
Kedua karyawan butik menatap Sandra dengan sinis. Bukan tanpa alasan. Pakaian Sandra yang kelewat sederhana hanya dengan kaos polos dan celana jeans yang sudah pudar serta sandal Jepit usang tentu membuat mereka tidak yakin jika Sandra mempunyai uang untuk membeli pakaian di butik itu.
Sandra yang sadar dengan tatapan tidak enak dari kedua karyawan itu hanya bisa tersenyum kikuk .
" Cepat jalan ! " Bentak Al dari belakang.
" Iya iya ..... " Balas Sandra.
Al menatap tidak suka dengan karyawan tadi yang kini berubah berbeda seratus delapan puluh derajat tersenyum ramah kepadanya.
" Ada yang bisa saya bantu tuan ? " Kata karyawan yang satu .
" Pilihkan semua baju terbaik yang ada di butik ini untuk perempuan itu !" Kata Al .
" Ba .... baik tuan..... mari nona saya bantu memilih baju untuk anda." Kata karyawan tersebut yang kini juga berubah ramah dan sopan setelah tau Sandra datang bersama Alfian.
Sandra hanya pasrah saja, kedua karyawan itu menggiring dan memilihkan baju-baju yang menurut Sandra justru terlihat aneh.
Alfian menunggu di ruang tunggu yang berhadapan dengan ruang ganti. Tiba waktunya Sandra mencoba semua pakaian yang di pilihkan untuknya .
" Aaaa ....! " Teriak Sandra dari dalam.. Sontak Al yang mendengar langsung berlari ke ruang ganti.
"Ada apa ?" Tanya Alfian.
" Aaaaaa ,, tuan kenapa masuk ! " Jerit Sandra lagi. Dia semakin panik karena Alfian ikut masuk ke dalam ruang ganti.
" Kau ! " Bentak Al dengan geram saat tahu Sandra tidak kenapa-kenapa.
" Maaf tuan, saya hanya kaget.. Baju ini ,ini ,dan semua ini.. Harganya sungguh tidak masuk akal. Terlebih yang ini tuan ! " Kata Sandra menunjukkan sebuah dres terbuka tanpa lengan.
" Baju ini kurang bahan dan terbuka di sana sini. Tapi harganya bisa untuk saya dan ibuk hidup setahun . " Lanjut Sandra.
Alfian memutar kedua bola matanya.
" Heh udik, jangan samakan baju di sini dengan baju-baju yang pernah kamu beli di pasar. Jangan bikin malu aku di sini ! Pakai salah satu dan kita pergi dari sini. Biar mereka bungkus yang lainnya ! " Perintah Al.
" Buang-buang waktu saja ." Gerutu Alfian.
Sandra pun menurut. Di ambilnya dress dengan lengan pendek bermotif floral berwarna kuning .
" Ini terlihat mendingan . " Gumam Sandra.
Dengan malu-malu Sandra keluar dari ruang ganti dan menghampiri Al. Al tertegun melihat body Sandra yang berisi namun tidak gemuk, terlihat manis mengenakan dress yang pas di tubuh Sandra, sebelum akhirnya memilih untuk membuang muka.
" Oke kita pergi , biar mereka kirim baju-baju yang lainya ke rumah. Pakai sepatu itu dan buang sendal butut kamu ! " Kata Al .
Sandra mengambil sebuah flat shoes yang sudah di sediakan. Terlihat pas.
" Ini cantik sekali tuan ." Kata Sandra.
Al hanya diam . Lalu berdiri dan berjalan ke arah kasir. Sedangkan Sandra menunggu sambil tersenyum melihat sepatu baru yang dia kenakan tanpa menghiraukan beberapa pandangan mata yang melihatnya dengan tatapan risih.
Setelah dari butik , Al melajukan mobilnya ke salon.
" Kita mau kemana lagi tuan ." Tanya Sandra memberanikan diri.
" Salon !" Jawab Al ketus.
" Mm ... Untuk apa tuan."
" Jangan banyak bicara. Aku paling tidak suka dengan wanita yang banyak tanya seperti mu. " Jawab Al.
