
" Apa !! Jadi Gilang temennya si bos sableng itu !! " Teriak Nurul tidak percaya.
Sandra hanya mengangguk lesu . Saat ini mereka sedang tiduran di kamar Nurul.
" Kurang asem itu cowok, ku kira asli baik ternyata sama saja. " Ujar Nurul yang sudah mendengar cerita dari Sandra .
" Aaaaaa , malu malu malu ....... malu banget rasanya !! " Teriak Sandra yang lebih fokus pada kejadian tadi saat mereka di gerebek warga .
Sandra menelungkup kan tubuhnya dan menutup kepalanya dengan bantal.
" Awas ,gak bisa nafas lho !! "
" Habis gimana, malu banget aku Rul ." Kata Sandra.
" Ya udah mau gimana lagi, lupain kejadian itu gak usah di inget-inget lagi ,toh belum tentu juga kamu ketemu sama orang-orang itu lagi. " Ucap Nurul mencoba menenangkan sahabatnya.
" Yang harus kamu pikir sekarang , Kamu gimana sama itu cowok , ada rasa gak ?" Tanya Nurul kemudian.
" Gak tau, gimana dong , aku juga bingung.. Dia suka beneran sama aku, atau hanya kasihan karena aku sering di kerjain temennya, atau bisa jadi hanya karena dia ingin balas budi karena udah aku selamatin nyawanya ? Aaaaaaa padahal aku dah anggep dia seperti kaya kamu
" Jelas Sandra.
" Kalau kamu anggep kaya aku, berarti gak ada rasa ni ? " Tanya Nurul lagi.
Sejenak Sandra terdiam, benar tidak dia gak ada rasa ke Gilang. Karena selama ini, Gilang baik dan perhatian sekali. Dan juga kejadian tadi siang saat Gilang menciumnya. Marah sih, tapi dia juga gak bisa berbohong kalau dia juga tersipu malu . Apa lagi saat mereka tidak sengaja beradu tatap. Sandra merasa hatinya juga bergetar dan berdegup kencang.
" Gak tau Nurul , yang aku rasain sama Gilang aku senang dan nyaman saat sama dia ." Ucap Sandra kemudian.
" Kecuali hari ini ! " Lanjut Sandra tergesa-gesa.
Hahahaha.. Nurul tertawa mendengarnya.
__ADS_1
" Tukannn..... malah ngetawain , sahabatnya kena apes malah di ketawain begitu , dasar sahabat gak ada akhlak . ! " Ucap Sandra.
" Ya habis cerita kamu lucu sih, niat mau di ajak dinner, kencan berdua romantis - romantisan , mau di tembak cowok ganteng eh malah berujung di pinggir sawah , di gerebek warga lagi ... ha...ha...ha. " Ejek Nurul.
" Dasar !! " Umpat Sandra sambil melemparkan bantal ke wajah Nurul.
" Gini deh , kalau menurut aku.... Dari cerita yang ku tangkep ni , kayanya Gilang itu tulus , mungkin saja ada alasan lain kenapa dia berbohong sama kamu ." Kata Nurul sambil menyeka kedua matanya saking puas tertawa .
" Kalau saran aku sih , kasih Gilang kesempatan . Siapa tau dia jodoh kamu ." Lanjutnya.
" Jodoh ?? Kamu sengaja ya ngingetin aku ! " Ketus Sandra.
" Upps , ya maap .. gak sengaja kali San, sensitif amat, kamu lagi dapet ya ? "
" Dapet - dapet , ya... dapet apes hari ini , apa lagi sekarang di ketawain sama kamu ! " Timpal Sandra.
" Ha..ha....ha... maaf deh , tapi serius ni.. kamu yakin gak mau nerima perjodohan itu ? Terus kalau kamu terima nasib Gilang gimana dong ?! " Kata Nurul beralih topik.
Sandra menghela nafas panjang. Lalu dia menarik bantal yang tadi dia lempar ke wajah Nurul.
Besok aku pulang ke kampung, aku mau tanya bapak sama ibu secara langsung. Sejak waktu itu aku gak berani telfon mereka. Aku takut bapak ibu marah dan kecewa karena waktu itu aku menolak permintaan Pak Wijaya. " Tutur Sandra.
" Rumit juga ya kisahmu, baru juga ada yang naksir ehh malah dijodohin , tapi kalau aku di posisi paman dan bibi pasti ada alasan juga kenapa paman mau jodoin kamu. Siapa tau maksud paman ingin ada yang jagain kamu, bahkan bisa jadi pilihan paman yang terbaik buat kamu atauuuuu .........?? " kata Nurul di jeda sengaja membuat sahabatnya penasaran.
