Istri Wasiat Tuan Muda

Istri Wasiat Tuan Muda
Mencintai dan Dicintai


__ADS_3

"Mas, tidak sopan berkata seperti itu. Bukankah Pradipta Corp. yang menawarkan kerjasama duluan. Mana sikap profesional yang tadi Mas katakan? Jangan membuat standar ganda." desis Litha berbisik tapi suaranya cukup jelas masuk di telinga Abyan yang ada di samping Ray. Wajah lelaki bermata tegas itu terlihat masam dan tekukannya sangat kentara.


Abyan menahan tawa dan Andrew menahan senyumnya,


*"Senang bertemu lagi dengan Anda, Nyonya Pradipta,"* sapa Mr. Laurent mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Litha, belum sempat Litha menyambutnya Ray sudah mendahuluinya, menggenggam erat tangan Si Bule.


"Cih. Enak saja kau mau menyentuh tangan istriku. Tangannya hanya bisa di sentuh olehku."


Andrew tersenyum, ia merespon jabatan tangan Ray, namun matanya tetap ke Litha. Ray yang mengetahuinya langsung menanyakan inti dari pertemuan, ia sangat kesal.


*"Ah, ya. Tuan dan Nyonya Pradipta saya akan merekam diskusi kita hari ini. Sebenarnya Mr. Anderson ingin mendengar langsung presentasi penawaran Pradipta Corp. tetapi sekarang beliau berhalangan karena ada urusan mendadak yang penting. Jadi rekaman ini akan ditonton Mr. Anderson sebagai pertimbangan keputusan yang akan diambilnya."*


*"Silahkan,"* ujar Litha ramah. Ray makin mengeratkan tangannya di pinggang istrinya.


Andrew mengambil tripod dan kamera dari tasnya lalu memasangkannya di meja.


*"Maaf Mr. Laurent izinkan Asisten Yan membantu Anda untuk mencari angle agar semuanya nampak, karena kalau hanya diletakkan di meja meski dibantu tripod, layarnya hanya akan didominasi oleh kami berdua."* Litha menyarankan lalu memberi kode pada Abyan untuk melakukan apa yang Litha katakan.


*"Saya rasa Anda benar, Nyonya,"* kata Andrew setuju.


*"Saya heran, Mr. Laurent, disini sayalah Presdirnya, mengapa justru Anda ingin berdiskusi dengan Nyonya Pradipta yang tidak memiliki posisi apapun di perusahaan?"* tanya Ray ketus.


*"Meski sekilas, saya bisa menilai cara pandang Nyonya Pradipta sangatlah luas, banyak perspektif dalam tinjauan pikirannya. Saya rasa argumen-argumen segar dari Nyonya Litha akan banyak membantu mendefinisikan tawaran dari Pradipta Corp. karena bisnis yang bersinggungan dengan teknologi digital membutuhkan pola pikir yang out of the box."*


Ray tidak suka mendengarnya, ia tahu istrinya memiliki kemampuan dan ia sangat bangga akan hal itu, tapi yang membuatnya tidak suka adalah cara memandang Si Bule yang menatap langsung manik istrinya, dan yang semakin menambah ketidaksukaan, istrinya juga menatap mata Si Bule.


Padahal Andrew sengaja menatap Litha untuk memancing Ray karena ia tahu lelaki yang duduk di hadapannya adalah tipe suami yang sangat posesif, dilihat dari cara merengkuh pinggang istrinya untuk menunjukkan kepemilikan. Sedangkan Litha menatap balik pandangan Andrew adalah cara pandang yang lumrah dalam berkomunikasi, itu mengartikan perhatian dan antusiasme terhadap topik yang tengah diperbincangkan. Justru dengan sikap menatapnya Litha, ia menunjukkan profesionalismenya.


Aaaaaaarrrrrgggggghhhh ....


Hati Rayyendra terbakar dan setiap mereka berbincang seakan hatinya tersiram bensin hingga nampak api yang berkobar di matanya. Belum lagi rangkulan tangannya masih berada di pinggang Litha seperti ada lem di sana menyatakan kecemburuannya.


Andrew dan Abyan tentu dapat melihatnya dengan jelas. Bukannya memahami hati seseorang yang sedang dilanda cemburu, lelaki bermata biru makin memamerkan senyum menawannya yang dapat memikat lawan jenis.



