Istikharah Menyatukan Kita

Istikharah Menyatukan Kita
How Sweet


__ADS_3

Assalamu'alaikum teman-teman readers. Terimakasih karena setia membaca tulisan saya. *Smile emoticon.


Dua tiga itik berlari.


Yang baca dan suka 👍🏻


Pasti baik hati đź’•đź’•


Happy Reading........


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore hari saat Bang Rizky pulang kerja.


"Ra, hari ini Kak Agatha jadi datang?" tanya Bang Rizky saat masuk ke dalam kamar.


"Jadi, Bang. Tadi pulang jam tiga." jawabku dan tersenyum padanya.


"Wah, istri Abang tersayang sudah bisa tersenyum dengan manis seperti biasanya." ucapnya sambil mengelus-elus kepalaku dengan lembut.


"Hehe." aku hanya tertawa kecil mendengarnya.


"Oh ya, tadi ngobrol apa saja dengan Kak Agatha?" tanya Bang Rizky.


"Banyak." jawabku singkat.


"Banyak? Apa saja tuh?" tanyanya lagi.


"Erm, ini obrolan sesama wanita. Pria tidak boleh tau. Hehehee." jawabku sambil cengengesan.


"Oh ya?"


"Iya." jawabku. "Kecuali satu hal, ini ingin Aura tanyakan pada Abang." sambungku.


"Apa itu?" tanyanya sambil mengernyitkan dahinya.


"Kak Agatha bilang sama Aura, kalau Abang sudah suka Aura sejak kita masih sekolah di ponpes. Apa itu benar?" tanyaku pelan.


Ia hanya tersenyum mendengar pertanyaanku.


"Jawab donk, Bang." pintaku padanya.


"Iya, seratus persen benar." jawabnya dengan mantap.


"Kenapa bisa? Bukankah kita belum saling kenal waktu itu?" tanyaku lagi.


"Bisa saja. Rasa suka hadir tidak mengenal waktu. Begitu juga dengan rasa cinta." jawabnya dengan lembut.


"Owh, iya sih." ucapku sambil menganggukkan kepalaku perlahan-lahan.


"Aura sayang, Abang mau mandi." ucapnya.


"Iya." jawabku.


"Aura dengarkan lagu ini, ya. Bisa di bilang lagu ini mewakili perasaan Abang pada Aura." ucapnya sambil menyodorkan handphonenya padaku.


"Iya, akan Aura dengarkan." ucapku lalu meraih gawainya tersebut.


Saat Bang Rizky masuk ke dalam kamar mandi. Aku menekan tombol play.


Zaujati (Istriku)


Uhibbuki mitsla maa anti Uhibbuki kaifa maa kunti.


Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu.


Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii anti.


Apapun yang terjadi dan kapanpun, Engkaulah cintaku.


Zaujatii, Antii habiibatii anti.


Duhai istriku, Engkaulah kekasihku.


Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu maqti.


Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti.


Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang.


Kita satu tujuan untuk selamanya.


Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti


yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti.


Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu.

__ADS_1


Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap. Hidupku menjadi terang ketika kamu di sana.


Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti.


Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti.


Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu.


Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum.


Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti.


Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti.


Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras.


Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan.


Hanaa'ii anti faltahna'ii bidif-il hubbi maa 'isyti.


Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti.


Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahaiaan selamanya.


Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah dan tumbuhan.


Fa yaa amalii wa yaa sakanii wa yaa unsii wa mulhimati.


Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti.


Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku.


Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia.


Hatiku sangat tersentuh mendengar lirik demi lirik. Aku baru tau ada lagu seindah ini. Tiap-tiap liriknya mampu membuatku merinding dan merasa tenang. Beruntung sekali semua wanita yang di cintai suaminya seperti yang terdapat pada lirik lagu tersebut. Alhamdulillah, aku salah satunya.


"Sudah selesai mendengarkannya, Ra?" tanya Bang Rizky begitu ia keluar dari kamar mandi.


"Ha? Sudah, Bang." ucapku sedikit kaget. "Sudah selesai mandi, Bang?" sambungku.


"Sudah." jawabnya singkat. "Oh ya, suka tidak dengan lagunya?" tanyanya.


"Suka, Bang. Suka banget malah." jawabku.


"Syukurlah." ucapnya sambil memakai baju.


"Besok Abang libur. Aura mau keluar tidak?" tanya Bang Rizky.


"Oh ya? Kita bisa keluar berdua?" aku balik bertanya padanya.


"Tentu saja bisa. Aura mau ke mana saja, pasti Abang temani.” jawabnya.


"Kalau begitu, besok kita jalan-jalan, ya." pintaku.


"Iya, Aura maunya pergi ke mana?"


"Ke mana saja. Lagi pula Aura tidak tau tempat di sini. Abang saja yang putuskan besok kita akan pergi ke mana." jawabku sambil tersenyum. Lalu ia pun membalas senyumku.


***


Keesokan harinya...


Aku dan Bang Rizky bersiap-siap untuk pergi.


"Abang sudah ada ide kita akan pergi ke mana?" tanyaku pada Bang Rizky suamiku.


"Sudah. Hari ini kita akan pergi nonton." jawabnya.


"Nonton?" tanyaku lagi.


"Iya, nonton di bioskop." jawabnya sambil tersenyum.


"Abang sering nonton di bioskop?"


"Iya, tapi dulu nonton dengan teman-teman Abang. Kalau hari ini istimewa karena Abang pergi nonton berdua dengan istri Abang yang pertama, hehehe." jawabnya sambil tertawa kecil.


"Apa??? Istri yang pertama???" tanyaku dengan sedikit berteriak.


"Hahahahhh. Abang cuma bercanda, sayang." jawabnya sambil memencet hidungku.


