
Hari ini aku sudah berkunjung ke rumah Ayah dan sudah meminta restu darinya. Biar bagaimanapun, aku haru tetap mendatangi Ayah, karena Ayah adalah waliku.
"Ayah tadi bilang apa, Dik?" tanya Ibu padaku.
"Kata Ayah, kalau Aura sudah merasa cocok, Ayah merestui." jawabku.
"Lalu, Ayah mau datang ke sini tanggal 5 nanti?" tanya Ibu lagi.
"Iya, Bu." jawabku. "Ayah juga bilang nanti akan menjadi wali Aura saat Ijab Qobul." sambungku.
"Baguslah, memang sudah seharusnya begitu." ucap Ibu.
Semoga saja kali ini Ayah tidak akan langsung pergi lagi seperti waktu Kak Mea menikah dulu.
***
Di rumah Rizky.
Setelah menunggu begitu lama, akhirnya aku sampai pada titik ini. Cintaku yang selama ini aku cari, tidak lama lagi akan menjadi istriku.
Rasanya tidak sabar ingin segera menyampaikan hal ini pada Ummi. Dulu, saat Ummi dan Abi hendak menjodohkan aku, aku katakan padanya bahwa aku akan mencari cintaku sendiri. Dan sekarang aku sudah menemukannya, dia adalah Asyifahani Aura.
"Ummi.." sapaku setelah aku duduk di sebelah Ummi.
"Iya, Rizky kapan pulang, Nak?" tanya Ummi.
"Baru saja, Mi. Mi, ada sesuatu yang ingin Rizky sampaikan pada Ummi." ucapku memulai obrolan dengan serius.
"Hal apa itu? Katakan saja." pinta Ummi.
"Rizky ingin menikah, Mi." ucapku malu-malu. Meskipun saat ini aku sedang berbica dengan Ibuku sendiri, aku tetap saja merasa malu kalau membicarakan tentang pernikahan.
"Ma syaa Allah. Sekarang kamu sudah ada niat mau menikah. Ummi senang mendengarnya." ucap Ummi penuh dengan rasa bahagia.
"Iya, Mi."
"Menikah dengan siapa? Kapan mau di ajak ke sini untuk bertemu Ummi dan Abi?" tanya Ummi.
"In syaa Allah menikah dengan seseorang yang sudah lama Rizky sukai, Mi. Rizky tidak mau membawanya ke sini, kita saja yang langsung ke rumahnya untuk melamar, Mi." jawabku panjang lebar.
"Hah? Langsung melamar?" tanya Ummi sedikit kaget dan menatapku dalam-dalam.
Dari sorot mata Ummi aku bisa menyimpulkan bahwa Ummi memiliki begitu banyak pertanyaan.
"Iya, Mi. Dia dan Ibunya juga sudah setuju kalau Rizky datang melamar ke sana bersama kedua orang tua dan keluarga." jawabku sesantai mungkin untuk mengurangi rasa kaget Ummi.
__ADS_1
"Tapi Ummi belum kenal dengan orangnya, apa kamu yakin mau langsung melamar begitu saja?" tanya Ummi lagi. Mungkin Ummi benar-benar kaget dan tidak merasa puas dengan permintaanku yang terlalu mendadak baginya.
"Mi, dengar Rizky baik-baik." ucapku selembut mungkin sambil menggenggam dengan lembut kedua tangan Ummi. "Rizky sudah lama mengenalnya, sejak Rizky berusia lima belas tahun. Bahkan minggu lalu Rizky dan Kak Agatha sudah bertemu langsung dengannya di kampung. Rizky yakin, sekali saja Ummi bertemu dengannya, Ummi pasti akan langsung menyukainya." lanjutku coba menjelaskan pada Ummi agar Ummi mau mengerti keinginanku.
"Tapi Ummi ingin tau apa sebabnya, mengapa Rizky tidak mengenalkannya pada Ummi dan Abi terlebih dahulu sebelum kita pergi ke sana untuk melamarnya." ucap Ummi.
"Itu karena dia hanya tinggal berdua dengan Ibunya. Lagi pula perjalanan dari rumahnya ke sini memakan waktu sekitar 4 jam, Mi." jelasku.
"Baiklah. Jika memang Ummi akan langsung menyukainya saat melihatnya, Ummi setuju, Ummi merestui hubungan kalian berdua." ucap Ummi lembut.
"Alhamdulillah. Terima kasih, Mi." ucapku sambil mencium punggung tangan Ummi. "Sebenarnya Rizky sudah pernah menyinggung tentang dia sebelumnya, Mi. Tapi mungkin Ummi sudah lupa." sambungku.
