Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Kedatangan Pak Wijaya


__ADS_3

Peluh membanjiri kening Sandra ketika Gilang menghampirinya mengulurkan sebotol minuman dingin kepadanya.


" Terimakasih .. " Sandra menerima botol minuman itu yang tanpa hitungan menit langsung habis ia minum.


Gilang tersenyum melihatnya.


" Haus neng .... ?? " Goda Gilang.


" Banget, biar cepet selesai, terus pulang nih, mau tidur..! " Ucap Sandra dengan polosnya.


" Kirain cepet-cepet karena mau malam mingguan ... , ikut dong ... " Goda Gilang lagi.


" Emang kalau malam minggu harus ya malam mingguan .. " Tanya Sandra heran. Karena jujur selama ini Sandra belum pernah meluangkan waktu seperti kebanyakan pemuda pemudi yang pergi jalan-jalan setiap akhir pekan. Sandra lebih suka menghabiskan waktu di rumah membantu ayah dan ibunya atau belajar di kamar dan meluangkan hobinya melukis.


" Gak juga sih, emang biasanya kalau akhir pekan kamu suka ngapain ?? " Tanya Gilang penasaran.


Sandra menggelengkan kepalanya.


" Gak ngapa-ngapain ... "


" Kalau gitu jalan sama aku yuk, aku traktir deh ... " Bujuk Gilang.


Sandra kembali menggelengkan kepalanya .


" Maaf ya mas..., tapi aku mau pulang aja ke kos, capek mau istirahat.. " Ucap Sandra.


Bukan tanpa alasan Sandra menolak, dia baru sehari mengenal Gilang, bukan maksud suudzon, tapi menjaga diri lebih baik menurutnya.


Gilang malah tersenyum , gadis ini benar-benar berbeda ucapnya dalam hati.


"okelah... lain kali saja kalau begitu " Kata Gilang yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Sandra.


" Akhirnya...... selesai juga, " Seru Sandra.


Gadis manis berkulit sawo matang itu terlihat gembira setelah membersihkan meja terakhir. Sandra juga lega sekali seharian ini tidak bertemu dengan bosnya setelah kejadian kemarin.


" Aku pulang duluan ya mas......., dah kelar nih " ucap Sandra dengan sopan.


" Gak aku antar nih .... " tawar Gilang.


" Gak usah mas, terimakasih... mas kan baru disini, pasti banyak yang harus mas pahami dan kerjakan ... , Bu Henny pasti menahan mas lebih lama , ya kan ?? Hehe .... " Tolak Sandra.


" Iya juga sih... " Gilang terlihat kecewa dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal..


Setelah selesai bersiap ,Sandra bergegas menuju tempat parkir. Angin sejuk di sore hari menerpa wajahnya, restoran ini memang menjaga sekali lingkungan disekitarnya. Bahkan terdapat sebuah taman kecil didepan restoran ini yang rindang dengan pepohonan dan banyak bunga warna warni. Parkiran yang luas, Sandra segera mencari sepeda motornya dan memakai helm. Tak menunggu lama, Sandra memacu sepeda motornya dengan pelan . Bergerak menjauh dari restoran ternama itu.Banyak karyawan lain yang juga sudah pulang. Sandra melewati mereka semua .


" Aku duluan... ! " Teriaknya dan melaju lebih cepat.


Angin berhembus lebih kencang saat dia mengendara, menerpa wajah manisnya yang lugu . Sepanjang perjalanan Sandra bersenandung kecil, hingga akhirnya sampai di kosan.

__ADS_1


Dingin, kamar kost begitu sepi dan dingin. Sandra menyalakan lampu dan menaruh tas ransel diatas meja. Mandi akan membuatnya kembali segar, Sandra mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


Lima belas menit kemudian Sandra sudah rapi dengan pakaian tidur sederhana. Dia sedang termenung sambil menyisir rambutnya ketika handphone miliknya berdering.


Sedikit kaget karena melamun, Sandra meraih handphone di ransel . Panggilan masuk, nomor baru .. sesaat Sandra ragu, tapi akhirnya dia angkat juga..


" Halo assalamualaikum... "


" Wa'alaikumsalam , " Ucap seseorang diseberang.


" Nak Sandra ? Ini Pak Wijaya... "


" Ooh Pak Wijaya, ya pak ,ada sesuatukah ? " Tanya Sandra ragu-ragu.


" Apa bapak mengganggu ? " Pak Wijaya justru bertanya kembali.


" Ehh tidak pak, kebetulan saya sudah pulang kerja " Jawab Sandra.


" Baguslah kalau begitu, begini nak bapak ada perlu sama kamu, bapak ingin bicara serius , tapi tidak di telepon. Kapan kamu ada waktu senggang ? " Tanyanya lagi.


" Ehm..... gimana ya pak, saya belum ada jatah cuti atau libur kerja,saya kan masih baru pak, kalau pun ada waktu, sepulang kerja,, itupun jika tidak lembur pak ... " Jelas Sandra.


