Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Maaf Jika Cintaku Sedikit Egois


__ADS_3

Malam itu , Alfian sampai di rumah pukul dua dini hari. Saat sampai di kamar, dia melihat Sandra sudah tertidur dengan pulas. Alfian menatapnya sebentar lalu tersenyum, seolah hanya dengan menatap wajah polos istrinya yang sedang tertidur bisa membuat semangatnya kembali meski tubuh dan matanya terasa sangat letih.


Ingin rasanya Alfian segera ikut bergulung di bawah selimut kemudian memeluk tubuh lencir istrinya yang membuatnya nyaman. Tapi, kondisi badannya yang lengket dan masih kotor membuatnya harus bisa menahan keinginan itu kemudian memilih berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Tiga puluh menit kemudian, Alfian telah selesai dengan ritual mandi dan berganti pakaian. Tanpa menunggu lama , Alfian segera menyusul Sandra yang masih terlena di alam mimpi. Alfian kemudian menciumi bibir , pipi dan kening Sandra bertubi-tubi. Jika saja dia tidak sangat lelah, ingin rasanya menciumi istrinya lebih jauh lagi. Setelah puas mencium Sandra, Alfian mengatur alarm pada jam yang ada di atas meja di samping ranjang, kemudian kembali mendekati Sandra, membawanya ke dalam pelukannya lalu ikut memejamkan mata.


Pukul 5.30 alarm yang dia atur terus berbunyi. Memaksa dirinya untuk segera bangun jika tidak ingin terlambat bekerja. Alfian mengerjapkan kedua matanya. Mencoba membiasakan cahaya yang masuk setelah membuka mata. Alfian kemudian menoleh kesamping, tak terlihat di mana istrinya berada. Tak ingin pusing mencarinya,, Alfian kemudian melangkah ke kamar mandi dan membersihkan diri. Guyuran air dingin membuatnya kembali segar meski kantuk masih menyerang. Bagaimana tidak mengantuk ? Dia hanya tidur kurang lebih tiga jam lamanya. Padahal kemarin baru hari pertama dia lembur. Masih ada beberapa hari panjang lagi yang harus dia lewati agar semua pekerjaannya bisa segera selesai dengan baik.


Selesai mandi dan bersiap, Alfian pergi ke dapur karena mencium aroma masakan yang menggugah seleranya.


" Muach..." Sandra yang terlihat sudah rapi menyambutnya dengan ciuman pagi di pipi. Hal itu membuatnya sangat senang. Alfian pun membalasnya dengan senang hati.


" Sudah-sudah.... gak selesai-selesai nanti mas... " Keluh Sandra berusaha lepas dari pelukan suaminya.


" Habis kangen..." Kata Alfian membela diri.


" Hm, modus...Ayuk sarapan mas... Semuanya sudah siap ...." Ajak Sandra.


" Kebetulan sekali, mas sangat lapar sayang... " Kata Alfian kemudian duduk di kursinya.


" Emang mas semalam pulang jam berapa ? Jadi pulang sampai larut ?"Tanya Sandra.


" Jadilah,, sekitar pukul dua pagi." Jawab Alfian.


" Ya ampun mas... Itu sih gak larut lagi... Tapi dini hari ! Sini aku bantu." Kata Sandra kemudian mengambilkan sarapan untuk suaminya terlebih dahulu.


" Makasih sayang...." Ucap Alfian saat Sandra memberikan kembali piringnya yang kini penuh dengan Nasi goreng lengkap dengan lauknya.


" Sama-sama....Di habisin ya mas."


" Tentu dong. Masakan istri sendiri harus sampai tandas. " Ucap Alfian menanggapi sambil mengerlingkan matanya.


Sandra tersipu senang mendengar Alfian menyanjung dirinya.


" Kok minumnya susu ? Aku kan biasanya kopi sayang ?" Tanya Alfian yang baru sadar jika gelasnya berisi cairan berwarna putih kental itu.

__ADS_1


" Iya mas, mas kan kerjanya lembur sekarang... Butuh tenaga ekstra. Jadi sekarang minum susu dulu ya... ? Mas kurangin kopinya.. Lagi pula perut mas masih kosong... Jangan langsung di hantam pakai kopi." Balas Sandra menasehati.


" Tapikan aku gak suka minum susu sapi sayang... Aku hanya suka minum susu kamu.." Tolak Alfian beralasan.


Sandra mendelik mendengarnya. Bisa-bisanya Alfian bercanda masalah seperti itu.


" Mas ... ihh ! mesum terus mikirnya.. gak ada tapi-tapian ya mas ...! Demi kebaikan mas juga kok... " Ujar Sandra lagi.


" Kok mesum sih yang... Kan emang kenyataan,, aku sukanya susu itu, bukan susu yang lain."Kata Alfian sambil menunjuk bagian tubuh Sandra yang menjadi favoritnya.


" Mas ... Ngelantur lagi gak dapet jatah sebulan !" Tegur Sandra sambil menatap suaminya dengan tajam.


" Ck... Tega ya kamu yang... Masa perkara susu doang...!"


" Ya makanya, cepat habisin sarapannya, kemudian di minum susunya. Mas mau terlambat masuk ke kantor ?" Tegur Sandra lagi.


Tanpa bisa mengelak, Alfian kemudian menuruti perintah Sandra dari pada tidak mendapat jatah selama satu bulan penuh. Bisa-bisa adik juniornya karatan jika harus berpuasa selama itu.