__ADS_1
Akhirnya sepanjang perjalanan mereka saling diam. Alfian fokus melajukan mobilnya sedangkan Sandra asyik dengan handphonenya.
Mobil berhenti tidak jauh dari butik tadi, hanya sekitar sepuluh menit. Setelah masuk ke dalam salon . Al memerintahkan sesuatu kepada karyawan di sana. Sandra yang tengah asyik dengan handphonenya tidak menyadari semua itu. Dia menurut saja dengan apa yang mereka semua lakukan pada rambut dan wajahnya.
Dua jam berlalu. Sandra telah selesai dengan segala ritual perawatan yang dia jalani.
" Taraaaaaa, gimana tuan, cantik kan ....? " Kata Boy pemilik salon tersebut.
Untuk sesaat Al tidak berkedip menatap Sandra. Benar-benar terlihat berbeda. Sandra terlihat anggun dengan polesan make up tipis sesuai warna kulitnya dan gaya rambut yang dibiarkan berjuntai panjang . Karena selama ini Sandra selalu mencepol asal rambut panjangnya itu. Sangat pas dengan dress dan flat shoes yang dia kenakan. Simpel tapi elegan.
" Manis juga gadis udik ini. " Batin Alfian.
" Tes ....tes .... tuan.... gimana , cantik kan hasil karya jari jemari ekyeee..... " Kata pemilik salon itu.
" Oh eh mm ... not bad ! " Jawab Al gugup.
Sandra tersipu malu mendengarnya. Dia sendiri tidak percaya jika dia bisa berubah secantik itu jika berdandan. Karena memang Sandra tidak pernah dan tidak punya alat make up. Merawat diri bagi Sandra cukup dengan mandi dua kali sehari.
" Tuan... " Ucap Sandra ragu.
" Saya lapar..... , " Lanjut Sandra lirih.
Al pun segera tersadar dan kembali bersikap acuh.
Setelah membayar tagihan. Sandra dan Alfian mencari tempat makan di sekitar salon itu. Saat sedang menunggu pesanan mereka. Sandra terus asik berbalas pesan dengan seseorang.
Mereka juga tidak sadar juga sedari tadi ada dua orang suruhan Pak Wijaya yang terus mengikuti mereka. Kedua pria suruhan itu juga duduk menunggu pesanan tidak jauh dari meja Sandra dan Alfian.
"Tuan...... " Kata Sandra kemudian.
Al tidak bergeming tetap diam.
" Tuan saya ingin ke toilet sebentar, jangan tinggalin saya ,tuan jangan kemana-mana. " Kata Sandra.
" Tapi tuan....... ! "
" Di mulai dari sekarang !" Potong Alfian sambil melihat ke jam tangan yang dia kenakan.
Sandra pun bergegas berlari, mencari toilet. Dia tidak membawa uang dan tidak membawa kendaraan. Jika Tuan Al meninggalkannya bisa celaka dia .
Selepas kepergian Sandra Al tersenyum senang bisa mengerjai gadis itu.
" Gadis yang aneh, mau ke toilet saja takut di tinggal ." Gumam Alfian.
Tiba-tiba handphone Sandra berkedip, ada pesan wa yang masuk . Alfian penasaran dengan siapa Sandra berbalas pesan sampai senyum-senyum sendiri sejak di mobil hingga di tempat umum seperti sekarang.
Al meraih handphone itu dan melihat wa Sandra. Al tersenyum saat melihat profil Sandra menggunakan foto terbaru saat dia dandan. Banyak sekali pesan yang isinya memuji atau bahkan terang-terangan tidak percaya jika itu Sandra.
Al kemudian berhenti di pesan Gilang .
" Mas Gilang ? Dasar gadis udik." Gumam Alfian saat melihat nama kontak Gilang di handphone Sandra.
Al membuka pesan dari Gilang , Dia melotot begitu melihat apa isinya.
" Bos sableng ?! Sial , jadi gadis udik itu selama ini memanggil ku dengan sebutan itu ! "
" Apa-apaan ini , mereka berdua membicarakan dan menertawaiku ! Awas saja kalian berdua ! "
Wajah Al berubah merah karena marah. Dilemparnya handphone itu ke atas meja.