"Aduhh.. Sakit!" ucapku.


"Hahahahhh." Bang Rizky hanya tertawa lalu memelukku erat. "Ayo berangkat." ajaknya.


"Iya." sahutku.


Aku perhatikan Bang Rizky dari hujung rambut hingga hujung kaki. "Ma syaa Allah. Bang Rizky memang sangat keren dan tampan. Tidak heran jika Lucy begitu menggilainya." gumamku di dalam hati.

__ADS_1


"Ya Allah, lindungilah Bang Rizky suami Aura dari mata-mata yang bisa menyebabkan ia terkena penyakit 'Ain. Aamiin Allahumma Aamiin." Do'aku di dalam hati.


"Ra, ayo berangkat. Jangan bengong saja." ucap Bang Rizky.


"Oh, iya, Bang. Hehe." jawabku cengengesan.


Kami berdua pun berangkat menuju Mall yang sering dikunjungi oleh Bang Rizky.


Sesampainya di sana, Bang Rizky langsung membeli tiket. Dia menyuruhku untuk duduk menunggunya, sedangkan dia pergi mengantri untuk mendapatkan tiket.


"Ra, masih ada waktu satu jam setengah lagi sebelum filmnya tayang. Mau makan dulu tidak?" tanya Bang Rizky setelah ia mendapatkan tiketnya.


"Erm.. Boleh, boleh, mau makan apa?"


"Ayo makan KFC." ajaknya.


"Ayo." jawabku singkat.


Kemudian kami pergi mencari lokasi KFC. Bang Rizky menyuruhku untuk duduk, sedangkan dia pergi mengantri.


Deg!! Aku kaget melihat sosok wanita yang ada di luar KFC, ia sedang duduk bersama seorang pria. Mereka berdua sedang asik menikmati es krim.


"Itu Luna." gumamku di dalam hati. Lalu aku segera beranjak dari tempat duduk untuk menghampiri mereka berdua.


"Lunaaa!!!" panggilku.


Luna langsung menoleh ke arahku. Dia bangkit dari tempat duduknya dan menyambut kedatanganku.


"Auraaaa!!!" ucapnya dengan histeris. "Aku kangen banget sama kamu. Maaf ya, aku tidak hadir di acara pernikahan kamu." lanjutnya.


"Iya, tidak masalah. Kamu sehat, kan?" tanyaku.


"Alhamdulillah sehat." jawabnya sambil tersenyum.


"Sekarang kamu terlihat lebih gemuk." ucapku.


"Iya, aku jadi banyak makan demi ini nih." ucapnya sambil memegang perutnya.


"Wah, kamu hamil?" kali ini aku yang histeris.


"Alhamdulillah, sudah masuk lima bulan." jawabnya.


"Ma syaa Allah Tabarakallah. Semoga sehat selalu Ibu dan janinnya." ucapku.


"Aamiin ya Allah. Bay the way, pangeran kamu mana, Ra?" tanyanya.


"Oh iya, Aura lupa Bang Rizky masih di dalam KFC di dalam." ucapku, lalu aku menoleh ke dalam. Terlihat Bang Rizky sedang kebingungan mencariku.


Aku lambai-lambaikan tanganku agar Bang Rizky bisa melihatku. Setelah ia menyadari keberadaanku, ia pun keluar untuk menghampiriku.


"Aura sayang, Abang kirain pergi ke mana. Bikin Abang khawatir saja." ucapnya lalu memencet hidungku pelan.


"Aduuhh. Maaf, Bang." ucapku. "Oh ya, kenalkan ini Luna dan suaminya." lanjutku.


"Saya Rizky." ucap Bang Rizky sambil mengulurkan tangannya pada Yusuf.


"Saya Yusuf." ucap Yusuf dan menyambut uluran tangan Bang rizky.


"Ini Luna yang dulu di ponpes sering bareng Aura, kan?" tanya Bang Rizky.


"Iya, bagaimana Abang bisa tau?" tanya Luna.


"Iya, tau donk!" jawab Bang Rizky dengan PD. "Ayo ngobrol di dalam sambil makan KFC." ajak Bang Rizky.


Kemudian kami ber-empat masuk ke dalam. Aku dan Bang Rizky duduk bersebelahan, Luna duduk berhadapan denganku, sedangkan Yusuf pergi memesan ayam KFC untuknya dan Luna.


"Setelah ini kami mau nonton, kamu ikut ya, Lun." ajakku.


"Waduh,, maaf, Ra. Sepertinya tidak bisa. Semenjak hamil aku jadi mudah lelah." jawab Luna.


"Oh begitu, ya sudah tidak apa-apa." ucapku sambil tersenyum agar ia tidak merasa telah membuatku tersinggung.


"Tapi in syaa Allah kalau ada kesempatan, kami akan berkunjung ke rumah kalian." ucap Luna.


"Wah, boleh banget tuh." sahutku.


"Ini kartu nama saya, di situ ada tertulis alamat lengkap rumah kami." ucap Bang Rizky sambil menyerahkan sebuah kartu nama pada Yusuf.


"Terimakasih, dan ini kartu nama saya." ucap Yusuf sambil menyodorkan kartu nama miliknya.


"Ok, saya simpan." sahut Bang Rizky.


"Kalau nanti Luna tidak bisa datang, kita yang pergi mengunjunginya boleh kan, Bang?" tanyaku pada Bang Rizky.


"Tentu saja boleh." jawabnya.


Setelah kami selesai menyantap hidangan, kami pun berpisah. Luna dan Yusuf langsung pulang ke rumahnya. Sedangkan aku dan Bang Rizky lanjut nonton.

__ADS_1


__ADS_2