
Pagi harinya Sandra terbangun dengan mata sembab. Teringat kejadian semalam membuatnya tidak bersemangat untuk berangkat bekerja. Namun apa boleh buat jika tidak bekerja mau dari mana dia mendapatkan uang. Dengan gontai Sandra akhirnya mandi dan berharap nanti tidak akan bertemu dengan Alfian ataupun Gilang. Sandra sudah memutuskan akan mulai menjaga jarak dengan Gilang.
" Itu yang terbaik." Gumamnya sambil mandi .
Selesai mandi Sandra keluar hendak membeli sarapan.
" Lhoh kok baru pulang Rul ? " Tanya Sandra keheranan melihat sahabatnya mendekat menghampirinya. Terlihat sekali Nurul sangat kelelahan.
" Iya nih.. Capek bgd. semalam lembur ngerjain tugas kuliah. Karena udah kemalaman jadi nginep dirumah temenku sekalian ." Jelasnya.
" O ya udah... istirahat deh .. aku beliin sarapan sekalian ya ? Tar ada yang mau aku ceritain juga."
" Oke deh... nasi uduk lauk ayam goreng ya ?? " Pinta Nurul .
" Siap !" Sandra tersenyum menanggapi permintaan sahabatnya.
Sandra pun melanjutkan mencari sarapan. Tidak begitu lama dia sudah kembali dan masuk ke kamar Nurul.
Sahabatnya itu ternyata sedang mandi, namun sudah ada dua gelas teh manis hangat di atas meja. Sandra tersenyum, beginilah kehidupan Sandra dan Nurul. Saling berbagi, saling membantu dan saling mengerti. Jarang mereka bertengkar.
" Eh kok cepet San ?" Tanya Nurul muncul dari kamar mandi.
." Iya, masih sepi ,gak pakai antri jadi langsung di bungkusin ." Jawabnya.
" Makan yuk ,dah lapar ni ... " Ajak Sandra.
" Oke .."
Mereka berdua kemudian sarapan bersama dengan lahap.
" Jangan capek-capek Rul. Aku gak tau seberapa banyak dan seberapa sulitnya tugas kuliah kamu. Tapi jaga makan dan jaga kesehatan itu juga penting lho. Lain kali kalau udah malam di lanjut hari berikutnya saja. Kamu terlihat kelelahan sekali." Ucap Sandra menasehati sahabat baiknya itu.
" Iyaa... ih ... bawelnya ,uluh-uluh ... perhatian sekali sih ? Terimakasih ya ?? Sebenarnya kemarin tanggung tinggal sedikit jadi kita sepakat buat nyelesain tugasnya sekalian.." Jelas Nurul sambil bergurau.
" Mulai deh penyakitnya.. oke deh kalau gitu, aku doain besok tugasnya mendapatkan nilai terbaik. "
"Aamiin."
__ADS_1
" Oya ,,, katanya kamu mau cerita, cerita apaan? mata kamu juga sembab. Alfian nyakitin kamu lagi ya ?" Lanjut Nurul penasaran.
Sandra berhenti mengunyah makanannya. Wajahnya terlihat murung teringat kembali dengan masalah semalam. Kemudian seperti yang sudah-sudah dia menceritakan semuanya kepada Nurul.
Nurul yang mendengarkan cerita Sandra terlihat kaget dan menutup mulutnya seperti terkejut.
" Gila kamu San !! " Katanya akhirnya.
" Wah bisa gawat kalau Alfian lapor ke papanya , kamu juga sih ? "
" Lagian kenapa kamu mau aja di cium Gilang. Astaga Sandra... pernikahan kamu kurang dari sebulan lagi. Kalau ada apa-apa bisa kacau semuanya ! " Omel Nurul.
" Makanya aku takut sekarang. Aku takut ibu sampai dengar. Bisa-bisa vertigonya kambuh." Sesal Sandra.
" Aku sendiri kaget kenapa aku diem aja, kaya terbawa suasana. Lagi pula aku ngerasa nyaman kalau sama Gilang dan ..."
" Jangan bilang kamu suka sama Gilang !! OMG Sandra......" Teriak Nurul tidak percaya.
" Oke... gini pertama aku gak akan salain kamu karena rasa suka dan cinta itu tumbuh bukan kita yang minta. Tapi.... disini aku nyalain kamu yang plin-plan dengan keputusan kamu. Kamu sudah memutuskan San, dan sejak itu harusnya kamu bisa menjauhi hal-hal yang akan menimbulkan masalah dengan pernikahan mu. Apa lagi ini menyangkut orang banyak. Ketika kamu setuju menikah dengan Alfian artinya bukan hanya hubungan antara kamu dan dia saja yang harus kamu ingat tapi juga orang tua dan calon mertua kamu. Sorry, aku sebagai temen hanya bisa sekedar mengingatkan. Aku tau ini berat sekali buat kamu, kamu menyukai siapa tapi harus nikah sama siapa. Tapi kamu sudah setuju artinya sudah siap dengan segala resiko yang ada ... Dan itu jauh-jauh hari sebelum kamu menyetujui semua ini. Sudah terlanjur jauh jika ingin berhenti di sini. Aku kasian sama kamu, aku ikut prihatin dengan keadaan yang memposisikan dirimu di situasi yang sulit, tapi aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan bibi jika tau hal ini. Akan lebih menyakitkan untuknya jika beliau mengetahui sekarang saat beliau tengah bahagia menyiapkan pernikahan anaknya. Saranku sebagai sahabat mu, dengarkan baik-baik. Sebelum terjadi hal yang lebih buruk sebaiknya kamu menjauhi Gilang dan meminta maaf kepada Alfian. Biar sebenci apapun dirimu padanya,saat ini dia berhak marah atas apa yang kamu lakukan." Jelas Nurul panjang lebar.
