Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Ketahuan Intan dan Salsa !


__ADS_3

" Issh... menyebalkan sekali, sebenarnya ada apa dengannya ? Kesambet setan apa coba.... !" Gumam Sandra sambil berjalan menuju kelasnya.


" Sandra ... Tungguin !" Panggil seseorang. Sandra menoleh ke arah suara itu.


Salsa dan Intan lari bersamaan menghampirinya.


" Hey... ada apa ? Kelihatannya kok pada seneng banget begitu ." Tanya Sandra setelah mereka sampai di hadapannya.


" Kok tahu sih ?" Tanya Salsa.


" Hehe, asal tebak aja sebenarnya. " Jawab Sandra bergurau.


" Tapi tebakan lo jitu banget lho San. " Imbuh Intan.


" Jadi.... kalian happy banget karena apa nih ?" Tanya Sandra penasaran.


" Lo gak bakal percaya kalau kita cerita, Lo tau .., kita berdua dapat beasiswa tahun ini !" Ungkap Intan bersemangat.


" Oya ? Wah... selamat ya ? Aku ikut senang...." Ucap Sandra bahagia. Ternyata Dias memang bisa di andalkan. Mereka bertiga kemudian saling berpelukan seperti anak kecil.


" Kalian hebat banget. " Puji Sandra lagi.


" Gue masih gak percaya , ini beneran gak sih ? Cubit gue dong ?" Pinta Salsa yang masih belum percaya dengan kabar bahagia itu.


" Aa... sakit !" Teriak Salsa setelah Intan mencubit lengannya dengan keras.


" Hehehe, habis Lo ini ada-ada aja. Ini beneran kali." Ucap Intan.


Sandra tersenyum senang melihat keduanya sangat bahagia.


" Sekali lagi selamat ya untuk kalian berdua. " Ucap Sandra tulus.


" Makasih San." Ucap mereka berdua kompak.


" Oya ... Gimana kabar adik kamu ?" Tanya Sandra kepada Salsa.


" Adek gue masih harus opname di rumah sakit. Tapi keadaannya sudah membaik. Thanks ya San, berkat lo, adek gue bisa berobat dan motor yang rusak juga lagi di benerin di bengkel." Kata Salsa.


" Alhamdulillah kalau keadaannya sudah membaik. Jangan sungkan begitu. Sama teman sudah kewajiban kita saling membantu." Jawab Sandra ikut lega.


" Sayang ?" Panggil seseorang.


Mereka bertiga kompak menoleh ke arah suara tersebut.


" Mm..Mas ?" Ucap Sandra terkejut.


" Gula ! Eh Gila !! Ganteng bener tu cowok... Lo kenal dia San ?" Tanya Intan yang terkesima oleh paras tampan Alfian.


" Eh... dia...., dia...." Sandra bingung harus menjawab bagaimana.


" Sumpah demi apa, kenalan lo ganteng-ganteng semua ya San. Arkha terus pria ini..... OMG ..." Gumam Salsa tak berkedip.


Alfian maju mendekati Sandra. Tatapan mata mereka saling beradu.


" Mas kenapa ke sini ?" Ucap Sandra lirih.


" Apa.... ? Aku tidak dengar sayang. Coba bicara lebih keras lagi." Pinta Alfian. Sepertinya dia sengaja agar teman-teman Sandra mengetahuinya.


" Sayang ?? San... dia ? Cowok Lo ??" Tanya Intan penasaran. Salsa juga ikut mengangguk setuju dengan pertanyaan Intan.


" Eh ... dia , dia ...." Sandra terbata-bata saat hendak menjelaskan kepada teman-temannya.


Alfian tersenyum lalu memperkenalkan diri kepada mereka.


" Saya Alfian, suami Sandra." Ucap Alfian mantap.


" Su... suami ?? OMG.... Lo udah nikah San ?!" Teriak mereka spontan.


" Sayang, mereka teman-teman mu ? Kenapa mereka tidak tahu ? " Tanya Alfian pura-pura terkejut.


" Eh ?" Sandra bingung harus menjawab bagaimana. Sia-sia sudah usahanya untuk menutupi statusnya.


