Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Obrolan Perempuan


__ADS_3

Menjelang sore, Neta sampai terlebih dahulu di apartemen Alfian dan Sandra, baru tidak lama sesudahnya disusul oleh Nurul dan Arkha. Sepasang kekasih itu kini tidak canggung lagi menunjukkan hubungan di antara mereka berdua. Bahkan Alfian pun tidak begitu banyak berkomentar tentang hal itu. Kecuali tentu saja Neta. Gadis itu tidak henti-hentinya meledek sang kakak sambil menakut-nakuti Nurul.


" Kak Nurul kok mau sih sama Kak Arkha.. Dia kan super nyebelin !" Ledek Neta.


" Siapa yang nyebelin ? Dasar bocah tengil !" Sahut Arkha tidak terima.


" Tukan, aku nanya gitu aja marah... Siap-siap ya kak.. Hidup kakak gak bakalan tenang mulai sekarang." Ucap Neta lagi kepada Nurul.


" Sialan... ! Emang kakak pembawa masalah atau hantu yang gentayangan... Hingga bisa bikin hidup seseorang gak bisa tenang !" Timpal Arkha tak mau kalah menimpali ledekan adiknya.


" Yaa... Bisa di bilang begitu .. Di mana ada kakak gak ada ketenangan... Karena kakak tukang usil yang nyebelin ! Week !!" Ledek Neta sambil menjulurkan lidah kemudian lari dan bersembunyi di balik punggung Nurul.


" Ck, dasar bocil tengill ... Sini kalau berani... Jangan ngumpet seperti anak ayam begitu !" Teriak Arkha yang kesal.


" Aaaa.... Kak Nurul ...Tolong ... !" Teriak Neta saat Arkha hendak menangkapnya.


Nurul hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak beradik itu.


" Arkha ... Berhenti..." Ucap Nurul.


Arkha pun menuruti perintah kekasihnya meski kedua matanya masih mengincar adiknya yang tengil.


" Weekk..." Ledek Neta menjulurkan lidahnya lagi tanpa bersuara di belakang punggung Nurul.


Arkha mendelik melihatnya.


" Sudah-sudah.... Kalian datang ke sini mau jengukin aku atau mau berantem ?" Tanya Sandra melerai.


" Tahu ni kak Arkha .. " Ucap Neta membela diri.


" Udah Neta...." Ucap Alfian bersuara.


Neta segera diam menuruti perintah Alfian. Jika dengan Alfian, Neta memang sangat menurut.


" Katanya gak kenapa-kenapa, kok pergelangan tangan kamu luka begitu San ? " Tanya Nurul kemudian.


" Ohh... Ini cuman luka kecil saja kok.." Jawab Sandra segera.


" Tapi tetap saja kakak terluka..." Timpal Neta ikut nimbrung.


" Ceritain dong San gimana kejadian kemarin yang sebenarnya... ??" Tanya Nurul.


" Iya kak... Neta juga penasaran. Setahu Neta, setelah kakak ijin ke toilet, dokter itu pergi ke arah yang berlawanan dengan kakak. Jadi bagaimana ceritanya dia bisa menculik kakak ?" Tanya Neta.


" Ceritanya.... " Sandra melirik Arkha sebentar lalu ke Alfian.


Alfian yang tahu maksud Sandra segera mengangguk dan mengajak Arkha keluar dari kamar. Sandra pasti malu ingin bercerita tentang apa yang terjadi sebenarnya dan apa yang akan Dokter Tian lakukan kepadanya jika ada Arkha.


" Baiklah, biarkan mereka mengobrol. Ayo kita tunggu di luar sambil menikmati secangkir kopi." Ajak Alfian kepada Arkha.

__ADS_1


Arkha yang juga paham jika Sandra tidak nyaman jika dirinya ikut mendengarkan lalu keluar dari kamar terlebih dahulu dan di susul oleh Alfian kemudian.


" Jadi, gimana kronologinya ?" Tanya Nurul setelah semua pria keluar dari kamar Sandra.


Kedua gadis yang penasaran itu duduk di samping kanan dan kiri Sandra. Keduanya duduk mengapit Sandra yang berada di tengah-tengah.


Melihat adik ipar dan sahabatnya begitu penasaran, Sandra segera menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Wajah Neta dan Nurul terkejut dan ikut panik mendengarkan cerita Sandra. Bahkan Neta sampai menutup mulutnya saking terkejutnya.


