Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Menyatakan Perasaan


__ADS_3

" San... Kamu gak kenapa-kenapa kan ?" Tanya Nurul heboh lewat sambungan telepon.


" Iya,aku gak kenapa-kenapa kok. Alhamdulillah, Mas Al semalam datang tepat waktu nolongin aku." Jawab Sandra memberi tahu.


" Syukurlah, aku panik banget begitu dengar kalau kamu di culik. Gila bener..Aku pikir Dokter Tian orang baik, gak tahunya eh malah begitu. Tampangnya aja yang ganteng dan seperti lemah lembut.. Tapi kenyataannya dia orang yang mengerikan." Omel Nurul marah.


" Aku sendiri juga tidak menyangka. Dan aku juga baru tahu, ternyata dia sepupunya Rena ." Balas Sandra.


" What ?! Jadi mereka saudara ?" Tanya Nurul tak kalah terkejut.


" Iya... Aku tahunya juga dari Dokter Tian sendiri. Aku nggak ngerti mengapa Mas Al nggak pernah ngasih tahu sejak awal kalau Rena adalah sepupu Dokter Tian. Dia hanya sering nasehatin aku agar tidak dekat-dekat dengannya tanpa memberi tahu alasan yang sebenarnya. Jika tahu dari awal kan aku bisa jaga jarak dari Dokter Tian." Ucap Sandra bingung.


" Sudah, jangan dipikirkan... Pasti Al punya alasan tersendiri. Siapa tahu suamimu tidak ingin kamu jadi kepikiran dan takut dengan Dokter Tian. Sekarang yang penting kamu selamat dan gak kenapa-kenapa. Sumpah,aku lega dan seneng banget dengarnya." Ucap Nurul yang lebih bijak.


" Ya deh, mungkin begitu .. Hehehe, thanks ya udah khawatir sama aku ? Gak bisa bayangin se panik apa kamu semalam." Kata Sandra.


" Hmmm, asal kamu tahu aja...Semalam Arkha yang jadi bahan pelampiasan kepanikan aku. Bahkan jadi sasaran omelanku.Hehehe." Kata Nurul cekikikan.


" Oya ? Dan dia terima aja kamu gituin ?" Tanya Sandra tidak percaya.


" Iya... Bahkan semua kata-kata yang keluar dari bibirnya, semua aku tanggapi dengan buruk. Tahu sendiri jika aku panik gimana, kamu aja sering aku omelin gak jelas." Imbuh Nurul.


" Wah...Wah .... Hm, kayaknya sudah jatuh cinta beneran tuh anak sama kamu." Goda Sandra.


" Apaan sih .. Ya udah ,aku tutup dulu ya telponnya. Ada kelas nih .... Nanti selesai kuliah aku tempat kamu." Sahut Nurul.


" Oke, aku tunggu..." Jawab Sandra kemudian mematikan sambungan telepon dari sahabatnya itu.


Sandra senyum-senyum sendiri setelah itu. Dia masih tidak menyangka jika Arkha yang dia kenal cuek, usil, dan kadang bermulut pedas bisa jatuh cinta,, dan itu kepada sahabat baiknya. Dia ikut senang akan hal itu, karena dia tahu jika keduanya sama-sama orang baik sehingga dirinya tidak perlu mengkhawatirkan sahabatnya.


Baru ingin menaruh ponselnya di atas nakas , tiba-tiba ponselnya berdering lagi. Kali ini dari adik iparnya Neta. Sandra tersenyum menatap layar ponselnya. Dia merasa sangat bersyukur masih banyak orang yang peduli dan mengkhawatirkan dirinya.


" Halo..." Ucap Sandra setelah mengangkat telepon dari Neta.


" Kakak.... Huhuhu... Kakak.... Kakak baik-baik saja kan ?" Tangis Neta setelah mendengar suara Sandra.


" Iya ,kakak baik-baik saja. Cup,jangan nangis ..." Kata Sandra yang mendengar Neta langsung menangis.


" Aku takut kak. Aku takut jika kakak kenapa-kenapa. Semalaman aku gak bisa tidur nyenyak mikirin kakak...,Huhuhu..... Maafin aku ya kak, gara-gara aku ngajakin kakak, eh malah kakak di culik. Huhuhuhu..." Neta terus menangis di telepon.


" Udah,, jangan nangis. Ini semua juga bukan salah kamu... Lagi pula kakak baik-baik saja kok. Jangan sedih begitu, kakak sudah di apartemen sekarang." Ucap Sandra menenangkan.


" Huhu... Syu...kur ka...kalau begitu kak. Nanti sepulang sekolah Neta mampir ke sana." Isak Neta.


" Oke ... kakak tungguin..., tapi jangan nangis lagi ya ?" Pinta Sandra.


" Iya kak... " Ucap Neta mengakhiri obrolan mereka.


Tut....

__ADS_1


Sambungan telepon berakhir. Sandra kemudian menarik nafas dalam-dalam. Dia kasihan kepada Neta. Gadis itu pasti merasa sangat bersalah dan ketakutan karena dirinya.


" Kenapa ? " Tanya Alfian yang tiba-tiba muncul.


" Mm, gak... Hanya saja aku kasihan kepada Neta... Pasti dia merasa sangat bersalah." Ucap Sandra jujur.


" Jangan di pikirkan. Aku sudah minta Arkha untuk menenangkannya. Dia hanya begitu khawatir kepada mu." Kata Alfian menjelaskan.


" Aku tahu. Barusan dia menelpon sambil menangis. Aku jadi tidak tega." Balas Sandra.


Alfian tersenyum kemudian mendekat sambil membawa kotak obat.


" Jangan pikirkan, dia akan baik-baik saja."


