Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Mendung di hari cerah.


__ADS_3

Pagi itu Sandra bangun lebih awal . Berbenah dan berkemas, sudah tidak sabar ingin segera pulang dan bertemu bapak ibunya . Entah kenapa dari tadi ada perasaan tidak enak didalam hatinya.


" Siaallll , ih ... gara-gara Gilang aku harus ke restoran dulu . Sepeda motorku kan ada disana. ! " Umpat Sandra.


Selesai mandi dan sarapan Sandra segera keluar kamar, dilihatnya pintu samping berniat pamit kepada sahabatnya .


"Sudah terkunci, mungkin sang empunya ada kuliah pagi kali ya. Ya udah deh nanti aku pamit lewat wa saja. "Batin Sandra.


Sampai di depan gerbang Sandra menoleh mencari ojek online yang sudah dia pesan terlebih dahulu.


" Aduh , ! " Pekik Sandra . Kakinya tidak sengaja menabrak batu di depannya.


" Hati-hati neng." Kata bang ojek.


" Eh iya bang, buru-buru soalnya. Buruan ya bang anterin saya ke Jaya resto. " Ucap Sandra.


" Siap neng ." Jawab si abang.


Setelah menempuh waktu kurang dari tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai di restoran.


Setelah mengembalikan helm dan membayar ongkos kepada Abang ojek, Sandra langsung bergegas ke tempat parkir mencari sepeda motornya.


Di tempat parkir Sandra berpapasan dengan Gilang yang ternyata juga datang lebih pagi.


Gilang tersenyum kaku dan mencoba menyapanya terlebih dahulu.


Entah kenapa ada rasa canggung di antara keduanya apa lagi Gilang, dia sadar sudah membuat kesalahan besar.


Sebenarnya Sandra masih marah dan malu, namun semalam dia berpikir mungkin saja apa yang Nurul katakan ada benarnya. Lagi pula masalah di pinggir lapangan kemarin juga bukan murni kesalahan Gilang, dia juga tidak sengaja.

__ADS_1


Memberi kesempatan. Itulah yang akhirnya Sandra putuskan untuk Gilang. Memberi kesempatan agar dia bisa memperbaiki kesalahannya dan berharap Gilang bisa membuatnya memaafkan kesalahan yang telah dia lakukan padanya.


" Sandra ? Kok kesini bukanya hari ini kamu libur ? " Tanya Gilang basa basi. Sebenarnya dia tahu kalau Sandra pasti akan datang mengambil sepeda motornya.


" Tuh .... " Jawab Sandra singkat sambil menunjuk ke arah sepeda motornya.


" Ooh... ,, " Jawab Gilang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ehem ehemm.... kayaknya ada yang gagal nih ." Ucap Syefa tiba-tiba.


Gilang melotot ke arah Syefa. " Dasar ni anak, awas ya ! " Batin Gilang.


Dia kesal karena saat ini dia tidak bisa membalas ejekan dari Syefa. Terlebih saat ini dia gugup dan salah tingkah bertemu Sandra, takut Sandra masih marah kepadanya. Hatinya berdebar-debar hanya dengan melihat Sandra.


Sandra hanya diam saja tidak menanggapi. Dia melangkah menuju sepeda motornya. Saat hendak memindahkan sepeda motornya, handphone di dalam tasnya berbunyi.


Sandra merogoh handphone di dalam tasnya , dahinya berkerut ketika melihat siapa yang menelponnya pagi-pagi.


" Ya bi ? Ada apa ?" Tanya Sandra lembut. Dia heran kenapa ibunya Nurul menelponnya sambil menangis histeris.


" Apa !!! Gak mungkin bi !! " Teriak Sandra begitu mendengar kata dari Bi Nani. Tanpa sadar air mata mengalir begitu saja.


" Bapakkkk !! " Jerit Sandra kemudian . Tubuhnya tiba-tiba terasa lemas , keringat dingin bermunculan ditubuhnya,, dadanya terasa sesak, dia jatuh terduduk lunglai dan mulai berteriak histeris.


Syefa dan Gilang segera menghampiri Sandra dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi.


" Sandra Kenapa ? Ada aa... apa ? " Tanya Syefa lirih. Baru kali ini dia melihat Sandra serapuh dan sehisteris itu. Biasanya meski di marahi atau dihina oleh Bu Henny atau Tuan Alfian dia tidak pernah melihat nya sekalipun menangis.


" Bapak Ra, bapakku ... " Ucap Sandra terputus disela Isak tangisnya.

