
Setibanya Aura di dalam kamar, ia lihat suaminya sedang beristirahat.
Menyadari kehadiran Aura, Rizky langsung duduk di atas katil.
“Lilian sudah naik taxi, sayang?” Tanya Rizky.
“Sudah, Bang.” Jawab Aura. “Oh ya, Bang. Aura ingin menanyakan sesuatu.” Lanjutnya.
“Apa itu?” Rizky langsung memberi respon ingin tau.
“Tadi Lilian cerita pada Aura, dia dan Dokter Wahyu pernah makan malam bersama di restoran yang cukup mewah. Tapi Dokter Wahyu sering memanggil Lilian dengan sebutan ‘Sya’. Apa Abang tau siapa ‘Sya’ itu?”
“Ya Allah, apa yang Abang takutkan akhirnya terjadi.” Ucap Rizky.
“Maksud Abang?” Tanya Aura dan mengernyitkan dahinya.
“Dulu Dokter Wahyu pernah bertunangan dengan seorang gadis bernama Alisya.” Jawab Rizky.
“Alisya?” Tanya Aura memastikan.
“Iya.” Sahut Rizky.
“Alisya bukannya istri Bang Sidik? Dia mantannya Dokter Wahyu?” Tanya Aura lagi dengan wajah yang masih merasa heran.
“Bukan, sayang. Alisya yang bertunangan dengan Dokter Wahyu sudah meninggal tiga tahun yang lalu.” Jawab Rizky.
“Owh, begitu.”
“Iya, sayang. Tapi kalau di lihat sekilas wajah Lilian mirip dengan Alisya.”
“Benarkah?” Aura kaget mendengar pernyataan Rizky.
“Iya, hal itulah yang membuat Wahyu ingin lebih mengenal Lilian.” Jawab Rizky pelan.
“Tapi itu tidak benar, kalau Dokter Wahyu ingin lebih mengenal Lilian, dia harus mengenal Lilian sebagai Lilian bukan karna mirip dengan Alisya.” Ucap Aura.
“Iya, Abang sudah bicara seperti itu dengan Wahyu. Tapi sepertinya Wahyu belum sepenuhnya bisa menerima Lilian sebagai Lilian. Dia pasti masih terus ingat dengan Alisya.”
“Lalu sekarang bagaimana, Bang? Lilian sudah mengaku kalau dia suka dengan Dokter Wahyu. Tapi kalau seandainya Lilian tau dia mirip dengan Alisya dan hal itu membuat Dokter Wahyu tertarik padanya, pasti Lilian akan merasa sakit hati. Hmm.” Aura jadi merasa bingung dengan masalah mereka berdua.
__ADS_1
“Abang juga tidak tau harus bagaimana.” Sahut Rizky. “Mungkin besok Abang bisa bertemu dengan Wahyu dan membicarakan masalah ini.” Lanjutnya.
“Iya, Bang. Tolong Abang sampaikan padanya jika dia menganggap Lilian sebagai Alisya, lebih baik dia menjauhi Lilian saja. Dari pada memberi harapan pada Lilian dan berakhir dengan kekecewaan.” Ucap Aura.
“Iya, Sayang. Abang pasti akan bantu meluruskan masalah ini.” Sahut Rizky sambil membelai kepala Aura.
Rizky sangat tau bahwa Aura sangat menyayangi orang-orang sekitarnya. Lagi pula lebih baik Lilian sakit hati sekarang dari pada nanti. Karna ‘nanti’ pasti akan lebih sakit lagi.
***
Hari ini Rizky dan Wahyu akan bertemu di resto dekat rumah sakit. Rizky masih libur dan tidak pergi ke Hotel, sedangkan Wahyu kerja di rumah sakit. Dia keluar setelah selesai memeriksa beberapa pasiennya.
Rizky duduk menunggu Wahyu sambil menikmati segelas jus jeruk.
“Sudah lama, Ky?” Tanya Wahyu yang baru saja tiba dan langsung duduk di sebelah Rizky.
“Tidak lama, hanya sekitar 15 menit.” Jawab Rizky santai.
“Ada apa gerangan minta kita bertemu hari ini?” Tanya Wahyu.
“Saya akan to the point sama kamu, Yu. Bukankah saya sudah mengatakan kalau Lilian harus kamu lihat sebagai Lilian, lalu mengapa kamu selalu menyebut ‘Sya’ dihadapannya?” Tanya Rizky dengan tegas.
