Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Malam yang sulit untuk semua


__ADS_3

Malam yang begitu panas. Alfian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Apa yang baru saja dia dengar membuat emosinya memuncak.


" **** ! Sial !!! " Umpatnya.


Tiba-tiba Gilang muncul di tengah jalan menghadang mobilnya.


Shriiiiiiiiiiiittttttttttt !!!! . Suara rem mobil berdecit keras .


Dengan emosi Alfian turun dari mobil.


" Kamu gila ya ! Ngapain kamu menghadang mobil ku , kamu cari mati ! " Bentak Alfian .


" Brengsek !! Kamu yang cari mati !! " Ucap Gilang. Dia menghampiri Al dan memukulnya dengan keras .


" Jelasin ! " Bentaknya.


" Kamu ! " Buuk !!! Al membalas pukulan dari Gilang.


" Apa maksudmu ha ! " Tanya Alfian.


" Cuiiihh , gak usah berlagak bego deh ! " Gilang kembali mendorong Alfian hingga mundur menubruk mobil.


" Kenapa kamu berbohong padaku !! " Teriak Gilang.


" Kamu mabuk ya ! " Al justru kembali balik bertanya.


" Gak usah berlagak bodoh atau gak tau deh ,


ngapain kamu bohongin aku , apa maksudnya kamu mau tunangan sama Sandra ! Cuiih . Kamu Taukan gue suka sama Sandra ." Teriak Gilang .


Buuk ! Kembali Gilang memukul wajah Al.

__ADS_1


Al tidak terima, dengan sigap dia memukul perut Gilang bertubi-tubi hingga jatuh tersungkur.


" Apa kamu bilang , aku bodoh ? Aku bohong ? Mikir deh ! Gadis udik kaya dia gak pantes jadi pendamping hidup ku ! Aku juga baru tahu tadi ! Asal kamu tau , Cewek kaya dia bukan selera ku ! " Bantah Alfian yang kini ikut berteriak.


" Brengsek ! kalau kamu baru tau tadi kenapa gak nolak hah !! Awas saja , aku bakal rebut Sandra dari kamu , mau kamu tunangan atau sudah menikah sekalipun , aku pastiin Sandra bakal jadi milik ku ! Denger baik-baik jangan pernah kamu sakitin atau ngerjain Sandra lagi ! karena aku, aku yang gak akan terima , satu lagi Sandra punya ku !! " Teriak Gilang.


Alfian tersenyum sinis." Kamu mau gadis udik itu, ambil aja ! Aku kasih cuma-cuma !! " Balas Al dengan sombongnya. Lalu masuk ke dalam mobil.


" Minggir !! " Bentak Al . Gilang pun terseok-seok sambil memegang perutnya yang sakit dan minggir ke tepi jalan . Tangannya terkepal penuh emosi .


" Lihat saja Al, aku ambil kesombongan mu." Batin Gilang .


Malam sudah sangat larut ketika Pak Wijaya dan Alfian sampai di rumah . Tentu saja Pak Wijaya sampai terlebih dahulu.


Saat hendak naik ke kamar Alfian melihat ayahnya di ruang tamu , Al menghampirinya dan langsung menggebrak meja .


" Dasar anak kurang ajar ! Begitu caramu sama orang tua !! " Bentak Pak Wijaya.


Plakkkk !!! Pak Wijaya menampar keras pipi Alfian hingga darah mengalir dari sudut bibirnya.


" Jaga bicaramu itu, kalau kamu tidak tahu apapun." Bentak Pak Wijaya.


" Apa kamu tahu , kalau bukan karena gadis itu , saat ini kamu dan adik-adikmu sudah jadi anak yatim-piatu ! Tidak hanya itu kalau bukan karena gadis itu saat ini kamu, kita semua sudah tidak bisa menikmati apa yang sekarang ini kita miliki !! Papa berhutang nyawa kepada gadis itu . Pikir seandainya itu terjadi. Gimana nasib adik-adikmu yang saat ini masih membutuhkan papa . Masih membutuhkan banyak biaya untuk sekolah mereka. Seandainya waktu itu Sandra tidak ada , bakal jadi apa keluarga kita hah !! " Ungkap Pak Wijaya kesal.


" Aku bukan alat tukar yang bisa papa gunakan untuk menebus semua itu !! " Alfian tidak mau kalah.


" Papa tidak mau tahu , pokoknya kamu harus bertunangan dan menikah dengan Sandra , kalau tidak , jangan harap dapat sepeserpun dari harta papa ! " Ancam Pak Wijaya.


