Istri Wasiat Tuan Muda

Istri Wasiat Tuan Muda
Aku Mencintainya


__ADS_3

Ramona berjalan sempoyongan memasuki rumahnya. Jam dinding menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat, ia pikir semua penghuni rumahnya sudah di peraduan masing-masing.


"Kau mabuk?"


Suara berat bertanya kepada Mona yang berniat menaiki anak tangga. Ia membalikkan badannya, melihat pemilik suara. Sebastian Riguna, ayahnya duduk di sofa ruang tamu menunggunya.


"Sedikit," jawab putrinya mengurungkan niatnya menaiki tangga.


"Katakan, apa kau sudah membuat Tuan Muda bertekuk lutut padamu?"


"Ayah, dia tidak akan pernah mau minum bersama wanita."


"Lantas, kau mau diam saja setelah melihat Nyonya Besar sudah mempersiapkan istri buat kekasihmu itu, hah?!?"


"Ayah!"


"Dengar anak bodoh! Kau cukup mengambil hatinya saja bukan memberikan hatimu. Jangan libatkan perasaan dalam bisnis."


Sebastian mengangkat dagu putrinya, memaksa matanya untuk melihat wajah otoriternya.


"Aku mencintainya, Ayah. Ini bukan bisnis. Perasaanku tulus padanya."


"Apa yang kamu harapkan dari lelaki arogan seperti dia hah?!?"


"Aku mengenalnya. Ray memang arogan tetapi sebenarnya dia sangat baik."


"Cuihhhh!!!"


Ayahnya meludahi wajah putrinya. Ramona terkejut, perbuatan Sebastian melecehkan harga dirinya.


"Pakailah otakmu untuk menjeratnya, Kak, jangan malah kau gunakan hatimu. Dasar wanita!"


Lucas Riguna, adik laki-laki Ramona muncul begitu saja ditengah-tengah ayahnya dan dia.


"Kau tidak usah ikut campur, Lucas! Urus saja dirimu yang selalu menjadi beban keluarga!" sergah Mona kesal.


Adiknya selalu mendapat perhatian khusus dari ayah ibunya hanya karena dia penerus laki-laki satu-satunya keluarga Riguna. Meski salah tetap dilindungi dan dibela, seperti beberapa tahun lalu, orang tuanya harus menggelontorkan banyak uang untuk menyuap polisi, detektif, saksi palsu dan orang-orang suruhan untuk menyelamatkan adiknya dari kasus pemerkosaan, bahkan oknum polisi yang berwenang saat itu langsung menutup kasusnya disebabkan alasan kurangnya bukti.


"Hahahahahahaha ..." Lucas malah tertawa dengan keras.


"Kakakku ini ternyata sangat naif. Bagi orang seperti Rayyendra itu tidak peduli yang namanya cinta. Bullshit itu semua! Hanya perusahaan Pradipta yang ada di pikirannya. Kau hanya akan tersakiti kalau menyerahkan hatimu padanya, Kak!"


Ramona terdiam, ada benarnya juga apa yang dikatakan Lucas tapi ia juga tidak bisa membohongi perasaannya. Ayahnya sendiri yang membawanya ke dalam kubangan cinta, ia disuruh menyelam, di saat ia sudah terhanyut, ayahnya menariknya lagi ke permukaan untuk menenggelamkannya kembali. Ah... Ramona hanya alat pemuas obsesi ayahnya.


"Ramona, kau harus hamil! Buat Tuan Muda bertanggungjawab. Terserah dia suka atau tidak suka. Kau harus menjadi Nyonya Pradipta!" tukas Sebastian.


"A-- A-- Apa?!?" Pupil Mona membesar, tidak menyangka rencana gila ayahnya yang akan membuatnya makin menderita.

__ADS_1


🍀 flashback on 🍀


Beberapa tahun yang silam, Ramona baru saja merayakan kelulusan SMU. Gadis cantik dengan tubuh sempurna menutupi tingkat intelegensianya yang pas-pasan, membuatnya menjadi idola di sekolah. Ia sangat bahagia dengan kepopulerannya itu. Tidak ada yang paling indah selain bermain bersama teman-teman SMU-nya.