“Saya tau betul rasa cintamu itu, itu sama persis seperti apa yang saya rasakan untuk Aura. Tapi kamu harus bisa ikhlas, Yu. Alisya sudah tidak ada.” Ucap Rizky. “Saya ingin menyampaikan satu hal penting padamu, jika kamu tidak bisa menganggap Lilian sebagai Lilian dan masih terus saja menganggap dia adalah Alisya, lebih baik kamu jauhi saja dia. Jangan buat dia sakit hati karna masa lalumu. Jangan pertahankan dia demi menyenangkan hatimu, karna di satu sisi kamu melukai hatinya jika nanti dia tau yang sebenarnya.” Lanjutnya menasehati Wahyu.
“Baik. Aku akan memikirkan hal ini dengan matang.” Sahut Wahyu.
“Ada lagi, Yu. Aura bilang kalau Lilian sebenarnya sudah jatuh hati padamu. Sekarang ataupun nanti kamu meninggalkannya, hal itu akan tetap membuatnya sakit hati.” Ucap Rizky.
“Apa? Dia sudah jatuh hati padaku? Meskipun aku terus saja salah menyebut namanya?” Tanya Wahyu heran.
“Iya, kita ini pria. Kita tidak tau bagaimana perasaan wanita. Mereka mudah marah, mudah sedih, mudah bahagia, dan juga mudah jatuh cinta.” Jawab Rizky dengan santai.
“Sejujurnya aku merasa sangat bahagia mengetahui Lilian menyukaiku. Sekarang hanya tinggal aku saja yang berusaha untuk menata hatiku.” Ucap Wahyu sumringah.
Ddrrtt… Ddrrtt.. Ddrrtt… Handphone Wahyu bergetar.
“Halo.” Ucap Wahyu setelah menekan tombol hijau di layar.
“Ok.” Sahutnya beberapa saat kemudian lalu memutuskan panggilan.
__ADS_1
“Ky, aku harus kembali ke rumah sakit sekarang. Ada pasien yang harus segera aku operasi.” Ucap Wahyu pada Rizky.
“Ok. Jangan lupa apa yang aku sampaikan tadi.”
“Iya. Aku pasti akan mengingatnya dan mulai menata hatiku untuk bisa menerima orang baru, meskipun wajahnya selalu mengingatkanku pada Alisyaku.” Sahut Wahyu.
Rizky menganggukkan kepalanya lalu Wahyu beranjak dari tempat duduknya. Wahyu terburu-buru pergi, bahkan dia belum sempat memesan makanan atau minuman.
Rizky memanggil pelayan dan membayar jus jeruk yang ia pesan tadi, sambil memberikan sedikit tip untuk pelayan tersebut.
Setelah itu Rizky memutuskan untuk segera pulang ke rumah.
Diperjalanan, Rizky melihat ada toko kue. Dia singgah sebentar dan membelikan beberapa kue untuk Ummi, Ibu mertuanya dan juga Istrinya tercinta.
“Assalamu’alaikum.” Ucap Rizky begitu ia masuk ke dalam rumah.
“Wa’alaikumussalam. Abang sudah pulang.” Sahut Aura yang kebetulan sedang menonton televisi bersama Bu Ayu.
Aura langsung menghampiri Rizky dan mencium punggung tangan suaminya.
“Iya, sayang.” Ucap Rizky. “Ohya, ini Abang belikan kue untuk Aura, Ibu dan juga Ummi.” Lanjutnya.
“Waaa.. kelihatannya lezat banget ini.” Ucap Aura sambil mengintip kue yang berada di dalam kotak kue.
“Sini Ibu bawa ke dapur. Ibu potongkan kuenya.” Ucap Bu Ayu sambil mengambil kotak kue dari tangan Aura. “Adik ajak Bang Rizky duduk dan istirahat saja.” Lanjutnya.
“Baik, Bu.” Sahut Aura.
Aura dan Rizky duduk di depan televisi. Aura mematikan televisi karena ia ingin bertanya pada suaminya mengenai Dokter Wahyu.
“Apa hasil dari pertemuan hari ini, Bang?” Tanya Aura dengan lembut.
“Hmm. Wahyu janji akan menata hati dan menerima Lilian sebagai Lilian dan melupakan Alisya meskipun wajah Lilian akan terus mengingatkannya pada Alisya.” Jawab Rizky.
“Apa dia bisa?” Tanya Aura yang merasa tidak yakin dengan ucapan suaminya.
“Kita lihat saja nanti.” Jawab Rizky sambil tersenyum.
“Baiklah, semoga saja Dokter Wahyu berhasil.” Ucap Aura dan membalas senyuman Rizky.
__ADS_1
Meskipun itu adalah hal yang berada di hard level, tapi bukan berarti impossible. Do’akan saja semoga Dokter Wahyu bisa berhasil menata hatinya.