Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Hama Pengganggu


__ADS_3

Selama satu minggu penuh, Alfian kerja lembur di kantor. Hari ini, akhirnya dia bisa pulang lebih awal. Untuk merayakannya, Alfian berniat untuk memberi Sandra kejutan. Untuk itu, Alfian mampir terlebih dahulu ke toko bunga untuk membeli satu buket bunga mawar merah yang masih segar untuk istrinya. Tidak lupa, Alfian juga mampir membeli beberapa coklat kesukaan Sandra. Karena dia tahu, istrinya itu sangat suka memakan coklat.


Selesai membeli semua itu, Alfian melajukan mobilnya ke apartemen dan sudah tidak sabar ingin menemui Sandra.


Dua puluh menit kemudian, Alfian sampai di depan pintu apartemennya. Dia sengaja membunyikan bel agar Sandra membukakan pintu untuknya.


" Surprise....." Ucap Alfian setelah pintu apartemennya terbuka.


Sedetik kemudian, Alfian yang niatnya ingin memberi kejutan untuk Sandra justru terkejut saat melihat Arkha berdiri dengan satu alis terangkat menatapnya.


" Ngapain kamu di sini ?" Tanya Alfian untuk mengalihkan rasa terkejutnya.


" Ck... Nemenin kakak ipar lah !" Jawab Arkha singkat kemudian menyelonong masuk kembali ke dalam apartemen.


" Gagal deh !" Batin Alfian kesal.


" Siapa Kha ?" Tanya Sandra dari arah dapur.


" Tuh, lihat aja sendiri." Balas Arkha dengan sikap juteknya.


Karena penasaran, Sandra kemudian meninggalkan kegiatannya yang sedang menyiapkan makan malam karena malam ini Arkha dan Nurul mampir ke apartemennya.


" Lhoh mas... Kok sudah pulang ?" Tanya Sandra setelah melihat jika suaminya yang datang.


" Iya, sudah gak ada kerjaan mau ngapain lama-lama di kantor." Sahut Alfian kurang bersemangat.


" Mas bawa apa ?" Tanya Sandra.


" Oh .. Hampir saja lupa..Ini buat kamu sayang... Dan ini juga ada banyak coklat kesukaan kamu." Tutur Alfian menyerahkan buket bunga itu dan paper bag berisi coklat.


" Waaahh... Makasih banyak yank... Hmmm, wangi banget, makasih juga untuk coklatnya." Imbuh Sandra berbinar.


" Sama-sama sayang." Kata Alfian kemudian mengecup kening Sandra.


" Cieee.... Romantisnya pasangan satu ini, bikin ngiri saja." Goda Nurul yang ternyata mengikuti Sandra dari belakang.


Mendengar pujian seperti itu,Sandra dan Alfian menjadi sedikit salting.


" Ehem... " Alfian berdeham untuk memulihkan suasana yang mendadak jadi sedikit canggung.


" Kamu mengundang mereka yank ?" Tanya Alfian.


" Emang kita boleh ke sini kalau hanya di undang saja ?!" Potong Arkha tidak terima. Kakaknya seperti tidak suka melihatnya datang berkunjung.


" Ya gak juga sih, tapi .... Ah sudahlah..." Kata Alfian yang tidak mungkin berkata jika kedatangan mereka mengganggu sesuatu yang sudah dia rencanakan sejak tadi di kantor.


" Mereka kebetulan mampir mas, tuh kita di bawain banyak banget makanan." Ucap Sandra menetralkan suasana.


Alfian mengangguk kemudian bergegas ke kamar.


" Aku mandi dulu..." Pamit Alfian.


Sandra kemudian menyuruh Nurul membantunya menyelesaikan pekerjaannya yang tadi tertunda kemudian menyusul suaminya ke kamar ingin menyiapkan keperluan mandi untuk suaminya.

__ADS_1


" Capek banget ya mas ? Kok kesel begitu mukanya." Kata Sandra setelah menutup pintu kamar.


" Enggak capek, hanya kesal saja. Kenapa mereka datang berkunjung di saat yang tidak tepat ??" Gerutu Alfian.


" Lhoh emangnya mas ada acara apa ?" Tanya Sandra yang tidak paham dengan maksud perkataan Alfian.


