Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Makan Malam Di Rumah Gilang


__ADS_3

Akhirnya Alfian dan Sandra telah sampai di kediaman Gilang. Tuan Rumah menyambut kedatangan mereka dengan senyum sumringah. Selain Gilang, ternyata Dias sudah sampai terlebih dahulu. Tapi ada yang membuat Alfian dan Sandra sedikit keheranan. Selain mereka bertiga, Gilang ternyata juga mengundang orang lain. Alfian dan Sandra saling melirik karena tidak mengenal dan belum pernah bertemu sebelumnya dengan perempuan itu. Ya, seorang perempuan dengan gaun long dress berwarna navy yang terlihat anggun membuat penampilan perempuan yang berdiri di samping Gilang itu terlihat cantik dan sempurna.


" Ah ya... Kalian pasti heran dan bertanya-tanya ya kan ? Perkenalkan, ini Moza... Bisa di bilang, kita tengah dekat sekarang." Ucap Gilang akhirnya memberi tahu.


" Hai , aku Moza... " Ucap perempuan itu lalu mengulurkan tangannya kepada Sandra dan Alfian.


" Hai... Aku Sandra..." Jawab Sandra sambil tersenyum ramah.


" Ini pasti Tuan Al...." Kata Moza tersenyum.


Alfian hanya sedikit mengangkat sudut bibirnya lalu mengangguk sekilas.


" Moza ini anak dari rekan bisnis papa yang ada di luar negeri. Baru dua bulan yang lalu kembali ke Indonesia setelah sekian lama ikut orang tuanya di sana." Kata Gilang memberi tahu.


" Ooh..." Alfian dan Sandra mengangguk mendengarnya.


" Mas Dias sudah sampai dari tadi ya ?" Tanya Sandra kemudian.


" Akhirnya ada juga yang menyapaku. Aku kira kalian tidak melihat keberadaan ku disini !" Protes Dias .


" Hehehe, tentu saja kami lihat mas. Mana mungkin sebesar itu tidak terlihat... " Sandra terkekeh mendengar penuturan Dias yang mengandung sindiran.


" Sudah berani merajuk sekarang !! Mau gajinya ku potong ?!" Ancam Alfian.


" Hei bro... Di kantor aku memang bawahan kamu. Tapi di sini aku sahabat mu ... Jadi ,, jangan gunakan kalimat itu terus untuk mengancam ku jika di luar pekerjaan." Balas Dias cekikikan.


Alfian hanya mendelik mendengar penuturan sahabatnya itu.


" Iya, kebiasaan nih,,, mas Al sukanya ngancem !" Sahut Sandra.


" Bukanya bela suami malah belain orang lain !" Omel Alfian yang kini terlihat kesal.


" Hehehe, aku gak belain siapapun kok mas."


" Awas aja, nanti sampai rumah kamu bakal dapat hukuman dari ku !" Imbuh Alfian berbisik lalu merangkul pinggang istrinya dengan lembut.


" Ih, tuh kan !! Mas emang sukanya ngancem !!" Ucap Sandra sambil melotot tidak terima.


" Hemmm, sok pamer ! " Olok Gilang.


" Ya udah yuk masuk.. Semuanya sudah siap sejak tadi." Imbuh Gilang.


Moza dan Gilang masuk ke dalam rumah bersamaan, disusul oleh Dias lalu Alfian dan Sandra.


Acara makan malam pun di mulai.


Seperti kebiasaan yang sudah tertanam. Sandra mengambilkan makanan untuk suaminya terlebih dahulu.


" Senengnya di perhatikan dan di layani oleh istri begitu. Jadi pingin cepat-cepat nikah juga !" Kata Gilang membuka percakapan.


" Makanya cepat nikah... Jangan sibuk kerja saja.. " Ledek Alfian.


" Kamu mau apa honey,, biar aku ambilkan." Kata Moza menyela.


" Mm, aku mau lobster itu dong..." Jawab Gilang yang tidak menolak tawaran Moza.