" Jawab sayang.... Kok teman-teman mu belum ada yang tahu jika kamu sudah menikah ?" Tanya Alfian mengintimidasi.


" Itu...itu... Oh ya... Mas kenapa nyusul ke sini ? Kan tadi aku udah pamit." Ucap Sandra mengalihkan pembicaraan.


" Ini, aku kesini nganterin ponsel kamu yang tertinggal di dalam mobil." Jelas Alfian. Diam-diam saat Sandra mencium kedua pipinya tadi, Alfian mengambil handphone Sandra dari saku celananya.


" Oh ... Aduh , kenapa bisa tertinggal. Mas pasti sudah kesiangan ke kantornya. Mas buruan berangkat deh kalau begitu." Usir Sandra. Bisa berabe kalau Alfian kelamaan di sini. Apalagi kini mereka mulai menjadi pusat perhatian.


Alfian melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.


" Kamu benar. Ya sudah, aku berangkat kerja dulu sayang... " Pamit Alfian.


" Iii ..iya... " Balas Sandra gugup.


Cup ! Satu kecupan mendarat di kening Sandra. Kedua teman Sandra menjerit histeris melihatnya.


" So sweet..... " Ucap Intan yang iri dengan kemesraan temannya.


" Bye..." Alfian melambaikan tangannya kepada Sandra.


" Bye. " Balas Sandra yang mengangkat tangannya dengan kaku.


" Akhirnya..... Pergi juga dia ! Aaaaa.... ! Kenapa akhir-akhir ini aku sial sekali sih ! Bagaimana aku menjelaskan kepada teman-temanku ? Iiih ,, mana manggil sayang lagi.Sayang.....sayang, sayang kepalamu peyang !" Batin Sandra kesal karena usahanya selama ini jadi kacau balau.


" San ... Kayaknya ada yang perlu lo jelasin deh ke kita !" Kata Intan setelah kepergian Alfian .


" Hehehe...." Sandra tersenyum garing.

__ADS_1


" Ayo, ikut kita ke taman !" Ajak Salsa.


Akhirnya di taman, mau tidak mau Sandra mengakui semuanya. Bahkan tentang hubungannya dengan Arkha dan kenapa mereka bisa dekat.


Kedua temannya itu menatap tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Sungguh di luar dugaan. Ternyata Sandra adalah istri dari seorang pebisnis muda yang sangat tampan.


" Astaga Sandraaa.... Gila Lo ya. Gak ngakuin laki seganteng itu !" Omel Intan yang lebih ceplas-ceplos jika berbicara.


" Ya maaf. Aku gak mau aja ada yang tahu kalau aku nikah muda." Ucap Sandra sambil menunduk.


" Emang kenapa jika nikah muda ? Selama kalian tidak merugikan orang lain, tidak menikah dengan suami orang, di mana letak kesalahannya ?" Tanya Intan.


" Maafkan aku, aku janji tidak akan berbohong lagi pada kalian. "


" Hmm... sudahlah. Untung saja ketahuan sekarang. Kalau tidak mana mungkin lo mengakuinya. Sampai kapan lo akan membohongi teman lo sendiri ? Lo nganggep kita ini teman lo kan ?"


" Iya , sorry... Please." Mohon Sandra.


" Ya udah deh. Bukan hak kita juga sebenarnya. Itu terserah Lo juga." Ucap Intan akhirnya.


" Sandra....., gimana rasa menikah muda ? Apa menyenangkan ?" Tanya Salsa.


Sandra menggelengkan kepalanya.


Kedua temannya menatapnya keheranan. " Bagaimana mungkin ?" Batin Intan dan Salsa.


" Emang dia gak baik sama Lo, gue lihat dia sayang banget sama Lo. Bahkan dia sampai panggil lo sayang didepan umum." Ucap Salsa.


" Ya begitulah.. " Balas Sandra malas. Dia tidak ingin semua orang terlalu jauh mengetahui tentang kehidupan pribadinya.


" Suami Lo ganteng parah njir !" Kata Intan.


" Kalian kapan nikahnya ?" Lanjut Intan.


" Mm, sekitar empat atau lima bulan ini." Jawab Sandra ragu.


" Berarti lo udah malam pertama dong ? Rasanya gimana San ?" Intan semakin menjadi keponya.