" Gak ada acara apapun, tapi kedatangan mereka mengganggu !" Lanjut Alfian setelah berhasil melepas dasinya.


" Kok mengganggu sih mas ? Salah mereka di mana?? Mereka baik lhoh, datang berkunjung, bawain oleh-oleh, niatnya kan mau nemenin aku juga." Sahut Sandra.


" Ck, tentu saja mengganggu... Karena hari ini aku sudah menantikannya selama satu minggu. Aku sudah membuat rencana malam romantis untuk kita berdua." Bisik Alfian sambil menarik pinggang Sandra kemudian membawanya ke dalam pelukan.


Mendengar suaminya berkata seperti itu, Sandra menjadi salah tingkah.


" Tidak harus malam ini kan sayang... ? Lain kali masih bisa, kita harus menghargai kedatangan tamu dan niat baik mereka. Lepaskan, aku harus kembali ke dapur. Sekarang mandilah agar aku bisa segera menyiapkan pakaianmu." Balas Sandra lembut.


" Huh, apa kau tidak merindukan ku ?" Tanya Alfian.


" Tentu saja aku rindu..Tapi setiap hari kan kita bertemu mas. Sedangkan kita jarang bisa berkumpul dengan adik dan sahabat ku." Kata Sandra menjelaskan.


" Dasar hama pengganggu !" Batin Alfian masih kesal.


Alfian menghela nafas panjang kemudian bersungut-sungut masuk ke dalam kamar mandi. Rencana yang sudah dia susun rapi sejak seharian tadi gagal total dengan kehadiran adik dan sahabat istrinya. Padahal Alfian sudah sangat menantikan malam romantis dan panas dengan Sandra setelah adik juniornya berpuasa selama satu minggu penuh.


Dua puluh lima menit kemudian Alfian menyusul mereka yang sedang berkumpul di meja makan. Berbagai makanan enak sudah tersaji di hadapan mereka. Mereka yang tadinya asik mengobrol menjadi diam setelah kehadiran Alfian di sana.


" Kenapa diam ?" Tegur Alfian yang merasa seperti orang yang menakutkan karena sikap mereka yang berubah diam setelah dia datang.


" Engg... Sini mas, Lihat... Arkha membelikan kita banyak makanan enak." Kata Sandra mencairkan suasana yang mendadak sedikit canggung.


" Mm, kita mulai saja ya makan malamnya ?" Ucap Sandra kemudian seperti biasa mulai melayani suaminya terlebih dahulu.


" Ayook, kalian semua pokoknya harus makan yang banyak.." Imbuh Sandra dengan gembira.


Melihat wajah Sandra yang ceria dan penuh senyum, kekesalan di hati Alfian sedikit berkurang. Dan dia tahu pasti,hal itu terjadi karena dia sangat senang kedatangan adik dan kekasihnya yang tak lain adalah sahabat dari istrinya.


Makan malam pun berjalan dengan lancar dan tidak sedingin seperti sesaat sebelumnya.


" Kau sudah tahu jika Gilang akan bertunangan ?" Tanya Arkha kepada kakaknya.


Sandra mendadak menghentikan kegiatannya kemudian melirik ke arah suaminya. Dia takut mood Alfian akan berubah menjadi buruk setelah Arkha membahas tentang Gilang. Padahal dia sendiri sudah menahannya dari kemarin-kemarin saat ingin membicarakan hal itu. Tapi di luar dugaannya, Alfian justru mengangguk mengiyakan.


" Jadi mas sudah tahu ?" Tanya Sandra yang justru terkejut.


" Ya, kenapa kamu terkejut begitu sayang..." Ucap Alfian.


" Ah, oh... enggak.., aku pikir....Ah syukurlah kalau mas sudah tahu." Balas Sandra kikuk.


" Aku mendengar sendiri darinya." Kata Alfian kemudian. Hal itu justru semakin membuat Sandra melotot saking tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Bagaimana bisa ? Apakah mereka sudah bertemu atau Mas Gilang juga mengirimkan pesan kepadanya ?" Batin Sandra.


" Baguslah kalau sudah tahu, aku pikir kalian masih ribut." Ucap Arkha to the point.

__ADS_1


Alfian memutar kedua matanya dengan malas.


