Istikharah Menyatukan Kita

Istikharah Menyatukan Kita
Luna's Baby


__ADS_3

Assalamu'alaikum teman-teman readers... Terima kasih karena masih setia membaca novel ini.. Ayo dukung author dengan cara like, komen, rate, vote dan fav.


Thank you. *Hug.


Happy Reading.... 💕


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul 17:30WIB aku dan Bang Rizky meluncur ke rumah sakit tempat Luna melahirkan.


Sebelum sampai ke sana, aku dan Bang Rizky singgah sebentar ke sebuah Mall untuk membeli paket kado baby new born.


Karena anak Luna perempuan, aku memilih paket baju yang berwarna pink. Setelah itu kami juga membeli parsel perlengkapan bayi seperti bedak, shampoo, baby bath, olive oil dll.


Setelah selesai membeli hadiah, kami melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.


Sesampainya di sana, Bang Rizky bertanya pada resepsionis di mana kamar pasien yang bernama Luna Pratiwi.


Resepsionis tersebut pun memberitahukan kami ruangan Luna. Kami langsung pergi ke arah yang ditunjukkannya, dan masuk ke dalam ruangan nomor 15.


"Assalamu'alaikum." ucapku saat membuka pintu.


"Wa'alaikumussalam." sahut Yusuf.


Luna menyambut kedatanganku dengan senyumannya yang sangat khas.


"Barakallah, sekarang sudah menjadi seorang Ibu. Senangnyaaaa...." ucapku sambil memeluknya dan tidak berhenti tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah. Makanya kamu buruan nyusul, supaya tau rasanya seperti apa menjadi seorang Ibu." ucap Luna yang masih tersenyum bahagia.


"In syaa Allah. Do'akan kami ya, semoga bisa segera menjadi orang tua seperti kalian." pintaku.


"Aamiin yamujibas saailiin." ucap Luna dan suaminya serentak.


"Oh ya, ini ada sedikit hadiah buat si kecil. Semoga suka, hehehe." ucapku cengengesan.


"Alhamdulillah, semoga Ibuk murah rezekinya." ucap Luna.


"Aamiin ya Allah. Aura mau gendong, boleh?" tanyaku meminta izin.


"Tentu saja boleh." jawab Luna.


Dengan perlahan-lahan aku mengangkat baby yang masih berwarna kemerah-merahan ini.


Tidak bisa aku lukiskan rasa bahagia yang ada di dalam hatiku. Jika menggendong bayi Luna saja sudah bisa membuatku sebahagia ini, apa lagi jika nanti aku menggendong buah hatiku sendiri.


"Oh ya, sudah di beri nama atau belum?" tanyaku memecahkan suasana yang mendadak hening.


"Sudah ada donk. Aku dan Mas Yusuf memberinya nama Isabella Anastasya. Panggilannya Tasya." jawab Luna sumringah.


"Wah, namanya cantik banget. Seperti yang punya nama." aku mengecup pipi mungil Tasya berkali-kali.

__ADS_1


"Terima kasih Ibuk Aura." ucap Luna.


"Sama-sama Humaira." jawabku karena Tasya masih kemerah-merahan.


Tawa bahagia kami pecah seketika itu memenuhi ruangan nomor 15.


Baghda maghrib aku dan Bang Rizky pamit pulang. Sebelum pulang ke rumah, kami singgah dulu di masjid untuk menunaikan sholat fardhu maghrib.


"Aura tidak teringin makan sesuatu?" tanya Bang Rizky.


"Makan apa?" aku balik bertanya.


"Apa saja, mumpung kita sedang di luar." jawabnya.


"Owh, terserah Abang saja deh." ucapku.


"Baiklah, kalau begitu kita makan mi ayam saja. Pasti Aura tidak akan menolak." ucapnya.


"Wah, betul betul betul. Hehe." ucapku sumringah.


Bang Rizky pun akhirnya membawaku ke sebuah tempat makan, mi ayam di sana terkenal sangat enak.