" Apaan sih bahas begituan. Malu tau ." Tolak Sandra.


" Kenapa malu ? Kita kan sama-sama perempuan. "


" Kata orang tua malam pertama itu sakit, benar gak sih ?" Kali ini Salsa yang angkat bicara.


"Aduh please deh , gak usah bahas yang begituan. " Ucap Sandra enggan.


" Aku harus jawab gimana kalau kalian bertanya terus, nglakuinnya aja belum pernah." Batin Sandra.


" Yah, gak asik Lo San. Pelit banget bagi pengalaman." Omel Intan lagi.


" Kalian yakin mau tahu rasanya malam pertama ?" Tanya Sandra kemudian. Jengah juga lama-lama di paksa sedangkan dia sendiri belum pernah melakukannya.


" Sini mendekat ..." Perintah Sandra. Kedua temannya lalu mendekatkan kepalanya kepada Sandra.


" Rasanya........ menikahlah dan cari tahu sendiri !" Ucap Sandra kemudian.


" Ah Sandra.... ! Kita serius malah di becandain." Salsa cemberut menanggapi.


" Hahahaha. " Sandra malah tertawa terbahak-bahak.


" Salah siapa pada kepo !" Imbuhnya.


" Sandraaaaa ...... !!!" Teriak keduanya bersamaan.


.


Sandra selesai kuliah sebelum jam makan siang. Dia berniat pergi ke kantin bersama kedua temannya.


" Aku mau bakso. " Ucap Sandra gembira.


" Aku mie goreng aja deh. Tanggal tua nih. " Keluh Salsa.


" Aku traktir kalian aja gimana ? Tapi bukan di kampus." Tawar Intan.


" Emang di mana ?" Tanya Sandra.


" Di cafe tempat gue kerja. Kan gue dah janji sama lo !" Intan mengingatkan akan janjinya tempo hari.


" Oke deh ." Balas Sandra.


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah asik menyantap makanan yang mereka pesan. Sandra baru tahu, ternyata makanan di sana enak-enak.


" Sandra ?" Sapa Dokter Tian.


" Dokter Tian ? " Ucap Sandra terkejut.


" Tidak menyangka kita bertemu lagi." Ucap dokter itu ramah.


Sandra mengangguk setuju. Kemudian kedua temannya saling melirik lagi .


" Oh ya... Kenalin , ini Salsa dan yang ini Intan. Mereka teman-teman saya." Ucap Sandra memperkenalkan mereka.


" Tian. " Ucap Dokter Tian memperkenalkan diri.


" Intan."


" Salsa."


" Boleh ikut bergabung ? " Tanya Dokter Tian kemudian.

__ADS_1


" Boleh, boleh dok... Silahkan. " Ucap Intan dan Salsa.


Dokter Tian pun akhirnya bergabung dengan mereka.


" Kalian satu jurusan ?"


" Iya dok." Jawab Sandra.


Mereka berempat kemudian terlibat dalam obrolan yang menyenangkan.


" Di mana ? " Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel Sandra dari Alfian.


" Aku lagi makan sama teman-teman." Balas Sandra.


" Belum selesai ?" Balasan dari Alfian.


" Sebentar lagi." Sandra kembali mengirim pesan.


" Cafe mana ? Aku sudah di kampus. " Balas Alfian.


Sandra kemudian berfikir sejenak. Dia tidak ingin Alfian salah paham lagi.


" Oke, tunggu di sana. Aku segera datang." Lalu Sandra mengirim pesan tersebut.


" Sorry. Aku duluan teman-teman. Intan makasih ya traktirannya. " Pamit Sandra.


" Kok buru-buru San ?" Tanya Salsa.


" Sudah di jemput." Balas Sandra kemudian berdiri dan mengambil tas kuliahnya.


" Dokter saya permisi duluan." Pamit Sandra sopan.


" Oya, silakan." Jawab Dokter Tian.


Hening sejenak. Mereka mengamati kepergian Sandra yang terburu-buru.


" Siapa yang menjemputnya ? Kenapa tidak langsung kemari ?" Tanya Dokter Tian kemudian.


" Dia di jemput suaminya." Kata Intan memberi tahu.