" Sini aku obati pergelangan tangan kamu. Lihat sampai merah-merah seperti itu." Imbuh Alfian lagi.


Sandra kemudian mengamati kedua pergelangan tangannya yang memerah dan lecet. Dia sendiri baru menyadari hal itu. Bahkan saat mandi tadi pagi yang dia fokus hanya rasa sakit pada inti perutnya.


Alfian kemudian mengoleskan salep di kedua pergelangan tangan Sandra dengan hati-hati, sambil sesekali meniupnya agar Sandra tidak merasakan perih.


" Kenapa tersenyum ?" Tanya Alfian yang mendongak menatap Sandra.


" Tidak kenapa-kenapa, hanya senang saja... Terimakasih ya mas, sudah mau merawat aku." Ucap Sandra tulus.


" Kamu ngomong apa ? Sudah seharusnya aku melakukannya. Aku kan suamimu, sudah menjadi tugas dari seorang suami merawat, menjaga dan melindungi istrinya." Kata Alfian lembut.


Alfian semakin dalam menatap wajah Sandra.


" Baiklah, akan aku kasih tau... Aku melakukan semua ini bukan hanya karena merasa tanggung jawab saja sebagai suami, tapi juga karena aku mencintaimu.." Ucap Alfian serius.


" Mas....Mas men...,, mencintai ku ?" Tanya Sandra yang merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


" Iya... Aku mencintaimu Sandra... Aku tidak tahu sejak kapan, yang pasti sekarang ini aku sangat-sangat mencintaimu... I love you my wife...?" Kata Alfian sambil menggenggam kedua tangan Sandra dan menatapnya dengan sayang.


" I... I love you to mas ...." Ucap Sandra terharu. Kedua matanya kembali berkaca-kaca. Dia sangat bahagia akhirnya Alfian mengungkapkan perasaannya juga.


Alfian segera memeluk Sandra dengan erat dan mencium kening Sandra bertubi-tubi.


" Aku juga cinta kamu suamiku.... " Ucap Sandra dalam pelukan Alfian. Bahkan kini kedua mata Sandra menitikkan air mata saking bahagianya.


" Terimakasih... Terimakasih sudah mau mencintai laki-laki seperti diriku. Maafkan atas semua sikap buruk ku dahulu. Aku sangat menyesal..." Ucap Alfian.


" Sttt, yang lalu biarlah berlalu mas. Yang terpenting sekarang, kita jalani hidup baru bersama. Kita buka lembaran baru dan kita mulai dari awal. Aku ingin hidup bahagia bersamamu selamanya." Ucap Sandra.


" Tentu.... Aku janji, mulai sekarang aku akan bahagiain kamu. Aku juga hanya ingin menua dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu." Sahut Alfian kemudian kembali memeluk Sandra dengan erat.


Cup !!


Sandra mencuri satu ciuman di pipi Alfian.

__ADS_1


Alfian tersenyum senang sekaligus jahil.


" Kenapa cuma satu pipi ? Yang satunya pasti iri..." Ucap Alfian.


Sandra tersenyum lalu mencium pipi Alfian yang satunya lagi.


Cup !


" Sekarang sudah adil kan ?" Tanya Sandra.


" Hm... Mungkin, tapi masih kurang." Jawab Alfian.


" Kurang ?" Tanya Sandra.


" Ya... Biar aku kasih tau di mana kurangnya." Kata Alfian cepat.


Tanpa aba-aba Alfian kemudian menyambar dan mencium bibir Sandra.


" Mas... Ih, cari kesempatan terus." Ucap Sandra tersengal.


" Hehehe... Tidak apa-apa dong... Sekarang aku bebas melakukannya kapan pun aku mau." Ucap Alfian sambil menaik turunkan alisnya dengan jahil.


" Mass... Mulai lagi deh mesumnya..." Ucap Sandra setengah kesal dan setengahnya lagi merasa senang.


" Cepat pulih... Aku sudah tidak sabar ingin memakan mu lagi." Bisik Alfian.


" Mas... Sudah-sudah, mas yang di bahas begituan terus... Malu mas..."Omel Sandra. Padahal dalam hatinya dia sangat senang, itu artinya Alfian masih menginginkannya kembali. Hanya saja,, Sandra bingung mau bagaimana menanggapinya.


" Hehehe... Aku suka saat melihatmu tersipu malu seperti sekarang ini." Kekeh Alfian.


" Ck... Sana dong mas... Mas ngapain kek... Jangan godain aku mulu. " Omel Sandra lagi.


" Lhoh gak papa dong... Emang kamu mau aku godain cewek lain ?" Tanya Alfian.


" Enak aja...! Awas aja kalau mas macem-macem.." Ancam Sandra sambil memelotot kan kedua bola matanya.


" Hahahaha..... Iya... Mas gak akan macem-macem sayang... Mas bakalan macem-macem sama kamu doang..." Timpal Alfian menanggapi sambil tertawa girang.


" Ya sudah, mas keluar cari bahan makanan dulu. Di kulkas sudah tidak ada bahan makanan. Jadi mas bingung mau memasak apa." Lanjut Alfian.


" Mm.... Belanjanya agak banyakan ya mas ?Soalnya nanti Nurul sama Neta mau ke sini. " Imbuh Sandra.


" Oke.... Nanti aku beli cemilan juga. Tapi kamu gak apa-apa aku tinggal sendiri ?" Tanya Alfian khawatir.


" Gak apa-apa mas... Aku masih capek... Mau tidur saja." Jawab Sandra.


" Oke... Mas tinggal dulu ya sayang..." Pamit Alfian lalu mengecup puncak kepala Sandra.


Sandra mengangguk mengiyakan lalu memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


__ADS_2