Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Dasar Gadis Udik !


__ADS_3

Selesai mandi untuk yang kedua kalinya, Alfian keluar dari kamar. Dia berniat mencari Sandra yang tidak kembali juga ke dalam kamar.


"Mungkin di kamar ibunya. Jangan sampai dia bikin gara-gara !" Gumamnya.


Tok tok tok....


Alfian mengetuk pintu kamar ibu mertuanya begitu sampai. Tak berselang lama pintu terbuka dari dalam.


" Tuan Al ? " Tanya Nurul keheranan.


" Saya mencari Sandra." Ucap Alfian datar.


" Sandra ?? Bukankah seharusnya dia di kamar bersama anda ?" Nurul balik bertanya.


" Siapa Rul ?" Tanya seseorang dari dalam.


" Bukan siapa-siapa, sebentar bu !" Jawab Nurul berbohong. Dia cemas Sandra melakukan hal yang bodoh.


" Kalian tidak sedang bertengkar kan ? " Nurul bertanya sambil berbisik,takut Bu Lastri dan ibunya mendengar.


" Tentu saja tidak !" Bantah Alfian.


" Syukurlah. Lalu bagaimana anda bisa kehilangan Sandra ? " Nurul terlihat lega lalu mengamati penampilan Alfian yang terlihat segar dengan rambutnya yang masih sedikit basah.


" Ops... Jangan bilang kalian sudaaahhh.... ? " Nurul menutup mulutnya terkejut.


Kalau tidak ada ya sudah, permisi !" Potong Alfian cepat. Dia yakin sahabat dari istrinya itu sudah berfikir yang tidak-tidak.


" Aaaa Sandraaa.... tidak ku sangka kamu luluh semudah itu." Nurul histeris sendiri di depan pintu.


Alfian yang berjalan belum jauh dari sana, masih sempat mendengar perkataan Nurul barusan.


" Dasar gadis-gadis kampung. Mereka sama anehnya. Pantas mereka bersahabat !" Gerutu Alfian.


" Kemana perginya gadis itu ! Kalau bukan di tempat ibunya, lalu kemana? Neta... Ya, gadis itu sudah sangat akrab dengannya. Mungkin dia berada di sana sekarang." Batin Alfian kemudian berbelok menuju kamar adiknya.


Tidak terlalu jauh dari kamar mertuanya. Alfian akhirnya sampai di kamar adik perempuannya.


Tok....tok ...tok ..


Alfian mengetuk pintu kamar adiknya. Tidak ada sahutan. Alfian kembali mengetuk pintu itu. Baru setelah mengetuk berkali-kali pintu itu terbuka.


" Huuahm... ya ada apa ? Ehm.. kakak ? " Tanya Neta sambil menguap. Dia mengucek kedua matanya agar terlihat jelas.


" Ganggu orang tidur saja !" Keluh Neta.


" Sandra di sini ? " Tanya Alfian sebelum Neta sempat bertanya lagi. Dia celingukan ke dalam kamar adiknya itu.


Neta menggelengkan kepalanya. Alfian terlihat kecewa.

__ADS_1


" Ya sudah,balik tidur gih ." Pinta sang kakak.


" Kakak bertengkar ?" Tanya gadis itu.


" Tidak, kakak mencarinya ... karena dia tidak ada setelah kakak tinggal mandi lagi. " Ucap Alfian menjelaskan. Dia heran kenapa semua orang menganggapnya bertengkar dengan Sandra.


"Awas saja kalau ketemu! " Alfian berucap dalam hati.


" Ohh .. kirain... What... Mandi lagi !?? Jadi kakak dan kak Sandra sudah......??" Mata Neta yang tadi terlihat sayu dan mengantuk kini terlihat melotot karena terkejut. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu kemudian tersenyum malu-malu.


" Masih kecil, jangan berfikir yang aneh-aneh !" Potong Alfian lagi.


Neta cengengesan. "Cieee kakak... Udah gak bujang beneran deh ... " Godanya kemudian.


" Ssttt.... diam ... sana balik tidur... " Alfian mendorong adiknya masuk ke dalam kamar.


" Iya iya...sabar kak ! " Ucap Neta.


"Cieee yang abis belah duren..... " Goda Neta lagi sebelum benar-benar masuk dan menutup pintunya.


" Hsssh ... ! Dasar anak nakal !" Ucap Alfian kesal. Kemudian tersenyum - senyum sendiri ,hingga akhirnya tersadar jika dia masih berdiri di depan pintu kamar adiknya dan belum menemukan Sandra.


Alfian terus mencari Sandra hingga akhirnya dia menemukan gadis itu tengah asik makan ice cream di lobby hotel.


" Kamu dari mana saja ! " Bentak Alfian.


" Kamu saja yang kagetan. " Bentak Alfian !


" Siapa yang menyuruhmu kesini dan makan ice cream tengah malam begini.. Hah ?!" Hardik Alfian lagi.


" Aku sendiri ! " Jawab Sandra ketus.


" Ayo balik ke kamar !" Tanpa aba-aba Alfian menarik lengan Sandra dan menyeretnya kembali ke dalam kamar.


" Tuan , lepas... Nanti ice cream nya jatuh. " Teriak Sandra.


Namun Alfian tak memperdulikannya. Alfian terus menarik lengan Sandra,lalu mendorongnya masuk ke dalam lift dan kembali ke kamar mereka.


