Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Pagi yang menjengkelkan


__ADS_3

Sandra terbangun lebih awal karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


".... Aaaauuu ....hhhuuu ,, ngilu sekali badan ku, "


Sandra mencoba membenarkan posisi tidurnya. Dia sebal sekali pada Nurul, tubuhnya yang sudah sakit bertambah sakit karena sahabatnya tidak bisa tidur dengan tenang, kakinya ke sana kemari menendang dan menindih tubuh lencir Sandra.


" Iiihhh, Bangun, bangun Rul.... " Ujar Sandra.


" Hey bau,, buruan bangun !!" Sandra menggoyang goyangkan bahu sahabatnya.


"Apaan sih .. masih pagi , ngantuk tau !" Nurul mengerjabkan kedua matanya berusaha melihat jam di dinding kamar .


" Idiihhhh ....... anak gadis males banget, dah jorok ,bau, pemalas lagi " Timpal Sandra merebut selimut yang hendak Nurul pakai lagi.


" Apaan siiiii....... ,jorok apa coba ? " Tanya Nurul.


" Tuh ... , " Sandra menunjuk bantal yang dipakai Nurul.


"Banyak sekali peta yang kamu buat ,jijae tau ! "


Nurul nyengir kuda melihat bantalnya.


" Hehe seni kali San, ... " Sahut Nurul tanpa rasa malu.


" Seni orang tidur... ... " Lanjutnya sambil terkekeh.


"He gadis jorok, seni orang tidur ,?? Kebanyakan molor kaliii, dah ngiler tidur juga kaya gangsing, badanku sakit semua kamu tendang kesana kemari ... " Sandra pura-pura memasang wajah marah dan sebal.


"Uluuh uluh... segitunya sama temen sendiri, kamu kalau manyun gitu dah jelek makin jelek tau San, hehe..."


Sandra melotot dan menepuk bahu Nurul.


"Ooooo gitu ya, jadi gini nih sekarang ,, ngajak berantem...." Sandra pura-pura menyingsingkan lengan bajunya, namun seketika Nurul beranjak dan lari ke arah kamar mandi.


" Weeeekkkk... " Ejek Nurul sambil menjulurkan lidahnya.


"Nuruuuuuuullllll....." Sandra berlari mengejar ke kamar mandi.


Dor... dor... dor.... Sandra menggedor pintu kamar mandi dengan kesal.


" Awaas aja kamu ya ! " Teriak Sandra .


" Nurullll, aku duluan, aku kan yang bangun duluan ...! "

__ADS_1


Namun Nurul tak menggubris teriakan Sandra. Dia terkekeh geli mendengar sahabatnya jengkel.


Sandra pasrah dan kembali ke tempat tidur sambil menggerutu tidak jelas.


Kemudian dilihatnya kunci pintu kamar kosnya , segera dia meraihnya dan bergegas ke kamar kosnya.


Sandra membuka pintu dan masuk dengan menyeret tas ranselnya. Matanya berkeliling melihat tempat tinggalnya yang baru itu, kamar berukuran tiga kali empat meter itu terlihat sederhana. Terdapat satu tempat tidur berukuran kecil ,satu meja berukuran sedang dan satu kamar mandi kecil didalam. Sandra duduk di tempat tidur, menaruh tas dan membukanya berusaha mengambil baju ganti dan peralatan mandi, namun yang keluar dari dalam tasnya pertama kali adalah sebuah jas hitam milik bosnya.


" Aahh jas ini, kalau saja pemiliknya bukan orang yang sombong, ngeselin ,dan galak ,dengan senang hati aku akan mencucinya" Gumam Sandra.


Akhirnya Sandra mandi sekalian mencuci jas Alfian dengan kesal, mata dingin dan sinis itu terus terlintas dibenaknya, membuatnya semakin kesal saat mencucinya.


Selesai mandi dan bersiap Sandra kembali ke kamar Nurul, gadis itu sudah rapi dan sedang menyeduh dua bungkus mie instan. Melihat kedatangan Sandra dia kembali terkekeh...


"Puas ya ngerjain dan ngatain aku.... !" Sandra duduk bersila disebelah Nurul.


"Hehehe... ya nggak lah... , nih sarapan dulu . " Kata Nurul menyodorkan semangkuk mie.


" Huuhhh..... , capeknyaaa " Sandra mengangkat bahu dan membuang nafas panjang.


"Kenapa,,ada masalah ? " Tanya Nurul yang langsung tahu keadaan sahabatnya.


Sandra menghela nafas dan kembali membuangnya dengan kesal.


" Sedikit... " Ucapnya Sandra kemudian.


"Terus, apa masalah nya ?" Tanya Nurul sambil menyuapkan mie ke dalam mulutnya.


Sandrapun menceritakan kejadian yang dia alami kemarin, menuangkan segala emosi dan unek-unek tentang bosnya itu kepada sahabat karibnya.


