Istikharah Menyatukan Kita

Istikharah Menyatukan Kita
Kak Agatha


__ADS_3

Assalamu'alaikum teman-teman readers... Terima kasih karena masih setia membaca novel ini.. Ayo dukung author dengan cara like, komen, rate, vote dan fav.


Thank you. *Hug.


Happy Reading.... 💕


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mandi pagi, aku menunaikan sholat dhuha dan membaca Al-Qur'an beberapa halaman.


Setelah selesai, aku aku memainkan gawaiku.


Ttok.. Ttok.. Ttok.. Seseorang mengetuk pintu kamarku.


Aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan menuju pintu.


"Iya." ucapku setelah aku membuka pintu.


"Nyonya Muda, di bawah ada Nyonya Pertama." ucap Chaca.


"Owh, ayo kita turun." ucapku sumringah. Sudah lumayan lama juga aku tidak bertemu dengan Kak Agatha.


Aku dan Chaca menuruni anak tangga beriringan. Sesampainya di bawah, Chaca langsung pergi ke belakang. Sedangkan aku langsung menghampiri Kak Agatha yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kak." sapaku begitu aku tiba di sampingnya.


"Aura." ucapnya lalu menciumi pipiku kanan, kiri lalu kanan lagi. "Alhamdulillah sekarang sudah isi. Maaf ya Kakak baru datang berkunjung." sambungnya.


"Iya, Kak. Alhamdulillah." jawabku.


"Ini ada Kakak bawakan buah alpukat, puding dan juga beberapa cemilan (makanan ringan). Ibu hami seperti kamu pasti sering mendadak lapar." ucapnya.


"Iya, Kak. Hahaha." aku bahagia karena Kak Agatha sangat perhatian padaku. "Terima kasih banyak, Kak." lanjutku.


"Iya, sama-sama. Kakak kan sudah lebih dulu hamil, jadi Kakak sudah tau kebiasaan Ibu hamil itu seperti apa, hehe." ucap Kak Agatha lalu tertawa kecil.


"Iya, Kak. Oh ya, Rasya dan Bella mana, Kak?" tanyaku karena tidak melihat keponakan-keponakanku itu.


"Ada, sudah pergi main di taman belakang." jawabnya.


"Owh, pantesan tidak kelihatan." ucapku.


"Ayo kita ke belakang. Duduk di pondok kecil sambil menikmati puding ini." ajak Kak Agatha.


"Ayo." jawabku dengan semangat.


Aku membantu Kak Agatha membawa puding, sedangkan Kak Agatha membawa buah alpukat.


"Ini siapa?" Kak Agatha bertanya tentang Jihan saat kami di dapur. Karena selama Jihan tinggal di sini, Kak Agatha belum pernah datang berkunjung.


"Ini namanya Jihan, Kak. Dia juga ART di sini." jawabku.


"Oh, kalau begitu boleh tolong buatkan dua gelas jus alpukat." pinta Kak Agatha.


"Baik, Nyonya Pertama." jawab Jihan. Lalu mengambil buah alpukat dari tangan Kak Agatha.

__ADS_1


"Terima kasih, Jihan." ucap Kak Agatha.


"Sama-sama, Nyonya Pertama." jawab Jihan dengan lembut.


Kemudian kami pergi ke pondok kecil yang ada di dekat taman. Aku lihat Bella dan Rasya sedang asyik bermain-main di taman.


Rasya sedang menggali lubang, aku tidak tau untuk apa. Sedangkan Bella dengan riang menyirami bunga-bunga yang indah.


Mungkin mereka berdua sedang main permainan berkebun dan di awasi oleh Pak Ujang.


"Biasanya jam segini Ummi sudah selesai sholat dhuha. Kakak lihat Ummi di kamar sebentar ya." ucap Kak Agatha begitu aku duduk di pondok kecil.


"Iya, Kak." jawabku sambil mengangguk pelan.


Lalu Kak Agatha bergegas masuk ke dalam rumah untuk menemui Ummi.


"Nyonya Muda. Ini jus alpukatnya, sudah siap." ucap Jihan lalu meletakkan nampan yang berisi dua gelas jus alpukat susu.


"Terima kasih Jihan." ucapku.


"Sama-sama, Nyonya Muda." jawab Jihan lalu melangkah pergi.


"Astaghfirullah. Aku lupa membawa piring dan sendok untuk makan puding." gumamku di dalam hati sambil menepuk jidadku.


"Jihaaann..." aku teriak memanggil Jihan.


Jihan menoleh dan datang menghampiriku lagi.


"Iya, Nyonya Muda. Ada apa?" tanya Jihan yang sudah berdiri didekatku.


