Istri Wasiat Tuan Muda

Istri Wasiat Tuan Muda
Epilog


__ADS_3

Dua bulan berlalu, Litha sangat menikmati perannya sebagai istri dan ibu baru sampai terkadang bayi besarnya merasa terabaikan dengan kesibukan Litha yang mengurus langsung Baby Zean. Tisha juga mulai membuka lembaran baru dan berkat bantuan adik iparnya yang seorang Tuan Muda, secara mandiri ia hidup di Irvine, California, Amerika Serikat sebagai pekerja sosial yang merawat para lansia di salah satu panti jompo. Sedangkan Vania melangkah maju meraih masa depan melanjutkan pendidikannya. Ia sangat senang karena teman yang akan ia temui tidak hanya berjenis kelamin perempuan seperti di sekolah asramanya, baginya ia lebih suka berteman dengan teman lelaki ketimbang perempuan yang lebih banyak drama.


Rayyendra sementara cukup tenang, tidak ada lagi dendam Sebastian yang mengganggunya meski keberadaan Bibi Rima juga Paman Tino masih menjadi misteri beserta silsilah keluarga istrinya. Selama ia dan Vania tidak membuka tabir itu, maka keberadaan Kerajaan Sungai Bulan tetap akan menjadi rahasia. Ia tidak ingin siapapun mengusik kebahagiaan keluarga kecilnya. Memiliki bayi mungil nan menggemaskan membuatnya semangat bekerja. Ia berharap istrinya tidak keberatan memberi satu atau beberapa anak lagi untuknya. Keputusan itu ia serahkan sepenuhnya pada Litha sejak menyaksikan beratnya perjuangan seorang ibu menghadirkan manusia baru di bumi.


Berbeda dengan Firza, dibelahan benua Eropa, ia mengalihkan kesedihan dan kehampaan dengan bekerja hingga kantuk menyerang. Sesekali berjalan menyusuri kota London untuk menyegarkan pikiran. Melihat dan berinteraksi dengan berbagai aktivitas warga setempat membuat kerinduannya akan tanah air sedikit demi sedikit terobati.


Sama halnya Abyan, walaupun tidak kemana-mana, ia merasa sepi, namun sepi yang dirasakannya adalah sepi yang aneh, sepi namun tak kesepian. Hatinya sepi karena cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi dirinya sama sekali tidak merasa kesepian karena pertikaiannya dengan adik ipar sahabatnya mampu mengalihkan rasa sepi. Sayang, Vania kini seakan menjauh dan berusaha mengurangi perdebatannya dengan Abyan. Jika Abyan menyindir, gadis yang beranjak dewasa itu hanya tersenyum sinis. Celakanya, Abyan merasa tidak suka diperlakukan seperti itu, diabaikan dan dianggap angin lalu.


Di kampus baru, Vania memilih jurusan yang didominasi kaum Adam. Memiliki paras cantik, mata yang teduh namun tegas, berkulit seputih salju dan rambut hitam panjang yang tergerai indah tentu saja menyedot perhatian mahasiswa baru seangkatannya dan para senior, termasuk Nezar Abigail yang juga tahun ini kuliah. Babak baru kehidupan asmara yang ia jaga dengan hati-hati telah dimulai, bukan lagi seorang gadis remaja yang meledak-ledak dengan apa yang dirasakan hatinya. Ia harus belajar dewasa menghadapi rumitnya kehidupan dan ia memiliki guru terbaik, ibunya Zeandra Putra Pradipta.


# Kota BX #


Seorang pria paruh baya menatap layar laptop keluaran terbaru dengan serius -matanya terpaku- hatinya berdesir dengan apa yang ditampilkan di layar berukuran 17 inchi.


"Dia sangat mirip dengan Kak Anjani. Apa Kak Drana sudah menyadarinya?" gumamnya gusar mengusap dagunya berkali-kali.


"Bagaimana reaksi Ayah kalau melihatnya, akhh ..." lelaki itu menekan kedua bola matanya, "Kak, bisa-bisanya kau bersembunyi sampai akhir hayatmu, padahal kau bisa saja datang padaku. Aku akan melindungi keluargamu dan kau tidak perlu menderita begini."


Rekaman dari salah satu chanel youtube perusahaan Pradipta Corp. menampakkan ketika Sang Presdir mengumumkan siapa sosok istrinya di moment wisuda. Di chanel ini wajah Nyonya Pradipta sangat jelas, kecantikan khas negeri eksotis berpadu uniknya kecantikan perempuan suku Ragnaya disajikan sempurna oleh Sang Maha Pencipta dengan kemampuan akademik mumpuni yang menjadikannya pendamping paling serasi untuk Presdir Pradipta Corp.


Mata lelaki itu gantian menatap berkas permohonan izin perluasan area tambang batubara milik PT. Pradipta Jaya Coal. Berkas itu sebenarnya sudah lama berada di atas mejanya namun ia masih menimbang-nimbang untuk memutuskan siapa yang akan mendapat izinnya sebagai orang nomor satu di daerah BX, karena perusahaan milik calon suami Rhadisa, putri saudaranya yang kini menjadi Putra Mahkota juga mengajukan permohonan yang sama.


🎵🎶🎶🎶🎵🎶🎶🎶🎵


Lamunannya buyar ketika ponselnya berdering. Maydara menelepon, putri semata wayangnya yang kabur dari kehidupan seorang putri kerajaan, seorang wanita dengan pandangan terbuka yang tidak ingin kebebasannya terenggut di tanah leluhurnya.


