Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Perjodohan ??


__ADS_3

Benar saja, sepulang kerja Sandra mendapati Pak Wijaya sedang asik menikmati teh dan kue seadanya bersama Nurul di teras .. Hati Sandra penuh dengan tanda tanya ,apa gerangan yang membawa Pak Wijaya kesini . Bukan tumben lagi , mungkin ada hal penting karena tidak mungkin seorang pengusaha sukses seperti pak Wijaya bersedia meluangkan waktu sibuknya demi menemui Sandra yang bukan siapa-siapa ??


Sandra mendekati mereka, hatinya berdebar ,dia takut ada masalah serius terlebih jika masalah itu menyangkut kedua orang tuanya.


"Nak Sandra, sini mari.." Sapa Pak Wijaya.


" Ya pak .... " Sandra mendekat dan duduk disebelah Nurul.


" Sudah lama bapak disini , temanmu ini banyak sekali bercerita tentang kamu .. " Pak Wijaya berkata lembut.


Sandra menengok dan menatap Nurul dengan tajam, dan bertanya dalam hati apa saja yang diomongkan Nurul ?


Mendapat tatapan tajam dari sahabatnya itu Nurul lebar lebih baik menghindar,dia takut nanti Sandra marah kepadanya.


" Kalau gitu, saya permisi dulu pak , Sandra sudah pulang , saya tinggal masuk dulu. " Pamit Nurul.


" Oya, silahkan nak, terimakasih ya ... "


Nurul menunduk dan berlalu meninggalkan Sandra dan Pak Wijaya berdua.


Sejenak suasana hening, Sandra bingung harus memulai dari mana. Dia tidak mengerti sama sekali.


"Ehm...nak Sandra ... " Akhirnya Pak Wijaya yang memulai pembicaraan.


" Langsung saja ..... ada hal penting yang ingin bapak sampaikan, begini... bapak kamu dan bapak sudah sepakat ,, maaf jika kami tidak meminta persetujuan darimu dulu ."Lanjut Pak Wijaya.


Deg .... hati Sandra menangkap sinyal yang tidak baik .

__ADS_1


" Saat ini hubungan bapak kamu dan bapak sendiri sudah seperti keluarga sendiri .."


Sandra semakin tidak mengerti arah pembicaraan Pak Wijaya.


" Nak Sandra , awalnya kami bersahabat biasa saja, namun semakin kesini bapak nyaman sekali dengan keluarga kamu, saya kagum dengan bapak kamu yang bekerja keras dan mengutamakan kejujuran di setiap tindakan yang dia lakukan. banyak sekali bapak belajar tentang ilmu kehidupan dari bapakmu. Semakin hari kami semakin akrab ,bapak merasa diterima dengan tulus oleh bapak dan ibumu tanpa melihat embel-embel yang bapak punya. Bapak selalu bersyukur dan berterimakasih waktu itu kamu menolong bapak, sehingga bapak bisa mengenal orang-orang seperti kalian. Langsung ke intinya saja, Pak Imam dan saya saat ini sudah sepakat ingin mengubah persahabatan kita menjadi sebuah keluarga. Bapak kesini ingin memberitahu juga menyampaikan pesan langsung dari Pak Imam, jika kita sepakat menjodohkan putra bapak dengan kamu ."Jelas Pak Wijaya.


Sandra terkejut mendengar hal itu, hal ini benar-benar diluar pemikirannya. Hal yang sama sekali tidak terpikir olehnya.


Perjodohan ?? itu artinya dia akan menikah ?? Tidak, itu tidak mungkin. Ya dia juga ingin menikah, tapi bukan dalam waktu dekat ini, umurnya masih begitu muda , dia juga baru ingin memulai mimpinya, bekerja keras, membantu keluarga dan menabung untuk kuliah dan masa depannya. Menikah untuk saat ini akan membuat impiannya semakin jauh. Sandra tertunduk , kepalanya mendadak pusing, dia berharap apa yang dia dengar hanyalah sebuah kebohongan. Dia belum bisa menerima kenyataan ini.


" Maaf pak, tapi saya belum bisa menerima perjodohan ini... " Ucap Sandra ragu-ragu.


