Istikharah Menyatukan Kita

Istikharah Menyatukan Kita
Di Rumah Sakit


__ADS_3

Assalamu'alaikum teman-teman readers... Terima kasih karena masih setia membaca novel ini.. Ayo dukung author dengan cara like, komen, rate, vote dan fav.


Thank you. *Hug.


Happy Reading... đź’•


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah Jihan dan Chaca memberikan sample kue pada Rizky, Rizky dan Dokter Wahyu langsung membawanya ke lab dan menyerahkannya pada petugas di lab.


“Kamu pergi saja temani Aura. Nanti setelah hasilnya keluar, aku pasti akan langsung ke sana untuk meberitahumu.” Ucap Dokter Wahyu pada Rizky.


“Baiklah, terima kasih.” Sahut Rizky.


Rizky pun pergi ke ruangan Aura. Di sana ada Ummi, Jihan dan juga Chaca. Mereka bertiga menemani Aura yang sedang tidak sadarkan diri.


“Ummi, sebaiknya Ummi pulang saja dulu. Ummi bersih-bersih dan juga istirahat. Ummi pasti sudah lelah dari tadi menemani Aura terus.” Ucap Rizky pada Ummi begitu ia tiba di ruangan Aura.


“Baiklah, Ummi pulang. Nanti Ummi pasti akan datang lagi ke sini.” Jawab Ummi.


“Iya, Mi.” Sahut Rizky.


“Jihan, Chaca ayo pulang.” Ajak Ummi.


“Baik, Nyonya.” Jawab Jihan dan Chaca serentak.


Setelah Ummi, Jihan dan Chaca pergi meninggalkan ruangan Aura. Rizky meneteskan air matanya lagi.


“Aura sayang, Abang tau sulit bagi Aura untuk ikhlas, begitu juga dengan Abang. Tapi Abang yakin, seiring dengan berjalannya waktu, kita berdua pasti akan bisa mengiklahskan kepergian buah hati kita.” Ucap Rizky sambil menghapus air matanya dan mengelus-elus tangan Aura dengan lembut.


Rizky duduk di sebelah Aura dan terus menatap wajah istri tercintanya.


“Abang berjanji dengan Aura, Abang pasti akan menangkap pelakunya dan membuat dia menyesal seumur hidup. Tidak perduli bagaimanapun caranya, Abang harus bisa menangkapnya.” Janji Rizky pada Aura.


Tidak lama kemudian, Aura membuka matanya perlahan. Dilihatnya suaminya sedang melamun dan tidak menyadari bahwa Aura sudah siuman.


“Bang.” Ucap Aura pelan.


“Ah, Aura sudah siuman? Aura sayang tenang ya, jangan seperti tadi lagi. Hati Abang sakit melihat Aura meronta-ronta seperti itu.” Ucap Rizky sambil mengecup punggung tangan Aura dan membelai kelapa Aura dengan lembut.


“A...nak ki...ta.. hiks.” Aura terisak. Air mata Aura mulai mengalir lagi dengan deras.


Rizky beranjak dari tempat duduknya dan memeluk istrinya.


“Aura sayang. Semua kejadian yang terjadi adalah atas izin dari Allah. Kita harus bisa sabar dan ikhlas. In syaa Allah suatu hari nanti Allah pasti akan membayar dengan cash atas semua kesabaran yang kita lalui.” Bisik Rizky di telinga Aura.


“Hiks.. hiks.. hiks..” Aura hanya menangis dalam pelukan suaminya. Tidak dapat diungkapkan dan digambarkan bagaimana hancurnya hatinya saat ini.


“Abang janji, Abang pasti akan menangkap pelakunya. Aura harus tabah ya.” Ucap Rizky.


“Bang.” Ucap Aura pelan.


“Iya sayang, Aura mau bilang apa?” Tanya Rizky.


“Mungkin ini yang di maksud oleh Ustadzah Shahida waktu itu.” Jawab Aura.


Rizky tersentak dan teringat dengan mimpi Luna yang ditafsirkan oleh Ustadzah Shahida tempo hari.


“Sepertinya iya.” Sahut Rizky.


“Meskipun pada akhirnya Aura mampu melewati semua ini, tapi sejujurnya Aura tidak tau bagaimana caranya.” Ucap Aura pelan dan menatap kedua netra suaminya.


“In syaa Allah Aura pasti mampu. Allah tidak akan menguji Hamba-Nya di luar batas kemampuannya. (Kandungan Surah Al-Baqarah Ayat 286). Jika Allah saja percaya Aura mampu, mengapa Aura ragu pada kemampuan Aura sendiri?” Rizky menasehati Aura dengan santun.


