
Seminggu telah berlalu, setelah selesai acara tujuh hari kepergian almarhum Pak Imam. Hari ini ,semua sudah siap dengan acara pertunangan Alfian dan Sandra. Acara pertunangan itu di lakukan sesederhana mungkin di kediaman Sandra karena memang masih dalam suasana berkabung.
Pertunangan tersebut hanya di hadiri oleh keluarga inti Pak Wijaya , dan beberapa tetangga seperti Pak RT dan Pak RW serta tetangga terdekat.
Acara belum di mulai, masih menunggu kedatangan dari keluarga Pak Wijaya.
Di dalam kamar Sandra sedang di rias oleh Bibi Nani . Bibi Nani memang hanya seorang guru TK , tp beliau juga pandai memasak dan merias. Hasil make up nya pun tidak kalah dengan perias - perias MUA .
" Waahhhh Sandra , kamu cantik sekali ... " Puji Nurul yang juga ada di dalam kamar tersebut.
Sandra tersenyum kecil. Dia melihat pantulan dirinya di dalam kaca . Riasan natural tapi elegan dan rapi yang terlukis di wajahnya membuatnya pangling sendiri dengan dirinya. Bulu mata yang lentik, mata yang hitam , hidung kecil sedikit mancung , serta bibir mungil berisi yang di poles dengan lipstik berwarna merah muda itu membuatnya terlihat segar dan cantik. Di tambah dengan kebaya wara purple kesukaannya, membelit sempurna membentuk lekuk tubuhnya.
" Bbi Nani memang the best ! " Puji Sandra.
Bibi Nani yang mendengar kepuasan Sandra hanya tersenyum.
" Bukan bibi yang hebat , tapi emang kamunya yang cantik ..." Ucap Bibi Nani.
Sandra tersipu bahagia mendengarnya.
" Andai saja saat ini bapak melihat Sandra bi... " Kata Sandra kemudian. Raut wajahnya berubah murung.
Bibi Nani memegang kedua pundak Sandra dan menatapnya dengan lembut .
" Bapak kamu melihatnya sayang, saat ini beliau juga pasti sangat bahagia. " Kata Bibi Nani menghibur Sandra.
" Iya San, paman pasti bahagia saat ini melihat anaknya cantik , berbakti pula . Jangan bersedih. Sudah , sudah ... pokoknya gak boleh sedih lagi , nanti kalau Bi Lastri lihat gimana ? " Hibur Nurul.
" Iya Sandra, ingat , saat ini ibumu juga harus kamu pikirkan. Jangan bersedih dan membuatnya ikut bersedih. " Kata Bi Nani lagi.
" Sudah beres, tinggal menunggu kedatangan Pak Wijaya dan keluarga. Bibi tinggal dulu ya, bibi mau melihat persiapan yang lain selesai belum . " Lanjut beliau.
Tinggal Sandra dan Nurul sendiri di kamar. Nurul memegang tangan Sandra, memberi kekuatan untuk sahabatnya. Tanpa dia inginkan ,air mata keluar dari kedua sudut matanya. Nurul tak kuasa menahan sedih melihat nasib sahabatnya.
" Maafin aku San, aku gak bisa bantuin kamu ." Ucap Nurul sedih.
" Udah ga papa, mungkin sudah takdir ku begini Rul . " Jawab Sandra sambil mengusap punggung tangan Nurul.
__ADS_1
" Aku berharap , seburuk atau sebenci apapun orang itu padamu, dia akan memperlakukan mu dengan baik. Dan semoga kamu bahagia selalu ." Ucap Nurul lirih.
Sandra tak bisa menjawabnya. Mereka saling berpelukan. Saling berbagi kesedihan yang tengah di rasakan Sandra.
" Sudah , jangan nangis, jangan sedih , kamu sendiri tadi yang bilang begitu. Aku akan baik-baik saja. Percaya sama aku. " Kata Sandra.
Nurul mengangguk, kemudian mencium kening sahabatnya itu.
Bu Lastri masuk ke dalam kamar. Dan tertegun melihat putrinya.
" Masya Allah nak, cantik sekali kamu . " Ucap Bu Lastri.
" Iya dong bi, siapa dulu periasnya !!! " Kata Nurul Bangga .
Bu Lastri tersenyum dan menoel hidung Nurul.
" Aduh bibi , kok di toel sih , nanti make up Nurul luntur ... ! " Gerutu Nurul .
" Ha ha ha , " Sandra dan Bu Lastri tertawa bersama.
Sekali lagi Bu Lastri menatap putrinya.
" Jangan sedih Bu " Pinta Sandra.
" Tidak, ibu tidak sedih, ibu justru sangat bahagia melihat putri ibu saat ini. Terima kasih nak, terima kasih sudah menjadi anak yang berbakti, meski ibu tau, ini sulit buat kamu . Ibu akan selalu berdoa untuk kebahagiaan mu. Semoga kalian nanti hidup rukun dan saling menyayangi. Walaupun saat ini hubungan kalian tercipta karena sebuah keterpaksaan dan wasiat. Tapi ibu yakin suatu saat nanti kalian akan saling mencintai . " Tutur Bu Lastri.