"Tolong ambilkan beberapa piring kecil dan sendok untuk makan puding. Tadi saya lupa membawanya, hehe." ucapku sambil cengengesan.


"Iya, terima kasih. Jihan baik deh, hehe." aku tertawa kecil karena malu.


"Nyonya Muda bisa saja. Ini memang sudah tugas saya." sahut Jihan lalu pergi meninggalkan aku sendirian.


Kak Agatha dan Ummi datang untuk bergabung denganku duduk di dalam pondok kecil.


"Ayo makan puding, Mi." ajak Kak Agatha.


"Sebentar, Kak. Jihan masih di dapur mengambil piring dan sendok." ucapku.


"Oh, iya." ucap Kak Agatha.


Tidak lama kemudian Jihan datang membawa beberapa piring kecil dan sendok yang aku minta.


Jihan pun meletakkannya di dekat Tupperware yang berisi puding.


"Ummi, mau minum apa?" tanya Kak Agatha pada Ummi. "Ini jus alpukat punya Agatha dan Aura." lanjutnya.


"Ummi mau jus alpukat juga. Masih ada buahnya?" tanya Ummi.


"Masih, Nyonya. Akan saya buatkan untuk Nyonya." jawab Jihan lalu kembali ke dapur.


"Sepertinya Jihan masih muda. Berapa usianya?" tanya Kak Agatha.

__ADS_1


"Usianya 19 tahun, Kak." jawabku. "Apa Kakak tidak ingat dengan Jihan?" tanyaku.


"Tidak, memangnya Kakak pernah kenal dengan Jihan?" Kak Agatha balik bertanya padaku.


"Lha, ketika Jihan masih bayi kamu sering menggendongnya." jawab Ummi.


"Ah, yang benar Ummi?" Kak Agatha kaget dan merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ummi.


"Iya, Jihan itu cucunya Kek Karta yang mengurus Villa." jawab Ummi menjelaskan.


"Oh, jadi dia cucunya Kek Karta yang menggemaskan itu?" Kak Agatha sudah mulai ingat.


"Iya, yang selalu nangis karena kamu cubiti pipinya. Hahaha." jawab Ummi lalu tertawa.


Aku dan Kak Agatha ikut tertawa terbahak-bahak. Ternyata dulu Kak Agatha orangnya seiseng itu.


"Setelah remaja dia juga tidak kalah menggemaskan. Cantik." ucap Kak Agatha.


"Iya, betul." jawab Ummi.


Lalu Jihan datang membawa segelas jus alpukat susu untuk Ummi.


"Ini, Nyonya." ucap Jihan sambil meletakkan segelas jus alpukat.


"Jihan, saya minta maaf karena sering buat kamu nangis ketika masih balita." ucap Kak Agatha sambil menahan tawa.


"Waduhh. Saya sudah tidak ingat lagi loh, Nyonya Pertama." jawab Jihan sambil garuk-garuk kepala.


"Hahahaha." tawa kami pecah.


"Bagaimana mungkin Jihan ingat. Jihan masih balita." ucapku


"Iya, hahaha." sahut Kak Agatha.


Jihan hanya tertawa dan senyum-senyum. Tidak tau mau berkata apa.


Ternyata Kak Agatha punya kenangan yang tidak bisa dilupakan dengan Jihan kecil.


Setelah Jihan masuk ke dalam rumah, kami mulai menyantap puding buatan Kak Agatha.


"Sini biar Kakak saja yang ambilkan." ucap Kak Agatha.


Lalu dia menyendokkan puding untukku dan untuk Ummi.


"Semoga rasanya tidak mengecewakan." ucap Kak Agatha.


Aku mulai makan dan rasanya sangat lezat.


"Rasanya lezat, Kak." ucapku.


"Iya." sahut Ummi.


"Aura mau lagi." ucapku lalu menyendok puding dari dalam Tupperware.


Aku ketagihan makan puding yang di bawa oleh Kak Agatha. Alhamdulillah Kak Agatha membawa tiga Tupperware. Kalau tidak, kemungkinan besar Bang Rizky dan Abi tidak akan kebagian.

__ADS_1


Setelah lelah bermain, Rasya dan Bella menghampiri kami dan ikut makan puding. Bella di suaipi oleh Kak Agatha. Sedangkan Rasya disuapi oleh neneknya.


Chaca membawakan dua gelas jus jeruk untuk Rasya dan Bella. Setelah matahari tinggi, kami masuk ke dalam rumah dan melanjutkan obrolan kami di ruang tamu sambil mengawasi Bella dan Rasya yang sedang menonton televisi.


__ADS_2