Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Kau Menyebalkan !!


__ADS_3

Keesokan harinya, Sandra bangun dengan kepala terasa pusing. Namun dia tetap harus semangat bekerja. Untung saja jarak ke tempat kerjanya tidak jauh sekarang. Jadi dia masih sempat sarapan dulu sebelum berangkat kerja.


Hari ini, Sandra terlihat lesu dan tidak bersemangat. Tentu saja itu membuat beberapa teman yang dekat dengannya merasa aneh dengan Sandra, tak terkecuali Gilang teman barunya yang sejak masuk bekerja di restoran itu, selalu mencari cara agar bisa dekat dan akrab dengannya.


" Gak panas , " Ucap Gilang sambil meletakkan telapak tangannya ke dahi Sandra.


" Apaan sih " Ucap Sandra sambil mencoba menangkis tangan Gilang.


" Aku gak sakit tau ! " Tepis Sandra.


"Ya habis dari pagi aku lihat lesu amat, ni mulut juga diam saja, atau kamu lagi sariawan ya, coba aaa .... aaa .... ? " Gilang membuka mulutnya sendiri dan mencoba membuka mulut Sandra juga .


" Gilang ,apaan sih, aku gak kenapa-kenapa, jangan gitu ah ! " Ucap Sandra mulai kesal.


" Hehe, ya maaf, kamu ada apa sih , cerita sama aku, siapa tau bisa bantu " Tawar Gilang.


" Aku gak kenapa-kenapa Gilang , serius " Tolak Sandra.


" Ya udah deh, lanjut makan kalau gitu , tapi kalau nanti berubah pikiran ,masih boleh kok cerita sama aku, aku siap setiap saat untuk kamu ,, hahaha " Gombal Gilang.


" Oke, " jawab Sandra ketus.


Tiba-tiba Syefa menghampiri mereka berdua..


"San, dipanggil tuh sama Bu Henny..., Tuan Al minta dibikinin kopi katanya "


Sandar mengerutkan keningnya penuh tanda tanya.


" Itu tuan sableng apaan coba , tiap hari minta dibikinin kopi sama aku, kamu aja deh fa.. kan gak ketahuan juga siapa yang bikin.. " Pinta Sandra.


" Aduh San, maaf deh .. gak berani gue , lo aja deh .. lagian Bu Henny minta sekalian diantar ke tuan . Gak boleh lama-lama, sorry ya , gue lanjutin kerjaan gue dulu " Timpal Syefa.


" Huh dasar bos nyebelin , aku tinggal dulu ya ... " Ucapnya pada Gilang.


" Oke, jangan lupa berdoa ya ... haha " Goda Gilang.


" Haha , kamu pikir aku mau ketemu setan harus berdoa dulu ... hahaha , eh ada benarnya juga sih ..tuh orang kan kalau dah marah setan aja kabur.. .haha" Sandra tertawa dan meninggalkan Gilang .


Gilang pun tersenyum melihat Sandra sudah bisa tertawa, dia menatap punggung Sandra yang terus menjauh hingga masuk kedalam ruangan.


Tanpa di sadari mereka , ada yang mengamati mereka dari jendela gedung paling atas . Al tersenyum tipis mendapati apa yang baru saja dia lihat .


" Kena kau ,, jadi gadis udik itu .... , pilihan yang buruk ." Ucapnya kemudian.


Took took took .... Sandra mengetuk pintu . Al yang sudah tau itu Sandra pura-pura sibuk dengan laptopnya dan menyuruhnya masuk .


Dengan hati-hati Sandra meletakkan kopi itu ke atas meja di depan Al.

__ADS_1


" Maaf tuan,ini kopi anda. " Ucap Sandra sambil tersenyum semanis mungkin, dia tidak ingin ada kesalahan sedikitpun agar bisa segera keluar dari ruangan itu.


Al tidak bergeming , menoleh pun tidak.


"Maaf tuan, saya permisi " Lanjut Sandra dan ingin segera beranjak dari tempatnya berdiri.


Saat hendak membuka pintu tiba-tiba suara berat itu mengagetkannya.


" Siapa yang menyuruhmu pergi ! " Bentak Alfian.


Sandra yang kaget dengan refleks langsung kembali ke tempat semula dia berdiri.


" Maaf tuan, saya pikir tuan sudah tidak membutuhkan saya " Ucap Sandra.


Al menatap tajam kepada Sandra.


" Benarkah gadis udik ini yang membawamu kesini ? Apa dia sudah kehabisan stok perempuan cantik hingga menjatuhkan pilihan pada gadis udik ini ? Aku jadi penasaran, aku kerjain saja gadis udik ini .. Aku ingin lihat bagaimana reaksi mu , kita lihat apa betul tebakanku " Batin Al.


" Ehemm , aku ingin semua yang ada di ruangan kerjaku di lantai tiga di pindahkan ke ruangan ini .. tanpa terkecuali ,dan harus selesai hari ini juga " ucap Al


" Baik tuan , saya akan menyampaikannya kepada Bu Henny agar menyuruh petugas kebersihan memindahkan semuanya "


" Siapa suruh kau bilang Henny, ? " Al tersenyum miring.


