Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Hari yang Melelahkan


__ADS_3

Bu Henny menghampiri Sandra yang sedang merapikan dan mengelap meja pelanggan.


" San, bikinin kopi untuk tuan muda " Kata Bu Henny.


" Tu tu tuan muda.... " Sandra tergagap bingung.


" Iya, hari ini beliau berangkat sangat pagi, karena yang lain sedang sibuk dibelakang kamu saja yang buatin kopi" Jelas Bu Henny.


"Tapi Bu..... , Sandra takut ! " Ucap Sandra polos.


Bu Henny menatap Sandra dengan gemas.


" Takut kenapa !? "


"Ehh anu ehh.... itu "


"Eh anu eh anu ,bicara yang jelas ! "Bentak Bu Henny.


" Sandra takut Bu, kemarin kan tuan marah sama saya, kalau saya dipecat gimana..." Sandra menjawab dengan khawatir.


" Gak usah takut,tuan muda aslinya baik kok, justru ini kesempatan baik buat kamu untuk berterima kasih pada beliau" Ujar Bu Henny.


" Eeehh tapi....." Sandra masih terdengar ragu.


" Sandra apalagi,???? apa kamu mau berdebat terus ? mau saya pecat ??!! " Bu Henny sudah mulai kehilangan kesabarannya.


"Suruh bikin kopi aja kok berbelit-belit !"


"Ba ba... baik bu... " Sandra mengangguk ketakutan. Bukan takut pada Bu Henny ,tapi takut dengan ancamannya, Sandra takut jika dia benar-benar akan memecatnya. Hal itu tidak boleh terjadi.


Dengan perasaan campur aduk Sandra berjalan ke dapur restoran. Sesaat kemudian Sandra berhenti dan berbalik menatap Bu Henny.


" Maaf Bu..... kopinya kopi susu atau kopi hitam ? " Tanya Sandra.


"Kopi hitam,tuan tidak suka kopi susu... " Jelas Bu Henny.


" Eehhm ya... ehh ,,, uhm kopinya manis atau pahit Bu ? "


Sandra benar-benar tidak tahu kopi seperti apa kesukaan tuannya itu,dia tidak ingin melakukan kesalahan lagi.


"Kopi manis sandra, tapi jangan terlalu manis,kasih satu sendok teh saja" Jawab Henny mulai tidak sabar.


Sandra manggut-manggut.


"Baik Bu, terus kopinya ..............."


" Sandra.... !!!!! cepat bikinin atau kamu saya pecat ! " Bentak Bu Henny.


Mendengar teriakan Bu Henny, Sandra ngibrit berlari meninggalkan kepala pelayan itu sebelum marahnya menjadi kenyataan.


Sandra menyeduh kopi hitam dan menuangkan satu sendok gula seperti yang dikatakan Bu Henny.


"Namanya juga tidak tahu,kan wajar kalau nanya , kenapa jadi marah-marah ,, aneh" Gerutu Sandra.


Sandra mengambil nampan dan segera naik ke lantai tiga dimana bosnya itu berada.


Sandra gugup sekali, bayangan yang tidak-tidak terlintas dibenaknya .


"Haduh Sandra.,, mengkhayalnya nanti saja dong,, tenang ,cuma mengantarkan kopi dan kembali bekerja " Batin Sandra.


Tok tok tok... Sandra mengetuk pintu ruang kerja bosnya.


Tak ada sahutan dari dalam.


Sandra mendorong pintunya sedikit, pintu tidak dikunci.Sandra mengintip dari luar, dia melayangkan pandangannya ke seluruh ruangan. Tak ada orang, mungkin ini kesempatan baginya. Tinggal taruh kopi diatas meja lalu pergi, dengan begitu dia tidak perlu berhadapan dengan bosnya.


Sandra memberanikan diri , dia bergegas masuk kedalam ruangan,menaruh kopi diatas meja kerja dan berbalik hendak keluar ketika pintu kamar mandi terbuka.


Praaanggg.....!!!!!


Nampan yang dibawa Sandra terjatuh.


Seketika wajah Sandra menjadi pucat, dadanya berdetak begitu kencang hingga takut terdengar orang lain. Keringat dingin bermunculan di seluruh tubuhnya.


" Kamu !! " Bentak Tuan Alfian.


Deg .......


" Tidak ,, bagaimana ini... Tuhan ,tolong aku .. ! " Batin Sandra.


"Heh, tidak dengar ya !!! " Hardik laki-laki itu yang ia ketahui adalah Alfian bossnya. Tuan muda yang kemarin hampir saja memecatnya.