" Atau apa ?? " Tanya Sandra penasaran .
" Takut kamu gak laku .... ! Ha....ha...ha...ha " Tawa Nurul lagi.
" Sialan ! , jelek-jelek begini aku bisa cari pasangan hidup sendiri kali ! " Sandra menepuk lengan Nurul dengan keras. Antara geram dan kesal .
" Kalau gak inget kamu sahabat dah aku sobek itu mulut ! " Imbuhnya.
__ADS_1
" Iya iya... aku bercanda, abis dari tadi mukamu ngeselin terus, gak ada senyum-senyumnya. " Nurul memeluk sahabatnya . Sandra pun membalas pelukan itu . Untuk sesaat mereka berpelukan dan saling menenangkan. Sandra tau ,niat Nurul hanya untuk menghiburnya.
" Dah ah , kaya Teletubbies aja ! Gini, apapun keputusan kamu besok aku harap itu keputusan yang benar-benar sudah kamu pikirkan dengan matang. Karena disini bukan hanya ego mu saja ,tapi juga ada perasaan orang tua mu yang harus kamu jaga. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya . Tapi apapun keputusan yang kamu ambil aku mendukungmu . Karena setiap orang juga berhak menentukan hidupnya masing-masing, terlebih masalah teman hidup. " Nurul berkata sambil memegang kedua pipi Sandra. Mencoba memberikan saran dan dukungan untuk Sandra.
" Thanks ya Rul , kamu emang sahabatnya terbaik ." Balas Sandra tersenyum.
" Jelaslah , Nurul ... ! , he...he...he... "
" Ya ampun PD banget sih , heran aku .. Kalau sudah jadi guru nanti, akan jadi seperti apa muridnya. Yang pasti aku tidak akan menyekolahkan anakku di mana tempat kamu mengajar ! No !! Gak akan ! " Sandra berseloroh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Segitunya kamu ... " Timpal Nurul.
" Cari makan yuk, laper nih ... lo gak ada niatan buat nraktir aku gitu ! Kamukan habis gajian ??? " Goda Nurul.
" Dasar , cari kesempatan ! Ya udah ayo " Balas Sandra.
" Tapi mau akan apa ya ? " Nurul berlagak berpikir .
" Ke warteg depan aja lah, mau makan aja di pikir dulu.. " Ucap Sandra.
" Gak, bosen , sekali-kali aku mau seafood lesehan di samping klinik depan itu , mumpung ada yang traktir ." Nurul cengengesan sambil mengerjapkan kedua matanya .
" Nurul , ih , ya udah deh ayo. " Balas Sandra menyerah . Dia juga sudah lapar, berdebat dengan Nurul hanya akan membuatnya semakin lapar.
" Naik motor atau jalan kaki ? " Tanya Sandra.
" Jalan kaki saja, sambil menikmati udara malam. Toh juga dekat dari sini. " Ajak Nurul.
Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan menuju kedai seafood yang di maksud Nurul.
Setelah sampai mereka langsung mencari tempat paling pojok. Sambil menunggu pesanan datang mereka asik mengobrol dan berdebat. Seperti itulah persahabatan Sandra dan Nurul. Mereka bermain dan tumbuh di lingkungan yang sama sehingga sudah saling mengenal satu sama lain dengan sangat baik. Berdebat dan bertengkar sudah hal biasa buat mereka, namun persahabatan mereka tidak akan pernah putus hanya karena sebuah pertengkaran. Terutama Sandra, dia paling tidak betah jika berlama-lama bertengkar dengan Nurul . Dan jika hari ini bertengkar maka besok pun mereka sudah akan baikan. Sahabat rasa saudara itu saling menyayangi.
__ADS_1
Setelah pesanan mereka datang, dengan lahap mereka langsung menyantapnya. Karena mereka berdua anak kos jadi mereka terbiasa hidup berhemat. Jarang-jarang mereka membeli makanan enak seperti saat ini. Hidup jauh dari orang tua harus bisa mandiri dan mengontrol keuangan agar cukup hingga satu bulan kemudian.
Malam semakin larut, Sandra dan Nurul pulang dengan perut kekenyangan. Sampai di depan kamar mereka berpisah,tak lupa Nurul mengucapkan terima kasih. Setelah itu mereka masuk dan tidur sambil memegang perut .