Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Izinkan Aku


__ADS_3

Nurul berdiam diri tanpa mau menoleh maupun menyapa Arkha yang kini duduk menyetir mobil di sampingnya. Tidak ada yang mencoba untuk membuka suara terlebih dahulu di antara mereka.


Hari ini, adalah hari pertama Nurul bertemu maupun satu mobil lagi dengan Arkha semenjak mereka putus. Hati Nurul berdenyut nyeri mengingat kejadian malam itu, di mana dialah yang meminta mengakhiri hubungan di antara mereka. Bukan karena tidak lagi sayang, tapi Nurul merasa tekanan hidupnya semakin bertambah semenjak orang-orang tahu dia menjalin hubungan khusus dengan salah satu putra dari pemilik perusahaan Wijaya Group. Banyak sekali berita dan anggapan miring yang beredar tentang dirinya, bahkan di kampus dia sering menjadi bahan bully oleh teman-temannya yang tidak menyukai hal itu. Pada awalnya dia tidak memperdulikannya, tapi lama kelamaan,, mereka ikut mengulik tentang orang tuanya dan status mereka sehingga Nurul semakin tertekan karena tidak ingin melihat orang tuanya ikut menjadi korban dari hubungan cintanya dengan Arkha.


Setelah melewati menit demi menit, mobil terus melaju dengan keheningan. Barulah setelah Nurul sadar jika mereka melewati jalan yang salah, dia membuka suaranya terlebih dahulu.


" Arkha, sepertinya kita salah jalan..." Ucap Nurul dengan nada khawatir.


Arkha bergeming dan tetap diam saja sambil fokus mengendalikan laju mobilnya.


Melihat Arkha yang diam seribu bahasa membuat Nurul semakin khawatir. Seperti itulah Arkha saat sedang marah. Arkha memang tidak banyak bicara, tapi dari caranya diam membisu seperti itulah Arkha mengapresiasikan amarahnya.


" Arkha..." Kata Nurul lagi.


" Kita salah jalan...." Ulang Nurul. Belum lama mereka putus, sudahkah Arkha lupa dengan alamat kost nya ? Batin Nurul.


" Arkha , kita seharusnya tidak lewat jalan ini, kita harusnya berbelok ke kanan saat di perempatan tadi." Lanjut Nurul.


" Aku tahu.." Jawab Arkha singkat.


" Ta... Tahu ??" Nurul menjadi terkejut karena Arkha ternyata mengingat jalan ke kost nya.


" Kalau dia tahu dan mengingatnya, lalu kenapa lewat ke sini ? Dia mau membawaku ke mana ?" Tanya Nurul cemas . Kini Nurul meremas jari jemari tangannya untuk menghilangkan rasa khawatirnya.


" Arkha, kalau begitu kita belok saja... Kita sudah semakin jauh dari jalan yang seharusnya kita lewati." Kata Nurul lagi. Dia masih berusaha untuk ber positif thinking.


Lagi-lagi Arkha tidak mendengarkan ucapannya.


" Arkha...."


" Bisakah kamu tidak berisik ? Aku tahu harus membawa mu kemana, jadi diam dan duduk saja dengan manis !" Potong Arkha yang mulai terganggu dengan celotehan Nurul.


" Ya tapi kamu mau membawaku kemana ? Ini bukan jalan pulang ke tempat kost ku !" Nurul menjadi was-was ketika Arkha berkata seperti itu.


" Bukankah kita harus berbicara ?" Sahut Arkha.


" Berbicara tentang apa ? Semua sudah jelas pada waktu itu."Ucap Nurul getir.


Arkha merasa sesak di dalam hatinya saat Nurul mengucapkan hal itu.

__ADS_1


" Kita sudah putus kha, kita sudah selesai.. Sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan. Turunkan saja aku di sini, aku bisa pulang sendiri." Ucap Nurul sambil menahan tangis.