*"Mr. Laurent, penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun kemarin, 41 persen bisnis sudah memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) di dalam proses bisnisnya termasuk Pradipta Corp. Sistem digital sangat membantu efisiensi waktu dan sumber daya tenaga yang kami miliki menjadi lebih optimal, sehingga ada kebutuhan yang kami rasakan di situ, bukan sekedar mengikuti perkembangan zaman. Karena kebutuhan inilah yang menjadi motivasi kami untuk selalu berinovasi dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) ke depan.


AutoTech Inc. tidak perlu meragukan kapabilitas kami sebagai pebisnis. Secara attitude, Pradipta Corp. selalu berlaku profesional dan tidak pernah mengecewakan rekan bisnisnya. Kami sangat menghargai sebuah kepercayaan yang diletakkan di pundak kami. Sebab itulah kami bisa menjadi besar seperti sekarang."*

__ADS_1


Abyan yang merekam situasi itu spontan mengembangkan senyumnya, ia bangga akan seorang Litha bukan sebagai istri Presdir melainkan sosok dirinya sendiri. Seandainya saja ia adalah lulusan fresh graduate, Abyan akan langsung merekomendasikan Litha di posisi strategis pengambil keputusan.


*"Menurut Nyonya, bagaimana perkembangan marketing trends sekarang ini yang memanfaatkan teknologi digital dan apakah Pradipta Corp. sudah menerapkannya?"*


*"Tidak dipungkiri teknologi digital sudah seperti virus dalam kehidupan manusia sekarang ini, termasuk dalam dunia bisnis. Bahkan bagian penting dari sebuah bisnis yaitu marketing yang menggunakan teknologi disinyalir jauh lebih efektif mengenai sasaran dan tidak membutuhkan waktu yang lama.


Saat ini Pradipta Corp. sudah memiliki Chatbot di website resmi kami. Kami juga menyediakan katalog online dengan metode Omnichannel Marketing untuk semua produk yang kami keluarkan, ke depannya katalog tersebut akan kami berikan Visual Search dan Voice Search bagi pengguna. Penelitian menunjukkan bahwa 62% millenial lebih tertarik pada teknologi Visual Search dibandingkan teknologi lain. Selain itu, ada prediksi bahwa teknologi Voice Search dan Visual Search dapat meningkatkan keuntungan online sebesar 30%, disamping tingkat engagement dan jumlah variabel pembelian melalui Omnichannel Marketing itu sendiri yang dapat mencapai angka 250% lebih tinggi.


Bahkan ada satu yang menarik dalam cetak biru Pradipta Corp. setahun ke depan, penggunaan teknologi yang mampu menyatukan realita dengan dunia digital atau yang disebut dengan Augmented Reality (AR) pada produk kami. Mr. Laurent bisa bayangkan segala potensi teknologi ini, khususnya dalam hal peningkatan customer experience. Implementasi teknologi ini dapat mengubah cara konsumen berinteraksi lebih menarik dengan bisnis yang ditawarkan."*


"Bagaimana Anda mengetahui semua itu, Nyonya, bahkan file yang kuberikan kemarin tidak selengkap ini."


Abyan terperangah dengan paparan Litha, decak kagum tidak terhenti disebutkan untuk Nyonya Mudanya yang bisa menajamkan poin penting penawaran. Hal yang sama dirasakan Andrew, penguasaan Litha akan materi yang di dukung dengan data membuat presentasinya makin matang, ia yakin Mr. Anderson akan tertarik dengan Pradipta Corp. dan Andrew semakin mengembangkan senyumnya dengan tatapan langsung ke Litha yang tidak canggung ditatap seperti itu.


Berbeda dengan Abyan dan Andrew, Rayyendra yang juga mendengar secara detail semakin memperbesar rasa cemburunya, ia yakin justru Litha yang seperti ini akan menjadi magnet ketertarikan lawan jenis. Ia semakin mengeratkan rangkulannya hingga presentasi Litha putus di tengah jalan.


"Aawww ... sakit Mas! Kau membuat bayiku terjepit dengan lenganmu!"


Litha berusaha melepaskan kungkungan dari rengkuhan suaminya, tapi Ray hanya bersedia melonggarkan sedikit. Litha menarik nafas pasrah.


*"Maaf teriakan istriku menyela presentasinya. Anda bisa lihat sendiri kan Mr. Laurent, dia sangat mencintai bayi kami."*


*"What the ****!!? Oh man, are you crazy?!? Huahahahaha ... Aku tahu kau mencintai istrimu dan juga sebaliknya tapi kau juga tidak perlu memamerkan itu semua. Kau justru membuatku menangis Tuan Pradipta karena aku belum menemukan wanita di negeri eksotis ini."*


"Ray kau gila! Aku sedang merekamnya. Shitt! Apa kau ingin memperlihatkan gigitanmu pada Mr. Laurent? Semua juga tahu, Bocah Egois, Litha itu istrimu yang sedang mengandung anakmu dan hampir tiap hari digagahi suaminya yang maniak."


