
Seminggu telah berlalu setelah kejadian tidak mengenakkan di rumah Al . Selama itu itu pula Gilang tidak bertegur sapa dengan Al, biasanya disela-sela bekerja dia diam-diam masuk keruangan kerja Al dan mengobrol atau hanya sekedar mengganggunya bekerja . Seminggu ini dia lebih gencar mendekati Sandra sehingga mereka lebih akrab sekarang. Sandra yang tidak tahu apapun tidak curiga sedikitpun. Dia bekerja dengan giat seperti biasa. Dia sendiri agak heran karena bosnya tak lagi menindas nya seperti hari-hari sebelumnya. Ya tapi tetap saja jika ada kesempatan bertemu dengan Sandra , Tuan Al selalu melontarkan kata-kata yang pedas dan menyakitkan.
Dengan Gilang dan Syefa , Sandra merasa terhibur bekerja di sana. Dia merasa mempunyai sahabat baru yang juga baik seperti Nurul. Tiga sejoli itu selalu membuat ulah yang membuat Bu Henny kadang berteriak kesal dan mengancam mereka karena mereka sering cekikikan di saat masih jam kerja. Hal itu membuat Al semakin benci pada gadis itu , tapi dia juga penasaran kenapa Gilang yang jelas-jelas pewaris tunggal dari Pradana Grup , seorang CEO muda multitalenta yang cerdas rela meninggalkan pekerjaannya demi seorang yang menurutnya buruk rupa dan menyebalkan. Lebih parahnya lagi menjadi seorang pelayan restoran.
Siang ini disela-sela pekerjaannya, saat Sandra membereskan meja pelanggan . Gilang menariknya dan membawanya keluar dari restoran.
" Gilang, kau ini apa-apaan.. aku sedang bekerja. " Kata Sandra kesal. Dia semakin kesal ketika melihat orang yang membuat dirinya kesal justru cekikikan .
" Jangan manyun gitu dong ! " Ucap Gilang menoel hidung Sandra yang mungil.
" Iya iya maaf .... aku hanya ingin bicara sebentar kepada mu " Ucap Gilang ketika melihat wajah Sandra yang masih terlihat kesal.
" Kau ini, kan bisa nanti kalau sudah istirahat. lni masih jam kerja, masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan, aku tidak mau kalau aku dipecat gara-gara ini. Kau dengar sendiri Bu Henny kemarin marahnya kaya apa , dan hari ini aku gajian , dan aku tidak ingin hari ini menjadi gajian pertama dan terakhir ku di sini ! " Cerocos Sandra .
" Sebentar saja Sandra, masalah Henny biar aku nanti yang urus, kau tidak akan di pecat. Aku jamin itu ." Bujuk Gilang.
Sandra tampak ragu, dia tidak percaya namun kasian juga melihat Gilang memohon seperti itu.
" Baiklah,tapi sebentar saja " Ucap Sandra akhirnya.
" Nah gitu dong, kan terlihat makin manis " Goda Gilang.
" Apa sih , gombal Mulu, dasar cowok ! " Sandra berusaha terlihat kesal untuk menutupi wajahnya yg merona.
" Ya sudahlah, orang aku bilang apa adanya, duduk di kursi taman itu yuk. " Gilang menunjuk sebuah kursi kosong di depan taman restoran.
" Ada yang ingin aku bicarakan padamu. " Gilang memulai pembicaraan.
Sandra masih diam, mendengarkan apa yang akan di katakan Gilang. Tidak biasanya Gilang ingin berbicara hanya berdua saja, biasanya juga ada Syefa atau teman-teman yang lain.
Entah kenapa dia menjadi gugup .
" Sandra, hari ini aku ulang tahun ." Lanjut Gilang.
Sandra menoleh , menatap Gilang tidak percaya.
" Kau ulang tahun ? Benarkah ?? " Tanya Sandra kaget.
"He eh. " Gilang menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Gilang, kenapa tidak bilang dari kemarin, tau gitu kan aku bisa cari kado buatmu. " Kata Sandra tidak enak.
" Gak papa, aku sengaja tidak memberitahumu. " Ucap Gilang serius.
" Maaf ya Gilang, selamat ulang tahun, sehat selalu panjang umur , semoga murah rejeki dan menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya " Sandra mencubit kedua pipi Gilang dan menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri.
" Au au au... terima kasih, tapi sakit , lepaskan ! " Teriak Gilang.
" Ups, sorry ...... " Sandra tersenyum nyengir sedangkan Gilang mengelus kudua pipinya yang habis di tarik Sandra.
Sebetulnya tidak sakit, justru Gilang senang dengan perlakuan Sandra,hanya saja dia gengsi kalau Sandra melihatnya senang dan pura-pura kesal.
" Ini aku punya sesuatu untukmu , nanti malam sepulang kerja aku jemput , pakai yang aku bawa ini. " Gilang menyerahkan paper bag yang sedari tadi tidak Sandra sadari.
" Ini apa, kamu yang ulang tahun kenapa aku yang mendapat hadiah. " Ucap Sandra kebingungan.
