Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Isi Hati


__ADS_3

" Mau makan ? " Tawar Alfian kepada Sandra malam itu.


" Enggak mas, masih kenyang." Balas Sandra yang sedang melihat acara televisi.


" Mm, mas....Boleh aku bicara ?" Tanya Sandra mengalihkan pandangannya dari televisi.


" Tentu saja boleh sayang, masa tidak boleh mau bicara suami sendiri." Kata Alfian yang setia menemani Sandra menonton televisi sejak sore tadi.


" Mm... Tapi, mas janji jangan marah ya ?" Tanya Sandra memastikan terlebih dahulu.


Alfian menautkan alisnya dengan bingung.


" Tergantung..." Balas Alfian kemudian.


" Yah,.belum juga ngomong,, mas udah bicara begitu.. Males ah.. Gak jadi aja." Ucap Sandra sambil cemberut.


" Hehe... Bercanda sayang.....Emang mau ngomong apa sih ?" Tanya Alfian sambil terkekeh karena melihat wajah istrinya yang justru terlihat menggemaskan saat cemberut begitu.


" Tapi janji dulu kalau mas gak akan marah." Ulang Sandra.


" Iya-iya... Mas gak akan marah. Cepat katakan..."Pinta Alfian.


Sandra menghembuskan nafasnya perlahan. Kemudian mulai berbicara pelan-pelan.


" Mm, mas percaya gak kalau aku cinta sama kamu ?" Tanya Sandra lirih.


" Apa ? Gak denger... coba lebih keras lagi sayang..." Pinta Alfian yang kurang mendengar dengan jelas.


" Mm.. Mas percaya gak kalau aku cinta sama mas ?" Tanya Sandra mengulang lagi.


Alfian menatap wajah Sandra dengan lekat.


" Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu ?" Ucap Alfian balik bertanya.


" Aku hanya bertanya mas... Mas gak percaya ya sama aku." Kata Sandra mulai menunjukkan wajah sedihnya.


" Enggak, bukan begitu.. Aku,,, mas percaya kok." Ucap Alfian sedikit terpaksa.


" Ck... Wajah mas menunjukkan yang sebaliknya." Kata Sandra.


" Kenapa mas ? Apa yang membuat mas belum bisa percaya jika aku benar-benar mencintaimu ?" Tambah Sandra.


Alfian menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Apakah yang kamu tanyakan ini ada kaitannya dengan Gilang ?" Tanya Alfian.


" Mas, aku bertanya sejak tadi,, tapi mas bukanya menjawab tapi justru balik bertanya.. Aku mohon mas... Jawab saja pertanyaan ku...!" Ucap Sandra memohon.


" Selain cinta, sebuah hubungan juga harus di landasi oleh sebuah kepercayaan mas. Sulitkah mempercayai ku ? Sulitkah bagi kamu untuk percaya jika diri ini hanya mencintai kamu seorang dan satu-satunya ?" Tanya Sandra sambil menatap wajah suaminya dengan intens.


" Apakah di matamu aku masih seperti gadis kecil yang belum punya pendirian ?" Sandra terus menghujani suaminya dengan pertanyaan yang selama ini mengganjal di dalam hatinya.


" Bukan begitu sayang... Aku ingin percaya,, hanya saja hati ini terlalu takut kehilanganmu. Itu saja." Balas Alfian.


" Itu bukan jawaban yang ingin aku dengar mas. Jadi memang benar... Mas ternyata gak percaya sama aku. Padahal aku sudah percaya sepenuhnya dengan mu mas. Apa gunanya berumah tangga jika kita tidak saling percaya." Ucap Sandra sendu.


" Apa maksudmu bicara begitu ? Kamu ingin pisah dari ku lagi ?" Sahut Alfian cepat. Tanpa sadar nada bicaranya sudah mulai meninggi lagi.


" Jangan marah mas.. Tadi mas sudah janji kalau tidak akan marah. Siapa yang ingin pisah sih mas ? Aku hanya ingin bicara dari hati ke hati agar tidak ada lagi ganjalan di hati, baik di hatiku atau pun di hatimu mas. Aku hanya ingin kita saling percaya agar rumah tangga kita tidak mudah goyah." Kata Sandra mengiba.


" Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu... Aku tidak bisa bilang sejak kapan aku merasakannya.. Karena aku sendiri tidak ingat dengan pasti sejak kapan hati ini mencintai dirimu. Yang pasti,, tidak ada niat dalam diriku ini untuk mengkhianatimu. Sekali pun itu dengan Mas Gilang. Jadi please , aku mohon....Mas jangan terus-terusan berpikir buruk tentang aku dan dia. Tolong, percayalah kepadaku." Ucap Sandra.