Aura hanya diam dan mencerna kalimat Rizky kata demi kata.


“Apa Aura sehebat itu?” Tanya Aura.


“Iya, Aura sehebat itu.” Jawab Rizky meyakinkan Aura.


Aura sudah mulai merasa lebih baik setelah mendapatkan nasehat dan semangat dari Rizky. Tapi tetap saja kesedihan yang sangat dalam masih terlihat dari raut wajahnya.


Tokk.. Tokk.. Tokk.. Seseorang mengetuk pintu kamar Aura.


“Masuk.” Ucap Rizky.


Pintu di buka lalu masuklah Dokter Wahyu.


“Ini hasil lab.” Ucap Dokter Wahyu sambil menunjukkan sebuah file.


“Bagaimana hasilnya?” Tanya Rizky penasaran.


“Hasilnya positif. Sample kue itu memang mengandung Ribavirin.” Jawab Dokter Wahyu.


“Ribavirin itu apa?” Tanya Aura.


“Ribavirin adalah salah satu obat yang sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh Ibu hamil. Dan Obat ini obat yang sangat ampuh untuk menggugurkan kandungan.” Jawab Dokter Wahyu menjelaskan dengan kalimat yang mudah dipahami oleh Aura.


“Apa?” Aura sangat kaget mendengar jawaban Dokter Wahyu.


“Tenang sayang.” Rizky coba menenangkan Aura.


“Bang, bagaimana mungkin Aura sengaja menggugurkan calon anak kita? Sedangkan selama ini Aura sangat menantikan kehadirannya. Hiks hiks hiks.” Aura mulai menangis lagi.


“Tidak tidak tidak. Aku tidak bermaksud mengatakan kamu sengaja menggugurkannya.” Ucap Dokter Wahyu.


Rizky mengangguk.

__ADS_1


“Aura jangan salah faham. Abang juga tidak menuduh Aura sengaja menggugurkannya. Tapi ada orang yang sengaja melakukannya. Orang itu yang menaruh Ribavirin di dalam kue yang Aura makan.” Ucap Rizky.


“Kue yang mana? Seingat Aura, Aura hanya makan kue yang Abang belikan.” Ucap Aura yang masih merasa bingung.


“Kue yang Aura makan itu bukan pemberian Abang. Ada orang lain yang mengirimkannya.” Jawab Rizky.


“Astaghfirullah.” Aura merasa sangat kesal. Ia memalingkan wajahnya ke jendela dan menumbuk tempat tidurnya.


“Saya permisi ya. Kalian lanjutkan saja mengobrolnya.” Ucap Dokter Wahyu pada Rizky dan Aura.


“Iya.” Sahut Rizky.


Rizky menatap wajah Aura dengan penuh kasih dan rasa iba.


“Aura yang sabar ya sayang. Abang janji Abang pasti akan menangkap pelakunya.” Janji Rizky.


Aura tersenyum pahit dan menganggukkan kepalanya perlahan-lahan.


Setelah selesai sholat maghrib, Ummi kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani Aura.


“Assalamu’alaikum.” Ucap Ummi sambil membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Aura.


“Wa’alaikumussalam.” Sahut Rizky dan Aura serentak.


“Alhamdulillah Ummi sudah datang.” Ucap Rizky. “Ummi di sini temani Aura ya, Mi. Rizky mau pulang sebentar.” Lanjutnya.


“Iya, jangan khawatir. Ummi pasti akan menjaga Aura dengan baik.” Jawab Ummi.


“Terima kasih, Mi.” Ucap Rizky.


“Iya.” Sahut Ummi.


“Aura sayang, Abang tinggal sebentar ya.” Ucap Rizky sambil mengecup kening Aura.


“Iya, Abang hati-hati di jalan.” Sahut Aura.


“In syaa Allah.” Jawab Rizky.


Kemudian Rizky keluar dari ruangan Aura dan segera pulang ke rumah.


Sesampainya dipekarangan rumah, Rizky keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri Mang Jaja di pos sekuriti.


“Mang Jaja.” Panggil Rizky.


“Saya, Tuan Muda.” Jawab Mang Jaja yang sedang menutup pintu gerbang. Mang Jaja langsung berlari ke pos sekuriti tempat Rizky berdiri.


“Ayo buka rekaman CCTV, lihat siapa yang datang mengantar kue.” Perintah Rizky.


“Baik, Tuan Muda.” Jawab Mang Jaja.


Mereka berdua pun masuk ke dalam pos sekuriti dan memeriksa rekaman CCTV.


Mang Jaja jadi merasa serba salah.


“Terima kasih Mang Jaja. Saya masuk dulu.” Ucap Rizky.


