Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Bimbang ?


__ADS_3

Sandra berjalan lunglai menuju kamar kosnya.


Lelah dengan pekerjaan dan pusing dengan jalan hidupnya. Baru ingin memulai mimpi, bekerja membahagiakan orang tua, melanjutkan sekolah dan mengejar cita-cita... Semua semangat yang selama ini dia pupuk menguap begitu saja saat mendengar perjodohan dari Pak Wijaya tempo hari.


"Harus bagaimana aku ?? Di satu sisi aku ingin mengejar semua mimpiku, bahkan impian ku bukanlah impian yang muluk-muluk, aku hanya ingin membahagiakan orang tuaku, melihat mereka bahagia dan hidup lebih layak di masa tua mereka. Setelah itu baru aku memikirkan hidupku. Jika aku menikah saat ini , apa masih bisa aku membahagiakan mereka jika aku harus mengurus suami yang bahkan nama dan wajah nya belum aku ketahui , begitu juga dengan laki-laki yang di jodohkan dengan ku , apakah dia sudah tau dan mau dengan ku ?? " Sandra bergidik ngeri, dia jadi mengingat kata-kata Tuan Al siang tadi yang mengatakan jika dirinya itu hitam dan jelek . Membuat bayangan Sandra semakin menjadi-jadi.


" Bagaimana jika laki-laki itu kabur saat melihat ku ? atau jika dia terpaksa mengiyakan perjodohan ini, bagaimana jika dia memperlakukan ku semena-mena ? "


Sandra terlihat gusar, dan teringat perlakuan Tuan Al kepadanya. Semenjak Tuan Al datang ke restoran itu, Sandra tau Tuan Al tidak suka padanya dan selalu memperlakukannya berbeda dari temannya yang lain. Jika dia menikah dengan orang yang merasa terpaksa menikah dengannya bukan tidak mungkin orang itu akan membenci dan memperlakukannya dengan tidak baik, bagaimana jika sampai KDRT juga ??? " Sandra memegang tengkuknya yang tiba-tiba merinding, bayangan buruk tentang pernikahan yang tidak di inginkan pun menari memenuhi pikirannya.


Sandra terduduk lesu di kursi teras depan kamar kosnya. Nurul yang tau sahabatnya sudah pulang bergegas menghampirinya.


" Nih , minum dulu .. " Ucapnya sambil menyodorkan segelas susu hangat dan duduk di samping Sandra.


Sandra menoleh dan mengambil gelas yang Nurul sodorkan.


" Thanks" Ucap Sandra.


" oke " Balas Nurul.


"Lesu amat, kamu dikerjain lagi sama bos sableng itu ya ? " Tebak Nurul.


" Ya begitulah , semakin hari semakin parah saja dia memperlakukan ku , kalau ada pekerjaan lain saat ini, mending keluar aku dari tempat itu. " Jelas Sandra.


" Yang sabar ya San, saat ini sulit sekali mendapatkan pekerjaan, nanti kalau aku tau ada loker di tempat lain pasti aku bantu " Ucap Nurul tulus.


" Maka dari itu , aku masih bertahan., lagian sebentar lagi aku gajian. Aku sudah tidak sabar pengen pulang ketemu bapak ibu, ya walaupun cuma sehari " Ucap Sandra lagi.


Aku sudah tidak sabar juga akan bertanya langsung kepada bapak ibu tentang perjodohan itu ,lanjut Sandra dalam hati.


Nurul tersenyum , dia ikut senang melihat perubahan Sandra yang sekarang lebih kuat dan tidak cengeng seperti dulu.


" Mmmmm ngomong-ngomong ,, soaaaal itu kemarin , Tuan Wijaya.. apa kamu gak mau cerita gitu ke aku ... " Nurul mencoba kembali bertanya kepada Sandra, jiwa kepo nya yang dia tahan dari semalam menuntut untuk mendapatkan jawabannya.


" Dasar kamu , masiiih saja kepo .... ! " Ujar Sandra.


" Hehe, kepo sama sahabat sendiri boleh dong ?! " Kata Nurul sambil cengengesan.


" Siapa tahu ada yang bisa aku bantu ." Tambahnya.

__ADS_1


Sandra menarik nafas dalam-dalam setelah menceritakan semuanya kepada Nurul ..


" What dijodohin ?!! " Seru Nurul tidak percaya.


" Sst, jangan teriak ! " Ucap Sandra.


Nurul membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Syok mendengar apa yang baru saja di tuturkan sahabatnya.


" Ada solusi ? " Tanya Sandra kemudian.


" Menurut aku sih , hal kaya gini mending kamu tanya langsung ke paman sama bibi , aku yakin pasti mereka punya alasan kenapa mereka sampai mau menjodohkan kamu " Terang Nurul setelah bisa menenangkan diri.


" Aku rasa juga begitu, tapi aku bingung Nurul ,, kehidupan macam apa yang akan aku alami jika perjodohan itu benar terjadi. Aku memang menolaknya kemarin tapi semalaman aku gak bisa tidur, jika apa yang dikatakan Pak Wijaya benar demi kebahagiaan bapak ibu aku bisa apa ? Jika menolak takut mereka kecewa dan terluka, kalau aku terima gimana dengan nasibku ? Apa bisa aku menjalaninya , karena itu berarti aku harus mengorbankan hidupku ." Keluh Sandra.