" Kamu kerjakan sendiri apa yang aku perintahkan dan harus selesai sebelum jam pulang kerja "


" Kau !!! Kau berani membantahku ! Besar sekali nyalimu , baik saya rasa aku tidak membutuhkan ......."


" Baik tuan , akan saya laksanakan perintah tuan ! " Sahut Sandra buru-buru,dia tau apa yang akan di ucapkan tuan kejam nya itu, saat ini dia tidak mau kehilangan pekerjaan.


Al pun tersenyum , dalam hati sangat senang bisa mengerjai temannya sekaligus balas dendam kepada gadis udik di depannya.


Dengan langkah gontai Sandra keluar dari ruangan Al. Marah dan kesal itulah yang dia rasakan sekarang.


Sandra masuk kedalam lift menekan tombol lantai tiga. Sampai di depan ruangan bosnya Sandra segera bergegas memulai pekerjaannya.


Sandra melihat sekeliling, dia bingung akan memulai dari mana memindahkan semua isi ruangan tersebut.


"Oke baiklah ,aku mulai saja dari meja ini " Ucapnya kemudian .


Sandra mengambil kardus ke gudang terlebih dahulu kemudian menaruh berkas-berkas yang ada di atas meja kerja Al kedalam kardus. Ketika membuka laci meja , dirabanya isi dalam laci tersebut, kali aja ada uang nyelip , pikir Sandra. Tapi nihil tak ada apapun , Sandra pun menarik tangannya tapi ia urungkan saat tangannya merasa menyentuh sesuatu .. Sandra mengambilnya dan melihat apa itu, ternyata selembar foto.


" Cantik sekali ," Batin Sandra.


Dilihatnya foto seorang gadis berkulit putih bersih, tinggi dan berparas cantik sedang menggelayut kan tangannya dengan manja ke leher Al. Mereka tersenyum saling menatap.


" Apa ini foto kekasih tuan Al ? Mungkin ini waktu mereka masih seumuran ku , sepertinya begitu ,tuan Al belum seganteng dan segagah saat ini,tapi imut sih.." Sandra terkekeh mendengar ucapannya sendiri.

__ADS_1


Selesai membereskan meja Sandra langsung mengangkat kardus itu dan membawanya ke lantai empat.


Tok... tok .... tok.....


"Susah sekali mengetuk pintu saja ,mana berat lagi " Gumam Sandra.


" Masuk " seru Al dari dalam.


" Kerjakan tugas mu dengan benar, " Ucap Al menatap tajam kepada Sandra.


" Jangan menyentuh atau melihat sesuatu yang harusnya bukan milik kamu, terlebih menertawakannya ! "


Sandra menelan salivanya. Entah kenapa maksud tuanya itu lebih seperti mengancam dan bukan memberi tahu.


" Saya hanya memindahkan saja tuan. "


Lebih baik mencari aman dari pada aku nanti semakin lama terjebak disini. Semakin cepat aku menyelesaikannya semakin bagus , pikir Sandra.


"Apa aku menyuruhmu untuk menjawab ku ? Jaga mulut itu jika masih ingin bekerja di sini ! Apa kau tahu, aku tidak membutuhkan karyawan sejelek dan seudik dirimu ! "


Glekk , entah kenapa hati Sandra terasa sesak dan panas mendengar perkataan tuanya. Dia mencoba menahan emosinya sekuat mungkin , biar bagaimanapun saat ini dia butuh pekerjaan dan saat ini di luar sana sulit sekali mencari pekerjaan.


"Sabar Sandra , jangan dengar, anggap saja itu suara kentut yang bau dan akan hilang dengan sendirinya. " Batin Sandra.


" Baik tuan ! "


" Ambil foto yang tadi kau lihat , taruh di dalam laci ! " Bentak Al.


Senang sekali Al melihat wajah Sandra yang menahan amarahnya, sudah jelek semakin jelek ,dasar gadis udik !


" Baik tuan, sudah saya simpan di dalam laci .." Kata Sandra.


" Tunggu !! " Ucap Al saat melihat Sandra ingin keluar dari ruangannya.


"Apa lagi sekarang ? " Batin Sandra.


" Ya tuan , apa ada hal lain yang anda inginkan ? " Berusaha tersenyum semanis madu sambil mengepalkan kedua tangannya.


" Ya, apa ada sesuatu yang bisa kau pakai untuk menghias wajahmu agar membuat mu terlihat lebih menarik ? kau itu hitam dan jelek, muak aku melihat mu ! " Ejek Al.


Sandra terperanjat mendengar perkataan Al,sekuat tenaga dia mencoba untuk tetap tersenyum.


" Baik tuan !"


Sandra membuka pintu dan berlari menjauh dari ruangan itu,tanpa terasa butiran bening mengalir dari kedua sudut matanya.


" Kau itu menyebalkan sekali tuan ! aku membencimu ! sangat-sangat membencimu. Umpat Sandra dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2