"Eeeeheehee ,tu tuan .... " Sandra berusaha tersenyum.

__ADS_1


Alfian tak bergeming, raut marah dan tidak suka terlihat diwajahnya.


"Aaa..anu, tuuttuuannn, anu..... " Sandra tergagap karena gugup.


"Bicara yang jelas !" Bentak Alfian.


Sandra terhentak, jantungnya terasa hampir copot. Dia sendiri juga kesal, kenapa dia selalu gagap jika ketakutan.


"Sasasaya me .... mengantarkan kopi tuan, ya kopi ! " Kata Sandra kemudian dengan cepat mengambil nampan yang tadi terjatuh.


Alfian melirik kopi diatas mejanya ,lalu kembali menatap Sandra dengan sinis dan curiga.


"Lalu kenapa kamu mengendap ngendap seperti pencuri ?! " Alfian tetap bertanya dengan nada tinggi.


" Sa sa saya keburu ttuan,saya tidak mencuri,saya bukan pencuri,sa saya hanya ingin segera kembali bekerja, Bu Henny me me menunggu saya dibawah " Jelas Sandra.


Maafkan aku Tuhan, aku tidak berniat berbohong ucap Sandra dalam hati.


Alfian tidak begitu percaya , matanya masih terus menyelidik. Dia ingat betul bahwa gadis ini adalah gadis yang ditolong Henny kemarin, tanpa sengaja tadi dia juga melihat kedatangan gadis ini yang sedang memarkir sepeda motornya dan terseok-seok membawa tas berat masuk kedalam restoran, entah apa yang dibawa gadis udik itu.


"Permisi ttuan, saya kembali bekerja ... " Ucap Sandra dan berbalik.


" Tunggu !! " ucap Alfian ketus.


Deg deg deg sepertinya tidak akan mudah keluar dari ruangan ini, fikir Sandra.


"Iii iya ..... tuan ...,"


" Kamu gadis yang kemarin kan, yang bikin moodku rusak seharian ! " Kata Alfian


"Maa af tuan, maafkan saya.... "


"Hem sepertinya seru juga ngerjain gadis udik ini." Batin Alfian.


"Hmz, " sambil memasukkan tangannya ke kedua saku celananya.


"Bereskan ruangan ini, banyak barang-barang yang harus dibuang dan dirapikan,aku ingin ruangan tempat kerjaku seperti yang ku mau ,rapi ,bersih dan wangi !! "


"Ba baik tuan .... " Sandra pun menuruti perintah bosnya.


Terserah apa yang bosnya pikir yang penting tidak dipecat .


Sandra mulai membenahi ruangan itu, dia mengambil berkas-berkas yang sudah tidak terpakai dan menata berkas-berkas yang baru. Sandra menyapu ,mengepel dan mengelap semua bagian ruangan itu hingga bersih. Alfian terus saja mengawasinya dari balik meja kerjanya. Dia sengaja menyuruh Sandra mengulang pekerjaannya , mencari-cari kesalahan agar gadis itu tidak selesai dengan tugasnya. Berharap Sandra kesal, dan tidak betah bekerja disana.


Sandra hendak berdiri dan pamit sebentar, namun tanpa melihatnya Alfian berdiri dari meja kerjanya.


" Selesaikan pekerjaan mu dan jangan keluar sampai semua beres ! " Ucapnya dan bergegas keluar dari ruangan itu .


Dengan sedih Sandra kembali merapikan buku dan berkas-berkas yang ada di rak besar sambil mengusap setiap inci bagian rak dan buku itu supaya benar-benar bersih dari debu. Sandra tau jika sebenarnya boss mudanya itu sedang mengerjainya. Sudah empat kali Sandra mengulang pekerjaan itu ,namun Alfian terus menyuruhnya mengulang lagi dengan alasan masih kotor dan berdebu.


Sandra pasrah dan berusaha menahan rasa laparnya. Dalam hati dia mengutuk bosnya itu. Sambil bekerja Sandra membayangkan makanan enak yang akan dia makan setelah keluar dari ruangan itu,tapi perutnya malah semakin keroncongan.


Setengah jam kemudian Alfian kembali memasuki ruangan, dingin tanpa sepatah katapun.Kembali duduk di kursinya dan mulai sibuk lagi dengan laptopnya.


Sandra bangkit, berusaha menahan sakit dipunggungnya..


Dengan perasaan takut dia berusaha memberanikan diri berbicara.


"Tuan,, sudah selesai." kata Sandra lemas.