" Terimakasih..." Ucap Gilang setelah piring di depannya berisi lobster yang berbumbu pedas manis.


" Your welcome .."

__ADS_1


Sandra memperhatikan Moza yang tersenyum penuh arti menatap Gilang. Terlihat jelas jika perempuan itu sangat tertarik kepada Gilang.


" Makan makanan mu..." Bisik Alfian di sampingnya.


Sandra yang terpergok oleh suaminya sedang mengamati Moza lalu kembali fokus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Sorry..." Balas Sandra berbisik.


" Lagi bahas apa sih bisik-bisik begitu..." Kata Gilang yang ternyata juga mengamati tingkah mereka berdua.


" Gak bahas apa-apa kok mas .. Kita cuma penasaran aja kapan mas Gilang nyusul kita nikah.." Balas Sandra berbohong.


Gilang memilih mengangkat bahu sebagai jawaban.


" Doa kan saja secepatnya... Ya kan honey ?" Moza ikutan nimbrung.


" Honey ?? Sejak kapan Gilang manis seperti madu ..." Ledek Alfian.


" Mas Al ! Jangan begitu... Maaf ya Moza... Mas Al memang suka bercanda.." Kilah Sandra yang merasa tidak enak karena suaminya secara tidak langsung meledek sebutan panggilan untuk Gilang.


" No problem.. Aku tahu banyak dari Gilang jika mereka memang suka saling ledek dan berdebat." Jawab Moza yang tidak di ambil hati.


" Mm... Kalau mas Dias gimana ? Sudah ada calon belum ?" Tanya Sandra yang sejak dulu masih penasaran. Sekalian untuk mengalihkan suasana yang sedikit canggung.


" Calon apa maksudnya ?" Tanya Gilang pura-pura tidak tahu.


" Calon istri lah mas... "


" Jangan tanya calon istri kepadanya, jangankan calon istri, pacar saja aku yakin jika Dias belum punya !" Sela Gilang sambil terkekeh.


" Sial !" Balas Dias kalah telak. Mau mengelak juga percuma karena pada kenyataannya dia memang sedang tidak dekat dengan perempuan manapun.


" Salahkan suamimu itu, dia yang membuat ku masih jomblo hingga saat ini !" Komen Dias menjawab pertanyaan Sandra.


" Kenapa salahku ?" Tanya Alfian tanpa rasa bersalah.


" Iyalah, mau salah siapa lagi. Mas Dias terlalu sibuk mengurusi pekerjaan. Sampai tidak ada waktu untuk mengurus hidupnya sendiri. Dulu ,, bahkan aku berpikir jika kalian berdua adalah si kembar yang tidak bisa di pisahkan saking kemanapun selalu bersama... Hehehe..." Ledek Sandra.


Gilang dan Moza ikut tertawa mendengar celotehan Sandra.


" Sial ! " Jawab Alfian dan Dias serempak.


" Oya ... Gilang banyak bercerita tentang kamu. Kata Gilang kamu buka butik sendiri ya sekarang ?" Tanya Moza.


" Eh ?? Iya ... Baru belajar sih ... Banyak yang bantuin juga sebenarnya..." Balas Sandra . Dia tidak tahu jika ternyata Gilang sering menceritakannya kepada orang lain.


" Tidak apa-apa, sekecil apapun sebuah bisnis, jika kita bersungguh-sungguh dan bekerja keras... Kelak akan membuahkan hasil yang baik."Jelas Moza.


" Aamiin... " Balas Sandra.


" Mau tambah dagingnya ? " Alfian menawari Sandra daging sapi.


Sandra menggelengkan kepalanya karena sudah cukup kenyang.


" Sudah cukup mas... Takut ngantuk kalau kekenyangan."


" Takut ngantuk atau takut gemuk ??" Kini Gilang yang menimpali.


" Gak mas, kaya gak tahu aja gimana makan ku..." Omel Sandra.

__ADS_1


" