
Sandra berjalan lesu kembali ke kelasnya. Tiba di kelas , Intan dan Salsa sudah menunggunya. Kedua gadis itu sangat penasaran dengan apa yang terjadi antara Sandra dengan idola kampus itu.
" Kamu dari mana ? " Tanya mereka kompak.
" Gak dari mana-mana." Balas Sandra malas.
" Sini duduk. Kita mau bertanya." Ajak mereka. Lalu kedua gadis itu menggamit Sandra di tengah-tengah mereka.
" Apa hubunganmu dengan kak Arkha ? Kau tahu, sekarang kamu menjadi bahan gosip satu kampus." Bisik Intan. Salsa pun mengangguk mengiyakan pernyataan sahabatnya.
" Oya ? Emang kenapa ?" Tanya Sandra bingung.
" Sandra.... Jujur saja kepada kita.... Kamu pacar kak Arkha ?"
" Tidak... aku bukan pacarnya. " Bantah Sandra tegas.
Terlihat kedua gadis itu bernafas lega.
" Emangnya kenapa sih ? " Tanya Sandra yang belum paham.
" Kamu belum tahu ya. Kak Arkha adalah mahasiswa terpopuler di kampus kita. Banyak sekali gadis-gadis cantik di sini yang mencoba mendekatinya. Tapi tak satupun dari mereka ada yang berhasil mendekatinya, Kak Arkha terlalu cuek dan angkuh. Sulit sekali untuk sekedar mengajaknya mengobrol." Jelas Salsa.
" Dan semua gadis-gadis pengagum Kak Arkha terlihat tidak suka dengan kejadian tadi di kantin. Mereka salah paham,di kiranya Kak Arkha memperebutkan kamu dari pria tampan yang mencarimu." Imbuh Intan.
" Jadi..... maksud kalian .... sekarang ini mereka mengira aku dan Arkha menjalin sebuah hubungan ?" Tanya Sandra mulai paham.
" Ya betul. Dan aku takutnya..... Mereka menjadi tidak suka kepadamu. "
" Aaah... kenapa malah tambah masalah baru sih ?!" Teriak Sandra frustasi. Dia menelungkupkan wajahnya di atas meja.
" Ehm... Tapi kamu beneran gak ada apa-apa kan dengan kak Arkha ?" Tanya Intan mencoba memastikan.
" Tentu saja tidak !" Balas Sandra cepat.
" Kau yakin ? " Imbuh Salsa.
" Yakin lah !" Ucap Sandra kesal.
" Oke, aku percaya padamu. Nanti kita bantu sebarkan ke yang lain agar mereka tidak salah paham lagi." Ucap Salsa sambil mengelus pundak Sandra.
" Kalau begitu... Pria yang mencari mu tadi kekasihmu ?" Tebak Intan.
Mereka berdua terus saja penasaran dengan urusan Sandra.
" Aah.... Dia juga bukan kekasihku !"
Intan dan Salsa saling pandang tidak mengerti....
__ADS_1
" Bukankah, pria tadi..... bilang... merindukanmu ? " Salsa bertanya hati-hati.
" Sudah ku bilang,aku tidak punya hubungan dengannya ataupun dengan Arkha !" Kali ini Sandra tidak bisa menahan emosinya lagi .
" Aku pergi dulu ! " Ujar Sandra lalu bangkit dan menggendong tas ranselnya.
" Kau mau kemana ? Sebentar lagi kelas di mulai." Cegah Intan.
" Sebentar saja. Aku ingin menenangkan diri." Jelas Sandra yang kemudian berlalu meninggalkan kedua gadis itu yang masih belum terlihat puas dengan jawaban Sandra.
" Aku rasa dia banyak menyembunyikan sesuatu." Bisik Intan.
Salsa mengangguk setuju.
" Tapi sebenarnya itu bukan urusan kita. Kita bersalah gak sih ke Sandra ?" Imbuhnya.
Intan mengangkat kedua bahunya tidak tahu.
Sandra pergi ke taman di kampus itu. Dia duduk berselonjor kaki. Kemudian dia mengambil handphone lalu menghubungi seseorang.
Deringan pertama orang itu langsung menjawab telepon Sandra.
" Ada apa ! " Tanya Arkha.
" Jangan buat hidupku tidak nyaman di kampus ini ! Jangan dekat-dekat dengan ku ! Aku tidak mau ada masalah dengan para pengagummu !" Teriak Sandra. Dia menumpahkan semua kesalnya kepada Arkha.
" Makanya, jangan buat masalah mu sendiri ! Jika kamu tidak berbuat macam-macam, aku tidak akan pernah muncul di depanmu ! " Balas Arkha dingin lalu memutuskan sambungan telepon itu.
" Aaaa.... kesal sekali rasanya hari ini." Umpat Sandra.
" Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu dalam masalah."
Sandra menengok. Ternyata Gilang belum pergi dari kampus itu. Lalu dia duduk di samping Sandra yang hendak beranjak pergi.
" Jangan pergi ! Tolong temani aku sebentar saja. " Pinta Gilang memohon.
Sandra tidak tega melihatnya. Biar bagaimanapun Gilang tidak berbuat jahat kepadanya. Sandra mengurungkan niatnya dan duduk kembali.
Diam. Kedua sejoli itu hanya duduk dan membisu. Keduanya bingung harus berkata mulai dari mana.
" Apakah kamu bahagia ?" Tanya Gilang kemudian.
Sandra diam saja. Ingin dia menjawab jika dia tidak bahagia dengan pernikahannya. Namun dia tahu batasannya. Kini dia adalah seorang istri, tidak baik menceritakan masalah rumah tangganya kepada orang lain meskipun Gilang bukanlah orang asing baginya. Dan dulunya, Gilang adalah orang yang selalu ada untuknya.
" Mas Gilang lupain aku saja . " Kata Sandra berat hati. Tenggorokannya tercekat. Begitu sulit mengucapkan kalimat itu setelah apa yang pernah mereka lewati bersama.
" Apa kau sekarang mencintai Al ?" Tanya Gilang yang kecewa mendengarnya.
__ADS_1
Sandra menggeleng. " Apakah penting aku mencintainya atau tidak ? Sekarang aku sudah menjadi istrinya."
" Penting bagiku San !" Desak Gilang.
" Tolong mas. Aku tidak mau kamu terluka lebih dalam lagi. Jangan berharap lagi kepadaku. Carilah perempuan lain yang jauh lebih baik dariku." Ucap Sandra sedih.
" Tapi aku tidak menginginkan perempuan lain ! " Tolak Gilang.
" Kita masih punya kesempatan. Kalian bisa bercerai ! " Imbuh Gilang memaksa.
Sandra tidak percaya mendengarnya. Dia tidak tahu kenapa Gilang menjadi egois dan punya pemikiran buruk seperti itu. Ya , Sandra memang ingin bercerai dengan suaminya. Tetapi tidak dengan melukai banyak orang. Dia akan mencari cara agar semua bisa menerima perceraiannya kelak dengan baik-baik.
Dia tidak ingin ibunya,papa mertuanya, Neta dan juga bibinya terluka maupun bersedih dengan keputusan yang gegabah. Setelah dia berhasil membuat Al dan Rena bersama lagi. Barulah dia akan mundur. Dia tidak ingin memisahkan dua orang yang saling mencintai dan Sandra yakin saat itu tiba semua orang bisa memaklumi dan memahami keputusannya.
" Aku tidak percaya, mas bisa berubah se egois itu. " Ucap Sandra menghela nafas panjang. Dia harus bisa melewati semua ini.
" Aku tidak perduli. Aku hanya ingin bersamamu. Tolong mengerti aku !" Desak Gilang.
" Apa mas juga mengerti aku ?! Apa yang akan terjadi jika aku bercerai dengannya sekarang. Ibuku, Pak Wijaya, Neta.... Mereka semua akan kecewa, dan aku tidak ingin membuat ibuku menderita lagi karena aku. Mohon mengertilah keadaanku !" Ucap Sandra.
Gilang menunduk sedih. Sandra sama sekali belum berubah. Dia tetaplah gadis yang lebih mementingkan kebahagiaan orang yang ada di sekelilingnya hingga rela mengorbankan kebahagiannya sendiri.
" Aku mengerti. Tapi hal inilah yang semakin membuatku gila dan ingin bersamamu. Itulah yang membuat mu berbeda dengan gadis-gadis lain yang lebih mementingkan diri sendiri."
" Mas.... di luar sana ada banyak Sandra yang lebih baik lagi dari ku. Aku yakin kamu akan mendapatkan salah satunya karena kamu juga orang baik." Bujuk Sandra menasehati.
" Hanya kamu yang bilang aku baik." Kata Gilang yang terlihat sangat terpuruk.
Sandra menggeleng lagi.
" Itu karena kamu memang laki-laki yang baik mas. Aku percaya itu. " Imbuh Sandra.
" Kenapa kita harus begini. Dan kenapa harus Al !" Gilang berteriak serak. Mati-matian dia berusaha menahan air mata yang mulai mengembun di kedua sudut matanya.
" Mungkin takdir kita bukanlah untuk bersama. Meski Al belum tentu takdir ku juga, aku hanya berusaha menjalani apa yang telah terjadi." Ucap Sandra lirih. Dia merasakan sama sakitnya dengan yang Gilang rasakan , akan tetapi dia tetap harus kuat.
Mereka berdua tidak bisa menahan air mata masing-masing. Buliran bening itu kini mengalir di kedua pipi mereka. Gilang mencoba memeluk Sandra, namun Sandra segera menepisnya.
" Pulanglah mas.. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu." Ucap Sandra kemudian.
Gilang semakin terisak mendengarnya. Tidak salah jika dia mencintai gadis seperti Sandra. Dia gadis yang baik, berbakti kepada orang tua dan selalu mementingkan dan memperdulikan orang-orang di sekitarnya dahulu. Bahkan , kini dia lebih mengkhawatirkan dirinya dari pada dirinya sendiri. Sangat sakit rasanya saat kita benar-benar mencintai seseorang tetapi takdir membuatnya harus merelakannnya.
Gilang menegakkan tubuhnya. Menghapus air matanya lalu pergi meninggalkan Sandra sendirian. Dari jawaban Sandra kini dia tahu. Gadis itu tidak mau mempertahankan cintanya. Dia memilih menjalani takdir yang tidak adil buat mereka berdua.
Sandra menangis tersedu setelah kepergian Gilang. Semua kesedihan yang dia tahan selama ini, Sandra luapkan saat ini.
"Kenapa sesakit ini..... Kenapa seberat ini....Kenapa harus begini ! " Teriak Sandra disela-sela isak tangisnya. Dia tidak menyadari jika seseorang tengah mengintip dan merekam kejadian itu dari balik semak-semak.
__ADS_1