" Apakah kamu mengatakan semua ini demi melindunginya ?" Tanya Alfian yang masih tetap tidak mudah percaya. Dari nada bicaranya Sandra sudah tahu jika laki-laki di hadapannya itu kini sedang menahan emosi.


" Mas... Ini tidak ada hubungannya dengan Mas Gilang. Mas Gilang hanya sebuah perumpamaan saja. Aku tidak ada niat untuk mengkhianatimu dengan siapapun itu. Bagaimana bisa aku melakukannya sedangkan aku sangat menyayangimu ? Kenapa mas, kenapa kamu masih meragukan cintaku ? Kita sudah membahasnya berulang kali. Bahkan aku sudah menjelaskan jika aku menerima cinta kamu bukan karena hal lain yang terjadi di antara kita. Tapi karena hati ini murni mencintai mu..." Jelas Sandra.


Alfian yang sejak tadi mendengarkan perkataan Sandra, mulai terlihat berpikir dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak.


" Apakah menurut mu aku terlalu posesif ?" Tanya Alfian kemudian.


" Apa kamu bosan dengan ku ?" Alfian kembali bertanya balik.


" Astaghfirullah mas ?! Bisa ya mas sampai berpikir begitu ? Aku hanya ingin sebuah kepercayaan mas. Jangan melebar sampai kemana-mana." Ucap Sandra tegas.


Dia tidak habis pikir kenapa Alfian yang sangat pandai dalam berbisnis tapi tidak pandai saat berbicara tentang permasalahan mereka. Padahal Sandra hanya ingin sedikit di mengerti, ingin sedikit di beri ruang dan di beri kepercayaan.


" Sudahlah mas, aku lelah... Aku mau tidur saja. Aku gak mau bertengkar lagi." Kata Sandra kemudian berdiri hendak ke kamar.


Tapi Alfian segera menarik tangannya, sehingga Sandra terduduk kembali di sampingnya.


" Beri aku waktu... Maaf jika cintaku membuatmu kesulitan. Aku mungkin bisa percaya kepada mu. Tapi aku tidak bisa percaya kepada Gilang. " Ucap Alfian mulai menjelaskan isi hatinya.


" Mas, ini bukan tentang Mas Gilang !!" Sanggah Sandra mulai kesal.


" Ku mohon beri aku sedikit ruang kebebasan mas... Beri aku sedikit saja kepercayaan. Kepercayaan mas ! Dalam sebuah hubungan apalagi pernikahan,, kepercayaan itu sangat penting. Dan kepercayaan itu mencangkup banyak hal. Bukan hanya soal itu saja."


" Jadi menurut mu selama ini aku mengekang dan mengungkung mu ,, begitukah ?"

__ADS_1


" Aku tidak bilang seperti itu mas. Sudahlah,,aku capek dan tidak ingin bertengkar." Kata Sandra yang kecewa karena Alfian seperti berbelit-belit.


" Lalu apa maksudmu ? Katakan apa yang kurang aku lakukan untuk mu Sandra. Kamu ingin berteman dengan siapapun aku tidak melarang, kamu ingin membuka usaha ,aku mengabulkannya."


" Aku tahu mas, tapi kamu terlalu menekan ku dengan rasa curiga dan cemburu yang berlebihan. Aku tidak bisa pergi kemana pun yang aku mau dengan leluasa,, aku tidak bisa seperti teman-teman ku yang bisa pergi kemana saja yang mereka inginkan tanpa ada yang diam-diam membuntuti. Aku tahu mas, kamu selalu menyuruh orang untuk mengawasi ku jika aku pergi ke luar.. Itu semua karena kamu tidak percaya padaku mas ! Aku ,ah sudahlah...,, kamu,, kamu terlalu memaksa diriku untuk hanya memikirkan dan memperdulikan mu seorang !" Kata Sandra kesal.


Alfian mengatupkan rahangnya. Seperti yang papanya bilang, dia harus bisa mengontrol emosinya.


Alfian kemudian memaksa Sandra untuk menatap wajahnya lagi. Sandra ingin mengelak namun Alfian tetap memaksa. Dengan kesal, Sandra kembali menatap wajah suaminya.


" Jadi di matamu, aku ini seorang suami seperti apa ? Suami yang banyak mengatur dan memaksa ? Yang cemburuan dan mudah marah ? Seperti itukah aku di matamu ?" Tanya Alfian.


Sandra tak bisa berkutik melihat wajah Alfian yang mulai memerah.


" Mas,, kamu tadi sudah janji tidak akan marah..." Ucap Sandra lirih.


" **** !" Umpat Alfian kesal.


