Istikharah Menyatukan Kita

Istikharah Menyatukan Kita
Season 2: eps 44.


__ADS_3

“Ugh, bertambah satu lagi orang aneh yang menutup wajahnya.” Ucap Arini di dalam hatinya.


“Hi, Zayn. Apa kabar?” Tanya Arini dengan Ramah.


“Alhamdulillah kami baik-baik saja, Tante.” Jawab Zara.


Arini menatap Zara dengan sinis. “Siapa yang bertanya padamu?” Ucapnya didalam hatinya.


“Om dan Bibi, silahkan duduk. Aku ingin memperkenalkan saudaraku ini.” Ucap Zara.


Amir dan Arini pun menurut.


Amir melihat ke arah Arumi, lalu Arumi menundukkan wajahnya.


“Sebelum aku memperkenalkan dirinya. Aku ingin bertanya terlebih dahulu pada Om, aku selalu merasa penasaran. Kenapa Om menyukai wanita seperti ini?” Tanya Zara terus terang.


Aura dan Rizky kaget mendengar pertanyaan putri mereka itu.


“Apa yang kamu maksud dengan kalimat ‘wanita seperti ini’?” Tanya Arini sinis.


“Kasar, manja, centil.” Jawab Zara terus terang.


“Pufftt.” Zayn menahan tawa. Begitu juga dengan Aura dan Rizky.


“Zara, berani sekali kamu!” Bentak Arini. “Bang, kenapa kamu tidak membelaku?” Arini merengek pada Amir lalu memegang lengan Amir.


Amir melepas lengannya dari genggaman Arini.


“Sepertinya memang sudah tidak perlu aku tutupi lagi. Jika Zara ingin tau maka aku akan memberitahunya. Aku tidak pernah menyukaimu.” Ucap Amir pada Arini.


Amir menatap Rizky. Dari tatapan matanya ia meminta maaf karena sudah tidak tahan dengah Arini. Ia terpaksa berterus terang dan tidak lagi berpura-pura tidak mengetahui apapun.


Rizky hanya diam.


“Apa? Kamu tidak pernah menyukai aku? Tapi aku ini istrimu.”


“Arini.” Ucap Rizky.


Arini menoleh. Ia kaget, bagaimana mungkin orang-orang ini mengetahui namanya yang sebenarnya.


“Arini adalah Kakakku.” Ucapnya menyembunyikan kebenaran.


“Kami sudah tau bahwa kamu adalah Arini.” Ucap Rizky. “Sekarang sebaiknya kamu beritahu kami, dimana kamu menyembunyikan Arumi?” Tanya Rizky dengan tegas.


“Akulah Arumi!!” Jawab Arini dengan tegas.


“Bukan, kamu bukan Arumi. Arumi adalah seorang gadis yang lembut. Tatapan matanya tidak pernah sinis seperti tatapan matamu, bahkan nada bicaranya selalu terdengar sopan dan lembut, tidak berisi amarah seperti dirimu.” Ucap Amir.

__ADS_1


“Jika kamu mencurigai aku bukan Arumi, kenapa kamu tidak pernah memberitahuku?” Tanya Arini.


“Aku yang memintanya melakukan itu. Agar kamu tidak merasa curiga.” Rizky menjawab.


Arini terdiam.


“Sebaiknya kamu ceritakan pada kami, apa yang telah kamu lakukan pada Arumi?” Tanya Amir.


“Aku tidak melakukan apapun, dia sendiri yang memintaku untuk menggantikannya menikah denganmu. Setelah itu dia pergi. Aku tidak tau dia pergi kemana.” Jawab Arini menyembunyikan kebenaran.


Arumi merasa kesal, ia meremas gamisnya.


“Kak, kamu yakin tidak melakukan apapun padaku?” Tanya Arumi.


Arini dan Amir kenal dengan suara ini.


Semua orang yang ada disitu kaget mendengar pertanyaannya. Kecuali Zara dan Zayn yang sejak awal sudah tau bahwa dia adalah Arumi yang Asli.


“Siapa kamu??” Arini membelalakkan kedua bola matanya. Ia beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Arumi dan menarik cadarnya.


“Hah? Kamu?” Arini terduduk dilantai, kakinya menjadi lemas menatap wajah yang sama persis seperti wajahnya.


“Arumi?” Amir lebih kaget lagi. “Kenapa kamu bisa bersama dengan Zayn dan Zara?” Tanyanya.


“Panjang ceritanya.” Jawab Arumi. “Kak Arin, selama ini aku selalu menyayangi dan menghormati Kakak. Mengapa Kakak tega melakukan semua ini padaku?” Tanya Arumi masih dengan nada lembut.


“Kamu yakin tidak melakukan apapun padaku? Aku punya bukti atas kejahatan Kakak.” Ucap Arumi.


Saat dalam perjalan, Zayn meminta Arumi untuk menakut-nakuti Arini dengan memberitahunya bahwa Arumi memiliki bukti kejahatan Arini.


