Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Alasan Menikah


__ADS_3

Keesokan harinya Sandra sudah sampai di restoran. Hatinya sangat senang karena nanti siang akan bertemu dengan ibunya.


Sandra bekerja penuh semangat dan ceria.


" Wah ada yang lagi bahagia nih .. " Kata Bu Henny .


" Semangat sekali kerjanya."Lanjutnya.


" Di tembak Gilang lagi ya !? " Tebak Syefa yang ikutan nimbrung.


" Gak lah... " Jawab Sandra.


" Pasti karena mau jalan sama Tuan Alfian , ya kan ?" Tebak Bu Henny bisik-bisik. Dia sudah tahu apa yang akan dilakukan Sandra hari ini, tadi Dias Sekretaris dari Tuan Alfian sudah menelpon minta ijin untuk Sandra siang nanti.


" Stttt.... enggaklah ." Timpal Sandra cepat sambil menggeleng dan melotot kepada Bu Henny.


" Apaan bisik-bisik. Main rahasia-rahasiaan ya sekarang ? Tanya Syefa penasaran.


" Rahasia apaan , dah jangan pada ngaco deh. Aku senang karena nanti siang aku mau ketemu sama ibu , kangen banget ." Ujar Sandra jujur.


Bu Henny senyum-senyum melihat Sandra yang salah tingkah.


" Oooo aku kira dah resmi jadian sama Gilang ! " Lanjut Syefa yang langsung di pelototi oleh Bu Henny.


" Sudah-sudah, jadi bahan gosip nanti di restoran ini. Sana balik kerja. Oya Sandra tadi ibumu sudah minta ijin ke ibu, nanti siang kamu boleh pergi ." Lanjutnya.


Mereka akhirnya kembali bekerja. Masih terdengar beberapa kali Syefa dan temannya menggoda Sandra. Sandra hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah teman-temannya.


Siangpun tiba. Setelah berganti pakaian Sandra pamit dan keluar dari restoran.


Tadi Dias sudah mengirimkan pesan jika dia sudah menunggu Sandra di jalan ujung restoran.


Ya ,Sandra yang memintanya menunggu di sana agar tidak ketahuan oleh teman-temannya yang suka usil dan bergosip.


" Silahkan masuk nona " Kata Dias membukakan pintu mobil untuk Sandra.


Sandra tergesa-gesa masuk mobil. Dias tersenyum kecil melihatnya.


" Mas Dias ,ibu sudah datang ya. Kita langsung ke butik atau gimana ? " Cecar Sandra .


" Kita ke hotel Tuan Alfian dulu nona, Tuan masih meeting sekarang. Nanti nona akan berangkat ke butik bersama Tuan Alfian. "


"Ohh ." Sandra terlihat sedikit kecewa mendengarnya.


Mobil melaju tanpa hambatan dan sampai ke sebuah hotel . Dan sekali lagi Sandra takjub dengan apa yang dia lihat saat ini. "Hotel Alsan" Gedung yang menjulang tinggi itu berdiri tegak jauh lebih besar dan mewah dari restoran Tuan Alfian tempat dia bekerja. Dia tidak percaya dia bisa berada di tempat semewah itu.


" Mari ikut saya nona." Ajak Dias berjalan membimbing Sandra.


"Ehm ...baik. " Balas Sandra canggung.


Beberapa pasang mata terlihat mengamati mereka. Ada yang penasaran dan bahkan ada yang terang-terangan berbisik-bisik.


Sandra tidak heran. Dengan status Dias sebagai asisten sekaligus sekretaris dari pemilik hotel bintang lima itu pasti mereka bertanya-tanya siapa yang bersamanya. Terlebih penampilan Sandra yang terlalu biasa dan tak ada yang istimewa. Pasti mereka berpikir bagaimana bisa gadis sepertinya bisa akrab dengan Dias yang dikenal tegas dan tidak banyak bicara di sana.


" Jangan hiraukan mereka nona. " Kata Dias melihat Sandra yang tidak enak dan malu.


" Kalian semua , bekerja dengan benar ! " Teriaknya.


" Mari , ruang kerja tuan ada di atas. " Ajak Dias naik lift.