" Aduh sakit tau ! Lepas .... " Sandra berteriak setelah mereka masuk ke dalam kamar.


Alfian menghempaskan tangan Sandra.


" Sshhh...... Mas bisa gak sih gak usah kasar ! " Ucap Sandra sambil mengelus tangannya yang sakit.


" Siapa suruh tengah malam begini berkeliaran ! " Ujar Alfian.


" Tadi, tadi aku hanya makan ice cream saja mas.. " Sandra membela diri.


" Sudahlah , aku ngantuk ! Ingat !! Tanpa seizinku ,jangan keluar lagi dari kamar ! " Kemudian Alfian melangkah menuju ranjang dan merebahkan dirinya.

__ADS_1


Sandra mengikutinya dari belakang.


" Tuan, saya tidur di mana ?" Tanya Sandra bingung.


" Terserah... ! " Balas Alfian sambil mematikan lampu menggunakan remote otomatis kemudian menutup kedua matanya.


" Tuan, saya tidak bisa tidur kalau gelap !" Protes Sandra .


" Aku justru tidak bisa tidur dengan lampu menyala ! " Jawab Alfian lagi.


" Ck... Lalu aku gimana tuan !?" Desak Sandra.


" Kamu takut gelap ? Tidur dengan ku saja kalau begitu !" Balas Alfian kesal.


" Tuan justru lebih menakutkan dari gelap !" Ucap Sandra marah, kemudian pergi ke sofa. Sandra menyingkirkan kembali kado-kado yang tadi dia tata di atas sofa panjang itu. Kemudian menaruhnya di atas karpet yang terbentang di kamar itu.


Sandra mendekati Alfian. Lalu berdiri di samping ranjang tempat Alfian tidur.


" Tuan ,minta gulingnya , di lemari tidak ada bantal guling yang lain !" Kata Sandra meminta.


" Ck .Sial ...!! Bisa diem gak ! Ganggu orang tidur saja ! " Balas Alfian yang hampir terlelap , dia terlihat sangat kesal.


"Ambil ini ! " Sentak Alfian.Dia melemparkan guling ke muka Sandra. Untung Sandra bisa mengelak lemparan itu.


" Tuan, di lemari juga tidak ada selimut lagi . Aku lihat hanya baju-baju semua. Boleh... tidak jika ...."


" Jangan harap ! Ini selimut ku !" Potong Alfian.


" Bukan, bukan begitu tuan.... Maksud ku ... boleh tidak jika AC nya di matikan saja ? Aku masih bisa tidur jika gelap meskipun tidak suka, tapi kalau tidur dengan suhu yang dingin tanpa selimut , saya tidak bisa tidur tuan ... Jangankan tidur,bernafas pun akan kesulitan. Tolong tuan." Jelas Sandra memohon.


" Ck , itu deritamu ! Apa peduliku ?! Terserah kamu bisa tidur atau tidak. Pergi sana. Awas ganggu lagi !" Usir Alfian.


Sandra terlihat lesu mendengarnya. Langkahnya gontai menuju sofa panjang yang sudah dia rapikan.


Kemudian Sandra duduk melamun di sofa panjang itu. Semakin lama terdengar isakan lirih dari bibir nya.


" Kamu harus terbiasa dengan semua ini Sandra. " Batin Sandra nelangsa.


Sedangkan Alfian yang sudah hilang kantuknya gara-gara Sandra. Berdecak kesal mendengar isakan Sandra.


" Entah apa yang membuat Gilang tergila-gila dengan gadis kecil ini. Padahal dia masih begitu kekanakan dan cengeng ! Aku rasa Gilang sudah buta karena cinta ! " Ucap Alfian di hati.


Malam semakin larut, udara semakin dingin. Gelap dan sepi. Sandra meringkuk kedinginan di sofa itu. Air matanya terus mengalir mengingat yang telah terjadi. Pupus sudah kini harapannya dengan Gilang. Dia mengingat bagaimana pria itu menatapnya dengan sedih. Sandra bisa merasakan kekecewaan Gilang yang tak mengucapkan sepatah kata pun kepada dirinya saat melewatinya tadi.Cinta yang baru tumbuh untuk laki-laki itu terpaksa harus dia kubur dalam-dalam karena tidak mungkin juga mereka bisa bersama. Kini status Sandra sudah jelas. Dia tidak boleh terus-terusan memberikan harapan kepada laki-laki yang selama ini begitu baik kepadanya. Sandra takut Gilang hanya akan semakin terluka.


" Maafin Sandra ... Semoga mas Gilang segera mendapatkan perempuan lain yang lebih baik dari Sandra. Sandra doakan semoga Mas Gilang bahagia. " Ratap Sandra di sela-sela isak tangisnya.


" Menangisi Gilang ?! Jadi dari tadi gadis ini menangisi Gilang ? Ck ! Biar saja dia kedinginan di situ ! " Batin Alfian yang masih belum bisa tidur juga.


" Sial ! Yang laki-laki tadi mengemis dan memohon, sekarang yang perempuan menangis dan meratap ! Baiklah, jika kalian ingin membuatku benar-benar seperti seorang penjahat yang memisahkan kalian ! Akan ku buat kalian sama-sama menderita ! Sial ... Padahal kemarin dia sendiri yang memaksaku menikahinya ! Dasar gadis Udik ! " Keluh Alfian semakin menjadi.

__ADS_1


__ADS_2