" Oya ??" Arkha justru menambah kecepatan laju mobilnya.


" Arkha ??! Apa yang kamu lakukan ?? Sebenarnya kamu ingin membawaku ke mana ? Turunkan aku sekarang juga. Aku mau pulang..." Kini kecemasan terlihat jelas di wajah Nurul.


Arkha tetap tidak perduli dengan wajah cemas dan panik di wajah Nurul.


Setelah melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi, Arkha menghentikan mobilnya di gedung apartemen yang menjulang tinggi.


" Kita di mana ? Kita mau apa ?" Tanya Nurul mulai serak karena tadi dia sempat berteriak agar Arkha mengurangi laju kecepatan mobilnya.


" Percuma saja aku bertanya.... Hanya akan terlihat seperti orang bodoh yang sedang berbicara dengan patung !" Geram Nurul dalam hati.


Arkha turun dari mobil, kemudian meminta Nurul juga turun setelah membukakannya pintu mobil.


" Aku tidak mau turun !" Ucap Nurul yang mulai berpikir yang tidak-tidak tentang Arkha.


" Baiklah, aku akan menggendong mu kalau begitu."


" Jangan... Ti ,, tidak usah..."


Arkha menatap lekat manik mata Nurul. Gadis berambut ikal itu sedikit tersipu di tatap seperti itu. Meski ini bukan pertama kalinya Arkha menatapnya seperti itu, tapi tetap saja membuat Nurul menjadi sedikit salah tingkah.


Arkha menghela nafas panjang kemudian berjalan mensejajari Nurul.


" Ikuti aku !"


Tak ada pilihan lain, Nurul takut Arkha akan berbuat nekat jika dia tidak mengikuti kemauannya. Sudah menjalin kasih beberapa bulan lamanya nyatanya masih belum cukup untuk mengenal sosok Arkha yang sebenarnya.


" Masuk... " Pinta Arkha setelah sampai di apartemen miliknya.


Nurul terlihat ragu-ragu. Namun betapa terkejutnya dia saat tiba-tiba Arkha menggendong tubuhnya masuk ke dalam apartemen.


" Arkha turunin aku, lepas ..." Teriak Nurul.


Arkha kemudian mendorong sebuah pintu lalu merebahkan Nurul di tempat tidur.


" Aa... Apa yang ingin kamu lakukan ?" Dengan refleks, Nurul menutupi tubuh bagian depannya dengan menyilangkan kedua tangannya.

__ADS_1


" Menurut mu ??" Pancing Arkha.


" Jangan macam-macam Arkha... Aku tidak akan memaafkan mu jika kamu berbuat hal buruk pada ku !" Ancam Nurul sok berani, padahal dalam hati dia sudah sangat ketakutan setengah mati.


Arkha tersenyum miring. Seburuk itukah pemikiran mu pada ku ? Batin Arkha.


" San... Sandra juga akan marah padamu jika kamu menyakiti ku !" Lanju Nurul gagap.


" Aku tidak perduli.." Jawab Arkha santai.


Arkha kemudian mendekat dan duduk di pinggir ranjang.


" Aku tidak main-main Arkha ! Aku... Aku..."


" Diam dan istirahatlah, jangan buang-buang energi mu untuk berteriak, apalagi tentang sesuatu yang buruk. " Ucap Arkha kemudian mengambil selimut dan memakaikannya untuk menyelimuti tubuh Nurul.


" Aku hanya khawatir.. Aku tidak percaya kamu bisa mengurus dirimu dengan baik. Maka dari itu aku membawa mu ke sini. Aku sendiri yang akan merawat mu dan memastikannya sendiri sampai kamu benar-benar sembuh." Lanjut Arkha.


Nurul terdiam tak bisa berkata-kata lagi. Malu bercampur haru.. Dia tidak menyangka jika Arkha masih sepeduli itu terhadapnya. Dari tatapannya yang teduh dan hangat,dia yakin sekali jika mata itu masih menatapnya dengan sama seperti saat mereka masih menjalin kasih bersama.