" Kira-kira begitulah yang aku ingat ." Cerita Sandra.


" Kurang ajar ! Dasar dokter mesum !! Untuk kakak ku datang tepat waktu..." Umpat Neta berkomentar.


" Dokter Tian benar-benar tidak bisa di tebak. Bahkan kita sama sekali tidak curiga atau berpikiran jika dia orang seperti itu." Kali ini Nurul yang berkomentar.


" Ya, kau benar... Tapi yang aku tangkap dari cerita nya... Dia sangat sakit hati kepada Mas Al. Aku sendiri belum bertanya kenapa Mas Al sampai membuat ayah dan kedua kakaknya menjadi bangkrut. Di tambah,, dengan Mas Al yang menolak kembali bersama Rena. Secara garis besar bisa ku simpulkan jika sebenarnya dia orang yang sangat peduli terhadap keluarganya. Bahkan dia berani mengambil resiko yang sangat besar untuk karir dan hidupnya." Kata Sandra.


" Mm... Kamu benar sih, tapi gak nyangka aja dia senekat itu." Komen Nurul.


" Kalau masalah Kak Al, aku yakin kakak melakukan itu karena suatu alasan. Tidak mungkin kakak menghancurkan kehidupan orang lain jika orang itu tidak mengusiknya atau berbuat suatu kesalahan.Tapi mungkin cara kakak saja yang kadang sedikit keterlaluan. Yang pasti, aku bersyukur karena semuanya sudah teratasi. Aku sangat khawatir kepadamu kak." Ucap Neta membela Alfian.


Sandra dan Nurul sama-sama mengangguk paham.


" Tidak perlu khawatir lagi.... Karena kakak baik-baik saja." Balas Sandra.


" Trus... Setelah itu kelanjutannya bagaimana ? " Tanya Nurul.


" Maksudnya ?" Sandra justru balik bertanya. Dirinya agak gugup mendengar pertanyaan Nurul. Tentu saja, bagaimana mungkin dia akan bercerita jika setelah itu dia dan Alfian.....


" Eeh...,i..i,itu .. Setelah itu... "


" Iya, kelanjutannya bagaimana kak. Kan kakak tadi bilang jika dokter itu memaksa kakak menelan pil perangsang. Kak Al dapat obat penawarnya ?" Tanya Neta ikut-ikutan bertanya.


" Mm... Itu..., Ee.. Sebenarnya, setelah itu... Mas Al membawa aku ke motel. " Ucap Sandra lirih.


" What ? Berarti kalian berdua ....???" Teriak Nurul heboh.


" Hehe..Iya..." Jawab Sandra malu-malu.


" Wah, kalau gitu semalam Kak Al berhasil jebol gawang dong ?"Teriak Neta girang.


" Bukan jebol gawang,tapi... Bercocok tanam...Wkwkwk...!" Sahut Nurul tertawa girang.


" Hahahaha..." Neta ikutan tertawa.


Sandra yang mendengar perkataan kedua gadis di depannya itu menjadi salah tingkah kembali.


" Udah ketawanya ? " Tanya Sandra kemudian.


" Ops,, sorry sayang..." Kata Nurul.

__ADS_1


" Aku ikut senang, akhirnya kini kalian menjadi sepasang suami istri yang seutuhnya. Jadi,, dari kejadian kemarin di ambil hikmahnya aja... Dari kejadian menakutkan itu, justru membuat hubungan kalian berdua semakin erat." Imbuh Nurul.


" Iya, Kak Nurul benar... Mungkin itu yang dinamakan kejahatan membawa sebuah berkah.Hehehe..." Timpal Neta.


" Hish kalian ini. Bisa-bisanya berpikir sampai begitu. Namanya juga urgent..." Ucap Sandra antara kesal dan malu.


" Kak Sandra... Rasanya malam pertama itu gimana ?" Tanya Neta dengan mode penasaran.


" Iya... Bagi pengalamannya dong ?" Sambung Nurul yang juga ikutan kepo.


" Kalian ini... Kelak juga kalian bakal ngerasain sendiri, ngapain bertanya." Kata Sandra.


" Yah pelit amat San ... Tinggal cerita doang...." Timpal Nurul kecewa.