Aku dan Bang Rizky selalu berhati-hati dalam memilih tempat makan. Karena jaman now banyak para penjual makanan yang memakai bahan yang terlarang dan tidak halal, selain itu ada juga yang memakai penglaris.


"Bang, kita makan di sini?" tanyaku.


"Iya." jawabnya lalu turun dari mobil.


Seorang pria paruh baya datang menghampiri kami dan bertanya apa yang mau kami pesan.


"Pesan apa, Nak?" tanyanya.


"Mi ayam dua dan teh manis panas dua." jawab Bang Rizky.


Bapak tersebut kemudian pergi menyiapkan pesanan kami.


Aku memperhatikan seorang wanita yang membantunya memasak mi. Mungkin wanita itu adalah istrinya.


Hal yang membuatku kagum adalah, istrinya memakai kain penutup wajah, dia seorang Niqabi.


Pantas saja Bang Rizky berani makan di sini. In syaa Allah aman dari penglaris dan pelanggannya tetap ramai.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit, pesanan kami datang. Aku langsung menyantap mi ayam favoritku.


"Emm... Beneran enak banget ya, Bang." ucapku.


"Iya, dulu Abang pernah makan di sini berdua dengan..." ucapannya terputus lalu dia spontan menutup mulutnya dengan tangan kanan.


"Dengan siapa? Mantan Abang?" tanyaku menebak-nebak.


"Maaf ya, Abang tidak bermaksud mengingatnya. Tadi Abang keceplosan, hehe." ucapnya cengengesan.

__ADS_1


"Sepertinya rasa mi ayam ini berubah jadi pahit, Bang." ucapku sambil mengerutkan dahi.


"Hahahahahahh." Bang Rizky tertawa lepas.


Aku hanya diam.


"Ngambek nih?" tanyanya.


Aku tetap diam. Tiba-tiba nafsu makanku hilang, tenggelam bersama kenangan mantan.


"Aura sayang. Abang hanya bercanda, Abang dulu pernah makan di sini bersama sahabat Abang, namanya Sidik." ucapnya coba menjelaskan untuk mengembalikan moodku.


Aku hanya diam.


"Listen, you are the one and only. Trust me." ucapnya lalu membelai kepalaku dengan sangat lembut.


Aku menatapnya sambil tersenyum. Lalu aku lanjut memakan mi ayam yang sempat aku cuekin karena gurauan Bang Rizky.


"Gitu donk! Makanannya jangan dianggurin." ucap Bang Rizky.


"Iya." jawabku singkat.


Aku dan Bang Rizky telah selesai menyantap mi ayam kami masing-masing. Tapi aku masih belum kenyang.


"Alhamdulillah." ucap Bang Rizky lalu meminum tehnya.


"Aura mau satu porsi lagi boleh?" tanyaku pelan.


"Hah?" Bang Rizky kaget. "Masih kurang?" tanyanya.


"Iya, Aura belum kenyang. Hehe." jawabku malu-malu.


Lalu Bang Rizky memesan satu porsi mi ayam lagi untukku.


"Ciiieeeee yang tadinya ngambek, sekarang malah makan dua porsi. Wkwkwkkk." Bang Rizky mengejekku.


"Kalau tidak boleh, cancel saja." ucapku.


"Ciiieee ngambek lagi, hahaha."


"Iiiiiihhhhh....." ucapku kesal.


"Hahahahahahaha." Bang Rizky merasa sangat puas karena berhasil mengerjaiku sebanyak dua kali.


Mi ayam yang ke dua datang dan langsung aku santap. Setelah aku selesai, kami berdua langsung pulang ke rumah.


"Lain kali kita makan di sana lagi ya, Bang. Aura suka mi ayamnya." ucapku.


"In syaa Allah." jawab Bang Rizky.


Yahh, meskipun tadi sore aku sempat merasa sakit dan sedikit trauma karena dicekik oleh Ningrum, tapi Alhamdulillah suasana hatiku sekarang sudah berubah jadi lebih baik setelah bertemu dengan Luna's Baby dan makan mi ayam favoritku berdua dengan suamiku.

__ADS_1


__ADS_2