Alfian melirik pekerjaan Sandra , tanpa perlu diperiksa Alfian tau sebenarnya semua sudah beres dan benar-benar rapi dan bersih.


" Pindah ke kamar mandi dan bersihkan dengan benar, ganti pengharum ruangan dengan yang baru." Alfian berbicara ketus sambil tetap menatap layar laptopnya.


" Hahh .... ??? ehh upss,, maaf ,baik tuan.."


Nyebelin sekali sih bosnya ini ?? Sudah ada petugas kusus yang membersihkan kamar mandi, kenapa harus dia ?


Tangan dan punggungnya sudah terasa pegal dan kebas. Ahh lagi-lagi,nasip pesuruh ya begini ini . Sandra terus menggerutu sambil menyikat lantai kamar mandi yang masih bersih itu. Dia sangat kesal dengan perlakuan bosnya.


Dua jam kemudian Sandra keluar dari kamar mandi, memastikan bahwa setiap inci benda disana sudah bersih mengkilat, Sandra pasrah , rasa laparnya sudah tidak bisa dia kendalikan lagi. Dia butuh air dan makanan.


Sandra mendekat ke arah bosnya.


"Sudah beres tuan. " Suara Sandra sudah terdengar sangat lemas.


Alfian mendongak sebentar dan kembali sibuk dengan aktivitasnya.


" Kembali ke bawah dan kerja dengan benar !" Bentak Alfian.


Seperti mendapatkan udara bebas ,Sandra langsung permisi dan meninggalkan ruangan bosnya.


"Kamu ngapain aja di ruangan tuan muda,? " tanya Syefa teman kerjanya.

__ADS_1


Sandra tak mempedulikan pertanyaan temannya itu, dia sibuk memakan nasi dengan lauk sepiring penuh , mulutnya penuh dengan makanan. Rasa lapar yang teramat sangat membuatnya lupa dengan sekelilingnya.


" Heh, pelan-pelan dong makannya,keselek tau rasa lo !"


Uhuk uhuk.... uhuk uhuk !!!


" Tuh kan, baru juga dibilangin " Lanjut Syefa sambil mengambil air minum untuk Sandra. Sandra meneguk sampai habis air mineral pemberian Syefa dan berusaha mengatur kembali nafasnya.


" Huhh, gi*a ...!! Itu orang kejem banget ya, mentang-mentang dia yang punya restoran seenaknya saja menyuruh orang " Geram Sandra.


" Lhahh lo anak,,,, kita disini kan emang kerjanya disuruh-suruh ?! " Ucap Syefa.


" Kamu fa, coba bayangin dari pagi tadi sampai sekarang menjelang sore aku disuruh bersihin ruangan boss sombong itu , dia sengaja tau menyuruh aku ngulang terus bersihin itu ruangan ,itu orang pendendam kayanya. Sakit semua badan ku." Gerutu Sandra.


"Hmmm, capek tapi seneng kan ,bisa berada satu ruangan sama boss ganteng , ?? hehe " Goda Syefa.


"Apaan sih fa, ganteng tapi judes,sombong , pendendam kek begitu , gak deh ,serem.... " Ucap Sandra bergidik.


"Ah lo San, hari gini mah yang penting duitnya,mau kaya apa orangnya asal kaya banyak duit siapa yang bisa nolak, aku aja mau ,hehe " Lanjut Syefa.


" Ya udah sana deketin itu boss killer, aku sih ogah ya, biar jelek aku pengen punya cowok yang baik, yang perhatian sama aku, gak yang serem kaya begitu , hahahaha......" Tawa Sandra.


" St stttt stttt " Syefa mengisyaratkan Sandra untuk diam, tapi Sandra tidak menghiraukannya ,dia asyik tertawa sampai tidak menyadari kehadiran Alfian dibelakangnya. Syefa menunduk takut dan diam seribu bahasa.


"Kamu kenapa sih, aneh banget, tadi cerewet sekarang penakut ,diem gitu ..kaya ada boss sombong itu saja " Sandra masih belum menyadari kehadiran Alfian.


"Ehem ,,,!!! "


Sebuah suara berat dan ketus terdengar dari belakang Sandra, Sandra menengok dan tersedak lagi, makanan yang baru saja dia lahap berhamburan mengenai jas pemilik suara itu.


"uhuk uhuk.... ttuan...uhuk uhuk" Sandra sangat terkejut.


" Sandra, gue ambilin minum lagi ya " Kata Syefa dan dia berlari meninggalkan Sandra bersama Alfian.


Sandra tau itu hanya alasan saja untuk menyelamatkan diri.