" Lagian tanya yang begituan. Yang lain kek ! Ada anak di bawah umur nih ?" Kata Sandra lagi.


" Hehehe, biar masih di bawah umur aku udah ngerti juga kali kak..." Ucap Neta cengengesan.


" Tetep aja gak boleh dengar, sudah-sudah, bahas yang lain saja ya ? Oya... Nurul, kapan nyusul aku nikah ?" Tanya Sandra gantian. Kali ini gilirannya untuk menginterogasi sahabatnya itu.


" Hah nikah ? Aduh, belum kepikiran San... Baru juga jadian, udah langsung mau nikah aja. Kita masih dalam proses saling mengenal lebih dalam lagi." Jawab Nurul.


" Oh, ya udah deh, aku doakan yang terbaik untuk kalian berdua." Timpal Sandra yang gagal mengorek lebih dalam lagi tentang hubungan asmara Nurul dengan Arkha.


" Kenapa gak buru-buru nikah aja kak ? Nanti jadi penggantinya kak Sandra di rumah. Lagian aku juga sudah suka dengan kakak. Kak Nurul sama dengan kak Sandra, apa adanya dan tidak genit kaya mantan kak Arkha sebelumnya." Ucap Neta.


" Jadi Arkha punya mantan ?" Tanya Sandra penasaran. Nurul pun kini juga ikut menyimak pembicaraan mereka.


" Punya, ada satu cewek ganjen yang pernah datang ke rumah dan mengaku jika dirinya kekasih Kak Arkha. Tapi aku tidak suka dengan cewek itu. Sikapnya sok bossy dan tidak tau tata krama. Datang bertamu ke rumah orang tapi tingkahnya seperti dia saja yang punya rumah." Cerita Neta.


" Apa kamu mengenal cewek itu ?" Kali ini Nurul yang bertanya. Tentu dia penasaran, perempuan seperti apa yang pernah menjadi kekasih dari kekasihnya itu.


" Aku hanya tahu namanya saja kak. Namanya Mira... Selebihnya aku gak tahu." Balas Neta .


" Ooh..." Ucap Nurul.


" Aku pikir Arkha laki-laki yang dingin dan.... Yah, tidak begitu tertarik dengan makhluk yang berjenis kelamin perempuan. Dia di kampus cuek banget lho sama cewek-cewek yang ngejar dia. Bahkan setahu mereka, Arkha itu tidak punya kekasih karena tidak pernah menunjukkannya atau terlihat dekat dengan cewek manapun." Kata Sandra.


" Emang begitu sih kak. Kak Arkha memang gak pernah terbuka soal masalah asmaranya. Aku tahu hal itu juga karena tidak sengaja lihat chat nya dengan si cewek di ponselnya. Dan juga karena cewek itu datang sendiri ke rumah. Huh, kalau ingat cewek itu rasanya bikin kesel . Belum juga jadi kakak iparku . Udah ngatur-ngatur hidupku aja. Katanya jadi cewek harus beginilah begitulah... Seperti dia saja cewek yang paling sempurna." Ujar Neta.


" Hm... Lupakan saja, yang penting kan itu masa lalu. Ya kan Rul ?" Tanya Sandra kepada Nurul.


" Ya ... Mungkin.." Ucap Nurul ragu.


" Kok mungkin sih kak.. Awas ya... Kakak gak boleh mikir macem-macem tentang kak Arkha. Dia laki-laki setia kok. Aku tahu itu. Aku juga udah setuju banget dengan hubungan kalian." Ucap Neta.


" Mm...Tapi kalau boleh tahu mereka putus karena apa ?" Tanya Nurul lagi.


" Kurang tahu juga sih kak. Tapi aku pernah dengar Kak Arkha lagi marah-marah lewat telepon dengan seseorang. Setelahnya, cewek itu gak pernah datang lagi ke rumah. Padahal biasanya tu cewek sering datang ngajakin nge mall atau nonton ke bioskop."

__ADS_1


" Ehemm !!" Deham seseorang mengagetkan mereka.


Ketiganya kemudian menoleh serempak ke arah suara itu. Betapa terkejutnya mereka karena ternyata Arkha sudah berdiri tidak jauh dari mereka. Saking asiknya ngobrol mereka sampai tidak menyadari sejak kapan Arkha sudah berada di kamar itu.


__ADS_2