Di dalam lift mereka hanya berdua saja. Sandra masih sedikit kecewa karena tidak bisa langsung menemui ibunya.


" Mas Dias , apakah Tuan Alfian masih lama ? Meeting nya ... hehe " Tanya Sandra mengulas senyum cerianya.


Dias melihat jam tangannya.


" Harusnya sudah selesai sepuluh menit yang lalu." Jawabnya.


" Oh... "


Pintu lift terbuka , mereka telah sampai di depan ruang kerja Alfian.


Tanpa permisi Dias mengajak Sandra masuk .


Dias terlihat kaget sebelum akhirnya bersikap lebih dingin.

__ADS_1


Di dalam ruangan itu Alfian tidak sendirian. Alfian duduk di kursi kerjanya dengan seorang perempuan cantik yang tengah mencoba merayunya. Sandra sedikit terkejut. Perempuan itu adalah mantan kekasih Tuan Alfian. Rena !


" Kenapa mereka duduk sedekat itu, bukankah mereka sudah putus ? Kenapa nona Rena ada di sini, atau mereka kembali menjalin kasih ? " Batin Sandra.


" Maaf Tuan. " Ucap Dias.


Alfian diam saja.


" Cepat keluar " Kata Alfian kepada Rena .


Gadis itu terlihat tidak suka. Alfian yang dulu sangat mencintai dan memberikan apapun yang dia minta sekarang berani mengusirnya. Bahkan di depan orang lain.Namun sebisa mungkin Rena menahan rasa tidak senangnya.


" Baik Al, hubungi aku jika kamu berubah pikiran." Kata Rena berusaha berbicara setenang mungkin lalu berdiri. Dia mengamati Dias dan Sandra.


" Gadis kecil itu lagi ? Sebenarnya siapa gadis ini. Apa hubungannya dengan Alfian ? " Batin Rena sambil berjalan melewati mereka dengan angkuh.


Sandra menunduk di tatap seperti itu oleh orang lain. Sedangkan Dias tetap diam dan tak terpengaruh sedikit pun dengan tatapan sinis Rena . Sudah sejak lama Dias dan Rena saling mengenal, tentu saja karena Rena adalah mantan kekasih Alfian sahabatnya. Tapi memang sudah sejak lama pula Dias dan Rena tidak saling menyukai. Menurut Dias sejak masih sekolah dulu Rena hanya memanfaatkan Alfian saja. Namun dia tidak berani mengutarakannya kepada Alfian karena saat itu Alfian tengah mabuk asmara. Memberitahunya hanya akan membuat hubungan persahabatannya hancur. Maka dari itu Dias diam saja saat itu.


" Kau , cepat kemari ..." Pinta Alfian menunjuk Sandra.


Sandra yang sempat melamun terlihat bingung di panggil Alfian.


" Aku ?! "Tanya Sandra memastikan.


" Jangan buang waktuku untuk mengulang kata yang sama ! " Ucap Alfian kasar.


Sandra berjalan mendekat dan berdiri di depan meja Alfian.


" Kenapa kamu berpakaian seperti itu ! " Bentak Alfian.


Sandra terlonjak dan mengamati pakaian yang ia kenakan. Tidak tahu maksud perkataan Alfian.


" Kenapa Tuan ? Ada yang salah kah ? Pakaian ini masih bagus. " Ucap Sandra polos.


Alfian terlihat geram.


" Sudah berapa kali aku katakan. Kamu adalah tunangan dan calon istri dari seorang Alfian. Belajarlah berpakaian sepantasnya ! "


" Apa yang salah dengan pakaian yang aku kenakan ini Tuan, hanya masalah pakaian . Baju ini pas aku kenakan . "


" Kenapa kamu gak pakai baju-baju yang aku belikan waktu itu ,bukankah semua pakaian itu sangat banyak . Bisakah kamu memakai pakaian-pakaian itu dan membuang semua baju lusuhmu ! " Lanjut Alfian.