" Oo gitu, kalau gitu kirim alamat kos kamu,besok bapak kesana sepulang kamu kerja " Kata Pak Wijaya.


" Ba...baik pak, tapi maaf pak , ada apa ya sebelumnya ? " Tanya Sandra yang menjadi penasaran.


" Besok saja nak, bapak jelaskan, jangan risau .. bukan hal buruk . kamu tenang saja "


"Ya sudah nak, bapak tutup dulu telponnya ... , assalamualaikum .." Pamit Pak Wijaya.


" Wa'alaikumsalam... " Tut Tut Tut panggilan terputus.


Sandra menatap layar ponselnya, bertanya-tanya dalam hati ada perlu apakah sampai Pak Wijaya ingin bertemu dengannya ?? Sandra khawatir memikirkan hal itu . Sepanjang malam tidurnya kembali tidak nyenyak. Dia berharap tidak ada masalah serius.


Keesokan harinya , Sandra terbangun karena perutnya yang melilit, Sandra lupa jika semalam dia tidur tanpa makan malam.


Sandra bergegas ke kamar mandi dan bersiap , setelah itu dia keluar mencari sarapan. Sandra membeli dua bungkus nasi uduk , Untuk dirinya dan satu untuk Nurul. Pintu kamar kosnya belum terbuka,itu berarti Nurul belum bangun.


Dengan lahap Sandra menghabiskan sarapannya. Hari minggu, pasti Nurul tidak kuliah .. ahh senangnya ... gumam Sandra.


Selesai sarapan Sandra pergi ke kamar Nurul yang hanya berbatas dinding tembok yang kokoh.


Took tok tok, Sandra mengetuk pintu tidak sabar .


" Nurul, rul...bangun dong ... ?? Dah siang nih ? " Teriak Sandra.


Sandra menggedor pintu lebih keras lagi karena tidak ada jawaban sama sekali.


"Nur...... ,ups .. ! " Sandra tercekat ketika pintu tiba-tiba terbuka dan tangan Nurul menutup mulutnya.

__ADS_1


" Apaan sih ?? Berisik banget ,, bisa-bisa tuli nih telinga .. " Omel Nurul.


Nurul terlihat kesal dengan ulah Sandra sambil mengucek kedua matanya.


" Jangan ngomel dulu dong ..., nih nasi uduk , lagian dah siang tau... ,males banget jadi nak gadis " Ucap Sandra tak kalah kesal sambil menyodorkan bungkusan plastik kepada Nurul.


" Masuk.... "


Nurul menerima bungkusan itu dan masuk kedalam kamar. Tubuhnya kembali berjalan kearah ranjang. Dan benar saja, Nurul membaringkan tubuhnya dan kembali memejamkan kedua matanya.


"Nuruuuulllllllllllllllllll........ !!!!! Iih bangun, jangan tidur lagi ! " Sandra menarik-narik lengan Nurul.


"Ssstt ,bodo amat, ngantuk tau ! "


" Kamu gak kuliah ? " Nurul menggelengkan kepalanya.


" Gak ada acara ? " Sandra kembali menggelengkan kepalanya.


" Mau tidur, ngantuk berat... " ucapnya hampir terdengar tidak jelas. Ternyata Nurul benar-benar masih mengantuk. Sandra jadi tidak tega mengganggunya.


" Ya udah deh, tapi boleh gak aku minta tolong ? " Pinta Sandra.


" Hmm ,yaa apa ... ? " Balas Nurul ogah-ogahan.


" Dengerin ya ... ? "


" Hmm...."


" Nurul, aku serius nih,, malah hmm hmm mulu !" Sandra mulai kesal.


" Iya, minta tolong apaan ...cepett ! " Kata Nurul sambil menahan kantuknya.


" Iya,iya, gini...... Nanti Pak Wijaya mau kesini, masih inget kan sama beliau ? " tanya Sandra.


"hmmmm"


"Nurul !!!!!! ih beneran deh bikin kesel " Sandra memukul pan*at Nurul.


" iya , ingat , sakit tau !." Jawab Nurul kesal.


" Nah gitu dong, yang bener jawabnya, gak ham Hem ham hem mulu ,bikin kesel tau !! " Keluh Sandra.


" Langsung aja deh , bisa-bisa kelamaan disini darting aku ! Nanti kalau pak Wijaya kesini aku belum pulang kerja,tolong temenin dulu ya !? " Pinta Sandra.


Nurul terbangun seketika, kedua matanya melotot kearah Sandra.


" Enaak aja..... main suruh aku berduaan sama aki-aki ! " Ketus Nurul.


" Bukan gitu maksud aku, temenin ngobrol diluar kek, atau bikinin minum kek, siapa juga yang minta kamu berduaan, berduaan tapikan bisa di teras depan " Sandra menjelaskan.

__ADS_1


" Ooohhhhh, emang ada apa sih , tumben sekali , menurut kamu aneh gak sih ? " Tanya Nurul yang mulai kepo.


Sandra diam tidak menjawab, kepalanya menggeleng dan mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.


__ADS_2