“Iya, Tuan Muda.” Jawab Mang Jaja.


Rizky bergegas masuk ke dalam rumah untuk menemui Bi Sumi atau Chaca dan Jihan.


Rizky langsung ke dapur untuk mencari para ARTnya. Dia melihat Bi Sumi ada di dapur.


“Bi Sumi.” Tegur Rizky.


“Saya, Tuan Muda.” Sahut Bi Sumi dan langsung menoleh ke arah suara Rizky berasal.


“Mana kue yang di makan oleh Aura?” Tanya Rizky.


“Ada di dalam kulkas, Tuan Muda. Orang-orang di rumah ini tidak ada yang berani memakannya.” Jawab Bi Sumi.


“Iya, tidak usah di makan. Tolong ambilkan kuenya, Bi.” Pinta Rizky.


Bi Sumi pun pergi mengambilkan kue yang di minta oleh Rizky lalu Bi Sumi meletakkanya di atas meja makan.


“Ini kuenya Tuan Muda.” Ucap Bi Sumi.


“Terima kasih, Bi.” Ucap Rizky.


“Sama-sama, Tuan Muda.” Sahut Bi Sumi.


Rizky mulai menyiasati kue yang ada dihadapannya. Di luar kotak kue tertulis “Toko Kue Melati. Selamat Menikmati.”


“Itu artinya kue ini di beli di Toko Kue Melati, hmm.” Ucap Rizky.


“Sepertinya begitu, Tuan Muda.” Sahut Bi Sumi.


Rizky memotret kue tersebut dan menyuruh Bi Sumi untuk membuangnya.


“Bi, kue ini langsung di buang saja ya. Jangan di makan.” Ucap Rizky.


“Iya, Tuan Muda. Memang tidak ada yang berani memakan kue ini, hehe.” Ucap Bi Sumi sambil tertawa kecil.


Lalu Bi Sumi pergi ke dapur untuk membuang kue itu.


Sedangkan Rizky pergi ke kamarnya untuk mandi dan ganti pakaian. Setelah siap bersih-bersih, Rizky pergi ke rumah sakit lagi.


Dalam perjalanan, Rizky melihat penjual mie ayam. Dia berniat membeli seporsi untuk istrinya. Tapi sebelum ia turun dari mobilnya untuk memesan mie ayam, Rizky menelepon Dokter Rizky terlebih dulu.

__ADS_1


Ttuut.. Ttuut.. Ttuut.. Ttuut... Panggilan tersambung.


“Assalamu’alaikum, Wahyu.” Ucap Rizky begitu Dokter Wahyu menjawab panggilannya.


“Wa’alaikumussalam, iya. Ada apa, Ky?” Tanya Wahyu.


“Apa Aura boleh makan mie ayam? Karena mie ayam ini adalah makanan kesukaannya.” Tanya Rizky meminta pendapat Dokter Wahyu.


“Tidak boleh, Ky.” Jawab Dokter Wahyu. “Makanan tinggi karbohidrat, rendah serat. Pangan berkarbohidrat memang memberi asupan energi pada tubuh, namun tidak semuanya baik untuk wanita yang baru mengalami keguguran. Sebaiknya hindari karbohidrat yang rendah serat seperti mie dan pasta.” Lanjutnya menjelaskan pada Rizky.


“Owh begitu. Lalau makanan apa yang sebaiknya saya belikan untuknya?” Tanya Rizky lagi.


“Makanan yang baik untuknya adalah kacang-kacangan, sayuran hijau, pepaya, stroberi, kedelai, ikan dan susu. Terserah kamu mau membelikan yang mana.” Jawab Dokter Wahyu.


“Ok. Terima kasih. Assalamu’alaikum.” Ucap Rizky.


“Sama-sama. Wa’alaikumussalam.” Sahut Wahyu lalu mematikan telepon.


Rizky membatalkan niatnya untuk membeli seporsi mie ayam buat Aura. Lalu ia pergi membeli buah pepaya, stroberi dan susu.


Setelah mendapatkan buah dan susu, Rizky melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah sakit.


“Assalamu’alaikum. Aura sayang, sudah makan malam?” Tanya Rizky begitu ia tiba. Ia meletakkan buah-buahan dan susu di atas nakas sebelah tempat tidur Aura. “Ummi sudah makan malam?” Sambungnya lalu menoleh ke arah Ummi.


“Sudah tadi. Aura juga sudah, tapi hanya makan sedikit.” Jawab Ummi.


“Oh, kenapa?” Tanya Rizky dan menatap Aura.


“Aura tidak selera makan.” Jawab Aura dengan lembut.


