
Keesoak harinya...
Pagi-pagi sekali Rizky sudah mendapat kabar bahwa Lucy sudah di bawa ke kantor polisi kota M.
Setelah selesai sarapan pagi bersama keluarga, Rizky bergegas pergi ke kantor polisi untuk menemui Lucy. Wanita yang kini menjadi orang yang paling tidak ingin dia lihat sosoknya.
Tapi demi mengetahui keterlibatan Dona sepupunya, dia terpaksa menemui Lucy.
Sesampainya di sana, dia melihat Dona dan Lucy sedang bertengkar di dalam sel.
“Aku sungguh tidak menyangka, ternyata kamu orang jahat yang menyebabkan Aura keguguran.” Ucap Dona pada Lucy.
“Hiks, aku sangat sakit hati padanya. Kamu juga tahu mengenai hal itu, iya kan? Bukankah selama ini kamu juga selalu mendukungku? Kenapa sekarang kamu malah marah padaku?” Tanya Lucy yang sudah menangis sejak ia tiba di kantor polisi ini.
“Aku memang selalu mendukungmu, tapi tidak untuk membunuh janin!” Ucap Dona dengan tegas. “Waktu itu kamu pamit padaku untuk pergi ke kota B dan tinggal dengan Nenekmu. Kamu bilang karena kamu capek di paksa menikah dengan Anton. Ternyata kamu bohong padaku, kamu pergi ke sana karena ingin melarikan diri dan sembunyi dari polisi, benar kan?” Tanya Dona.
“Aku memang capek di paksa menikah. Tapi sembunyi juga memang salah satu alasanku pergi ke sana. Tapi aku tidak berani menceritakan hal itu padamu. Maafkan aku, Na.” Jawab Lucy.
“Aku kira selama ini aku mengenal kamu dengan baik, tapi ternyata aku salah.” Ucap Dona.
Barulah Rizky menyadari, kalau ternyata Dona tidak sejahat yang ia kira.
Seorang lelaki datang dan melewati Rizky. Dia pergi menuju sel Lucy dan Dona.
“Daf.. Dafa!” Panggil Dona sumringah. Ia begitu bahagia melihat sosok tunangannya yang sudah lama tidak bersua.
“Dona? Kamu dipenjara juga?” Tanya Dafa.
“Loh? Kamu datang ke sini bukannya mau menjengukku?” Dona balik bertanya.
“Tidak. Aku datang karena mau menjenguk Lucy.” Jawab Dafa.
“Apa? Dia?” Dona kaget.
“Iya. Lucy adalah sepupuku.” Jawab Dafa.
“Owh. Baru tau.” Ucap Dona pelan.
“Kalian saling kenal, ya?” Tanya Lucy.
“Iya.” Jawab Dafa. “Aku pernah bilang kalau aku punya tunangan di kota M. Dialah orangnya.” Jelas Dafa pada Lucy.
“Kenapa kamu tidak pernah cerita padaku, Na?” Tanya Lucy seraya menatap Dona.
__ADS_1
“Itu karena kamu selalu mengeluh sakit hati padaku. Kamu terus-terusan sakit hati karena Rizky berulang kali menolak kamu. Jadi aku tidak tega menceritakan hubunganku yang baik-baik saja dengan Dafa.” Jawab Dona menjelaskan.
Rizky yang sedari tadi menjadi penonton tidak ada niat untuk ikut mengobrol dengan Lucy, Dona dan Dafa.
Rizky pergi menemui seorang polisi dan memintanya untuk bertanya pada Lucy. Apakah Dona terlibat?
“Permisi!” Ucap Pak Polisi. “Saya ingin bertanya dengan Nona Lucy. Apakah Nona Dona juga terlibat dalam rencana mencelakai istri Pak Rizky?” Tanyanya pada Lucy.
“Tidak, Pak. Ini semua hanya rencana saya sendiri.” Jawab Lucy terus terang.
“Kalau begitu Nona Dona akan dibebaskan.” Ucap Pak Polisi.
Kemudian dia membuka gembok sel dan mempersilahkan Dona untuk keluar.
“Terima kasih, Pak.” Ucap Dona.
Pak Polisi mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka.
“Cy, aku pernah bilang jika aku tau siapa yang membunuh calon keponakanku, aku pasti akan mencakar-cakar wajahnya.” Ucap Dona. “Tapi aku urungkan niatku itu, mengingat selama ini kita sudah bersahabat. Apa lagi ternyata kamu sepupu Dafa. Tapi untuk saat ini, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.” Lanjutnya.