" Jadi.... Mas sudah mengobrol dengan Mas Gilang ?" Tanya Sandra pelan.


" Ya, aku datang ke rumahnya dan meminta maaf secara langsung." Kata Alfian membuat mereka semua yang ada di sana tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Seorang Alfian datang dan meminta maaf secara langsung ??


" Kenapa pada bengong ? Ada yang salah ?" Tanya Alfian keheranan melihat tingkah mereka.


" Oh, enggak sayang... Kita justru senang melihatnya. Suamiku ternyata seorang laki-laki yang gentleman." Puji Sandra.


" Tentu saja. Aku bukan seorang pengecut yang akan bersembunyi jika berbuat kesalahan. Sudahlah, jangan bahas hal itu lagi." Pinta Alfian.


" Mm, kalau begitu lusa kita bisa bertemu di sana. Aku akan mengajak Nurul, sekalian memperkenalkannya kepada kerabat dan juga teman-teman." Kata Arkha.


" Setuju.... ! Aku senang kalian sudah mulai go publik.. " Teriak Sandra kegirangan.


Nurul yang sejak tadi hanya diam menyimak, sekarang menjadi salah tingkah karena tingkah Sandra yang membuatnya malu.


Acara makan malam dadakan itu pun akhirnya selesai. Arkha dan Nurul pamit setelah mendengar Alfian mengisyaratkan mereka agar segera pulang. Sandra sebenarnya merasa tidak enak, tapi mau bagaimana lagi, suaminya benar-benar minta di cubit.


" Maaf jika kedatangan kami mengganggu." Ucap Nurul setelah berpelukan.


" Jangan berpikir begitu, kita justru senang kalian datang. Makan malam menjadi lebih seru dan meriah." Balas Sandra.


" Tapi aku rasa tidak dengan kakak ku yang tampan ini. Dari tatapannya aku tahu jika dirinya sudah seperti seorang pemburu yang siap menerkam mangsanya jika kami tidak segera pergi dari sini." Kata Arkha.


" Ah, jangan perduli kan kakakmu, dia memang dingin seperti itu kan?" Sahut Sandra yang merasa semakin tidak enak. Satu cubitan dia berikan kepada Alfian di belakang tubuhnya, berharap agar laki-laki itu mengerti maksudnya dan bisa memamerkan sedikit senyum.


" Au sakit sayang...?! Kenapa kamu mencubit ku ?!" Tanya Alfian keras.


Sandra semakin mati kutu di buatnya. Bukanya mengerti, Alfian justru berteriak saat di cubit. Padahal Sandra hanya mencubitnya dengan pelan. Mana mungkin bisa sesakit yang Alfian katakan ?


Arkha dan Nurul terkekeh geli melihat tingkah mereka berdua.


" Oh , sudahlah... Aku malu sekali. Kalian jangan kapok ya main ke sini ?" Ucap Sandra pasrah.


" Hehe , enggaklah, mungkin kita saja yang datangnya kurang tepat waktu. Tuan Al sudah satu minggu lembur bekerja, pasti sekarang ingin sekali menikmati quality time dengan istrinya." Sahut Nurul tersenyum maklum.


" Jangan buat kakak ipar ku sampai kelelahan. Aku tahu maksudmu ingin kami segera pergi !" Imbuh Arkha menyindir, kemudian menggandeng Nurul dan berlalu meninggalkan mereka.


" Dasar bocah ! " Teriak Alfian tidak terima.


Arkha hanya terkekeh mendengar kakaknya berteriak karena malu.


" Ah , so sweet nya.. Mereka berdua memang pasangan yang sangat serasi..." Kata Sandra menatap punggung Arkha dan juga Nurul yang mulai menjauh.


" Ah, biasa aja !" Sahut Alfian kemudian meraih tubuh langsing Sandra.


" Aa... Ngapain mas ?!" Teriak Sandra yang kaget karena Alfian tiba-tiba membopongnya masuk ke dalam apartemen.


" Tentu saja menagih jatah ku selama seminggu ini. " Kata Alfian penuh arti.


Sandra menepuk jidatnya dengan pasrah saat Alfian membawanya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Sedangkan Alfian menyeringai penuh kemenangan karena rencananya tidak sepenuhnya gagal.


__ADS_2