“Kalau begitu Aura makan buah ya. Abang suapi.” Ucap Rizky.


Aura mengangguk pelan.


Ummi tersenyum melihat Rizky dan Aura yang begitu akur, romantis dan harmonis.


Rizky membersihkan dan memotong buah untuk Aura dan menyuapinya.


Setelah selesai makan buah, Rizky meminta Aura untuk minum sekotak susu.


“Ummi istirahat di rumah saja ya, Mi. Rizky minta Pak Ujang datang ke sini untuk menjemput Ummi.” Ucap Rizky.


“Iya. Besok pagi Ummi datang ke sini lagi membawa pakaian ganti untuk Aura.” Jawab Ummi.


“Terima kasih banyak, Mi. Maaf, Aura jadi ngerepotin Ummi.” Ucap Aura dengan lembut.


“Tidak apa-apa. Jangan bicara seperti itu. Aura juga anak Ummi.” Sahut Ummi lalu tersenyum pada Aura.


Aura membalas senyum Ummi.


Rizky menelepon Pak Ujang dan memintanya datang ke rumah sakit untuk menjemput Ummi.


Setelah Pak Ujang sampai di rumah sakit, dia langsung menjemput Ummi di ruangan Aura.


“Bang, bagaimana? Apa sudah mendapatkan petunjuk tentang orang yang mengirimkan kue ke rumah kita?” Tanya Aura setelah Ummi dan Pak Ujang pergi.


“Belum, sayang. Abang sudah check CCTV, tapi wajah orang itu ditutupi masker.” Jawab Rizky.


“Oh begitu.” Ucap Aura pelan.


“Tapi jangan khawatir, besok pagi Abang akan pergi ke Toko Kue Melati untuk mencari tau siapa yang membeli kue itu.” Ucap Rizky menyemangati Aura.


“Iya, Bang.” Sahut Aura. “Sebenarnya Aura tau perasaan ini salah. Tapi jujur, Aura sangat membenci orang itu.” Sambungnya.


“Untuk saat ini Abang juga tidak bisa melarang Aura jika memiliki perasaan seperti itu. Tapi Abang harap Aura tidak menyimpan dendam. Agar hati Aura bisa tenang.” Rizky memberi nasehat pada istri tercintanya.


“In syaa Allah, Bang. Aura juga tidak mau berdendam. Tapi Aura sangat penasaran, ingin segera mengetahui siapa dalangnya.” Ucap Aura.


“Iya, Abang juga sangat penasaran. Abang janji akan segera menangkapnya dan memastikan dia mendapat hukuman yang setimpal.” Janji Rizky pada Aura.


“Iya.” Sahut Aura.


“Sekarang sudah hampir larut, sebaiknya Aura istirahat ya.” Pinta Rizky.


“Iya, Abang tidur di mana?” Tanya Aura.


“Abang akan tidur di sofa. Tadi Abang sudah membawa selimut.” Jawab Rizky. “Tidur yang nyenyak sayang. Sweet dream.” Lanjutnya lalu mengecup kening Aura dengan mesra.


“Abang juga.” Jawab Aura lalu memejamkan kedua matanya.


Setelah Aura tertidur pulas, Rizky beranjak dari tempat duduknya dan pindah ke sofa. Rizky merentangkan badannya yang sudah pegal-pegal karena sibuk seharian.


Hanya ada dua kemungkinan yang terbersit di dalam benak Rizky. Yaitu Ningrum dan Lucy.


Ningrum adalah seorang psikopat yang pernah menyerang Aura. Tapi Rizky masih ragu, apakah Ningrum punya uang untuk menyewa orang?


Sedangkan Lucy, Lucy sudah cukup lama terobsesi dengan Rizky. Ada kemungkinan juga dia mampu menyewa orang karena keluarganya termasuk kaya raya. Tapi sudah lama Lucy tidak mengusik Aura. Rizky juga berfikir mungkin Lucy sudah mulai tertarik dengan Anton.


Tapi selain mereka berdua, siapa lagi yang memusuhi Aura?


“Aku harus segera menangkap pelakunya.” Ucap Rizky.


Setelah berfikir keras namun tidak mendapatkan hasil, Rizky pun mulai memejamkan matanya dan beristirahat.


Keesokan harinya, Ummi datang dan membawa pakaian untuk Aura.


Setelah Rizky selesai membantu Ummi untuk membersihkan tubuh Aura dan mengganti pakaiannya, Rizky memutuskan untuk segera pergi ke Toko Kue Melati.

__ADS_1


Besar harapan Rizky agar mendapatkan hasil dari penyelidikannya di toko kue melati tersebut.


__ADS_2