" Jadi, selama ini, kalian sama-sama... sial , brengsek ! " Umpat Al. Dia marah melihat teman dan orang yang dibencinya ternyata sama-sama menyebalkan di belakangnya.
__ADS_1
Sedangkan di toilet karena terburu-buru Sandra tidak sengaja menabrak seorang wanita cantik.
" Maaf , maaf ... " Kata Sandra tergesa-gesa.
Wanita cantik itu melotot marah kepada Sandra.
" Kamu buta ya, !" Bentak wanita cantik itu.
" Maaf kak , saya tidak sengaja. " Balas Sandra.
" Sepertinya aku pernah lihat ni cewek deh, tapi di mana ya ?" Batin Sandra.
Wanita cantik itu mendorong Sandra kemudian pergi meninggalkannya tanpa berkata sepatah katapun.
" Cantik-cantik kok sinis begitu ! " Gerutu Sandra berdiri dan kemudian masuk ke dalam toilet.
Al masih terlihat marah saat Sandra datang menghampirinya.
Sandra tersenyum, Karena lebih dari lima menit ternyata tuan Al masih menunggunya.
" Alhamdulillah, tidak sejahat yang aku pikir... mmmm tapi mukanya kenapa serem gitu ya, marah kah ?? " Batin Sandra.
" Tuan,maaf lama .... tadi ............ "
" Alfian ! " Teriak seorang wanita .
Alfian dan Sandra menoleh bersama.
Al terlihat sangat kaget. Hampir lima tahun mereka tidak bertemu. Wanita itu semakin cantik. Namun penolakan itu masih Al ingat jelas. Saat dia lebih memilih pergi dari pada terus bertahan dengan dirinya. Al mengepalkan kedua tangannya.
" Alfian, ini kau kan ? Kamu semakin tampan ." Ujar wanita itu lagi.
" Rena . " Balas Alfian.
" Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini, lama kita tidak berjumpa. Kapan kamu pulang dari luar negeri ? Kamu sama siapa ? " Tanya Rena bertubi-tubi. Ya dia adalah mantan pacar Alfian dulu.
" Jadi dia Rena ? Mantan pacar Tuan Al ? Duh kenapa aku bisa lupa , pantas aku seperti tidak asing dengannya. Aku pernah melihat fotonya waktu itu. Namun dia sekarang jauh lebih cantik lagi dari dulu. Untung Neta pernah bercerita sedikit tentang mantan tuan." Batin Sandra .
" Tuuannn ...... " Panggil Sandra.
Rena melirik ke arah Sandra dan kaget saat tau jika itu adalah perempuan yang tadi menabraknya.
" Kau ! " Kata Rena.
Sandra menunduk . " Maaf kak ." Kata Sandra polos.
" Sandra ayo pergi ." Kata Alfian.
Sandra mendongak . Kaget karena baru kali ini dia mendengar Alfian memanggilnya dengan sebutan namanya. Namun dia takut seketika. Al terlihat sangat marah sekali. Entah apa yang membuatnya marah. Bertemu dengan mantan kekasih yang sudah meninggalkannya atau karena sesuatu ??? Pikir Sandra penuh tanya.
Belum sempat Sandra menjawab Alfian memegang tangannya dan menariknya pergi dari tempat itu.
" Alfian ! " Teriak Rena memanggil . Namun Alfian hanya diam dan terus menyeret Sandra keluar dari tempat itu.
" Siapa gadis itu. " Batin Rena.
" Tuan, sakit tuan , jangan ditarik .... " Pinta Sandra.
" Tuan, kita juga belum makan tuan , saya lapar. " Bujuk Sandra lagi.
Namun percuma, Alfian tidak menghiraukan semua perkataan Sandra. Sampai di mobil Al membuka pintu untuk Sandra dan mendorongnya dengan kasar. Sandra bingung kenapa Alfian tiba-tiba kasar kepadanya.
__ADS_1
" Hanya karena terlambat dari toilet kah ? Atau karena bertemu mantan yang telah meninggalkannya ? Semarah ini ? " Batin Sandra bergidik ngeri. Dia takut melihat wajah Alfian saat marah seperti sekarang.