
Assalamu'alaikum teman-teman readers... Terima kasih karena masih setia membaca novel ini.. Ayo dukung author dengan cara like, komen, rate, vote dan fav.
Thank you. *Hug.
Happy Reading.... 💕
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini aku dan Bang Rizky kembali ke kota setelah sholat dzuhur.
"Bu, hari ini Adik akan pulang ke kota. Maaf, selama Adik di sini Adik tidak banyak membantu Ibu. Adik malah merepotkan Ibu." ucapku pada Ibu.
"Tidak apa-apa. Jangan berfikir seperti itu." ucap Ibu.
Ingin sekali rasanya aku menceritakan pada Ibu tentang arti mimpi Luna yang diberitahukan Ustadzah Shahida kemarin sore. Tapi aku tahan, aku takut Ibu akan kepikiran terus.
"Bu, Ibu akan selalu mendo'akan Adik kan, Bu?" tanyaku.
"Tentu saja. Bahkan Ibu juga selalu mendo'akan Kak Mea. Ibu selalu minta pada Allah agar anak-anak Ibu selalu bahagia dan dijauhkan dari mara bahaya." jawab Ibu.
"Terima kasih, Bu." ucapku lalu tersenyum pada Ibu. Ibu pun tersenyum padaku dan mengecup keningku.
"Jam berapa berangkat?" tanya Ibu.
"In syaa Allah nanti setelah sholat dzuhur, Bu." jawabku.
"Kalau begitu makan siang dulu, ya." pinta Ibu.
"Baik, Bu." jawabku.
Setelah itu aku masuk ke dalam kamar dan mengemasi pakaianku dan pakaian Bang Rizky.
Aku sisakan satu pasang untuk di pakai nanti saat mau pulang. Pakaian itu aku setrika terlebih dulu.
Jam sudah menunjukkan pukul 11:00WIB. Aku pergi mandi lalu mulai bersiap-siap.
"Bang, Adik mandi duluan ya." ucapku.
"Iya, nanti gantian dengan Abang." sahut Bang Rizky.
"Ok." aku langsung meraih handuk dan pergi ke belakang untuk mandi. Setelah aku selesai, aku langsung menyuruh Bang Rizky untuk mandi.
Tidak lama kemudian Bang Rizky masuk ke kamar. Aku minta Bang Rizky langsung mengganti pakaiannya yang sudah aku setrika tadi. Agar bajunya yang sudah di pakai bisa langsung di masukkan ke dalam koper.
Adzan dzuhur berkumandang, Bang Rizky pergi berwudhu dan langsung meluncur ke masjid.
Aku menunaikan sholat dzuhur empat rakaat di dalam kamarku. Setelah selesai sholat fardhu, aku lanjut sholat rawatib empat rakaat lagi.
Saat aku keluar dari dalam kamar, Ibu sedang menghidangkan makanan di ruang tengah. Aku segera membantu Ibu.
"Bu, setelah ini Aura tidak tau kapan lagi bisa makan masakan Ibu." ucapku.
__ADS_1
"In syaa Alla kalau ada rezeki dan ada kesempatan." sahut Ibu.
"Kapan-kapan Ibu main ke kota ya, menginap di sana kalau boleh. Seminggu juga tidak apa-apa." pintaku. "Lagi pula Ummi sangat baik pada keluarga kita." lanjutku.
"In syaa Allah kapan-kapan Ibu akan menginap di sana." ucap Ibu.
"Beneran ya, Bu." ucapku sumringah.
"Iya, bi idznillah." jawab Ibu.
Tidak lama kemudian Bang Rizky pulang dari masjid.
"Assalamu'alaikum." ucap Bang Rizky.
"Wa'alaikumussalam." jawabku dan Ibu serentak.
"Nak Rizky, ayo langsung makan siang." ajak Ibu.
"Baik, Bu. Saya mau cuci tangan dulu sebentar." sahut Bang Rizky. Lalu ia pergi ke belakang, masuk ke dalan kamar mandi untuk mencuci tangannya.
Setelah itu Bang Rizky duduk disebelahku. Aku ambilkan piringnya, aku taruh nasi dan lauk pauknya, aku juga tuangkan air minum untuknya.
Lalu kami bertiga mulai menyantap makan siang hingga selesai.
Bang Rizky masuk ke dalam kamar untuk mengambil koper dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil. Sudah tiga hari mobil terparkir di halaman, karena jika kami keluar selalu mengendarai sepeda motor milik Ibu.