"Oh ya, kapan?" tanya Ummi.
"Waktu itu Rizky pernah bilang kalau Rizky akan mencari cinta Rizky sendiri. Ummi masih ingat tidak?"
"Iya, masih." jawab Ummi.
"Wanita yang akan kita kunjungi adalah cinta yang sudah lama Rizky cari." jelasku pada Ummi.
"Owh, begitu. Siapa namanya?" tanya Ummi.
"Namanya Aura, Mi. Asyifahani Aura nama lengkapnya." jawabku.
"Nama yang indah." ucap Ummi dan tersenyum padaku. "Kapan kita akan berkunjung ke sana?" tanya Ummi lagi.
"Ya, Allah. Hanya dua minggu tersisa sebelum tanggal lima." ucap Ummi sedikit kaget.
"Hehehe, maaf, Mi." ucapku sambil cengengesan.
"Hurrmm... Terlalu mendadak. Tapi tidak apa-apa. Nanti setelah Abi pulang kerja, kita bicarakan lagi dengan Abi." ucap Ummi.
"Baik, Mi." jawabku.
Alhamdulillah Ummi mau mengerti dan menuruti keinginanku. Rasanya sudah tidak sabar ingin segera membawa Aura untuk tinggal di rumah ini bersamaku.
"Setelah bertemu dengannya, bagaimana respon Kakakmu?" tanya Ibu.
"Kak Agatha langsung menyukainya, Mi. Kakak bilang, Aura cantik, lemah lembut dan sangat sopan." jawabku.
"Ma syaa Allah, Ummi jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengan gadis yang bernama Aura itu." ucap Ummi sambil tersenyum manis padaku.
Akupun membalas senyuman Ummi.
"Oh ya. Ummi tinggal dulu, ya. Ummi mau siap-siap pergi ke pengajian." ucap Ummi lalu beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Iya, Mi. Jawabku singkat.
Setelah itu aku pergi ke kamarku yang terletak di laintai atas untuk mengganti pakaianku. Setelah pulang dari tempat kerja, aku belum mengganti bajuku. Karena tadi aku langsung mengobrol dengan Ummi.
Setelah selesai bersih-bersih dan memakai pakaian casual, aku berinisiatif untuk menelfon Kak Agatha.
Ttuutt... Ttuutt... Ttuutt... Ttuutt... Panggilan tersambung.
"Assalamu'alaikum. Ada apa, Ky?" ucap Kak Agatha setelah ia menjawab panggilanku.
"Wa'alaikumussalam. Kak, Rizky sudah bicara dengan Ummi mengenai Aura." jawabku.
"Wah, lalu bagaimana tanggapan Ummi?" tanya Kak Agatha.
"Awalnya Ummi ragu untuk langsung melamar Aura sebelum bertemu dengannya terlebih dahulu. Tapi setelah Rizky beri penjelasan, akhirnya Ummi mau mengerti dan setuju untuk melamar Aura bulan depan." jawabku panjang lebar.
"Alhamdulillah, lalu bagaimana tanggapan Abi?" tanya Kak Agatha lagi.
"Rizky belum bicara dengan Abi, Kak. In syaa Allah nanti malam kalau Abi sudah pulang kerja." jawabku.
"Owh, begitu. Kamu tenang saja, jangan khawatir. Kakak yakin Abi juga pasti akan setuju. Khusnudzon saja, ya." ucap Kak Agatha meyakinkanku.
"Baik, Kak." jawabku.
"Ya sudah, Kakak tutup teleponnya, ya. Bella sedang rewel." ucapnya.
"Iya, Kak. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam." ucap Kak Agatha dan langsung mengakhiri panggilan.
Tidak terasa sudah masuk waktu sholat maghrib. Ummi sudah pulang dari pengajian.
Aku dan Ummi menunaikan sholat maghrib secara berjamaah di ruang sholat.
Biasanya Abi akan pulang sekitar pukul 08:30PM, tapi terkadang juga pulang pukul 09:00PM jika jalanan macet.
Setelah Abi sampai di rumah, aku langsung mengutarakan niatku. Tidak banyak tanya seperti Ummi, Abi langsung menyetujui keinginanku.
Alhamdulillah. Aura, Abang akan segera menghalalkanmu. Setelah itu, kita akan tinggal dan hidup bersama. Happily ever after, trust me.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf lama up..
Yuk, dukung Author dengan cara like, komen, fav, vote dan rate.
__ADS_1
Agar Author tetap semangat nulis, meskipun di rumah sambil momong bocil usia 4 bulan.
*smile emoticon.