Pak Wijaya tersenyum, dia sudah menduganya.


" Bapak mengerti, hal ini akan membuatmu terkejut,kamu pasti tidak suka dengan keputusan ini. Tapi nak, pikirkanlah baik-baik. Bukan maksud bapak memaksa , tapi lihatlah kondisi Pak Imam saat ini, beliau berharap jika sebelum meninggal dia ingin melihat ada seseorang yang menjaga putrinya , melindungi putrinya."


Sandra menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.


" Bapak terlalu berlebihan memuji saya, justru saya yang harusnya berterima kasih karena selama ini bapak sudah banyak membantu keluarga saya terlebih untuk pengobatan bapak saya. Tapi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ,,saya tidak bisa menerima perjodohan ini, maafkan saya pak.. tapi saya benar-benar tidak bisa. " Ucap Sandra kemudian.


Terlihat sekali wajah kecewa Pak Wijaya,namun sebisa mungkin dia tutupi .


" Baiklah, bapak mengerti ... besok akan bapak sampaikan keputusan kamu kepada orang tuamu. Bapak berharap kamu masih bisa berubah pikiran."


" Hari sudah larut, masuk dan istirahat lah, bapak pulang dulu... " Imbuh Pak Wijaya.


Dengan perasaan bersalah dan tidak enak Sandra pun mengantarkan Pak Wijaya sampai depan pintu gerbang kos .. Pak supir sudah menunggu di sana. Sandra menunggu hingga mobil yang ditumpangi Pak Wijaya menghilang dari pandangan matanya. Dengan perasaan tak menentu Sandra kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Saat membuka pintu kamar, dilihatnya Nurul sudah menunggunya setelah membereskan teh dan cemilan.


" Sandra ???? Apa kamu baik-baik saja ? Apa tadi yang ku dengar itu benar ?? " Tanya Nurul yang penasaran.


Dia tadi dengan sengaja menguping pembicaraan Sandra dan Pak Wijaya.


Sandra menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, ada perasaan bersalah ,tidak enak hati dan juga amarah di hati .


" Saaannn ,kok malah diem sih, jawab dong ?? "


" Aku capek ... besok aja kita bahas lagi. Aku mau mandi terus tidur " Elak Sandra .


Saat ini dia sendiri memang masih bingung dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Butuh waktu untuk memikirkannya , yang pasti bukan saat ini ... Dia belum siap menerima ataupun mengambil keputusan kedepannya. Pusing !


Nurul pun memahami dan memaklumi sahabatnya, dia menepuk pundak Sandra untuk menenangkannya, meski di hati jiwa kepo dan penasarannya sudah meronta-ronta.


" Ya udah deh ,kamu mandi dulu, terus makan dan istirahat ... aku ke kamar dulu " Kata Nurul akhirnya.


" Thanks ya rul ,dah ngertiin aku..! " Ucap Sandra.


Nurul tersenyum dan kemudian memeluk sekilas sahabat rasa saudaranya itu dan beranjak keluar meninggalkan Sandra agar bisa segera mandi dan beristirahat.


Setelah kepergian Nurul , Sandra segera mandi membersihkan diri dan mencoba segera tidur.


Tapi apalah daya, mata dan pikirannya sama sekali tidak bisa di ajak bekerja sama. Sandra masih memikirkan maksud kedatangan Pak Wijaya tadi.


Tidak, perjodohan ??? bagaimana mungkin ?? Jika aku menerima perjodohan ini, itu artinya aku akan segera menikah, dan jika aku menikah sekarang berarti aku akan mengurus suamiku,,suami ??? Orang yang sama sekali tidak dia ketahui. jangankan tau orangnya tau namanya saja tidak, lantas jika dia menikah siapa yang akan menjaga dan mengurus orang tuanya ? Kenapa bapak membuat perjodohan ini, tidak taukah bapak jika Sandra ingin membahagiakannya dulu ? Bekerja sekuat tenaga dan meraih cita-cita yang mungkin saja masih bisa dia raih. Sandra terus saja berfikir hingga terlelap dengan sendirinya..

__ADS_1


__ADS_2