
Seperti biasa jika tidur bersama Nurul, Sandra terbangun dengan tubuh pegal-pegal.
" Arrgh.... bangun tidur badan rasanya seperti habis bergulat dengan kuda. " Keluh Sandra.
Sandra segera mandi ,membersihkan diri dan bersiap berangkat kerja.
" Semangat Sandra ! " Teriaknya pada diri sendiri.
" Mmmmmh.. berisik ! " Ucap Nurul.
" Hms, dasar kuda , aku nebeng ya ke restoran. Sepeda motorku masih ada di sana. Dan satu lagi, aku belum cerita kalau aku gak punya ponsel. Bos sableng itu merusak ponselku. "
" Enak aja ngatain aku kuda. Kalau aku kuda kamu beruang ... hehe... Tunggu lima menit , dan ku antar kamu , kebetulan hari ini aku tidak ada jadwal kuliah. " Timpal Nurul.
Lima menit kemudian, Nurul benar-benar sudah siap dengan sepeda motornya.
Sandra menyelidik sahabatnya itu dari atas sampai bawah.
" Kamu beneran sudah mandi ? " Tanya Sandra.
" Wah meremehkan ni orang. Ya jelas sudahlah. Gak kecium apa udah wangi begini. "
" Sedikit sih . " Gumam Sandra.
" Sial , mana mungkin wangi sedikit ! Jadi minta dianter gak nih ? "
" Jadilah.... ! "
" Kalau gitu ayok ! " Teriak Nurul.
" Habis kamu mandi sama dandan kilat amat, kan jadi gak yakin mandi beneran enggak. " Kata Sandra curiga.
" Mandi beneran lah ... Masa mandi bo'ongan . ! Makanya jadi orang jangan suka berprasangka buruk dulu. Sini aku bisikin rahasianya." Kata Nurul sambil mendekati Sandra.
" Hehe ya maaf ... emang apa rahasianya ? " Tanya Sandra penasaran.
" Mandi bebek, banyakin parfum , makanya gak mungkin banget kalau gak wangi .. hihihi ..." Bisik Nurul lirih.
" Apa !? Dasar Nurullll... !!! " Kata Sandra tidak percaya dengan tingkah sahabatnya.
" Sttttttt, jangan keras-keras. Dah ayok ! " Ajak Nurul.
" Hmmm , kelakuan ! " Sandra menaiki sepeda motor sambil geleng-geleng kepala.
Tak butuh waktu lama mereka berdua sampai di restoran.
" Thanks sayangku, cintaku .... " Goda Sandra.
" Ma sama honey ku sweeety ku ." Balas Nurul dengan manja. Tanpa mereka sadari dari belakang Alfian berjalan melewati mereka.
" Dasar gadis-gadis aneh ! " Kata Alfian sambil bergidik ngeri.
" Hishhh sabar Sandra... Disini kamu mau bekerja."
Lirih Sandra.
" Hehe, emang kita yang aneh juga sih hehe,,tapi dikit !" Ucap Nurul cengengesan sambil menjentikkan jari kelingking.
" Kamu itu, dah lah aku masuk dulu. Hari pertama masuk kerja lagi jangan sampai di kerjain itu orang ! "
__ADS_1
" Okelah, aku juga cabut dulu. Semangat bekerja. " Ucap Nurul berpamitan .
Setelah itu Sandra bergegas masuk dan berganti pakaian waiters .
" Sandra ! " Teriak Syefa sambil berlari menghampiri.
" Hay Syefa, hai semua . " Kata Sandra kepada semua teman kerjanya.
" Hay San, kami ikut berduka atas meninggalnya paman. Maaf kami tidak bisa ikut ke sana waktu itu. " Kata teman Sandra mewakili semua temannya.
" Tidak apa-apa, terimakasih banyak semuanya . " Ucap Sandra tulus.
" Ini buat kamu, simpan dulu gih ...." Sandra memberikan oleh-olehnya kepada Syefa.
" Maaf semua , aku ke ruangan Bu Henny dulu ya .. beliau belum tahu kalau hari ini aku dah masuk kerja." Pamit Sandra.
" Oke ... Selamat bekerja kembali . " Timpal teman Sandra , dan mereka bubar kembali bekerja seperti semula.
Dengan semangat Sandra melangkah ke ruangan Bu Henny.
Tok... tok... tok.... Sandra mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Masuk." Kata empunya.
Sandra membuka pintu dan masuk ke dalam .
Bu Henny mendongak melihat siapa yang datang menemuinya pas jam kerja.
" Eh Sandra ... Akhirnya kamu kembali . Ibu pikir setelah bertunangan dengan Tuan Alfian kamu tidak akan bekerja lagi disini." Kata Bu Henny.
" Sttt .. jangan kenceng-kenceng Bu .. nanti yang lain dengar. " Kata Sandra cepat.
" Lhoh kenapa ? " Tanya Bu Henny bingung dengan sikap Sandra.
" Tapi San, kamu kan...... ,terus bagaimana dengan Tuan Al. " Tanya Bu Henny.
" Ibu tidak perlu khawatir , saya sendiri yang akan berbicara kepadanya. Saya mohon ibu berjanji saja kepada saya tidak akan memberitahu teman-teman . "
" Hem baiklah kalau itu mau mu. Tapi ini permintaan kamu ya , jangan sampai Tuan berfikir macam-macam tentang saya."
" Iya ,beeress Bu . " Kata Sandra sumringah.
" Ya sudah kalau begitu saya keruangan Tuan Alfian dulu Bu . "
" Ya sudah , silakan . " Kata Bu Henny.