Nurul mendengarkan dengan seksama. Manggut-manggut dan asik mengunyah mie instan miliknya.


Sandra melirik sahabatnya dengan cemberut.


"Kamu dengerin nggak sih ?! " Kata Sandra sebal.


Nurul mendelik sambil terus menikmati sarapan paginya.


" Dengerin kali San, sensi amat.. sampai segitunya lu benci sama itu bos, awas jatuh cinta lho ... ! " Balas Nurul.


Uhukk uhukk... Sandra tersedak mie instan yang baru saja dia lahap .


Nurul segera menepuk punggung Sandra berusaha membantu dan menyodorkan segelas air putih.

__ADS_1


"Hati-hati napa... jangan-jangan kamu beneran suka ya sama itu bos .. " Nurul terus mengoceh tanpa rasa bersalah.


"Aku tersedak karena ucapan kamu tau ! kamu rese banget ngomongnya. Gila apa cinta sama orang kaya gitu, biar dia kaya , ganteng tapi ogah... bisa-bisa mati menderita, mending aku gak pernah jatuh cinta kalau semua laki-laki modelnya begitu..!" Umpat Sandra marah .


"Hush, jangan berlebihan begitu,benci boleh tapi gk boleh menghina orang sebegitu nya .. ntar kualat ! " kata Nurul sambil mengedipkan satu matanya.


"Kamu sih,godain terus, bukanya simpati kek,apa kek, ini malah ngomong yang enggak-enggak "


"iya-iya aku minta maaf,dah dong jangan cemberut gitu, lanjut gih sarapannya, biar nanti kuat ngadepin itu bos kejem, eh kerjaan maksutnya ...hehe.. " Ralat Nurul.


Dia tau jika Sandra terkadang memang sedikit kekanakan, dan mudah ngambek, lebih baik mengakhiri percakapan sebelum ngambeknya makin parah adalah hal yang paling tepat.


Meski begitu Nurul sangat menyayangi Sandra. Menjadi anak tunggal membuat Nurul maklum kenapa Sandra mempunyai sifat ngambekan dan mudah marah seperti itu. Terlebih Bu Lastri dan Pak Imam memang sangat menyayangi dan memanjakan Sandra semampu mereka.


Selesai sarapan mereka berpisah dan bergegas ke tempat tujuan masing-masing.


Mereka melangkah ke parkiran bersama, mengeluarkan sepeda motor masing-masing dan memanasinya terlebih dahulu.


"San, sepertinya nanti aku pulang agak maleman, banyak banget tugas kuliah yang menumpuk , ada kuliah sore juga, nanti aku sama temen-temen ada rencana pulang kuliah mau ngerjain tugas di perpustakaan kota." Nurul memulai percakapan diantara keduanya.


" Kamu gak papakan nanti pulang kerja disini sendiri ?, " Terang saja Nurul khawatir karena Sandra tidak mengenal siapa-siapa disini.


"Iya gak papa, kamu fokus saja dengan tugasmu.. Semangat !!!! , belajar yang rajin ya.... ? " Ucap Sandra tulus. Jika sahabatnya itu sukses maka dia pun akan ikut bahagia.


"Makasih ya....kamu juga semangat kerjanya.. ! Semangat, semangat, seemangaaaatttt !!!! " Teriak Nurul kemudian memeluk Sandra.


" Iya, semangat dong ...!! "Sandra mengusap punggung sahabatnya itu.


" Eh apaan sih ,.." Kata Sandra ketika Nurul memeluknya semakin erat.


" Jangan lebay deh, dah kita berangkat yuk, dah siang nih, angker aku kalau kena marah itu bos sableng "


" Okelah" Balas Nurul sambil melepaskan pelukannya.


" Kamu hati-hati ya, apa lagi hati kamu ...hehe "


" maksudnya ? " Tanya Sandra bingung.


"Ehm..... hati-hati siapa tau hati kamu terpesonahh Dag Dig Dig sama tu bos keceehh.... ! " Lagi-lagi Nurul menggoda Sandra.


" Nuruuuulllllllllllllllllll.............................!!!!!!!!! "


Sandra berusaha memukul sahabatnya ,tapi Nurul keburu naik sepeda motornya dan melaju secepat mungkin, menghindar dari kemarahan Sandra.

__ADS_1


" Awaas aja nanti malam, " Umpat Sandra dengan geram,wajahnya masam menahan marah. Yang justru membuat wajahnya terlihat lucu.


Sandra segera menyalakan sepeda motornya dan bergegas meninggalkan kos nya menuju restoran. Tanpa dia sadari sedari tadi terdapat sepasang mata yang mengawasi tingkah polah dan percakapan dia dan sahabatnya. Sepasang mata itu tersenyum dan ikut beranjak pergi.


__ADS_2