Istikharah Menyatukan Kita

Istikharah Menyatukan Kita
Queen wanna be yang Sesungguhnya


__ADS_3

Assalamu'alaikum teman-teman readers... Terima kasih karena masih setia membaca novel ini.. Ayo dukung author dengan cara like, komen, rate, vote dan fav.


Thank you. *Hug.


Happy Reading....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah restoran, Lucy dan Dona sedang asik menikmati makan siang mereka berdua.


"Na, nanti sore kita main ke hotel tempat Rizky kerja, mau tidak?" tanya Lucy pada Dona.


"Mau ngapain ke sana?" Dona balik bertanya karena merasa heran dengan keinginan sahabatnya itu. " Kamu tidak kapok di marah-marah terus sama Rizky?" lanjut Dona.


"Iya sih. Tapi kita tidak bertemu secara langsung dengannya. Kita cukup memperhatikan dia dari jauh saja." ucap Lucy menjelaskan rencananya.


"Kenapa begitu? Seperti maling saja." tanya Dona.


"Aku rindu sama dia. Aku cuma pingin lihat wajahnya, sebentar saja. Please, temani aku." pinta Lucy dengan wajah memelas.


"Baiklah, baiklah." ucap Dona yang akhirnya setuju.


Setelah mereka selesai makan siang, mereka pergi ke sebuah taman mini yang ada di dekat hotel milik Rizky.


Lalu mereka dikejutkan oleh kedatangan seorang pria. Pria yang menganggu mereka ketika mereka main bowling waktu itu.


"Lucy, akhirnya kita bertemu lagi." sapa Anton.


"Kamu siapa?" tanya Lucy. Dia buta wajah, dia sudah tidak ingat lagi dengan Anton.


"Begitu cepatnya kamu melupakan aku." ucap Anton yang pura-pura sedih.


"Kamu kan pria yang waktu itu mengganggu kami main bowling." ucap Dona yang mulai ingat dengan sosok pria yang kini ada dihadapan mereka berdua.


"Benar. Ternyata ingatanmu lebih tajam dari pada Lucy. Bay the way, siapa namamu?" tanya Anton pada Dona.


"Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk berkenalan." jawab Dona.


"Why?" tanya Anton lagi.


"Ada hal yang lebih penting yang harus kami urus." jawab Lucy lalu menarik tangan Dona dan langsung pergi menuju tempat mobil yang di parkir tidak jauh dari tempat mereka duduk.


"Kali ini kamu bisa kabur, Lucy. Tapi lain kali kamu tidak akan bisa kabur lagi dariku." ucap Anton.


Lucy dan Dona tidak menghiraukan omongan Anton tersebut.


"Sebenarnya dia itu siapa sih? Ngeselin banget." gerutu Lucy.


"Mana aku tau dia siapa. Kenapa tadi kamu tidak tanya langsung dengan orangnya." sahut Dona.


"Sudah pasti karena aku malas ngomong lama-lama sama dia." jawab Lucy.


"Eh, Cy. Mereka masih memperhatikan kita. Mendingan kita segera pergi dari sini, deh." ajak Dona.


"Benar juga. Nanti saja kita kembali lagi ke sini." sahut Lucy.


Lalu Lucy mulai menyetir untuk pergi dari taman mini tersebut.


Satu jam kemudian dia kembali lagi. Anton dan anak buahnya sudah tidak ada lagi. Di sana hanya ada seorang wanita yang tengah asik memainkan gawainya.


"Syukur deh, mereka sudah pergi." ucap Lucy.


"Iya, bener banget. Kalau bisa jangan muncul-muncul lagi di depan kita." ucap Dona.


"Bener banget." sahut Lucy sambil melirik ke arah pintu keluar hotel. "Eh, lihat deh, pangeraku sudah muncul." lanjutnya.


Tapi Dona melihat ke arah lain.

__ADS_1


"Cy, di sana ada wanita yang sedang berjalan menuju tempat Rizky parkir. Sepertinya mau mengganggu Rizky." ucap Dona sambil menunjuk wanita yang dia maksud.