" Suami ?" Tanya Dokter Tian yang terkejut namun langsung menormalkan kembali raut wajahnya.


" Jadi Sandra sudah menikah ?" Tanya Dokter Tian mengulang.


" Yup ... Dan kita berdua juga baru tahu tadi pagi." Balas Intan.


" Sandra beruntung sekali, dia dipersunting oleh pebisnis muda yang sangat tampan. Kalau tidak salah dengar suaminya anak dari pemilik Wijaya Group." Jelas teman Sandra.


" Wijaya Group ? Mungkinkah itu Alfian ?" Gumam Dokter Tian.


" Dokter mengenalnya ?" Tanya Salsa ikut nimbrung.


" Apa ? Oh ... tidak. Saya tidak mengenalnya. Eh iya ...., saya ingat masih ada urusan. Saya permisi duluan." Ucap Dokter Tian buru-buru.


Tinggallah Intan dan Salsa berdua seperti biasanya.


" Ada apa dengan mereka ? Kenapa semua orang terburu-buru hari ini ?" Tanya Salsa bingung.


" Entahlah... Kita lanjut makan saja." Ujar Intan.


Dokter Tian segera berlari menyusul Sandra. Di depan kampus dia melihat sebuah mobil mewah terparkir di sana. Seorang pemuda berpakaian rapi terlihat menunggu seseorang. Dokter Tian bersembunyi di balik tembok dan mengintip mereka dari kejauhan.


Sandra menghampiri pria itu. Pria itu terlihat tersenyum saat Sandra datang. Tak lama kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju meninggalkan kampus tersebut.


" Jadi suami Sandra beneran Alfian ?" Tanya Dokter Tian pada dirinya sendiri.


Alfian menyadari ada gelagat aneh di belakang Sandra. Dia sudah mengamati sejak Sandra masih jauh dari hadapannya. Dibelakangnya ada seorang laki-laki yang mengikuti Sandra kemudian bersembunyi di balik tembok.


" Siapa laki-laki itu ? Kenapa mengikuti Sandra ?" Batin Alfian yang berusaha mengabaikannya.


" Lain kali mas jangan seperti tadi pagi lagi " Kata Sandra membuka percakapan.


" Emangnya ada yang salah ?" Tanya Alfian kembali tersadar.


" Tidak... Tapi aku tidak nyaman saja dengan panggilan seperti tadi pagi." Sandra berterus terang lagi kepada Alfian.


" Kenapa ? Apa salahnya memanggil istri sendiri dengan sebutan sayang ?" Tanya Alfian lagi. Dia mulai tersenyum jahil lagi. Dias yang melihat dari kaca spion tersenyum keheranan dengan sepasang suami istri di belakangnya itu.


" Ya tidak ada salahnya sih, ya sudahlah... Terserah mas saja." Kata Sandra mengalah.


" Kamu makan siang sama siapa aja ?" Tanya Alfian.


" Sama kedua temanku yang tadi pagi. Sama....." Sandra berhenti melanjutkannya. Dia takut Alfian salah paham lagi.


" Sama siapa ?" Tanya Alfian yang justru jadi penasaran.


" Mas janji ya tapi.... jangan marah." Kata Sandra ragu.


" Kenapa marah ? Katakan saja." Ucap Alfian.


" Mmm... sama Dokter Tian. " Ucap Sandra lirih. Dari depan Dias ikut mendengarkan dengan seksama.


" Dokter itu lagi ?" Tanya Alfian kemudian.


" Jadi yang mengikuti Sandra tadi Dokter Tian ? Kenapa dia mengikutinya ? Sial ! Baru menghilang Gilang sudah muncul lagi satu pengganggu." Batin Alfian.


" Kita tidak sengaja bertemu di sana. Kemudian Dokter Tian bergabung dengan kita. " Ucap Sandra menjelaskan.


" Ya sudah tidak apa-apa. " Kata Alfian tersenyum manis.

__ADS_1


Dias terbatuk-batuk mendengarnya. Dia tahu pasti jika Alfian saat ini pasti sedang mengumpat kesal dan mati-matian berusaha mengendalikan dirinya agar tidak marah.


__ADS_2