Sandra keluar dari ruangan itu dengan senyum lega. Sejak ada niat kembali bekerja inilah keinginannya. Dia tidak ingin teman-temannya tau hubungannya dengan Alfian . Selain agar tidak ada banyak pertanyaan Sandra tidak ingin teman-temannya berubah memperlakukan dirinya jika tau dia tunangan dari bos mereka. Sandra ingin berteman dengan tulus dan apa adanya Sandra yang tanpa embel-embel.
Selanjutnya tinggal berbicara dengan Alfian. Segera Sandra ke ruangannya.
Tok..... tok .... tok !
" Masuk ! " Terdengar suara bariton Alfian dari dalam.
Sandra masuk perlahan .
" Ada apa . " Tanya Alfian datar setelah tau siapa yang masuk.
" Uhm .. itu , Tuan. Saya ada permohonan kecil. Saya harap Tuan mau mengabulkannya." Ucap Sandra ragu. Sandra menunduk tidak berani menatap wajah Alfian.
__ADS_1
" Katakan langsung. " Pinta Alfian.
" Begini Tuan, antara kita , em itu maksud saya , tentang pertunangan kita, saya harap kita sama-sama merahasiakannya ." Kata Sandra.
" Hanya itu ? ." Tanya Alfian acuh.
" Iya Tuan. " Jawab Sandra gembira ." Sepertinya Tuan Alfian langsung bisa di ajak kerjasama." Batinnya.
" Sepertinya kamu besar kepala sekali tentang hal ini. Seharusnya aku yang berbicara seperti itu. " Ketus Alfian.
" Maaf Tuan , bukan maksud saya seperti itu."
" Sudahlah tidak perlu dijelaskan. Tanpa permohonanmu itu aku sendiri tidak sudi ada yang tahu kalau kamu tunanganku. Malu-maluin. Dari ujung kepala sampai kaki tidak ada yang bisa di banggakan sama sekali . " Kata Alfian menohok.
Deg... Sakit . Kata demi kata yang Alfian sangat mengena di hati Sandra.Sandra memejamkan kedua matanya , mengumpulkan semua kesabaran dihatinya.
" Benar Tuan, saya sangat tidak pantas menjadi tunangan anda. Untuk itu saya memohon agar Tuan tidak malu ." Kata Sandra akhirnya. Kedua tangannya mengepal menahan amarah dan sakit hati.
" Bagus kamu sadar diri . " Kata Alfian lagi
Sandra tersenyum pahit.
" Ya Tuan, kalau begitu saya kembali bekerja dulu . " Kata Sandra yang sudah tidak tahan berlama-lama di ruangan itu.
Alfian melambaikan tangannya mengusir Sandra .
Di belakang pintu Sandra mengusap dadanya.
" Sabar Sandra, sabar ... Tidak usah di masukkan ke hati. Biarkan saja. Bekerjalah dengan baik, bahagiakan ibu ." Gumam Sandra pada diri sendiri.
Setelah merasa tenang Sandra kembali bekerja, menyusul teman-teman yang lain. Setidaknya dengan bekerja dia akan sejenak melupakan apa yang barusan dia dengar .
" Sandra, kamu kenapa ? " Tanya Syefa.
" Kenapa ? " Tanya Sandra balik.
" Kok balik tanya. Ya sudah deh kalau gak mau cerita. BTW ... makasih banyak ya tasnya. Sumpah bagus banget . Tapi ?? " Kata Syefa tidak melanjutkan perkataannya.
" Tapi apa ? " Tanya Sandra penasaran, karena ada gurat keraguan di wajah Syefa.
" Maaf Sandra bukan maksud aku meremehkan atau berfikir yang tidak-tidak. Hanya saja tas itu sangat ma...... hal ." Kata Syefa dengan berat.
"Oh.... itu, " Kata Sandra gelagapan, dia lupa jika Syefa tidak tau apa yang terjadi dalam hidupnya. Pasti yang dipikirkan Syefa saat ini bagaimana Sandra bisa membeli tas semahal itu.
" Ituuu,... itu kemarin Gilang yang beliin tapi aku gak suka ya udah aku kasih kamu aja ." Kata Sandra berbohong.
" Jadi ini yang beliin Gilang ? Fix dia jatuh cinta sama kamu . Kalau gak mana mungkin dia rela ngluarin duit banyak gini buat kamu. " Ucap Syefa Antusias.
" Apaan sih , kita cuma temen aja ." Sangkal Sandra .
" Temen apa temen ? Semua dah tau kali San kalau Gilang ternyata rela kerja di sini cuma buat deketin kamu. Kita denger sendiri waktu dia pamit ke Bu Henny. Kita semua juga dah tau kalau sebenarnya dia tajir. Denger-denger sekarang dia ngurus perusahaannya sendiri. Wah beruntung banget sih kamu, jangan sampai lepas deh cowok begitu . " Celoteh Syefa.
Wajah Sandra sudah pias mendengar tuturan Syefa takut rahasianya sendiri terbongkar. Bisa pingsan jika Syefa dan yang lain tau kenyataan jika Sandra tunangan Alfian.
" Woy kerja woy ! " Teriak yang lain .
" Iya iya... " Sahut Syefa .
" Ya udah deh kita lanjut nanti . Aku ke depan dulu ya buang sampah. " Ucap Syefa.
__ADS_1
Sandra mengangguk dan bernafas lega. Untung Syefa gak curiga dan langsung percaya gitu aja kalau itu tas yang beliin Gilang.
" Lain kali jangan ceroboh Sandra ! " Ucapnya pada diri sendiri.