"Ayah, bagaimana kabarmu disana?" tanyanya tanpa salam begitu nada sambung diangkat.


"Ucapkanlah salam, Dara. Kau seperti wanita tak beretika setelah lama tinggal di London."


"Ishh ..., Apakah disana sudah malam?"


"Ya."

__ADS_1


"Kalau begitu selamat malam, Ayah ... Bagaimana kabarmu, Ibu dan Tala?"


"Kami semua baik disini. Apa kau akan pulang di libur tahun baru?"


"Tidak. Aku sangat menyukai musim dingin London."


Lelaki itu tertawa, "Kau selalu berkata seperti itu, kusarankan agar kau lebih menyukai musim semi yang akan membuat hatimu berbunga-bunga."


"Hahahaha ... itu terlalu klise. Aku akan mencari seseorang di musim dingin untuk menghangatkanku."


"Apa?!? Kau tahu kau adalah keturunan wanita Ragnaya. Jangan macam-macam!"


Suara di seberang sana tergelak nyaring, ia sedang menggoda Sang Ayah, "Aku penasaran, apa di jaman sekarang yang sudah sangat modern kutukan kuno seperti itu masih berlaku? Haiishhh ... Hidup disini dengan kutukan itu membuatku sangat tersiksa. Berapa kali aku ditinggalkan pria karena menolak berciuman."


"Maydara, perhatikan sikapmu! Dimanapun kau berada jaga dirimu! Kalau kau ingin memenuhi kebutuhan biologismu sebagai wanita, pulang dan menikah! Ayah akan carikan seseorang yang baik disini." Lelaki itu memperingati putrinya dengan keras.


"Justru itu yang kuhindari! Siapa yang mau menikah tanpa cinta. Hidup dengan kutukan ini sudah membuatku terpenjara, lalu Ayah mau memasungku dengan pernikahan yang tidak aku inginkan, jangan harap! Aku akan pulang untuk menikah dengan seseorang yang aku bawa sendiri ke hadapan Ayah."


"Hhhhh ... Kau selalu membuat Ayah emosi, Dara."


"Ayah, aku harus segera kembali ke kantor, jam istirahatku sudah habis. Sampaikan salam buat Ibu dan Tala."


"Tidak kusangka kau menelepon hanya untuk memancing emosi Ayah."


"Tidak. Ayah salah-- aku meneleponmu karena aku ingin mengatakan sesuatu."


"Apa?"


"Aku rindu padamu, Ayah. Sekuat apapun keinginanku untuk hidup bebas di negeri orang, aku selalu mengingatmu dan mengingat kutukan bodoh itu hanya demi Ayah."


"Dara--"


"Sudah ya, dah Ayah ... Mmuacch."

__ADS_1


Sang Putri menutup teleponnya tanpa permisi setelah mengecup jauh dari London.


"Anak ini!!!" pekiknya jengkel, padahal hampir saja ia menitikkan airmata haru mendengar ungkapan rindu putrinya.


Ia tersenyum menatap foto Maydara yang menjadi wallpaper di ponsel. Matanya yang selalu mengingatkannya pada saudarinya yang hilang, yang kini diturunkan pada Nyonya Pradipta dan juga mata seorang Raja penuh kuasa di Kerajaan Sungai Bulan.


Handle pintu dibuka seseorang dari luar, "Apa pekerjaanmu sebagai Gubernur BX menyita waktu tidurmu?"


Lelaki itu terkekeh, "Baru saja Dara menelepon, dia menitipkan salam untukmu dan Tala."


"Cih. Anak itu tidak pernah menganggapku ibunya, di hatinya selalu ada ayahnya saja, padahal aku yang mengandung dan melahirkannya. Kapan dia pulang?"


"Entahlah." jawabnya sembari mematikan laptop.


Wanita yang lebih dari seperempat abad menjadi istri lelaki itu tersenyum, "Sangat sulit menaklukan hati putri Brata Dharnika."


"Bukankah perempuan dari suku kita seperti itu. Sepertimu, membutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk mendapatkan ciuman darimu."


"Karena ciuman kami tidak ada masa kadaluarsanya, hehehehehe ..."


Mereka berdua saling merangkul mesra keluar dari ruang kerja. Di dalam hati Gubernur Provinsi BX itu mengatakan tidak akan membiarkan saudaranya melakukan hal yang sama seperti 27 tahun lalu. Ia akan membujuk Raja untuk mengampuni kesalahan Dewi Anjani Dirayya dan mengembalikan statusnya sebagai Putri Mahkota, kalaupun sekarang sudah wafat, maka status itu semestinya dipegang oleh keturunannya.


...-- T A M A T --...


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Alhamdulillah, akhirnya bisa menamatkan karya ini. Meski tidak populer Author berusaha memberi akhir yang baik, tidak berhenti atau hilang ditengah cerita.


Tapi Thor, gantung ini ceritanya... masih ada beberapa poin yang dirasa masih gantung...


Hehehehe ... Dikatakan tamat karena konflik awal dan utamanya sudah selesai, untuk berikutnya akan dilanjutkan di Session 2. Mudah-mudahan diberi sehat badan dan pikiran untuk membuatnya.


Author mau beralih dulu ke karya satunya, Kepingan Hati Vania. Ikuti terus ya Kak...

__ADS_1


Oh ya, Author agak lama up nya karena kemaren tangan dan jari Author lagi di fisioterapi akibat keserempet bakul soun beberapa waktu lalu. Ini juga masih belum sembuh tapi lumayan udah bisa memegang mug yang berisi penuh air meski durasi pegangnya tidak bisa lama.


__ADS_2