Alfian geram mendengarnya , dia membanting kursi yang ada di depannya . Brakkk ! Hancur berkeping-keping. Kemudian Al Ki pergi meninggalkan Pak Wijaya yang terlonjak kaget .


Tanpa Al sadari kedua adiknya , mendengarkan pertengkaran yang terjadi antara dirinya dengan papa mereka.

__ADS_1


Al masuk kedalam kamar dan membanting pintu kamar dengan keras.


" Sial, sial ,sial !!! " Al memukul bantal di kasurnya.


Setelah puas , dia beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah mengisi bath up dengan air hangat . Alfian berendam mencoba meredakan emosinya.


Di kamar yang lain , Pak Wijaya tengah menatap foto almarhumah istrinya. Di usapnya foto itu dengan lembut dan di kecup penuh kasih sayang.


" Sayang, semoga keputusan yang ku ambil ini tepat . " Gumam Pak Wijaya sambil menyeka sudut matanya . Malam itu terlihat sisi rapuh dari Pak Wijaya, seorang pengusaha sukses yang banyak disegani orang. Pemimpin di berbagai cabang perusahaan besar di Indonesia. Menangis merindukan istri yang sangat dia cintai.


Sebenarnya Alasan utama Pak Wijaya menjodohkan Sandra dengan Alfian adalah agar Alfian kembali seperti dulu, dia merindukan putranya yang hangat ,ceria ,dan penuh kasih sayang. Keputusan mengirim Alfian sekolah ke luar negeri juga karena dia tau, kekasih Al saat itu tidak benar-benar mencintai anaknya. Dia hanya mengincar harta kekayaan keluarga Al saja.


Meski konsekuensinya Alfian jadi membencinya, menyalahkan dirinya atas kandasnya hubungan mereka.


Selama ini Pak Wijaya tahu siapa saja teman-teman anaknya , tanpa sepengetahuan mereka , mereka selalu di awasi oleh orang-orang kepercayaannya untuk menjaga mereka.


Sedangkan di dalam diri Sandra, beliau melihat ada yang berbeda. Selain dia segan kepada Pak Imam, Gadis itu tidak gila harta , dan juga mandiri, tidak suka merepotkan atau bergantung pada orang lain . Disaat gadis-gadis seusianya asik menikmati masa-masa muda, bermain dengan teman-teman ke mall atau berfoya ria , gadis itu lebih memilih bekerja. Ingin meringankan beban kedua orangtuanya dan melanjutkan sekolah mengejar impiannya tanpa bantuan siapapun. Semangat juang itulah yang membuat Pak Wijaya akhirnya mantap menjodohkan mereka.


Pak Wijaya berharap dengan bersama Sandra, semoga Alfian bisa berubah kembali , belajar arti keluarga dan bersyukur dengan apa yang di miliki. Karena harta yang paling berharga sebenarnya adalah keluarga, keutuhan sebuah keluarga yang sudah lama hilang semenjak kepergian istri tercintanya.


Pak Wijaya menarik nafas dalam-dalam, meletakkan kembali bingkai foto ke atas meja, melepaskan kaca matanya, dan mematikan lampu kamar, kemudian merebahkan diri di atas kasur ukuran besar.


Sedangkan di kediaman keluarga Sandra , Sandra tidak bisa tidur. Meski sebenarnya dia lelah dan mengantuk tapi tetap saja matanya sulit di ajak tidur.


Disebelahnya , Nurul ,ibu dan bibi Nani sudah terlelap dengan pulas. Bahkan seperti biasa, Nurul sudah mulai membuat mahakarya di atas bantal . Sandra tersenyum kecil melihat kelakuan sahabatnya. Bersyukur di saat seperti ini dia masih mempunyai orang-orang yang menyayanginya. Sandra memejamkan kedua matanya, kembali merenungi kejadian hari ini.


Masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Kepergian ayahnya yang mendadak, dan rencana pertunangan yang tiba-tiba dengan orang yang dia benci, sungguh membuatnya pusing, terlebih dia terusik dengan kepergian Gilang yang terlihat marah besar. Baru kali ini dia melihat Gilang dengan wajah semarah itu . Entah kenapa Sandra merasa tidak enak kepadanya.


Lama Sandra memikirkan semua itu, hingga akhirnya kantuk yang luar biasa membawanya ke alam mimpi.


" Bapak , semoga bapak tenang disana " Gumam Sandra.

__ADS_1


__ADS_2