Sandra menahan air matanya agar tidak menangis di depan ibunya.
" Satu lagi nak, maafkan ibu, tapi sebagai orang tua ibu wajib mengatakan ini. Mulai hari ini nanti , kamu sudah mempunyai sebuah ikatan. Meski belum pernikahan,tapi ini adalah awal dari sebuah hubungan suci. Entah terpaksa atau tidak, ibu berharap kamu bisa menjaganya. Dan tentu saja, mulai hari ini, hormatilah pasanganmu , dan jangan terlalu akrab dengan pria lain. Itu tidak baik untuk hubungan kalian, tentu kamu tahu maksud ibu. " Lanjut Bu Lastri.
" Baik bu." Balas Sandra sambil menunduk menutupi kesedihannya. Sandra yakin Bu Lastri menasehati dirinya agar tidak terlalu dekat dengan Gilang. Karena siapa lagi pria yang dekat dengannya selain Gilang.
" Bibi , Sandra .... Pak Wijaya sudah datang ! " Teriak Nurul mengagetkan.
" Ya udah kalau begitu ibu keluar dulu. Nurul kamu antar Sandra ke depan ! " Perintah Bu Lastri.
Sandra mulai gelisah, hatinya berdebar-debar.
__ADS_1
" Sandra, sudah siap ? " Tanya Nurul.
" Ehh, su sudah .. ! " Jawab Sandra gugup.
" Ikuti aku, tarik nafas dalam-dalam, keluarkan pelan-pelan. " Pinta Nurul, mencoba menenangkan sahabatnya.
Sandra mengikuti apa yang baru saja Nurul perintahkan.
Setelah merasa tenang Sandra mengangguk kepada Nurul. Dengan sigap Nurul segera membimbing Sandra keluar dari kamar menuju ruang tamu yang sudah mulai ramai.
Alfian terlihat kaget saat Nurul dan Sandra memasuki ruang tamu. Di lihatnya Sandra dari atas sampai bawah tanpa berkedip. Dia tidak percaya ternyata gadis udik itu bisa berubah cantik jika berdandan. Sekilas mereka beradu tatap . Segera Alfian mengalihkan pandangannya. Dia tidak ingin Sandra tahu kalau dia sedang memperhatikannya.
Acara pun di mulai, di awali dengan doa dan kata- kata sambutan dari ketua RT setempat , lalu di lanjutkan dengan perkenalan keluarga dari Pak Wijaya. Kedua adik Alfian, Arkha dan Neta ikut dalam acara pertunangan itu. Arkha terlihat biasa saja sedangkan Neta tampak malu-malu canggung kepada Sandra. Neta kaget ternyata umur Sandra dengan dirinya tidak terpaut jauh .
Tiba saatnya acara inti , yaitu pertukaran cincin antara Sandra dan Alfian.
Sandra dengan ragu-ragu memakaikan cincin di tangan Al , begitu juga dengan Al , dia memakaikan cincin di jari manis Sandra yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah.
Selanjutnya ada sesi foto bersama. Dengan bergantian mereka berfoto bersama . Ada foto mereka bersama keluarga Pak Wijaya, dan ada foto mereka bersama Bu Lastri. Tidak lupa Nurul dan Neta juga ikut heboh berfoto bersama.
Sang fotografer juga mengarahkan pose Alfian dan Sandra saat mereka berdua.
Sang fotografer meminta Sandra dan Alfian berfoto dengan berbagai pose seperti Sandra mencium telapak tangan Alfian, dan Alfian memeluk pinggang Sandra dan menatapnya dengan senyum yang manis . Meski mereka melakukannya dengan canggung dan terpaksa tapi hasilnya ternyata sesuai dengan keinginan si fotografer.
Akhirnya acara pertunangan itu selesai . Setelah para tamu pulang . Mereka berkumpul di ruang tamu , mengobrol sambil menikmati jamuan yang ada.
" Ehem ! Alhamdulillah , acara pertunangan hari ini berjalan dengan lancar. Alfian, Sandra , dengar kan ini . Ada kabar gembira yang ingin saya sampaikan. Setelah berunding dengan Bu Lastri dan tetua di sini . Maka acara pernikahan kalian akan di gelar dua bulan lagi. " Kata Pak Wijaya.
" Itu terlalu cepat Pak " Timpal Sandra.
" Tidak nak , kami sudah menghitung kan hari baiknya. Dan itu jatuh dua bulan dari sekarang. Kata ibumu , tepat dihari ulang tahun mu yang ke sembilan belas tahun. Berarti saat itu nanti, kita akan merayakan dua hal bahagia sekaligus !" Ucap Pak Wijaya bahagia.
Bu Lastri menangis haru mendengarnya. Dia tidak menyangka putrinya akan segera menikah.
Alfian dan Sandra saling menatap tidak suka.
Apa boleh buat. Semua sudah terjadi. Sandra tidak boleh mundur lagi.
__ADS_1
" Demi bapak , demi ibu.... " Batin Sandra berusaha tegar menerima keputusan itu.