
“Bila kamu berdo’a dan memohon sesuatu kepada Allah maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do’amu akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan do’a dari hati yang lalai.”
[HR. Tirmidzi]
Tiada hari yang dilalui Rizky tanpa mendo’akan istrinya. Semoga ia selamat dan sedang dalam keadaan sehat meskipun ia tidak tau dimana Aura berada saat ini.
***
Tiga tahun kemudian..
Banyak hal yang telah berubah. Namun bagi Rizky masih tetap sama. Hidupnya kosong dan hampa tanpa adanya Aura.
Seiring berjalannya waktu akhirnya Dokter Wahyu bisa benar-benar menerima Lilian tanpa menyamakannya dengan Alisya masa lalunya. Bahkan kini mereka sudah memiliki buah hati yang sangat lucu. Seorang anak laki-laki bernama Fatih.
Ningrum tertipu oleh seorang pemuda. Awalnya pemuda itu berkenalan dengan Ningrum sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Hal itu membuat Ningrum tergoda dan tergila-gila padanya.
Hingga suatu hari pemuda tersebut sudah tidak memiliki uang lagi untuk menyewa pakaian dan rental mobil. Ningrum mengajaknya bertemu, tapi Gilang menolak.
Karena ada kebutuhan mendesak, Ningrum memutuskan untuk mencari barang tersebut sendirian. Setelah selesai membeli barang, Ningrum singgah di sebuah warteg untuk makan siang.
Betapa kagetnya ia ketika melihat photo Gilang ada di warteg tersebut.
“Bu, itu siapa?” Tanya Ningrum pada Ibu pemilik warteg sambil menunjuk sebuah photo.
Si Ibu menoleh dan melihat photo yang ditunjuk oleh Ningrum.
“Itu Gilang anak saya.” Jawab si Ibu.
“Anak Ibu seorang pengusaha?” Tanya Ningrum lagi untuk memastikan.
“Hahahaa.” Si Ibu tertawa mendengar pertanyaan Ningrum. “Bukan, Nak. Gilang mah kerjanya di bengkel depan sana.” Lanjut si Ibu sambil menunjuk ke arah seberang pasar.
“Anak saya buka bengkel sama Bapaknya.” Ucap si Ibu lagi.
“Owh, begitu.” Jawab Ningrum lalu tersenyum.
Si Ibu kemudian pergi meninggalkan Ningrum agar Ningrum bisa leluasa menyantap makanannya.
Ningrum merasa kecewa dan sakit hati pada Gilang. Saat itu ia makan nasi sekaligus makan hati. Namun apa hendak dikata? Nasi sudah menjadi bubur.
Gilang adalah seorang pria yang sangat baik dan perhatian. Meskipun terjadi pertengkaran diantara keduanya. Namun karena kesungguhan hati Gilang mencintai Ningrum, akhirnya Ningrum luluh karena dia juga sangat mencintai Gilang.
Walaupun Gilang bukan orang kaya seperti yang ia sangka, walaupun keinginannya menjadi orang kaya tidak terwujud, akhirnya ia ikhlas.
__ADS_1
Gilang dan Ningrumpun akhirnya menikah, karena yang terpenting adalah Gilang orang yang baik meskipun caranya mendekati Ningrum adalah salah.
Setelah mereka menikah, Gilang tetap lanjut bekerja di bengkel bersama Ayah, sedangkan Ningrum membantu Ibu di warteg.
***
“Mas, kamu mau ke mana?” Tanya Marsya.
“Bukan urusanmu.” Jawab Rizky ketus.
“Ky, tidak boleh seperti itu.” Ucap Ummi yang tiba-tiba datang.
Rizky hanya menoleh melihat Ummi tapi tidak mengatakan apapun. Lalu ia berlalu pergi meninggalkan keduanya.
“Yang sabar ya, Nduk. In syaa Allah suatu hari nanti Rizky pasti akan luluh dengan kebaikanmu.” Ucap Ummi pada Marsya sambil mengelus bahunya.
“Iya, Ummi.” Ucap Marsya lalu tersenyum pada Ummi.
Marsya adalah anak sahabat Ummi, yaitu Ibu Ajeng. Setahun yang lalu Bu Ajeng datang ke rumah Ummi lalu mengusulkan agar Rizky dijodohkan dengan anaknya Marsya.
Meskipun Marsya tidak termasuk ke dalam kriteria menantu idaman Ummi, tapi karna temannya itu sangat ingin menjodohkan mereka akhirnya Ummi pun setuju.
Apa lagi dua tahun yang lalu Abi sudah pergi meninggalkan Ummi dan Rizky untuk selamanya. Ummi takut jika nanti gilirannya tiba, maka Rizky akan hidup sendirian dan kesepian.
