
Plaakk !!
Sandra memukul lengan Gilang dengan keras untuk melampiaskan emosinya.
" Aw, **** !! " Gilang meringis menahan sakit di lengannya, karena dia sedang menyetir membuatnya tidak bisa mengelus lengannya.
" Kau benar-benar bikin aku malu, antar aku pulang ! " Teriak Sandra.
" Pulang !? Kan kita mau makan malam ? " Gilang menoleh kepada Sandra. Berusaha selembut mungkin membujuk Sandra.
" Gak mau, aku berubah pikiran, antar aku ke kos sekarang, atau aku tidak akan pernah memaafkanmu ..! " Ancam Sandra.
Marah , kesal dan malu sekali . Sandra tidak ingin apapun saat ini, kejadian yang baru saja terjadi membuatnya merasa seperti seorang perempuan rendah yang ketangkap basah oleh warga. Gilang pun menyadari kesalahannya dan memaklumi sikap Sandra.
Dia juga yang salah sudah gegabah, terlalu cepat menyatakan perasaannya sedangkan Sandra belum tahu tentang kebenaran dirinya.Daaaan salahnya juga memarkirkan mobil di sembarang tempat tanpa melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu .
" Sial ! " Umpatnya dalam hati.
__ADS_1
" Oke, aku antar pulang sekarang ya ? " Ucap Gilang kemudian.
" Tapi sebelum aku mengantarmu aku minta maaf untuk semua kebohongan ku dan juga atas kejadian yang baru saja terjadi ." Ucap Gilang lagi putus asa. Dia merasa harus memperbaiki kekacauan yang terjadi sesegera mungkin dari pada nanti semakin berlarut dan membuat Sandra membenci dan menjauhinya.
" Aku gak bisa jawab sekarang, aku mau pulang ! " Pinta Sandra lagi. Sandra mendengus kesal.
" Baiklah ,kalau memang begitu aku harap kamu mau berbesar hati dan melihat dari sudut pandang ku. Apapun keputusan kamu nanti aku akan terima, yang pasti tentang perasaanku yang tadi aku ungkapkan padamu, aku tidak berbohong. Aku benar-benar menyayangi mu San. " Tegas Gilang.
Sandra hanya diam, tidak tau harus menjawab apa lagi. Saat ini dia sangat marah pada Gilang yang sudah membohonginya dan baru saja mempermalukannya , ya walaupun itu tidak sengaja,tapi sangat membuat Sandra marah . Sandra juga enggan menatap Gilang, saat ini dia lebih tertarik dan lebih nyaman melihat pepohonan yang berlalu saat mobil melewatinya. Berharap agar segera sampai di kos.
Gilang yang melihat Sandra hanya membisu ikut diam dan fokus menyetir dengan segudang penyesalan dan rasa cemas. Dia takut membuat Sandra lebih marah dan kecewa kepadanya.
"Sial !!! " Batin Gilang lagi.
Mobil sampai di kawasan indekos. Berhenti di depan pintu gerbang. Gilang turun dari mobil dan berlari membukakan pintu mobil untuk Sandra.
Sandra tetap masih diam. Dia langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam dengan acuh , melewati pos satpam dan bergegas menuju kamar kosnya tanpa pamit dan menoleh sedikitpun kepada Gilang. Sandra tau itu tidak sopan, tapi rasa marah dan malu belum bisa dia lupakan begitu saja.
__ADS_1
Sedangkan Gilang, dia berdiri mematung melihat kepergian Sandra . Kecewa , sudah pasti . Dihari yang sangat spesial untuknya, rencana indah yang sudah dia siapkan seharian ini, gagal dalam sekejap saja. Terlebih Sandra justru diam dan marah kepadanya , membuatnya semakin frustasi. Dengan menyesal Gilang melangkah pergi dari sana dan melajukan mobilnya kembali.
Setelah sampai di depan kamar kos Sandra berbasa-basi dengan tetangga kos di samping kamarnya yang bertanya kepadanya. Setelah itu Sandra pamit masuk ke dalam. Dengan perasaan kesal yang membuncah Sandra menangis di tempat tidurnya yang sederhana. Menangis sepuasnya.
Dalam hati dia menyesal dan kecewa kenapa dia begitu mudah di bohongi dan di kerjai oleh orang. Selama hampir sebulan dia di bohongi oleh Gilang, dan di tempat dia bekerja ada Tuan Al yang menyebalkan yang selalu menindas dan mengejeknya sesuka hati.
Sandra tidak percaya, Gilang yang sudah dia anggap sahabat ternyata sama saja , dia bahkan lebih kejam karena berbohong dan tenyata selalu membuntutinya selama ini.
" Kalian semua brengsek, penipu ,jahat ..!! " Umpat Sandra di sela-sela tangisnya.
" Gilang penipu , pembohong, penguntit , jahat ! Sama saja dengan tuan Al, hu...hu...hu.... " Isak Sandra meluapkan rasa kesalnya.
Waktu terus berlalu. Dan malam semakin larut. Sandra sudah berhenti menangis dari tadi . Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas malam ketika dia beranjak dari tempat tidur.
Kemudian dia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri . Mengguyur tubuhnya dengan air dingin, berharap bisa meringankan rasa sakit di kepalanya dan membuat tubuhnya segar dari rasa lelah dan letih .
Setelah mandi dia berniat ke kamar Nurul . Saat ini dia butuh teman bicara. Hanya Nurul yang benar-benar tulus menjadi sahabatnya. Dia tidak sabar ingin menceritakan kejadian buruk hari ini dengan sahabat baiknya itu.
__ADS_1
Siapa tahu setelah bercerita kepada seseorang , hati Sandra bisa sedikit plong dan lega . Kejadian sore tadi benar-benar diluar dugaannya. Malu ,sangat malu . Sandra bergidik ngeri saat mengingat kejadian yang baru dia alami tadi. Baru kali ini Sandra merasa berbuat hal yang memalukan.