Nurul pun memahami perasaan sahabatnya. Dia tau Sandra saat ini pasti sedih bingung dan bimbang dengan apa yang akan dia putuskan. Di pegangnya pundak Sandra dengan lembut.


" Apapun keputusan mu, aku akan selalu mendukungmu. Aku minta maaf karena dalam hal ini aku tidak bisa membantu mu , aku tidak bisa membantumu keluar dari situasi sulit yang saat ini sedang kamu alami. " Nurul menundukkan kepalanya ,seolah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Sandra juga.


" Tidak apa-apa, kamu mau mendengarkan dan mensuport ku saja aku sudah senang ." Mereka pun akhirnya berpelukan, saling menenangkan dan mendukung satu sama lain.


" Ya udah , tidur yuk ... " Ajak Sandra.


" Kau juga ." Kata Sandra.


Dan mereka berpelukan lagi dan masuk ke dalam kamar masing-masing.


Sandra langsung merebahkan dirinya ketempat tidur. Rasa lelah dan kenyang setelah makan bebek bakar bersama Gilang tadi membuatnya langsung terbuai ke alam mimpi.


Di tempat terpisah.................................................................................


Gilang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai di depan rumah yang terlihat mewah Gilang masuk setelah seorang penjaga membukakan pintu gerbang.


Gilang memarkirkan mobilnya asal. Dia tergesa-gesa masuk kedalam rumah mewah tersebut. Kebetulan di lihatnya seorang pria sedang duduk santai sambil minum kopi di atas balkon kamar di lantai dua.. Gilang segera berlari menghampiri pria tersebut.


tok tok tok ...


Saat ini Gilang memang emosi, tapi dia tetap harus menjaga sopan santunnya di rumah orang.


" Masuk " Kata suara dari dalam.

__ADS_1


Gilang masuk kedalam kamar, melihat sekeliling dan melangkah ke arah suara yang tadi menyuruhnya masuk.


" Ada apa kau kemari ." Ucap pria itu yang tak lain adalah Alfian


dengan senyum liciknya.


" Sepertinya aku berhasil. " Batinnya.


" Aku tidak ingin berbasa-basi saat ini, langsung saja. Kenapa kau memperlakukan Sandra seperti itu ? " Tanya Gilang ketus.


" Sandra ? Sandra siapa ? " Tanya Al pura-pura tidak tahu.


" Jangan pura-pura tidak tahu siapa yang ku maksud, kau membuatku kesal .." Kata Gilang.


AL tersenyum.


" Duduklah, mari minum kopi dulu. " Tawar Alfian.


" Sudah aku bilang aku tidak mau berbasa-basi padamu. " Tegas Gilang.


Al bersandar di kursi, memposisikan duduknya senyaman mungkin. Sedangkan Gilang tidak bergeming dari tempatnya berdiri.


" Aku hanya ingin memastikan saja , jika benar tebakanku, gadis udik itu yang kau inginkan sampai kamu mau bekerja padaku ." Ucapnya enteng.


" Kalau memang gadis itu kenapa memangnya, apa maksud mu memperlakukan nya dengan buruk, kau sudah keterlaluan ! Menyuruh dan memerintah seorang perempuan mengerjakan sesuatu yang jauh dibatas kemampuannya ! Ucap Gilang mulai kesal.


" Ayolah kawan, dia itu siapa ? Aku yang harusnya tanya kamu kenapa ... apa kamu habis terjatuh dan kepalamu terbentur sehingga kamu tidak bisa berfikir dan melihat dengan baik. Kau melihatnya sendiri. Gadis itu jelas jauh dari selerabmu ,, gadis ceroboh, miskin kampungan dan tidak berkelas seperti itu tidak pantas kamu kejar ." Ucap Al.


" Alfian Wijaya, jaga ucapan mu ! Aku heran kenapa kau ini pendendam sekali jadi laki-laki, bahkan gadis itu masih kecil , usianya jauh dibawah kita ! Heh, terkadang gadis itu justru lebih dewasa dari mu ! " Kini Gilang meluapkan emosi yang ada di hatinya.


" Dan lagi, aku sampai tidak habis pikir kenapa kamu sekarang tidak bisa menghargai perempuan ! Hanya karena kegagalan dimasa lalu mu, kamu lampiaskan kepada semua orang di sekitarmu ! " Lanjut Gilang.


Al terperanjat,kali ini dia juga mulai terpancing emosi.


" Kau, tidak usah bawa-bawa masa lalu , cepat keluar dari sini sebelum aku benar-benar marah dan melupakan kalau kau ini sahabatku !" Ucap Al dingin.


Ekspresi wajahnya menunjukkan jika dia sangat tersinggung dengan ucapan terakhir Gilang.


" Oke aku keluar, tapi aku peringatkan padamu , jangan kau berani mengerjai Sandra lagi, terlepas apa alasanku mendekatinya ... kau tidak perlu tau ! " Gilang memandang wajah dingin didepannya dengan tajam, kemudian pergi berlalu tanpa suara.

__ADS_1


" Cih, aku semakin penasaran .. apa yang membuatmu sampai mengejar gadis buruk rupa seperti itu !! " Gumam Al selepas kepergian Gilang. Dari balkon terlihat jelas mobil Gilang sudah pergi meninggalkan rumahnya.


__ADS_2