
Assalamu'alaikum teman-teman readers... Terima kasih karena masih setia membaca novel ini.. Ayo dukung author dengan cara like, komen, rate, vote dan fav.
Thank you. *Hug.
Happy Reading.... 💕
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu kemudian....
Aku dan Bang Rizky pergi membeli peralatan menulis.
Bi Sumi, Chaca dan Jihan pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan. Kami akan masak beberapa jenis kue, dan juga beberapa jenis lauk pauk.
Setelah aku dan Bang Rizky pulang dari Mall. Aku meminta bantuan Chaca dan Jihan untuk membungkus alat-alat tulis. Agar nanti mudah untuk membagikannya. Satu paket berisi buku tulis satu lusin, pulpen 6 buah, pinsil 6 buah, spidol 2 buah, penghapus 2 buah, stipo 2 buah, cat kayu satu lusin, satu buah penggaris, kotak pinsil dan juga buku gambar 2 buah.
Aku harap anak-anak di panti akan merasa senang menerima hadiah dari kami yang tidak seberapa ini.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Bi Sumi, Chaca dan Jihan sudah mulai memasak. Satu paket berisi nasi, ayam krispi, mie, tauco, dan sayur mayur.
Selain itu ada juga beberapa kue basah, roti dan selai serta beberapa jenis buah.
Setelah semuanya siap, Pak Ujang dan Mang Jaja mengangkat dan memasukkan semuanya ke dalam mobil.
"Kita pergi setelah Dzuhur, ya." ucap Bang Rizky.
"Siap, bos." sahutku dan memberikan hormat.
"Hahahahh." Bang Rizky tertawa dan mengacak-acak jilbabku.
Kemudian kami masuk ke dalam rumah. Adzan dzuhur sudah berkumandang. Kami melaksanakan sholat berjama'ah di ruang sholat.
Setelah itu Ummi, aku, Bang Rizky dan Pak Ujang berangkat ke panti asuhan.
"Assalamu'alaikum." ucap Ummi sesampainya kami di panti.
"Wa'alaikumussalam." jawab Ibu pengurus panti. "Silahkan masuk, Bu Rahma dan yang lannya." lanjutnya.
"Terima kasih, Bu Salma." jawab Ummi.
"Ummi dan Aura masuk saja duluan. Rizky mau bantu Pak Ujang menurunkan barang-barang." ucap Bang Rizky.
"Owh, ya sudah." sahut Ummi.
__ADS_1
Lalu aku dan Ummi mengikuti Bu Salma masuk ke dalam. Pak Ujang dan Bang Rizky pergi menurunkan barang-barang dari dalam mobil.
"Anak-anak sedang bermain di taman belakang, saya antar ke sana saja ya, Bu." ucap Bu Salma.
"Baik, Bu." jawab Ummi.
Sesampainya kami di taman belakang, Bu Salma memanggil semua Anak-anak dan menyuruh mereka mencium punggung tanganku dan juga punggung tangan Ummi.
Anak-anak menuruti perintah Bu Salma dan menyalami aku dan Ummi secara bergantian.
Setelah itu Bu Salma mengajak Anak-anak untuk pergi ke ruang depan.
Di sana Bang Rizky dan Pak Ujang sedang duduk dan menunggu kami.
Bu Salma meminta Anak-anak untuk duduk dan bersikap baik.
Bang Rizky berdiri dan mulai menyampaikan maksud kedatangan kami.
"Anak-anak, Alhamdulillah keluarga Om punya sedikit hadiah yang ingin kami berikan. Apa Adik-adik semua mau menerimanya?" tanya Bang Rizky.
"Mau, Om." jawab Anak-anak serentak.
"Bagus!" sahut Bang Rizky dengan semangat. "Om dan Kakek (Pak Ujang) akan mulai membagikan hadiahnya, tapi kalian harus janji tidak rebutan." lanjut Bang Rizky.
"Bagus." ucap Bang Rizky.
Kemudian Bang Rizky dan Pak Ujang mulai membagikan paket alat-alat tulis.
"Apa semuanya sudah dapat?" tanya Bang Rizky untuk memastikan tidak ada anak yang tidak kebagian.
"Sudah, Om." jawab Anak-anak serentak.
Setelah itu, Bang Rizky dan Pak Ujang lanjut membagikan paket makanan.
"Semuanya sudah dapat?" tanya Bang Rizky lagi untuk memastikan.
"Sudah, Om." jawab Anak-anak serentak.
"Alhamdulillah." ucap Bang Rizky.
"Anak-anak ayo ucapkan terima kasih." perintah Bu Salma.
Lalu anak-anak berdiri dan menyalami aku, Ummi, Bang Rizky dan Pak Ujang secara bergantian.
__ADS_1
Mereka semua mengucapkan terima kasih pada kami.
"Tante, terima kasih banyak atas hadiah yang Tante berikan. Semoga nanti Tante memiliki anak yang soleh dan solehah. Semoga keluarga Tante murah rezeki dan selalu dalam lindungan Allah." ucapan anak perenpuan ini membuatku terharu hingga tidak sadar aku meneteskan air mataku.
Aku berlutut dan memeluknya.
"Aamiin yamujibas saailiin. Terima kasih banyak atas do'anya." ucapku.
"Sama-sama Tante. Tante jangan sedih, Allah pasti sayang dengan orang baik seperti Tante." ucapnya.
"Aamiin Allahumma Aamiin." sahutku lalu mengecup keningnya.
Bang Rizky yang berdiri disebelahku pun mengelus kepala anak perempuan tersebut dengan lembut.
Lalu ia mengelus-elus bahuku. Aku tersenyum padanya dan menghapus air mataku.
Kemudian kami lanjut berdo'a bersama-sama dan meminta anak-anak untuk segera memakan makanan mereka.
Buah-buahan, roti dan kue-kue kami letakkan di atas meja. Jika mereka ingin, mereka bisa langsung mengambilnya.
"Saya sangat berterima kasih atas kunjungan Ibu dan Anak-anak Ibu. Sudah lama Anak-anak tidak makan enak seperti ini." ucap Bu Salma sambil menatap Anak-anak yang sedang makan dengan lahap.
Aku lihat Ummi mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya.
"Ini ada sedikit tambahan dari saya. In syaa Allah saya akan menjadi donatur tetap di panti asuhan Ibu Salma." ucap Ummi pada Bu Salma sambil menyodorkan amplop tersebut.
"Ma syaa Allah. Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Bu." ucap Bu Salma dan merasa sangat bahagia.
"Iya, sama-sama." jawab Ummi dan tersenyum.
Setelah Anak-anak selesai makan. Mereka mulai membuka paket alat tulis.
Mereka semua tersenyum manis saat melihat isi paket tersebut. Aku ikut bahagia karena mereka menyukai hadiah yang kami berikan.
Tidak lama kemudian, Bang Rizky mengajak Anak-anak untuk bermain di taman.
Ada yang bermain ayunan, main enjutan, main perosotan, dan juga main lompat tali.
Tiba-tiba aku merasa sedih, kapan aku bisa melihat Anak-anakku bermain dengan Bang Rizky?
"Aura sayang, melamun apa?" Bang Rizky membuatku kaget.
"Hah? Tidak ada, Bang." jawabku lalu tersenyum padanya. Dia pun membalas senyumku.
__ADS_1
Setelah selesai sholat ashar, kami pun berpamitan untuk pulang.