" Maaf tuan , aku tidak bisa, aku tidak mau di atur-atur . Aku nyaman dan suka berpenampilan seperti ini . Aku ya aku,aku adalah Sandra seperti yang ada di depan tuan. Aku bukan seperti mantan tuan yang cantik dan seksi itu sampai-sampai tidak malu memakai baju yang memperlihatkan belahan kedua tonjolannya. Jika menurut tuan pakaian yang tuan belikan itu sangat bagus kenapa tidak tuan saja yang memakainya ? Dan lagi tuan, saya juga bukan hendak pergi ke pesta atau pergi rapat dan lainnya, saya setiap hari pergi bekerja di restoran tidak mungkin saya pergi bekerja memakai dress atau baju-baju mewah yang tuan belikan ! Semua orang akan mencurigai saya bagaimana saya bisa memiliki semua pakaian itu. ! " Jawab Sandra .


" Kauuu ... !! Semakin hari semakin berani saja kamu membantah ku ! " Kata Alfian sengit.


" Kauuu .......be.. "


" Maaf Tuan , sudah pukul satu siang. Semua sudah menunggu di butik. " Potong Dias.


Dia tau jika tidak segera melerai pertengkaran itu semua rencana hari ini akan kacau.


Alfian masih menatap Sandra dengan marah . Namun Sandra juga tak mau kalah . Egonya mulai membuat dirinya mempunyai keberanian.


" Mari tuan , nona. " Ajak Dias lagi .


Tanpa berkata apa-apa Alfian segera berjalan sendiri meninggalkan Sandra dan Dias di belakang.


Sandra dan Dias menyusul di belakangnya.


" Aku suka gaya nona . " Batin Dias sambil tersenyum kecil.


Di lobby Sandra mendengar para karyawan berbisik bisik lagi .


" Yang barusan pergi nona Rena kan ? Dia artis pendatang baru yang sangat terkenal saat ini. " Tanya seseorang.


" Betul, ada hubungan apa ya dengan Tuan Alfian ? "


" Mereka sangat serasi sekali. Ganteng dan cantik. Nona Rena sangat pandai dan berbakat sedangkan Tuan Al cerdas dan kaya ." Bisik seorang karyawan lagi.


" Betul, mana mungkin Tuan Al menolak pesona nona Rena." Imbuh yang lain.


" Ehm eehm ! Dias berdeham keras ketika melewati mereka. Tentu saja mereka segera diam dan pergi melanjutkan pekerjaan masing-masing.


" Jangan dengarkan mereka nona . Mereka tidak tahu apapun tapi sangat suka bergosip." Kata Dias.

__ADS_1


" Aku sudah mendengarnya mas Dias , gimana gak boleh dengar ! Lagi pula yang mereka katakan memang benar. " Timpal Sandra santai.


Lalu mendadak Sandra penasaran sekali.


" Mas Dias , Mas Dias tau gak kenapa mereka bisa putus ? Benarkah dulu nona Rena mencampakkan Tuan Al ? Mas Dias , kenapa mereka gak balikan lagi saja ? Terus gagalin perjodohan ini ? Kenapa Tuan Al tetap ingin melanjutkan pernikahan ini ? Dia kan anti banget sama aku . Mas Dias . Mas Dias pasti tau kan alasannya . Karena di ancam Pak Wijaya ya ? Kalau hanya di ancam kenapa tidak berontak saja ? Tanya Sandra berturut-turut.


" Nona, banyak bertanya tidak baik untukmu. Sebaiknya nona fokus saja dengan pernikahan nona. " Jawab Dias .


Terlihat Sandra kecewa mendengar jawaban Dias.


" Silahkan masuk ke mobil nona, semoga hari ini menyenangkan. " Lanjut Dias setiba di basemen .


Setelah masuk ke dalam mobil Alfian terlihat cemberut dan masih marah dengan kejadian tadi.


Dias menundukkan kepalanya saat mobil mulai berjalan. Alfian tetap saja acuh.


Berada satu mobil dengan Alfian adalah hal yang di benci Sandra saat ini. Bagaimana tidak. Setiap kali satu mobil dengan Alfian, selalu saja bertengkar dan berujung pada kejadian tak mengenakkan. Pertama kali mobilnya mogok dan yang terakhir kemarin Sandra di turunkan dari mobil di tengah jalan . Sandra berharap mereka segera sampai di butik.


" Tuan..." Tanya Sandra memberanikan diri.


Alfian tak bergeming.