Aku mengambil handbag milikku lalu aku cium punggung tangan Ibu. Begitu juga dengan Bang Rizky, ia juga mencium punggung tangan Ibu.
"Adik pamit ya, Bu. Ibu jaga diri baik-baik di sini. Kalau ada apa-apa langsung kabari Adik." ucapku lalu aku memeluk Ibu.
"Baik, Bu. Do'akan kami supaya selamat sampai tujuan." ucap Bang Rizky.
"In syaa Allah selamat sampai tujuan." ucap Ibu.
"Aamiin yamujibas saailiin." sahutku dan Bang Rizky secara bersamaan.
Setelah itu aku dan Bang Rizky masuk ke dalam mobil. Air mataku mengalir setelah meninggalkan pekarangan rumah Ibu. Ah, aku selalu merasa sedih saat berpisah dengan Ibu.
"Aura sayang. Baik-baik saja, kan?" tanya Bang Rizky saat menyadari pipiku sudah basah karena air mata.
"Aura baik-baik saja." jawabku.
"Lalu kenapa menangis?" tanya Bang Rizky lagi.
"Tidak tau, begitu meninggalkabn rumah Ibu tiba-tiba Aura jadi sedih dan menangis." jawabku.
"Oh. Aura sedih karena berpisah lagi dengan Ibu." ucap Bang Rizky membuat kesimpulan.
"Sepertinya begitu." jawabku.
"Ya sudah kalau begitu nanti kita minta Ibu untuk tinggal bersama kita di kota." ucap Bang Rizky.
__ADS_1
"Yang benar, Bang? Apa Ummi dan Abi tidak keberatan?" tanyaku yang tiba-tiba semangat. Bang Rizky memang paling bisa menenangkanku.
"In syaa Allah setuju. Nanti akan Abang bahas dengan Ummi dan Abi." jawab Bang Rizky.
"Alhamdulillah. Terima kasih, Bang. Abang baik deh." ucapku sumringah.
"Boleh?" tanyanya.
"Boleh apa?"
"Nambah satu lagi (Adik madu), hehe." jawabnya sambil tertawa.
"Kalau begitu Abang jadi jahat, huh." ucapku ketus.
"Hahahaha." Bang Rizky merasa terhibur melihat aku merajuk.
Saat sudah setengah perjalanan kami turun dari mobil untuk membeli buah-buahan sebagai buah tangan.
Bang Rizky yang memilih-milih. Karena Bang Rizky adalah orang kitchen, dia tau mana buah yang bagus dan mana buah yang masih segar.
Berbeda denganku, dimataku semua buah sama saja. Selagi tidak busuk, maka bagiku buah itu masih bagus. Wkwkwkk.
Setelah Bang Rizky selesai memilih buah dan membeli beberapa kilo. Kami melanjutkan perjalanan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, akhirnya kami tiba di rumah.
Mang Jaja bergegas membukakan pintu gerbang dan menurunkan barang-barang dari bagasi mobil.
Jihan dan Pak Ujang menyambut kedatangan kami. Pak Ujang membawakan travel bag, sedangkan Jihan membantu Bang Rizky membawa beberapa buah-buahan.
"Assalamu'alaikum, Ummi." ucap Bang Rizky.
"Wa'alaikumussalam." sahut Ummi.
Bang Rizky mencium punggung tangan Ummi, kemudian aku juga mencium punggung tangan Ummi.
"Padahal hanya pergi 3 hari, tapi Ummi sudah kangen pada kalian berdua." ucap Ummi.
Aku tersenyum mendengarnya.
"Ah, yang benar? Hehe." goda Bang Rizky.
"Iya, benar." jawab Ummi.
Bang Rizky memeluk Ummi.
"Kami ke kamar ya, Mi. Belum sholat ashar." ucap Bang Rizky.
"Iya, sekalian langsung istirahat. Nanti malam kita makan sama-sama." ucap Ummi.
"Baik, Mi." sahut Bang Rizky.
__ADS_1
Kemudian aku dan Bang Rizky naik ke atas, masuk ke dalam kamar. Bersih-bersih lalu menunaikan sholat ashar berjamaah.
Setelah selesai sholat, kami mandi lagi secara bergantian. Meskipun tadi siang sudah mandi di rumah Ibu, tapi setelah lama diperjalanan rasanya tidak enak jika tidak mandi lagi.