"Yang mana?" tanya Lucy.


"Yang Itu." sahut Dona.


Wanita yang di maksud Dona adalah Ningrum. Setelah Ningrum mendapatkan informasi mengenai tempat Rizky bekerja. Ningrum langsung menyusun rencana awalnya untuk mendekati Rizky.


Saat Ningrum melihat Rizky keluar dari hotel, ia pun bergegas berdiri di pinggir jalan untuk memulai aksinya.


Dan ketika ia melihat mobil Rizky mulai melaju, ia pun berpura-pura menyebrang jalan hingga akhirnya Rizky tidak sengaja menabrak Ningrum.


"Auch!" ucap Ningrum yang pura-pura jatuh dan kesakitan.


Rizky yang kaget segera turun dari mobil dan melihat keadaan wanita yang ia tabrak.


"Maaf, saya tidak sengaja." ucap Rizky.


"Tidak apa-apa, ini salahku karena tidak melihat ke kiri dan ke kanan sebelum menyebrang." ucap Ningrum.


"Apa ada yang sakit? Ada yang terluka?" tanya Rizky yang kelihatan cemas.


"Kaki dan pinggangku sakit, nih." jawab Ningrum yang pura-pura. Padahal sebenarnya mobil Rizky sedikitpun tidak menyentuh tubuhnya.


"Saya antar ke dokter, ya." ajak Rizky. "Bisa berdiri sendiri tidak?" lanjutnya. Karena Rizky tidak pernah mau menyentuh wanita yang bukan mahramnya.


"Kaki aku sakit, aku tidak bisa berdiri sendiri. Tolong bantu aku berdiri, pegang saja tanganku, atau pinggangku juga boleh." ucap Ningrum memberi usul.


Rizky jadi merasa serba salah. Di satu sisi, wanita itu bukan mahramnya. Di sisi yang lain ia merasa bersalah karena sudah menabraknya.


Di dalam mobil Lucy..


Lucy tidak terima melihat drama yang ada didepannya. Ia meminta Dona untuk pergi melihat keadaan wanita itu.


"Na, kamu pergi periksa. Kenapa wanita itu berani pura-pura tertabrak? Padahal mata kita berdua melihat dengan jelas, mobil Rizky sama sekali tidak menyentuhnya." pinta Lucy.


Lalu Dona keluar dari mobil dan segera menghampiri Rizky dan Ningrum.


"Hai, Ky. Ada apa?" tanya Dona begitu ia sampai di tempat Rizky.


"Dona, kebetulan kamu di sini. Tolong bantu dia masuk ke dala mobil saya. Saya mau membawanya ke rumah sakit." jawab Rizky.


"Memangnya dia sakit?" tanya Dona lagi.


"Iya, tadi saya tidak sengaja menabraknya." jelas Rizky.


"Kamu buru-buru mau pulang, kan?" tanya Dona.


"Sebenarnya iya. Tapi mau bagaimana lagi. Saya harus mengantarkan dia ke rumah sakit terlebih dulu." jawab Rizky.


"Ya sudah, kamu pulang saja. Wanita ini saya dan Lucy yang akan mengantarkannya ke rumah sakit." ucap Dona.


"Benarkah? Apa tidak merepotkan kalian?" tanya Rizky. Kali ini dia sangat berterima kasih pada sepupunya ini.


"Tidak usah. Biar dia saja yang mengantarkan aku ke rumah sakit." ucap Ningrum sambil menunjuk Rizky.


"Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku karena sudah berbaik hati mau mengantarkan kamu." ucap Dona sinis.


"Iya, benar. Saya minta maaf karena sudah menabrak kamu dan maaf juga karena saya tidak bisa mengantarkan kamu ke rumah sakit." ucap Rizky dengan tulus.


Mau tidak mau akhirhya Nungrum ikut dengan Dona.


"Pelan-pelan." ucap Ningrum saat Dona menarik tangannya.


"Kamu kira aku tidak tau, kamu hanya pura-pura sakit." ucap Dona.