"Sial"


" Ttuuan, ttuan sejak kapan disini ? eh ada yang bisa saya bantu lagi tuan, ? kopi ?? apa tuan mau saya buatkan kopi lagi ?? " Bujuk Sandra.


Dia yakin bosnya sudah mendengar semua perkataannya tadi.


"Mati Sandraaaa ,mulut oh mulut ," batin Sandra salah tingkah.


Alfian melotot melihat jasnya penuh semburan nasi. Dia segera melepas ias itu dan melemparkannya ke wajah Sandra.


" Cuci hingga bersih dan sepulang kerja nanti bersihkan seluruh ruangan restoran ini " ini peringatan pertama dan terakhir buat kamu !" Alfian membuang muka dan pergi dengan kemarahan, terlihat jelas dari raut wajah dan kepalan tangannya.


" Bisa-bisanya gadis udik kampungan seperti dia berkata


seperti itu tentang aku, kurang ajar cari masalah itu anak ! " Alfian membuka pintu mobil yang sudah disiapkan security dan bergegas melajukan mobilnya meninggalkan restoran bintang lima itu.


Jam kerja telah berakhir, tidak ada sistem shift di restoran itu. Jika mereka bekerja lebih dari jam empat sore maka sudah dihitung masuk lembur. jam menunjukkan pukul 22.00 malam , hari ini restoran sangat rame. Semua pekerja sudah siap berkemas dan pulang, ada yang pulang sendiri ada juga yang dijemput kekasihnya.


Sandra menatap semua temannya dengan sedih. Sebenarnya mereka juga kasihan dengan Sandra, tapi mau gimana lagi mereka takut Tuan Alfian marah jika tau mereka membantu Sandra.


Setelah mengirim pesan kepada Nurul dan memberi tahu jika dia akan terlambat datang Sandra segera mengambil peralatan sapu dan pel,dan mengerjakan perintah Alfian.


Sandra bekerja sambil menangis, ternyata bekerja untuk mendapatkan uang tidaklah mudah, pikirannya melayang kepada kedua orang tuanya.


" Kasian mereka,selama ini aku hanya sering menuntut dan meminta, maaf kan Sandra bapak,ibu .. maafkan Sandra, Sandra janji mulai saat ini Sandra akan membahagiakan kalian " ucap Sandra terisak-isak.


Malam semakin larut ketika Sandra sudah menyelesaikan semua tugasnya. Saatnya pulang. Sandra bergegas meninggalkan restoran itu dan pergi ke alamat kos yang dikirim Nurul. Tidak sulit menemukannya karena Nurul memilih tempat kos tak jauh dari kampusnya.


Sandra sangat lelah, hari ini dia benar-benar menguras semua tenaganya.


Dia ingin segera tidur merebahkan tubuhnya yang lelah.


Nurul sudah menunggu di depan pintu kos , setelah memarkirkan sepeda motornya ke tempat yang aman, Nurul memberinya sebuah kunci untuknya.


" Inih,,, ini kunci kamar kos kamu, kita akan jadi tetangga terus karena kamar kita bersebelahan ,, haha... ah Sandra aku senang sekali bisa bertemu dan akan sering bertemu lagi. aku pusing dengan kuliahku, kuliah tak semudah dan tak seindah yang kubayangkan." Ucap Nurul sambil merangkul bahu sahabatnya.


Sandra tersenyum masam, bukan karena tidak suka mendengar perkataan sahabatnya.Tapi karena rasa lelah kantuk dan lapar yang menyerang membuat Sandra tak begitu fokus mendengar Nurul. Nurul pun memahi hal itu.


" San, are you okay ???" tanya Nurul


Sandra mengangkat kedua bahunya dan membuang nafas dengan kasar seolah mengisyaratkan keadaannya,dan hanya membalas merangkul Nurul dan berjalan menuju kamar.


"Ah oke sepertinya kamu butuh istirahat, ayo masuk akan kubuatkan mie instan dan teh panas, setelah itu tidurlah, kamu pasti sangat lelah" Ujar Nurul.


Sandra menuruti apapun yang dikatakan Nurul, setelah makan Sandra langsung tertidur dikamar Nurul. Nurul memandang sahabatnya dengan kasihan.


" Mungkin hari ini hari yang melelahkan buatmu,tidur dan beristirahatlah" Nurul berbicara sambil menyelimuti Sandra. Nurul mengambil tas bawaan Sandra, memasukkannya kedalam kamarnya dulu setelah itu ikut tidur disamping Sandra.Mereka tidur bersama saling berpelukan layaknya kakak dan adik.

__ADS_1


__ADS_2