" Maaf..." Cicit Nurul lirih. Dia menjadi tidak enak karena telah berburuk sangka terhadap Arkha dan bahkan mengancamnya.


" Tapi...,, aku bisa mengurus diriku sendiri.. Tidak seharusnya kamu membawaku ke sini. Apa tanggapan orang lain jika tahu kemu membawa seorang gadis tinggal di apartemen mu ? "


" Aku tidak perduli."


" Kau selalu begitu.."


" Untuk apa mendengarkan kata orang lain ?"


" Itulah bedanya aku dengan mu Kha..."Jawab Nurul.


" Mudah bagimu mengabaikan orang lain. Tapi tidak denganku. Apa lagi yang akan orang katakan tentang aku jika tahu aku tinggal di sini ? Bagaimana jika Sandra atau kedua orang tua ku sampai dengar tentang hal ini ? Aku bukan kamu yang bisa hidup dengan santai tanpa memperdulikan apa kata orang lain karena kamu adalah anak orang kaya. Tidak akan ada yang berani menghina atau menuduh mu yang tidak-tidak. Tapi bagaimana dengan aku ?"


" Tidak masalah orang mengatakan jika aku yang merayu mu terlebih dahulu. Tidak apa orang bilang aku hanya mengambil kesempatan dan keuntungan dari mu... Aku juga masih bisa menerima saat orang-orang menghina dan merendahkan ku karena tahu aku adalah kekasih mu. Tapi aku tidak bisa terima, jika mereka sudah membawa-bawa tentang kedua orang tua ku. Apa salah mereka dengan hubungan kita ? Apa salah ayah dan ibu ku sehingga mereka di hina jika mereka tidak pantas menjadi calon besan keluarga mu ? Apa salah kedua orang tua ku sampai mereka di sudutkan dan di rendahkan ? Aku tidak bisa mengabaikan hal itu Arkha. aku tidak bisa... Mungkin memang orang miskin seperti ku ini tidak pantas bersanding dengan orang seperti mu .. Jadi ku mohon, sebelum ada orang lain yang melihat, biarkan aku pulang ke kost." Kata Nurul berlinangan air mata.


Arkha terdiam untuk sesaat..


" Jika itu yang kamu takutkan aku akan menjamin jika tidak akan pernah ada lagi orang yang berani berbuat seperti itu kepada mu maupun kepada kedua orang tua dan saudarimu. Tapi biarkan kali ini aku egois. Aku tidak bisa membiarkan mu pulang ke kost dengan keadaan sakit. Aku akan mengantarmu ke sana setelah kamu benar-benar sembuh.." Ucap Arkha kemudian.

__ADS_1


" Istirahatlah dengan baik. Aku akan keluar sebentar mencari makanan. " Imbuh Arkha kemudian bangkit kemudian beranjak pergi.


" Sekarang aku tahu, betapa besar rasa sakit yang telah kamu tanggung dan kamu rasakan. Aku mengerti jika hal itu menyangkut tentang orang tua juga. Aku pastikan aku akan menyelesaikannya secepatnya sehingga tidak akan ada yang berani berbuat seperti itu lagi. Aku yang salah dan teledor karena ingin menunjukkan mu kepada seluruh dunia bahwa kamulah orang yang sangat spesial untuk ku tanpa berpikir dampaknya bagimu maupun bagi keluarga mu.. Tapi izinkan aku, sekali ini saja... Izinkan aku kembali menjadi seseorang yang berarti di hati mu. Aku mencintaimu... Sangat-sangat mencintaimu.. lagi pula seluruh keluarga ku juga sudah memberikan restu untuk kita berdua. Maka dari itu, kumohon, berikan aku kesempatan kedua untuk memperbaiki semua.." Sambung Arkha tak kalah sesak.


__ADS_2