Abyan merasa kecemburuan sahabatnya itu sudah melewati batas hingga melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. Bagaimana bisa dia bersikap bodoh di situasi yang resmi seperti ini? Apa yang akan dikatakan Mr. Anderson kalau melihatnya dalam rekaman? Ah, Abyan benar-benar jengkel.


Litha yang tidak menyadari maksud kelakuan suaminya malah berkata, "Mas, aku kepanasan, terutama leher belakangku, rasanya gerah sekali," sambil mengelap peluhnya di area yang dimaksud. "Apa ada sesuatu untuk mengikat rambutku? Aku tidak membawa ikat rambut soalnya." sambungnya lagi.


Ray mengeluarkan saputangan dari saku dalam jasnya. Ia lipat dua secara diagonal, digulungkan hingga memanjang seperti sebuah tali lalu ia ikat rambut istrinya. Senyuman milik Presdir Pradipta Corp. mengembang sempurna melihat jejak kepemilikannya ternyata lebih banyak berada di bagian belakang leher Litha.


"Nah, ini baru nyaman. Dari tadi aku menahan gerah, Mas, karena permintaanmu untuk mengurai rambutku. Untung kau sangat pengertian di waktu yang tepat, Suamiku," ujar Litha tersenyum menatap wajah tampan Ray, senang sekali rasanya diperlakukan demikian seperti salah satu adegan Drama Korea favoritnya,


"Love you ..." ucapnya lagi tanpa suara masih menatap wajah suaminya dengan senyuman penuh cinta.


Heg ...


Andrew seketika menatap langit-langit ruangan sembari menghela nafas.

__ADS_1


"Ya Tuhaaan ... rasanya aku ingin melempar ponsel ini ke kalian berdua!" Abyan membathin keras.


Ehemmmm ...


Abyan berdehem sekuat tenaga hingga mengagetkan semua orang yang ada di dalam ruangan, Litha pun tersadar dari lamunannya menatap wajah Presdir Pradipta Corp. itu. Ia memperbaiki posisi duduknya kembali dengan anggun.


*"Maafkan saya Mr. Laurent, terlalu lama mengagumi wajah suami saya hingga membuat Anda menunggu."*


Tiba-tiba suasana hening, mata Litha membulat dan kedua telapak tangannya menutup mulutnya.


"Eh, apa-apaan ini. Apa yang barusan kukatakan barusan?" (Litha)


"Haa ... Lith, kau sadar dengan apa yang kau katakan?" (Ray)


*"Cinta kalian sangat besar. Terus terang aku sangat iri, bisa mencintai dan dicintai seperti itu. Semoga aku bisa mendapatkannya, cinta dari negeri eksotis ini."* (Andrew)


"abcdekajqhsnufayguenzj." (Abyan)


- Bersambung -


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Saking kesalnya tapi tak bisa berbuat apa-apa, membuat Abyan terlalu cepat bergumam tanpa tahu apa arti gumamannya 😂😂😂


Keterangan :


Artificial Intelligence (AI) adalah program kecerdasan buatan yang bisa memprediksi pola sifat dan aktivitas konsumen. Contohnya Chatbot.


Chatbot adalah program berbasis artificial intelligence (AI) yang berfungsi untuk melayani live chat dengan konsumen. Program ini diatur sedemikian rupa agar mampu menjawab pertanyaan selayaknya manusia normal. Contohnya fitur Live chat di website.


Visual Search adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian berbasis gambar. Contohnya Google dan Pinterest.


Voice Search adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian berbasis suara. Contohnya Google Voice Search.


Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang mampu menyatukan realita dengan dunia digital. Contohnya salah satu brand mobil meluncurkan aplikasi berbasis AR untuk memperkenalkan salah satu model mobilnya. Sehingga, konsumen bisa berinteraksi langsung dengan aplikasi untuk mengetahui berbagai fitur mobilnya.


Omnichannel Marketing adalah praktik pemasaran yang mengandalkan banyak platform sekaligus. Mulai dari website, akun media sosial, email, hingga toko fisik.


Sumber : Google

__ADS_1


__ADS_2