"Mona, besok kau harus berangkat ke Amerika. Ayah sudah menyiapkan paspor, visa, tempat tinggal dan universitas disana," kata ayahnya sepulang kantor.


Raut wajah gadis itu bingung. Amerika? Universitas? Siapa yang ingin sekolah di luar negeri. Ia sudah memiliki cita-cita untuk meneruskan sekolah di negerinya saja dengan jurusan yang ia minati, yang tidak membuatnya pusing untuk belajar, jurusan seni rupa.


"Siapa yang mau kesana, Ayah? Aku sudah mendaftar untuk melanjutkan kuliah di Sekolah Seni Rupa."


"Sekolah itu tidak menjamin kehidupanmu selanjutnya. Turuti perintah Ayah!"


"Ramona sayang, Ayah melakukannya demi kebaikanmu," timpal ibunya.


"Apa ini?!? Apa yang mereka rencanakan untukku?" Mona menjerit dalam hatinya.


"Dengarkan Ayah! Kau disana punya tugas utama. Tugas utamamu bukan sekolah. Urusan sekolah Ayah yang akan mengurusnya. Kau hanya jalankan perintah Ayah," terang Sebastian pada putrinya.


"Aku tidak mengerti maksud Ayah."


"Ayah sudah menyiapkan tempat tinggalmu disana di lingkungan elite, kau tahu Ayah mengeluarkan uang dengan jumlah fantastis. Area tinggalmu satu gedung apartemen dengan tempat tinggal Tuan Muda Pradipta di sana. Meski kamu tidak satu universitas, setidaknya kalian punya kesempatan bertemu lebih sering. Tarik perhatiannya dan kau harus menjadi kekasihnya."


"Siapa dia?"


"Dia cucu kandung Nyonya Besar, pemilik Pradipta Corp. tempat Ayah bekerja. Pastikan kau menjadi wanita yang bisa menarik hatinya."


"Ayah, orang seperti itu biasanya dikelilingi perempuan, bagaimana bisa aku mendekatinya??"


"Tuan Muda tidak memiliki teman siapapun di sini. Dari SD hingga SMA dia bersekolah di rumah, baru kali ini ia sekolah berbaur dengan orang lain. Jadilah temannya terlebih dahulu. Kau jangan khawatir dia sangat tampan, kau akan menyukainya!" Sebastian masih berapi-api menjelaskan semua rencana yang ada di otaknya.


"Kau suka pakaian yang bagus, tas mahal juga perhiasan, kan? Kau akan dapati semuanya dengan mudah jika dekat dengan Tuan Muda, bahkan kau bisa membuat ayahmu naik jabatan menjadi salah satu direktur di Pradipta Corp."


Sebastian masih saja membujuk putrinya sampai mulutnya berbusa. Ramona, gadis polos saat itu yang hanya mengenal kesenangan bermain harus dihadapkan dengan ambisi gila ayahnya.


"Tapi, kalau aku tidak menyukainya bagaimana?"


"Hei Ramona! Terserah kau mau menyukainya atau tidak, Ayah tidak peduli, yang terpenting, kau bisa menjadi teman wanita pertama dan satu-satunya buat Tuan Muda," terang ayahnya.


Pada akhirnya Mona masuk ke dalam lingkungan pertemanan Tuan Muda di Amerika bersama Abyan dan Bona yang satu kampus dengan Rayyendra. Ia masuk dengan dalil mahasiswi lugu di tempat yang jauh dari negara asal yang sama dengan mereka.


Sering menghabiskan waktu bersama, meski Rayyendra hanya bersikap biasa, namun Ramona nyatanya jatuh cinta pada sosok Rayyendra. Pria yang awalnya disangka pria arogan nan dingin, faktanya adalah pria hangat, perhatian dan penyayang. Suara dan aroma tubuhnya benar-benar membuat Ramona menggilai Tuan Muda Pradipta.


Perintah ayahnya yang menyuruh Ramona untuk membuat Tuan Muda terjerat dengan dirinya malah terbalik, justru dirinya yang semakin terikat dengan perasaannya sendiri.


