
Sandra pulang dari bekerja dengan muram. Dia berfikir keras bagaimana caranya biar tidak terlambat bekerja lagi. Bukan tanpa alasan, Sandra bingung harus bagaimana, ngekos mungkin adalah pilihan yang tepat,tapi bagaimana dengan ayah dan ibunya ? Siapa yang akan membantu mereka ? Terlebih penyakit ayahnya sekarang sering kambuh. Dia tidak tega melihat ibunya harus bekerja keras sendiri. Tentu sangat repot dan melelahkan jika sepulang belanja ibunya harus menyiapkan dagangannya sendiri,membersihkan rumah, menyiapkan sarapan dan makanan untuk ayahnya dan langsung berangkat berjualan. Tidak .... ibunya sudah tidak sekuat dulu lagi, Sandra teringat peristiwa beberapa bulan yang lalu ketika ibunya jatuh pingsan.
Sandra terus berfikir sambil mengendarai sepeda motornya.
Akhirnya Sandra sampai dirumahnya, waktu menunjukkan pukul 22.00 malam.
Sandra berniat membuka pintu dengan kunci cadangan yang dia bawa, dia tidak ingin Bu Lastri dan Pak Imam terbangun. Namun pintu rumahnya terbuka, muncul Bu Lastri dengan senyum menenangkan seorang ibu.
" Sudah pulang nak " sambut Bu Lastri sambil menerima kecupan di punggung tangannya.
"Masuk, ibu sudah panaskan air untuk kamu mandi, " lanjut Bu Lastri.
" Ibuuuu, kenapa ibu repot-repot, aku bisa melakukan semuanya sendiri Bu, ibu istirahat saja, nanti ibu kurang tidur... "
Sandra mengomel sambil masuk dan menuntun sepeda motornya.
"Kamu ini San, mana bisa ibu tidur kalau anak gadisnya belum pulang, ibu khawatir sayang.. apa lagi ini malam hari,ibu cemas .... " Tutur Bu Lastri.
"Ah ibuuuu.... Sandra sudah besar bu,ibu jangan khawatir, gak akan terjadi apa-apa,ibu tenang saja " Sandra memeluk manja tubuh ibunya .
Dia menyandarkan kepalanya kepelukan ibunya.
Tiba-tiba saja Sandra teringat dengan masalahnya, ia pun bercerita kepada Bu Lastri kejadian hari ini.
Bu Lastri mendengarkan dengan raut muka yang berubah-ubah, entah apa tanggapan beliau.
"Gimana ya bu, Sandra bingung" Sandra mengakhiri ceritanya.
Bu Lastri terdiam sesaat, sebelum akhirnya tersenyum memandang putrinya.
__ADS_1
" Sudah kamu jangan terlalu mikirin , nanti ibu bicarakan dengan bapakmu, sudah sana kamu mandi dulu, setelah itu makan dan tidurlah, besok pagi ibu bangunkan lebih awal" ucap Bu Lastri
"Baik Bu.... "
Sandra menuruti perintah ibunya, dia bergegas mengambil tas ransel yang dia bawa bekerja dan mencium ibunya dulu sebelum akhirnya masuk ke kamar mengambil handuk dan pergi ke belakang untuk mandi.
.......................................................................
Sandra masih mengantuk ketika Bu Lastri membangunkannya..
Sandra mengucek kedua matanya berusaha memperjelas penglihatannya.
Udara masih sangat dingin, dia menoleh jam dinding tua di kamarnya. jam masih menunjukkan pukul 04.00 pagi.
Sandra teringat peristiwa di restoran kemarin dan segera beranjak dari tempat tidur. Dia tidak ingin terlambat lagi. Dengan langkah gontai dia ingin segera membantu ibunya yang ternyata sudah selesai menata sayur mayur dagangannya.
Sandra pergi ke belakang dan mengambil sapu.Tanpa diperintah Sandra segera membersihkan seluruh ruangan rumahnya. Udara yang dingin membuat kantuknya hilang seketika, setelah selesai ,Sandra pergi ke dapur .
" Ibu, kenapa jadi ibu yang mengerjakan semua ini,inikan tugas Sandra bu, "
" Sudah gak apa-apa,, mandi sana trs sarapan.. bapak ibuk mau sarapan bareng sama kamu ." Bu Sandra berkata dengan lembut.
Sandra pun mandi dan bergegas ke dapur lagi, sekarang dimeja dapur itu sudah duduk kedua orang tuanya.
Sandra ikut duduk di samping ibunya.