" Aku tidak marah Sandra, sekarang jawab aku. Seperti itukah aku di matamu ? Tidak bisakah kamu berpikir dari sudut pandang ku juga ? Ya, aku akui, aku cemburu jika melihatmu masih bertemu dengan Gilang. Aku akui aku sering meminta orang ku untuk mengawasi mu saat kamu jauh dari pengawasan ku. Aku akui aku banyak mengatur dirimu, tidak boleh begini atau begitu. Tapi bisakah kamu berpikir jika seperti itulah cara ku mencintaimu ? Seperti itulah caraku melindungi mu ? Aku cemburu karena tidak ingin kamu dekat dengan lelaki manapun selain aku ! Aku mengawasi mu karena aku khawatir dengan keselamatan mu. Aku mengatur mu begini dan begitu karena takut terjadi sesuatu kepada mu !! Mungkin menurut mu aku terlalu posesif dan egois. Tapi bagiku ,semua itu ku lakukan karena aku sangat mencintaimu... Sangat...!" Kata Alfian tajam.


Sandra menatap Alfian tanpa berkedip. Dia tidak menyangka jika seperti itulah yang Alfian rasakan dan pikirkan.


" Kepercayaan... ?? Bagaimana bisa aku percaya padamu sedangkan kamu pernah meminta berpisah dari ku ? Bagaimana bisa aku percaya karena dulu kamu lebih menyukai laki-laki itu dan sangat membenciku ! Bagaimana bisa aku percaya sedangkan kamu ,kamu bahkan meminum pil kontrasepsi agar tidak hamil sedangkan aku adalah suamimu. Katakan Sandra, bagaimana bisa aku mempercayai mu sedangkan kamu terus membela laki-laki lain dan seolah menyalahkan diri ini atas sikap yang ku lakukan ! Aku hanya ingin melindungi apa yang menjadi milikku..Aku tidak mau kehilangan kamu karena aku sudah pernah kehilangan orang yang aku cintai. Aku sudah pernah kehilangan mamaku, dan aku juga sudah pernah kehilangan Rena yang meninggalkan ku demi karir dan laki-laki lain. Apa salah jika saat ini aku berjuang dengan caraku agar membuatmu tetap terus berada di sisiku ? Aku sangat mencintaimu, bahkan rasa ini lebih besar dari yang pernah ku rasakan sebelumnya. Aku takut kehilanganmu... Aku takut kehilanganmu Sandra !!" Kata Alfian sambil menahan butiran bening di kedua sudut matanya.


Sandra terbengong mendengar penjelasan suaminya. Dia tidak menyangka jika sedalam itu perasaan Alfian kepadanya. Dia tidak menyangka jika itulah alasan kenapa Alfian selalu berbuat sesuka hati kepadanya. Sandra menunduk karena malu. Air matanya tak bisa dia bendung lagi karena terharu mendengar pengakuan dari suaminya.


Alfian kemudian memeluk Sandra ke dalam pelukannya. Berdua mereka menangis larut dalam pikirannya masing-masing.


" Maaf jika aku terlalu keras kepadamu. Maaf jika menurutmu aku terlalu mengekangmu. Maaf jika sikap ku selama ini membuat mu tidak nyaman. Dan maaf jika aku terlalu egois." Ucap Alfian.


Sandra menggelengkan kepalanya di dalam pelukan Alfian.


" Aku yang minta maaf mas... Aku yang banyak salah paham dengan mu. Lagi-lagi,,, diriku yang belum bisa memahami mu. Aku yang tidak bisa berpikir sampai jauh, padahal semua yang mas lakukan bertujuan baik untuk ku. Maafkan aku.." Ucap Sandra.


Alfian mendorong tubuh Sandra sedikit, kemudian menghapus air mata yang mengalir di wajah istrinya dengan lembut.


" Sudahlah, kita lupakan semua ini. Kemarin kita sudah berjanji memulai semuanya dari awal." Kata Alfian menghibur Sandra.


Sandra mengangguk lemah kemudian kembali memeluk tubuh suaminya.


Alfian membalas pelukan itu dengan senang hati.


Perlahan, Alfian menangkup wajah Sandra kemudian mencium bibirnya dengan lembut. Lama Alfian mencium bibir Sandra, kemudian mulai beralih ke tempat lain. Sandra memejamkan kedua matanya dan pasrah menikmati setiap kecupan dan sentuhan lembut dari suaminya.

__ADS_1


" Apakah kamu sudah sehat ? " Bisik Alfian ingin memastikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatannya. Dia tidak ingin memaksa ataupun melukai Sandra lagi.


Sandra tersenyum lalu mengangguk. Melihat istrinya mengangguk dengan senyum yang menggoda. Alfian segera membopong Sandra masuk ke dalam kamar dan melanjutkan kegiatannya di sana.


__ADS_2