__ADS_1


Tanpa melanjutkan perkataannya Syefa tau apa yang terjadi. Dipeluknya Sandra , di elus pundaknya, dan berusaha menenangkan temannya.


" Ayo, ! " Ajak Gilang yang dari tadi hanya diam.


" Masuk ke mobil , aku akan mengantarmu pulang ! " Lanjut Gilang segera bergegas .


Sandra yang panik harus bagaimana, langsung mengangguk . Dengan dibantu Syefa dia berjalan dan masuk ke dalam mobil Gilang.


" Tunggu sebentar, aku ikut. Aku izin Bu Henny dan mengambil tasku sebentar " Kata Syefa.


Gilang menganggukkan kepalanya. Dan masuk ke dalam mobil di belakang kemudi. Sandra terus saja menangis terisak-isak. Gilang kasian sekali melihat Sandra menangis seperti itu. Ingin rasanya memeluknya, namun itu tidak mungkin terjadi. Saat ini Sandra pasti masih marah padanya.


Tak lama kemudian Syefa kembali berlari kecil dan masuk ke dalam mobil duduk di samping Sandra, kemudian mobil mereka segera berangkat menuju rumah Sandra.


Selama perjalanan, Sandra terus menangis sambil menyebut ayahnya. Kenangan manis saat suka dan duka serta nasehat - nasehat dari ayahnya muncul dan menyayat hatinya.


Sampai detik inipun dia masih belum percaya jika ayahnya telah pergi untuk selamanya. Dia berharap Bibi Nani hanya mengerjainya atau berbohong agar Sandra pulang.


" Bapak, maafin Sandra ...,maafin Sandra ." Isak Sandra.


Syefa terus berusaha menenangkan Sandra meskipun percuma. Sandra terus dan terus menangis .


Bagi Sandra Pak Imam adalah bapak terbaik , bapak yang selalu menyayangi istri dan putrinya melebihi apapun. Saat dalam kesusahan Pak Imam selalu minta maaf kepada Sandra dan ibunya karena merasa belum bisa membahagiakan keluarganya. Meski hidup susah Pak Imam selalu berusaha mewujudkan apapun keinginan Sandra semampunya. Pak Imam selalu bekerja keras dan tidak pernah mengeluh meski bekerja dalam kondisi tidak sehat. Pak Imam sangat menyayangi dan memanjakan Sandra sehingga hal itulah yang membuat dirinya terkadang keras kepala dan egois.


Perjalanan pulang kali ini terasa sangat lama bagi Sandra. Dia ingin segera sampai rumahnya , ingin segera memeluk mencium bapak ibu yang dia sayangi. Menangis dan berdoa ,berharap keajaiban terjadi, berharap saat ini dia sedang bermimpi . Berharap ini tidaklah nyata.


Mobil terus melaju , Syefa dan Gilang terlihat sama sedihnya , bingung bagaimana caranya mau menghibur dan menenangkan Sandra. Akhirnya mereka memilih diam dan mendengarkan isak tangis Sandra yang menyayat hati. Mereka memaklumi apa yang Sandra lakukan saat ini. Dengan menangis mungkin itu cara Sandra meluapkan kesedihannya. Menyakitkan memang ketika kita kehilangan orang yang sangat kita sayangi.


Sedangkan di belakang mereka, ada sebuah mobil berwarna hitam metalik yang melaju mengikuti mereka. Mobil itu adalah mobil Alfian. Ya setelah tadi Syefa berpamitan ,Bu Henny segera memberi tahu Tuan Alfian. Sudah sepatutnya mereka ikut

__ADS_1


berbela sungkawa jika ada karyawan nya yang sedang tertimpa musibah. Karena memang sudah peraturan di restoran itu juga. Untuk itu , meski terpaksa Alfian akhirnya mau mengikuti permintaan Bu Henny yang mengajaknya bertakziah ke rumah Sandra. Dan selama di tinggal pergi, urusan restoran mereka serahkan kepada kepala koki.


Mobil melaju semakin cepat , Hari itu hari yang sangat berat untuk Sandra, kejutan yang sangat menyakitkan untuknya . Masalah demi masalah bertubi-tubi datang ke dalam hidupnya , namun Sandra tidak menyangka jika hari ini dia kehilangan ayah yang sangat dia cintai. Langit yang cerah tiba-tiba berubah menjadi mendung yang gelap. Semendung hati Sandra saat ini.


__ADS_2