" Aku juga berfikir begitu Rul, aku akan menjauhi Gilang aku akan berusaha melupakan rasa yang mulai ada untuknya.Tapi minta maaf kepada Alfian? Aku tidak bisa membayangkan akan sesulit apa aku menghadapinya. Aku takut. " Ucap Sandra menunduk.
" Ya sudah, jangan sedih. Aku yakin semua akan baik-baik saja. Sesulit apapun itu,aku yakin kamu bisa menghadapinya. Tidak ada salahnya kamu mencoba karena di sini kamulah yang bersalah. "
" Ya kamu benar." Ucap Sandra akhirnya.
" Akan ku coba. "
" Nah gitu dong, itu baru Sandra sahabatku. " Peluk Nurul. Dua sejoli itu berpelukan dengan hangat.
" Aku doakan yang terbaik untuk kamu. " Bisik Nurul.
Sandra mengangguk penuh haru. Di saat seperti ini dukungan dari orang-orang di sekitarnya sangat berarti. Nurul benar, Sandra harus menghadapinya. Dia akan berusaha berbicara dan meminta maaf kepada Alfian. Dia yang salah sudah seharusnya dia minta maaf entah bagaimana tanggapan dari pria dingin itu. Yang terpenting dia akan berusaha dan memohon agar tidak mengadukan perihal semalam kepada keluarganya maupun kepada keluarga Alfian.
Setelah sampai di restauran Sandra bekerja dengan giat seperti biasanya. Sudah hampir setengah hari namun dia tak kunjung melihat Alfian. Atau hari ini dia tidak datang ke sini ? Pikir Sandra.
" Woy... ngelamun aja... ngelamunin siapa neng ! " Tegur Syefa.
__ADS_1
" Eh... eng..enggak ngelamun kok. Syefa ngagetin aja deh ! " Tegur Sandra menanggapi temannya itu, tepat ketika Alfian datang hendak melewati mereka berdua.
" Tidak ngelamun tapi kok kaget ? Hayo ngaku ngelamunin siapa sih, ngelamunin Gilang yang super ganteng dan baik hati ya.. Aduh iri deh aku !" Cerocos Syefa .
" Aduhh Syefa !!! Tau gak sih kamu menyiram bensin pada lautan api !!! " Batin Sandra kesal. Dia yakin Alfian mendengar perkataan Syefa barusan.
" Selamat pagi menjelang siang tuan ? " Sapa Syefa sambil tersenyum semanis mungkin ketika Alfian sampai di depan mereka. Tidak merasa bersalah sedikitpun. Tentu karena dia tidak tahu menahu tentang hubungan Sandra dan Alfian.
Namun pria tinggi berparas tampan itu acuh tak memperdulikannya . Sedangkan Sandra langsung menunduk antara kesal dan takut.
" Ya ampun gantengnya... tapi sayang gak ada senyum dan ramah-tamahnya." Bisik Syefa lagi setelah Alfian berlalu.
" Sstt... dah yuk balik kerja lagi. Aku ke belakang dulu ya. " Ucap Sandra menghindar dari pembahasan tentang calon suaminya itu.
" Yah ngambek. Aku gak salah ngomong kan ?" Gerutu Syefa yang melihat Sandra bermuka masam menjauh darinya.
Sebenarnya Sandra tidak berniat ke belakang. Dia memanfaatkan saat ini untuk mencoba meminta maaf kepada Alfian. Kini Sandra tengah berdiri di depan pintu ruang kerja Alfian. Antara ragu dan takut Sandra masih ambigu dan berdiri dengan gugup di sana.
" Masuk , tidak,masuk, tidak,masuk.... ah tidak-tidak... Aduh gimana ini... masuk.... ah nanti sajalah. " Putusnya dan hendak pergi,namun baru berbalik dia langsung berhadapan dengan orang yang bersangkutan. Ya . Alfian berdiri tepat di depannya dengan raut muka kesal menahan marah.
" Ngapain kamu disini." Ketusnya.
" Ah anu,itu tuan.. saya ada perlu dengan tuan. " Ucap Sandra memberanikan diri.
" Ada perlu ? Tapi sayang aku tidak ada perlu denganmu. " Jawab Alfian sinis.
" Please tuan , izinkan aku berbicara sebentar saja. Lima menit,lima menit cukup tuan." Sandra memohon kepada Alfian.
" Dua menit... " Balas Alfian.
" Tapi..." Protes Sandra.
" Pergilah..." Usir Alfian yang tidak mau mendengar protes dari gadis di depannya itu.
" Oke-oke, dua menit,dua menit cukup tuan." Ucap Sandra terpaksa memamerkan senyum semanis yang dia bisa.
" Kamu pikir senyummu itu manis ?! Menakutkan... " Ejek Alfian lalu masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
Seketika senyum pura-pura Sandra hilang sudah. Wajahnya melongo dan meraba bibirnya dengan gemas. Kesal sekali mendengar kata-kata Alfian barusan.
" Menakutkan pun setidaknya aku bisa tersenyum, dari pada dirimu yang tidak bisa tersenyum sama sekali. Lebih menakutkan tau !! Aku yakin setan aja takut sama kamu, apa lagi manusia ! Huh dasar !! Sabar Sandra kali ini kamu yang salah. Kamu butuh maaf dan bantuannya." Batinnya sambil menarik nafas dalam-dalam agar emosinya tidak terpancing.