel bintang lima dan sudah memiliki 18 cabang di berbagai kota, Tuan Muda." jawab anak buahnya dengan sopan.
"Kenapa nama ini begitu familiar." ucap Anton sambil berfikir. "Oh ya, apa Pak Kholiz ini memiliki seorang anak laki-lali?" tanya Anton.
"Ada, Tuan Muda. Namanya Tuan Rizky." jawab anak buahnya.
"Rizky? Maksudmu Rizky Mahesa Putra?" tanya Anton tidak senang dan memukul meja dengan tangannya.
"Be benar, Tuan Muda." jawab anak buah anton dan merasa sedikit takut.
"Damn! Kenapa aku harus mendengar nama ini lagi? Huh!" ucap Anton kesal. "Lalu informasi apa lagi yang kamu dapatkan?" tanya Anton.
"Menurut rumor yang beredar. Pak Bram adalah rekan bisnis Pak Kholiz yang juga merupakan sahabat dari kecil. Mereka pernah menjodohkan Nona Lucy dan Tuan Rizky. Tapi perjodohan itu di tolak oleh Tuan Rizky." jawab anak buahnya.
"Lalu bagaimana dengan Lucy? Apa dia juga menolak perjodohan itu?" tanya Anton tidak sabaran.
"Awalnya Nona Lucy memang menolak perjodohan itu. Tapi ntah bagaimana, sekarang Nona Lucy masih terus berusaha untuk mendapatkan cinta Tuan Rizky. Meskipun Tuan Rizky sudah menikah, Nona Lucy masih belum menyerah." jawab anak buah Anton menjelaskan sambil menelan air liurnya karena takut bos nya akan marah lagi.
"Hurm.. Siapa nama istri Rizky?" tanya Anton.
"Namanya Aura, Tuan Muda." jawab anak buah Anton. "Ini adalah foto ketika Tuan Rizky menikah dengan Aura." lanjutnya sambil menyodorkan selembar foto.
Anton meraih foto tersebut dan menatapnya.
"Wanita yang sangat cantik. Bahkan lebih cantik dari Lucy. Tapi tidak masalah, biar bagaimanapun aku sudah jatuh hati pada Lucy." ucap Anton. "Kamu sudah boleh pergi." perintah Anton pada anak buahnya.
"Baik, Tuan Muda." ucap anak buahnya dan sedikit membungkukkan badannya. Kemudian dia pergi meninggalkan Anton.
*Flashback.
__ADS_1
Saat Anton masih menjadi salah satu Mahasiswa Baru di sebuah University.
"Aku yakin aku bisa menjadi orang nomor satu di kampus ini. Sejak aku SD, SMP bahkan SMA, tidak ada satu orangpun yang bisa mengalahkanku. Aku selalu unggul dalam bidang apapun." ucap Anton dengan bangga.
Setelah semester satu berakhir, Anton melihat papan pengumuman.
Dia sangat kaget, bahkan tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Namanya berada di baris nomor dua, sedangkan yang berada di baris nomor satu adalah nama Rizky Mahesa Putra.
"Siapa si Rizky ini? Berani sekali dia menjadi rivalku." ucap Anton dan mengepalkan tangannya. Ia merasa sangat geram karena ternyata ada orang yang bisa mengalahkannya.
Mulai saat itu, Anton terus mengawasi gerak gerik Rizky.
Saat Rizky menjadi pemain basket, maka Anton juga. Setiap kali mereka tanding, tim Rizky yang selalu menjadi pemenangnya.
Saat Rizky mengikuti lomba kimia dan fisika, Anton juga mendaftarkan dirinya. Tapi lagi-lagi Anton menjadi nomor dua dan Rizky selalu menjadi yang pertama.
Begitu juga saat Rizky masuk taekwondo. Anton juga mendaftarkan dirinya. Walaupun pada akhirnya Anton mampu masuk tim sabuk hitam, tapi Rizky sudah lebih dulu berhasil bergabung dengan tim sabuk hitam.
Begitu seterusnya, hingga saat kelulusan tiba. Rizky menjadi lulusan terbaik di universitas tempat mereka menuntut ilmu.
*Flashback selesai.
"Praaannggg!!!!!!" Anton membanting gelas yang ada ditangannya.
"Damn it!!" ucapnya kesal lalu menyapu wajahnya dengan kasar.