“Kenapa begitu? Bukankah kita sudah seperti saudara?” Tanya Lucy. Ia benar-benar merasa sangat sedih.
“Iya. Kita memang sudah seperti saudara. Tapi aku sakit hati sama kamu. Karena perbuatanmu, aku harus masuk penjara dan di siksa oleh para Napi itu.” Jawab Dona. “Sebaiknya kamu berhati-hati.” Lanjutnya memberi peringatan pada Lucy.
“Rizky, maafkan aku. Aku mohon, keluarkan aku juga dari sini. Aku takut!” Lucy meminta belas kasihan Rizky.
“Sebelum kamu menjahati istriku, apa kamu tidak berfikir akan bertemu hari ini!!” Ucap Rizky dengan tegas. Sorot matanya menggambarkan suasana hatinya yang sedang diterpa angin topan. Ia bagaikan ingin menelan Lucy hidup-hidup.
“Aku sudah menyesali perbuatanku, aku mohon keluarkan aku dari sini. Pleaseeeeee.” Lucy mengiba agar dikasihani oleh Rizky.
“Baguslah kalau kamu sudah menyesali perbuatanmu.” Ucap Rizky.
Lucy sumringah.
“Tapi kamu harus tetap mendapatkan hukuman atas perbuatanmu!” Ucap Rizky dengan tegas.
“Daf, aku pulang dengan Rizky. Nanti kalau ada waktu luang kamu mampir ke rumah ya.” Ucap Dona pada Dafa.
“Iya.” Sahut Dafa.
“Ky... Rizky... Aku mohon, Ky...” Lucy terus menerus memohon pada Rizky.
Tapi Rizky berlalu pergi tanpa menghiraukan panggilan Lucy.
__ADS_1
“Daf, aku mau minta tolong sama kamu.” Ucap Lucy.
Ia memiliki opsi lain jika Rizky tidak mau mencabut tuntutannya.
“Katakan saja, aku pasti akan melakukan segala cara agar kamu bisa keluar dari sini. Nenek memang menyuruhku datang ke sini untuk membantumu.” Sahut Dafa.
“Ada seorang ketua Mafia bernama Anton. Papa sudah menjodohkan aku dengannya. Aku rasa dialah satu-satunya orang yang dapat menolongku saat ini.” Ucap Lucy.
“Baik, aku akan pergi menemuinya. Berikan aku alamat lengkapnya.” Pinta Dafa.
Lucy pun memberikan alamat lengkap perusahaan Anton, karena Lucy tidak tau di mana alamat rumah dan markasnya Anton.
“Jika nanti dia memiliki syarat, katakan saja aku setuju dengan semua syaratnya.” Ucap Lucy.
“Baiklah kalau begitu. Aku pergi sekarang untuk mencarinya.” Ucap Dafa.
“Ok. Aku tunggu kabar baiknya.” Sahut Lucy.
Setelah itu Dafa pergi meninggalkan kantor polisi.
Saat Lucy membalikkan badannya, ia melihat para Napi melihatnya dengan sorot mata yang tajam.
“Jadi, kamu masuk ke sini karena membuat seseorang keguguran?” Tanya salah seorang Napi.
Dengan ragu Lucy menganggukkan kepalanya perlahan-lahan.
Napi tersebut secepat kilat menyambar rambut Lucy.
“Wanita iblis!! Aku paling benci dengan orang yang menindas ibu hamil!” Hardiknya.
“Ah! Sakit!” Teriak Lucy.
Napi tersebut menjambak rambutnya tanpa perasaan.
“Apa kamu tau kenapa aku bisa berada di sini?” Ucap Napi itu.
“Ti.. tidak tau, akhh!!” Jawab Lucy yang sedang kesakitan.
“Aku membunuh orang yang menyakiti anakku!” Ucapnya. “Jika suatu hari nanti kamu menjadi seorang Ibu, maka kamu pasti tau seperti apa hebatnya kasih sayang seorang Ibu pada anaknya. Itu juga jika kamu memiliki kesempatan untuk menjadi Ibu.” Lanjutnya seraya melepaskan rambut Lucy dengan kasar.
“Akhh!!!” Teriak Lucy.
“Dafa, Anton. Aku mohon, cepatlah datang dan tolong aku. Aku tidak mau mati di sini.” Gumamnya di dalam hati.
__ADS_1
Sekarang giliran Lucy yang menangis di pojok sel. Ia menangis sejadi-jadinya tanpa mengeluarkan suara. Rasa takutnya bercampur aduk.