Diamnya Alfian berati boleh bicara menurut Sandra. Karena jika tidak boleh pasti Alfian sudah membentak dan menyuruhnya diam.


" Tuan kenapa tenang saja melihatku. Setelah kejadian semalam. Tidak kah tuan merasa bersalah ? Kenapa malah tuan yang marah " Lanjutnya.


" Untuk apa merasa bersalah ? Kamu justru senang kan kekasihmu itu datang dan mengantarmu pulang. "


" Mas Gilang bukan kekasihku tuan ."


" Heh " Balas Alfian tak percaya.


" Aku ingatkan yang terakhir kalinya. Terserah kamu mau punya hubungan dengan siapapun . Asalkan jaga baik nama keluarga ku. Kamu harus ingat , keluarga ku sudah begitu baik kepadamu." Kata Alfian.


Sandra terdiam tidak bisa membantah sedikit pun karena memang benar keluarga Alfian sudah sangat baik kepadanya. Tapi Sandra juga tidak menginginkan pernikahan ini. Dia ingin hidupnya kembali seperti kemarin. Bebas berteman dan bergaul dengan siapa saja.


" Tuan..."


" Kenapa Tuan tidak membatalkan pernikahan ini saja ... " Bujuk Sandra takut.


" Mau tau alasannya ? " Balas Alfian cepat.


" Karena aku tidak ingin melihatmu bahagia . " Lanjut Alfian.


" Kenapa Tuan berbuat begitu ? Sebenci itukah tuan kepada ku ? Apa salahku ? Jika tuan menggagalkan pernikahan ini tuan bisa balikan dan menikah dengan mantan tuan yang cantik itu. Dan saya bisa melanjutkan hidup seperti yang saya mau tanpa rasa bersalah kepada almarhum bapak dan kepada ibu. Kenapa Tuan mau menikah dengan ku ?


" Karena saya tertarik . "


" Tertarik ? " pikir Sandra bingung.


" Iya . "


" Maksudnya ? Tertarik dengan saya ? " Tanya Sandra kaget.


" Jangan besar kepala , aku bukan tertarik kepada mu , mana mungkin. Aku hanya ingin tau apa yang akan Gilang lakukan jika orang yang dia suka aku rebut aku jadikan istri dan aku siksa semauku. "


" Kenapa tuan sejahat itu ? Bukankah mas Gilang juga sahabat tuan ? " Tanya Sandra mulai berkaca-kaca.


" Karena dia yang memulainya. Dia yang mengibarkan bendera perang kepadaku. Jika saja saat itu dia bertanya baik-baik tanpa langsung memukul ku mungkin saja aku bisa membantunya mendapatkan mu. "


" Memukul ? Mas Gilang memukul tuan ? Tidak mungkin tuan . "


" Terserah. Intinya aku tertarik melanjutkan pernikahan ini seperti kataku kemarin, akan aku siapkan neraka untuk mu. Jangan bermimpi kamu akan hidup bahagia setelah menikah dengan ku. Daaannn .. Aku mau kembali atau tidak dengan mantanku itu bukan urusan mu. Jangan pernah ikut campur urusan ku atau kamu dalam masalah besar ! " Ancam Alfian.


Sandra yang mendengar langsung kata-kata itu tak kuasa menahan air matanya.


" Pernikahan bukan mainan tuan. " Ucap Sandra getir. Dia tidak bisa membayangkan pernikahan seperti apa yang akan dia jalani.


" Terserah ! " Balas Alfian dengan senyum kemenangan.


Sisa perjalanan mereka lalui dengan pikiran masing-masing. Sandra tak berniat lagi bertanya apapun. Kini dia tahu alasan Tuan Alfian setuju menikah dengan dirinya karena ingin menyiksanya. Tidak ingin dia hidup bahagia.


" Ya Tuhan , sebanyak itukah dosaku hingga Kau menghukum ku seperti ini ?. " Rintih Sandra. Tangisnya pecah meski tanpa suara.


Alfian sama sekali tidak perduli melihat Sandra menangis. Justru hatinya puas bisa membuat gadis itu menangis .

__ADS_1


" Ini balasan karena kamu suka membantah dan menantang ku . " Batin Alfian senang .


__ADS_2