" Nanti malam aku akan mengajakmu makan malam , tidak boleh menolak, anggap saja itu hadiah ulang tahun dari kamu. " Pinta Gilang.
" Aneh sekali . " Lanjut Sandra.
" Sudah jangan banyak berfikir , turuti saja apa kataku, aku harus pergi " Ucap Gilang lagi.
" Pergi ? bukankah ini masih jam kerja ? " Tanya Sandra semakin kebingungan.
" Oke masuklah kembali, sebelum bos sableng itu melihatmu disini. " Lanjutnya.
Cup .... Gilang mencium pipi kiri Sandra dan berlari pergi menjauh sebelum gadis manis itu sadar dan marah kepadanya .
" Gilaaaaaaaaangggg ,!!" Teriak Sandra.
Dari kejauhan Gilang tertawa melihat Sandra kesal ,sebelum akhirnya dia masuk ke dalam mobil mewah dan mobil itu kemudian melaju pergi.
Sandra masuk kembali ke dalam restoran sambil mengumpat kesal atas apa yang dilakukan Gilang. Tangan kanannya memegang paper bag pemberian Gilang sedangkan tangan kirinya memegang pipi yang dicium tadi .
Tanpa dia sadari Al mengamati apa yang terjadi sejak kepergian mereka dari kejauhan. Saat berpapasan Al melirik Sandra dengan tajam dan menoleh sebentar ke arah paper bag yang Sandra bawa.
Sandra hanya menunduk takut melihatnya ,karena dilihat dari tatapannya saja Sandra tau jika Tuan bosnya itu tidak suka. Sandra berjalan sambil menunduk dan menjauh kembali ke dapur ke tempat yang di rasa aman saat ini.
" Hhuuuhh , untung saja... tatapannya seperti harimau yang melihat mangsa di depannya saja. Menakutkan. Hey Tuan , apa kau pernah tersenyum ?? Atau mulutmu itu terlanjur kaku sehingga dirimu tidak bisa tersenyum sedikitpun ?" Gumam Sandra. Dia menyimpan paper bag di lemari gantinya dan kembali bekerja menyusul Syefa yang tadi dia tinggal begitu saja.
__ADS_1
" Ehemm .... ehemm " Goda Syefa.
" Sepertinya ada yang mau jadian nih ? " Lanjut Syefa lagi.
" Jadian, jadian apa sih ? " Tanya Sandra.
" Cieee .. pura-pura bodoh atau polos sih kamu itu San, kita semua tahu kali kalau Gilang suka sama kamu , kita juga lihat tadi waktu kalian berduaan di taman. " Ujar gadis berambut ikal tersebut.
Wajah Sandra memerah antara malu dan kesal ..
" Tidak seperti yang kalian duga , kita hanya ngobrol biasa. " Bantah Sandra.
" Ngobrol biasa kok pakai cium segala ya ?? " Goda Syefa terus.
Sandra semakin tersipu, wajahnya terasa panas saat ini, " Dasar Gilang , awas kamu ya ... ! Itukan ciuman pertamaku juga , ya walaupun gak di bibir.. !! " Batin Sandra.
" Beneran Syefaaa , kita cuma ngobrol biasa, tadi itu tidak sengaja ." Bantah Sandra lagi.
" Ciuman kok bisa gak sengaja sih ??? " Syefa semakin gemas melihat tingkah Sandra yang malu-malu.
" Syefa ,ah sudahlah. " Ucap Sandra , kesal dari tadi di goda terus.
" Yaaahh marah ,, aku kasih tau ya San, Gilang itu kelihatan banget kalo dia naksir sama Lo " Bisik Syefa.
" Jangan mengada-ada fa, selama ini kita teman semua , Gilang juga baik sama semua yang bekerja disini,tidak hanya denganku ! " Bantah Sandra lagi.
"Kamu itu San, polosnya kebangetan .. masa ada yang naksir tapi gak tau ." Balas Syefa.
" Kalian berdua boleh berkemas kalau sudah bosan bekerja disini !" Tiba-tiba suara bariton Al mengagetkan mereka berdua .
" Maaf Tuan . " Ucap Syefa , menunduk sambil meremas kedua tangan didepan.
" Maafkan kami Tuan , kami minta maaf ,kami masih ingin bekerja disini ." Ucap Sandra ikut-ikutan menunduk.
Di luar dugaan, Al hanya diam dan berlalu ke ruangannya.
Kedua gadis itu saling pandang dan bernafas lega.
" Sepertinya kita selamat ." Ucap Syefa.
__ADS_1
" Kamu sih. " Timpal Sandra .
Sandra kemudian melanjutkan pekerjaannya. Pikirannya di penuhi ucapan Syefa tadi. Apa benar Gilang menyukainya ? Bagaimana bisa, tunggu pasti ada yang salah . Sudah keterlaluan mereka mengira begitu, itu tidak mungkin , tolak Sandra dalam hati. Dengan gesit kemudian Sandra menyelesaikan pekerjaannya hari itu. Dia ingin segera mendapatkan gaji pertamanya dan besok pulang bertemu bapak ibu yang di rindukannya.