" Mas, ini di bawa ya ? Sudah aku siapin bekal buat makan siang. Dan juga vitamin yang kemarin aku beli di apotik. Jangan lupa makan tepat waktu dan di minum vitaminnya." Kata Sandra sebelum mereka keluar bersama dari apartemen.


" Pasti aku makan dan ku habiskan." Ucap Alfian berjanji. Dia bahagia Sandra begitu memperhatikan dan peduli dengan dirinya. Satu kecupan kecil mendarat di kening Sandra. Sungguh bahagia rasanya menjalani hari-hari seperti ini dengan orang tersayang.


" Ayuk..." Ajak Alfian kemudian.


Sandra mengangguk kemudian ikut melangkah keluar sambil bergandengan tangan seperti sepasang pengantin baru yang masih anget-angetnya.


" Nanti selesai kuliah langsung ke butik ?" Tanya Alfian setelah melajukan mobilnya.


" Iya mas .. Ada janji ketemu sama pelanggan di butik." Ucap Sandra.


" Perempuan atau laki-laki ?" Tanya Alfian penuh selidik.


" Laki-laki mas, dia pemilik toko online. Katanya sih pakaian yang dia beli dari butik ku laku keras di lapaknya, sehingga dia mau bekerja sama dengan butikku." Ucap Sandra seadanya.


" Terus dia tua atau masih muda ?" Tanya Alfian mulai kesal.

__ADS_1


" Mm, aku rasa seusia kamu deh mas ..." Ucap Sandra memberi tahu.


Mendengar hal itu membuat Alfian semakin tidak suka.


" Batalkan saja pertemuannya." Ucap Alfian sambil melirik tajam kepada Sandra.


" Kok gitu sih mas...? Itu namanya gak profesional, lagi pula ini kan peluang besar. Tandanya barang yang aku produksi sudah mulai banyak peminatnya dan semakin luas pemasarannya." Kata Sandra protes.


" Ck, aku gak suka kalau pelanggan kamu laki-laki ! Masih muda lagi !" Aku Alfian.


Sandra kembali menepuk jidatnya karena ternyata Alfian menyuruhnya membatalkan pertemuan karena cemburu tak beralasan.


" Mas-mas... Jangan mulai lagi deh. Aku kan ketemuannya juga cuma di butik, banyak pegawai dan juga di temani oleh Pak Bagus."Sungut Sandra cemberut. Dia tidak suka jika suaminya sudah mulai cemburuan seperti itu.


" Mas lupa ya ?! Setiap hubungan harus di landasi dengan sikap saling percaya. Lagi pula, mana mungkin aku tertarik dengan pria lain jika aku sudah mempunyai kamu yang sangat sempurna ini." Imbuh Sandra mencoba membujuk Alfian.


" Terimakasih untuk pujiannya.. Ya sudah, tapi janji jangan macem-macem, gak boleh ada kontak fisik termasuk berjabat tangan, jangan genit ,gak usah senyum, bicara seperlunya dan gak usah kebanyakkan dan kelamaan menatapnya ! Kalau bisa bahas pekerjaannya singkat, padat dan jelas sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama. Pak Bagus akan aku pecat jika sampai kamu melanggar apa yang aku katakan barusan !" Ancam Alfian.


Sandra melongo mendengarkan penuturan Alfian yang tidak masuk akal itu.


" Gimana, janji gak ?" Ucap Alfian lagi karena tidak mendapatkan tanggapan dari Sandra.


" Mas ... Kau mulai lagi.. " Kata Sandra ketus.


" Ya sudah kalau gak setuju. Aku masih mampu menafkahi mu. Kamu tidak perlu repot-repot bekerja keras." Ancam Alfian.


Sandra geregetan mendengar celotehan Alfian yang semakin lama semakin membuatnya kesal. Namun Sandra berusaha mengontrol emosinya. Ya , seperti inilah cara Alfian mencintainya dan berusaha melindungi apa yang telah menjadi miliknya. Dan Sandra harus berusaha agar bisa menerima dan memaklumi semua kekurangan yang ada di diri suaminya itu. Termasuk sikap posesifnya yang seperti ini.


" Baiklah sayang, aku sama sekali tidak keberatan." Kata Sandra akhirnya sambil menghembuskan nafas dengan kasar.


" Nah, gitu dong... good girl. Love you." Ucap Alfian kemudian mengecup telapak tangan Sandra yang ada si genggamannya.


" Love you too." Balas Sandra meski dengan raut wajah sedikit di tekuk.


Alfian menyadari hal itu, tapi dia tidak perduli. Mau di bilang bucin atau posesif, yang pasti dia sangat mencintai istrinya dan tidak ingin istrinya dekat-dekat dengan pria lain. Dia juga tidak akan membiarkan laki-laki manapun mendekati apa yang sudah menjadi miliknya. Jika sahabatnya saja bisa dia buat masuk ke rumah sakit, apalagi orang lain. Dia bisa langsung menghabisinya di tempat jika berbuat macam-macam.

__ADS_1


" Maafkan aku Sandra ku... Mungkin aku sedikit keras dan memaksa, namun semua ini karena diriku takut kehilanganmu. Masa bodoh orang lain menganggap ku bucin atau tergila-gila kepadamu, tapi kenyataannya memang seperti itu. Maaf jika cintaku sedikit egois." Batin Alfian kemudian kembali fokus menyetir mobil.


__ADS_2