Begitu sampai di mobil, Lucy berpindah tempat duduk. Dari depan pindah ke belakang.

__ADS_1


Dona memaksa Ningrum masuk ke dalam mobil. Setelah Ningrum masuk baru kemudian Dona.


Di dalam mobil, Lucy dan Dona sengaja menghimpit Ningrum.


"Kalian mau apa? Sakit tau." ucap Ningrum.


"Sakit? Bukankah kamu memang sengaja mencari penyakit." ucap Lucy.


"Apa, apa maksudmu?" tanya Ningrum.


"Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu hanya berpura-pura tertabrak mobil Rizky. Iya, kan!" suara Lucy sedikit meninggi.


"Aku tidak pura-pura. Rizky memang menabrak aku." ucap Ningrum membantah tuduhan Lucy.


"Oh ya? Lalu mana? di mana yang luka? Tidak ada tuh." ucap Dona.


"Kalian ini sebenarnya siapa? Dan mau apa?" tanya Ningrum.


"Aku sepupunya Rizky." jawab Dona.


"Dan aku adalah calon istrinya Rizky." sahut Lucy.


"Apa? Calon istri? Hahahahahaha." Ningrum tertawa mendengar pengakuan Lucy.


"Kenapa kamu tertawa? Ternyata kamu ini orang gila ya." tanya Lucy.


"Kamu yang gila. Rizky sudah menikah dengan Aura. Mana mungkin kamu adalah calon istrinya, hahahaha." jawab Ningrum yang masih mentertawakan Lucy.


"Oh, kamu kenal dengan Aura queen wanna be itu." ucap Lucy.


"Kamu juga tau Rizky. Jangan-jangan kamu ini memang sengaja memata-matai Rizky. Iya?" tanya Dona.


"Pergi kamu dari sini." Lucy mengusir Ningrum dan menyuruhnya untuk turun dari mobil.


"Hei, hei, hei, kamu mengaku sebagai calon istrinya Rizky bukan? Aku pun juga demikian. Aku adalah calon istrinya. Aku akan merebutnya dari Aura. Bahkan kalian berdua tidak akan bisa mencegahku. Hahaha." ucap Ningrum dan berjalan menjauh dari mobil Lucy.


"Eh, dasar pelak*r, tidak tau malu!!" teriak Lucy dari dalam mobil dan berhasil menghentikan langkah kaki Ningrum.


Ningrum memutar tubuhnya dan menghadap mobil Lucy, ia jalan beberapa langkah.


"Kamu sebut apa? Pelak*r? Ngatain diri sendiri, kamu?" tanya Ningrum dan tersenyum sinis.


"Kamu yang pelak*r, bit*h!" jawab Lucy.


"Kamu juga ingin merebut Rizky, kan? Jadi kamu simpan saja umpatan itu untuk dirimu sendiri, cih!" ucap Ningrum lalu pergi meninggalkan Lucy dan Dona.


"Aku tidak terima!! Kenapa ada orang lain yang mau menjadi sainganku? Aku tidak mau kalah lagi dari siapapun." ucap Lucy yang sangat kesal.


"Kamu tadi memperhatikan cara dia berpakaian tidak?" tanya Dona.


"Memangnya kenapa?"


"Dari gayanya sih sepertinya dia gadis miskin. Dia mengejar Rizky pasti karena Rizky adalah orang kaya." ucap Dona menjelaskan.


"Sepertinya begitu." Lucy membenarkan pendapat Dona.


"Dan sepertinya, dia adalah queen wanna be yang sesungguhnya." ucap Dona.


"Seratus persen benar." sahut Lucy.


"Nanti kita selidiki lebih jauh lagi, siapa sebenarnya wanita itu." ucap Dona.


"Tidak perlu. Dia bukan ancaman besar. Bagiku, Aura lah saingan yang sebenarnya." ucap Lucy.


"Iya sih." sahut Dona.


"Mendingan kita sekarang kita pulang saja." ajak Lucy.

__ADS_1


"Iya, ayo pulang." Dona dan Lucy pun akhirnya pulang.


__ADS_2