"Dulu kamu selalu mengalahkanku, biarpun aku sudah berusaha keras, aku tetap tidak bisa menandingimu. Aku selalu menjadi nomor dua dan kamu selalu menjadi yang pertama. Lalu sekarang, saat aku jatuh cinta pada seorang wanita, dia juga sudah lebih dulu mencintaimu. Apa kamu sangat membenciku? Hingga kamu merebut semuanya dariku. Rizky!!! Kali ini aku akan menemuimu. Hati Lucy harus menjadi milikku." ucap Anton penuh emosi.
"Dude, kamu tidak boleh serakah." lanjutnya lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Apa kalian sudah mendapatkan informasi di mana Rizky bekerja?" tanya Anton pada anak buahnya.
"Sudah, Tuan Muda." jawab anak buahnya.
"Bagus. Kalau begitu, cepat antarkan aku ke sana sekarang." perintahnya.
"Baik, Tuan Muda." jawab anak buahnya. Lalu mulai menjalankan mobil.
Dua puluh menit perjalanan, mereka sampai di salah satu cabang hotel milik Rizky.
Anton ingat, dia pernah berjumpa dengan Lucy di taman mini yang ada di seberang hotel. "Mungkin waktu itu Lucy sedang menunggu Rizky." ucapnya pelan.
"Silahkan, Tuan Muda." ucap anak buahnya.
Lalu Anton masuk ke dalam dan langsung menuju meja resepsionis.
"Apa Pak Rizky ada?" tanya Anton dengan sopan.
"Ada. Apa Tuan sudah membuat janji sebelumnya?" tanya resepsionis yang bernama Ina.
"Belum. Saya tidak punya janji. Katakan saja padanya ada seorang teman lama yang ingin berjumpa." jawab Anton.
"Baik. Kalau boleh tau nama Bapak siapa?" tanya Ina.
"Nama saya Anton Prayoga." jawab Anton
__ADS_1
"Baik. Bapak silahkan duduk dan tunggu sebentar." ucap Ina dengan sopan.
"Baik, terima kasih." ucap Anton.
"Sama-sama Bapak." jawab Ina lalu menganggukkan kepalanya perlahan.
Setelah Anton meninggalkan meja resepsionis, Ina langsung menelepon sekretaris Rizky.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Rizky datang menjumpai Anton.
"Hai, Anton." sapa Rizky. "Lama tidak berjumpa." lanjutnya.
"Hai juga. Apa kita boleh bicara secara pribadi?" tanya Anton.
"Tentu saja." jawab Rizky.
Lalu Rizky mengajak Anton untuk masuk ke dalam Meeting Room. Agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan di cari oleh seorang mafia yang terkenal sepertimu, hehe." ucap Rizky memulai obrolan.
"Aku datang ke sini untuk bertanya sesuatu padamu." ucap Anton.
"Oh ya? Apa itu?" tanya Rizky.
"Aku dengar bahwa Lucy sangat mencintaimu."
"Lucy?" tanya Rizky lagi.
"Iya." jawab Anton singkat.
"Apa kamu tertarik padanya?"
"Sepertinya." jawab Anton.
"Bro, saya akan sangat berterima kasih padamu, jika kamu bisa membuat Lucy menjauh dari saya." ucap Rizky serius.
"Apa kamu membencinya?" tanya Anton.
"Tidak, saya sama sekali tidak membencinya. Saya juga tidak membenci siapapun. Saya hanya tidak suka padanya karena dia selalu mengganggu dan menyakiti hati Aura istri saya tercinta." jawab Rizky.
"Tapi apa yang harus aku lakukan agar dia mau menerimaku?" tanya Anton serius.
"Kalau itu aku tidak tau." jawab Rizky lalu berfikir sesuatu. "Aha, kamu kenal Dona?" tanya Rizky.
"Dona? Siapa?" Anton balik bertanya.
"Dona adalah sepupuku, dia juga sahabat baiknya Lucy. Mungkin kamu bisa mendekatinya terlebih dulu untuk mengetahui apa saja yang disukai Lucy." ucap Rizky memberi usul.
"Oh, wanita yang sering bersama Lucy itu bernama Dona." ucap Anton sambil mengangguk-angguk tanda mengerti.
"Iya, benar." ucap Rizky.
"Baiklah, aku terima saran darimu. Kalau begitu, aku permisi dulu."
"Baik, silahkan." jawab Rizky.
__ADS_1