“Tidak mungkin!” Arini berteriak. “Jelas-jelas waktu itu kamu tidak sadarkan diri.” Lanjutnya.


“Mudah sekali masuk ke dalam jebakan.” Gumam Zayn didalam hatinya.


“Oh, waktu itu aku tidak sadarkan diri. Bukankah karena Kakak yang memberi sesuatu dalam jus yang Kakak berikan padaku?” Tanya Arumi.


“Tidak!” Bantah Arini.


“Kak, aku tahu Kakak yang melakukannya. Tapi kenapa?” Tanya Arumi.


Arini terdiam.


Rizky, Aura, Zara, Zayn dan Amir tidak ikut campur dalam masalah Arumi dan Arini. Mereka semua memberi ruang untuk keduanya berbicara.


“Baiklah, jika Kakak tidak ingin memberitahuku alasannya. Aku akan langsung saja menelepon polisi.” Ucap Arumi mengancam.


“Tidak! Jangan panggil polisi.” Arini berteriak. “Aku iri denganmu. Jelas-jelas kita adalah saudara kembar, kenapa kamu selalu lebih beruntung dariku? Kamu lebih pintar dariku, karena itu kamu bisa bekerja dikantor dengan gaji yang tinggi. Sedangkan aku? Aku hanya bisa menjadi asisten di butik dengan gaji pas-pasan. Bahkan kamu juga dipersunting oleh orang yang terpandang seperti Amir. Hidupmu sudah enak, kenapa harus bertambah enak lagi? Kenapa kamu begitu serak*h? Kamu terus naik, sedangkan aku berada ditempat yang jauh lebih rendah darimu. Aku tidak terima!!!” Arini sangat kesal dengan takdirnya.

__ADS_1


“Jadi karena itu kamu tega menghabi** aku? Aku ini adikmu, apa selama ini aku tidak baik padamu?” Air mata Arumi menetes.


“Kamu memang baik padaku, tapi disisi lain kamu pasti diam-diam merendahkan aku!”


“Itu tidak benar. Aku tidak seperti itu.” Arumi membantah tuduhan Arini.


“Jangan sok suci!!”


“Baiklah, akhirnya aku tahu. Selama ini Kakak hanya pura-pura baik padaku. Kakak tidak pernah benar-benar sayang padaku. Sungguh, aku sangat kecewa pada Kakak.”


“Heh, harusnya aku yang kecewa padamu!!”


“Selama ini Kakak merasa kecewa padaku hanya karena Kakak su’udzon padaku.” Ucap Arumi sembari menatap wajah Arini. “Tapi Kali ini aku sendiri pasti akan membuat Kakak kecewa padaku, agar Kakak bisa benar-benar merasakan kekecewaan dariku.” Lanjutnya.


“Apa maksudmu? Jangan berbelit-belit.”


“Kak, aku akan melaporkan Kakak pada polisi.” Jawab Arumi tidak ragu-ragu.


“Apa? Kamu tega?” Arini menaikkan alisnya.


“Kakak tanya aku tega?? Bukankah selama ini Kakak juga sudah terbiasa merasa kecewa padaku. Kakak juga lebih tega dari pada aku.”


“Tidak, aku tidak mau masuk penjara.” Arini ingin melarikan diri. Tapi ia ditahan oleh Amir.


Amir memegang tangannya.


“Lepaskan aku!!” Teriak Arini. Ia meronta tetapi tidak bisa melepaskan diri dari Amir karena perbedaan tenanga yang cukup besar. “Aku tidak mau masuk penjaraaaa!!!!!” Teriaknya sekuat-kuatnya.


“Jika Kakak tidak mau masuk penjara, ada syaratnya.” Ucap Arumi dengan tenang.


“Apa syaratnya? Katakan saja.”


“Aku mau Kakak bercerai dengan Bang Amir.”


“Apa? Kamu tega Kakakmu ini menjadi janda?”


“Kak, semua orang tahu bahwa yang menikah dengan Bang Amir adalah Arumi. Jadi, tidak akan ada orang yang tahu Arini adalah seorang janda. Aku benarkan, Bang?”


“Iya, tentu saja. Sejak awal seharusnya memang kamu yang menjadi istriku.” Jawab Amir lalu tersenyum pada Arumi.


“Ugh, baiklah. Aku akan bercerai dengan Amir. Tapi kalian harus berjanji tidak akan memenjarakan aku.”


“Baik.” Sahut Arumi.


Setelah itu, Amir melepas tangan Arini lalu mengurungnya didalam kamar agar ia tidak bisa mencoba untuk melarikan diri lagi.


“Kalian semua pasti akan menyesal sudah memperlakukan aku seperti ini.” Ucap Arini didalam kamar. “Jika aku bisa tega dengan Adik kandungku, apalagi dengan kalian yang tidak ada hubungan darah denganku! Hmph.” Arini sangat sangat kesal.

__ADS_1


__ADS_2