Pak Imam memulai obrolan di pagi itu.
" San, ibumu sudah bercerita kepada bapak tentang masalahmu, setelah bapak dan ibu bicara, ada baiknya kamu indekos saja." Kata Pak Imam.
__ADS_1
"Tapi pak, Sandra gak bisa ngekos, tidak ada yang membantu bapak dan ibu disini, lebih baik Sandra bangun lebih awal dan berangkat bekerja lebih pagi. " Sandra tampak khawatir dengan kedua orang tuanya.
" Nak, turuti saja apa kata bapak, itu yang terbaik untuk kamu" Bu Sandra mengelus bahu putrinya dengan lembut.
" Iya Sandra,selain bisa lebih dekat dengan tempat kerja kamu, pulang pergi setiap hari dengan jarak jauh tidak baik untuk kesehatanmu, terlebih kamu anak gadis, sangat beresiko pulang kerja malam-malam.
Sandra berfikir sejenak, dan membenarkan perkataan orang tuanya, namun hatinya masih begitu berat jika harus meninggalkan kedua orang tuanya.
" Baik pak, Bu , Sandra akan ngekos ,tapi ada syaratnya ...." Ucap Sandra kemudian.
" Syarat, syarat apa nak ?? " Tanya Bu Lastri.
" Begini bu, setelah Sandra pikir, Sandra akan ngekos , tapi Sandra ingin ibu tidak usah jualan sayur lagi , ibu fokus saja menjaga bapak. Mulai bulan depan segala kebutuhan bapak ibu dan rumah biar Sandra yang urus " Kata Sandra.
" Tapi nak, mana bisa bapak dan ibu merepotkan kamu, ibu masih kuat jualan , bapak juga sudah sehatan , apalagi sekarang bapakmu minum obat yang bagus kualitasnya , Pak Wijaya selalu mengirim obat-obat itu sebelum obatnya habis." ujar Bu Lastri.
" Maka dari itu Bu, jika Pak Wijaya saja memikirkan kesehatan bapak gimana dengan Sandra ? Ibu juga pasti kerepotan jika mengurus semuanya sendiri , bukan apa-apa bu, tapi kali ini saja turuti kemauan Sandra, Sandra ingin menjadi anak yang berguna untuk bapak dan ibu, Sandra tidak ingin merepotkan orang lain lagi. " Lanjut Sandra.
Lama mereka berdebat tentang rencana indekos Sandra sampai akhirnya Bu Lastri dan Pak Imam mengiyakan kemauan Sandra.
Setelah sarapan Pak Imam memberikan uang untuk Sandra mencari kontrakan dan untuk keperluan Sandra Selama belum mendapatkan gaji.
Dengan rasa bersalah karena merepotkan orang tuanya Sandra menerima uang itu dan berjanji dalam hati akan memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibunya.
Sandra berpamitan kepada orang tuanya. Dia membawa pakaian yang lebih banyak dari biasanya, tak lupa dia membawa peralatan melukis kesayangannya untuk mengisi waktu luang di tempat kost nanti. Sandra sudah mengabari Nurul sahabatnya, berniat untuk menumpang dikontrakkannya sebelum Sandra mendapatkan kontrakan sendiri. Sahabatnya itu sangat senang sekali, dia juga memberi kabar gembira jika kamar kost di sebelahnya kosong. Sandra menyerahkan semua urusan itu kepada sahabatnya. Nanti sepulang kerja dia akan langsung ke tempat kost Nurul.
Sandra bergegas berangkat bekerja, hatinya mulai riang, dia membayangkan kerja yang rajin uang yang banyak dan membahagiakan ayah ibunya ( dasar si pemimpi , emang hidup selalu semulus seperti yang kita mau , hehe ).
Tanpa terasa sepeda motornya sudah sampai di gedung restoran tempat dia bekerja. Senyum cerah menghiasi wajahnya yang hitam manis itu. Hari ini dia tidak terlambat masuk kerja. Dengan langkah bahagia dia memasuki restoran itu setelah memarkirkan sepeda motornya. Dia berharap hari ini tidak akan ada masalah sedikit pun. Tanpa dia sadari ada sesosok laki-laki yang memperhatikannya dari lantai tiga gedung itu.
__ADS_1
Sandra masuk, berganti pakaian kerja dan segera memulai pekerjaannya, Bu Henny tersenyum melihat Sandra datang lebih awal dari dugaannya. Berharap hari seterusnya Sandra tetap tidak terlambat dan bekerja dengan baik.