***
“Silahkan Tuan Muda.” Ucap para pelayan yang menyambut kedatangan Rizky.
“Terima kasih.” Ucap Rizky dengan santai.
Dua tahun yang lalu pasca meninggalnya Abi, Rizky merasa sangat terpuruk. Keberadaan Aura masih belum ia temukan hingga sekarang lalu Abi pun pergi meninggalkannya.
Setelah beberapa hari Abi meninggal, pengacara datang ke rumah. Ia mebacakan surat wasiat yang ditinggalkan oleh Abi.
Rizky mewarisi seluruh aset dan bisnis milik Abi, hal itu membuatnya memikul tanggung jawab yang sangat bsar. Sedangkan Kakaknya Agatha mewarisi beberapa tanah dan villa dan juga 10% dari hasil bisnis yang dijalankan oleh Rizky.
Tak lama kemudian Jihan menikah dengan teman kampusnya yaitu Firman Adik Ningrum. Walaupun ia masih belum lulus kuliah.
Saat Jihan berpamitan akan pergi dari rumah, Rizky bertanya padanya. Apakah ia mau membuka sebuah restoran? Hal itu karena Rizky tau bahwa Aura sangat menyukai semua masakan Jihan.
Tentu saja Jihan mau, akan tetapi ia takut jika nanti restoran yang akan ia jalankan tidak berkembang maka Rizky akan rugi.
Tapi Rizky meyakinkan Jihan dan mengatakan bahwa ia tidak akan meminta ganti rugi jika restoran tersebut tidak berkembang.
__ADS_1
Hingga akhirnya setelah satu setengah tahun berjalan, restoran ini menjadi sangat terkenal karena makanan yang disajikan rasanya sangat enak dan harganya juga terjangkau membuat banyak orang tidak bosan sering makan di tempat ini.
Aura Cafe n Resto adalah nama yang diberikan Jihan untuk restoran yang ia kelola. Saat Rizky merindukan Aura maka ia akan mendatangi tempat ini.
Bahkan ia sudah menyiapkan ruangan khusus untuk dirinya sendiri, dimana ruangan itu dipenuhi oleh photo-photo Aura. Hal itu membuatnya sangat bahagia dan merasa jika Aura ada didekatnya.
***
Malam hari..
Ummi mengetuk pintu kamar Rizky.
“Masuk.” Ucap Rizky dari dalam.
Ummi melihat anaknya sedang memandangi sebuah photo. Tanpa melihat photo tersebut Ummi sudah tau bahwa anaknya pasti sedang menatap photo Aura.
“Ada apa, Mi?” Tanya Rizky.
“Di bawah ada Marsya.” Jawab Ummi.
“Kenapa akhir-akhir ini dia sering sekali datang ke sini?” Tanya Rizky tak senang.
“Tanpa Ummi jawab juga kamu pasti sudah tau alasannya.”
“Tapi, Mi…” belum sempat Rizky berbicara Ummi sudah memotong ucapannya.
“Nak, move on lah. Ummi mohon.” Ucap Ummi sambil menatap pemandangan malam di luar jendela kamar Rizky. “Sudah tiga tahun berlalu, banyak hal telah terjadi dan banyak hal juga sudah berubah.” Lanjut Ummi.
“Tapi, apa Ummi masih ingat waktu itu Ummi berkata apa?” Tanya Rizky.
Ummi hanya diam.
“Ummi sendiri yang mengatakan bahwa Aura masih belum meninggal.” Ucap Rizky mengingatkan Ummi.
“Iya, benar. Tapi itu saat Aura masih hilang satu malam, tapi sekarang sudah tiga tahun. Ummi mohon, mengertilah.”
“Baik, Mi. Jika Ummi menginginkan jawaban Rizky.” Rizky kembali ke topik awal mengapa Ummi menemuinya.
“Rizky tidak bisa menikahi Marsya. Dia bukan kriteria Rizky. Dia bagaikan langit dan bumi dengan Aura.”
“Selain itu, sudah beberapa kali Rizky sholat istikharah. Sama sekali tidak ada keyakinan hati untuk menikahinya.” Lanjutnya.
“Ummi hanya ingin melihat kamu bahagia sebelum Ummi pergi menyusul Abi.” Sontak saja ucapan Ummi membuat Rizky kaget. “Ummi yakin kamu bisa mendidiknya.” Lanjut Ummi.
__ADS_1
“Baiklah, Rizky akan menuruti kemauan Ummi. Ini semua Rizky lakukan hanya demi kebahagiaan Ummi.” Ucap Rizky.
“Bukan demi kebahagiaanku.” Lanjutnya didalam hati.