Meski Ramona berhasil menjadikan Tuan Muda sebagai kekasih hatinya, ia selalu merasa gusar karena Ramona tidak pernah merasakan hangatnya cinta dari Rayyendra, hanya sebatas perhatian orang terdekat saja. Ia menjadi pencemburu dan posesif pada semua wanita yang berhubungan dengannya, tidak melihat apakah itu rekan kantor, rekan bisnis bahkan Nyonya Besar, neneknya sendiri.


Gadis berparas cantik itu semakin buta akan cintanya sendiri semenjak diangkat menjadi direktur perusahaan di sektor fashion oleh Rayyendra. Perhatian yang memanjakan Ramona dengan sesukanya mengambil produk fashion perusahan Pradipta juga perlindungan dari Rayyendra dengan memperbantukan Abyan menjalankan tugas yang seharusnya dikerjakan Ramona sebagai direktur.

__ADS_1


🙋 Hmmm.... jadi ini penyebab Nyonya Besar dan Abyan tidak begitu menyukai Ramona. Tak ada asap jika tak ada api, bukan? 🙋


🍀 flashback off 🍀


"Tapi ayah, bagaimana bisa aku hamil dengannya kalau ia sendiri tidak mau melakukannya denganku?" tanya Ramona bingung.


"Ck!!! Otakmu itu sebesar apa sih, Kak? Kau cukup hamil saja. Lalu biarkan pacarmu itu bertanggungjawab. Masa tidak mengerti juga?" sela Lucas.


"Benar Mona, kau cukup hamil saja entah bagaimana caranya kau hamil, tidak harus dengan Tuan Muda kan? Agar Tuan Muda yakin kau hamil anaknya, jebaklah dia, berpura-puralah kalian melakukannya."


Sebastian menjelaskan rencana jahatnya yang menumbalkan putrinya sendiri.


🙋 Apakah ada seorang ayah seperti itu? 🙋


"Apa!!!!!" pekik Mona terkejut.


Seburuk-buruk ayahnya yang ia kenal, ia tidak menyangka ayahnya akan tega berbuat itu padanya. Sengaja hamil dengan orang lain tapi menunjuk pria yang dicintainya sepenuh hati sebagai ayah dari anak yang dikandungnya.


"Tidak, Ayah!!! Aku tidak mau!!! Aku mencintai Rayyendra disini!"


Ramona menjerit keras dengan menunjuk dadanya sendiri. Suaranya yang nyaring membangunkan ibu dan beberapa pelayan rumahnya.


"Aku mencintainya. Kalaupun aku hamil, aku hanya akan hamil darah dagingnya!"


Ramona berlari menaiki tangga menuju kamarnya dengan airmata yang membanjiri pipinya. Hatinya sakit, disakiti ayahnya sendiri yang seharusnya menjadi sosok pelindungnya.


"Sayang, apa yang kau lakukan?"


Nyonya Riguna, ibu Ramona bertanya pada suaminya. Ia kaget bangun mendengar pekikan putri sulungnya.


"Hhhhhh..... anak itu sudah terjebak perasaannya sendiri, Bu," jawab Sebastian gusar.


"Kenapa? Lagipula Ramona dan Tuan Muda adalah sepasang kekasih, biarkan perasaan mereka tumbuh dengan sendirinya. Mona melakukan tugasnya dengan baik di Amerika."


"Tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Bu. Nyonya Besar nampaknya sudah akan bertindak. Jika kita terlambat melangkah, maka kesempatan itu akan hilang sekali. Jerih payah kita selama ini tidak akan ada hasilnya."


Ibu Ramona memandang pintu kamar anaknya. Mendengar suaminya berkata demikian ia merasa kasihan dengan putrinya, namun ia juga tidak bisa menentang rencana suaminya.


Sementara itu disalah satu sudut sofa, ada seringai senyum beban keluarga yang menjadi akar penyebab semua masalah di keluarga Riguna.


- Bersambung -


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Hai Readers...


Yang kemaren sebal dengan tokoh Ramona, setelah membaca Chapter ini, bagaimana?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa Like, Comment, dan Vote kalau berkenan ya Kak...


Semoga sehat-sehat semuanya....


__ADS_2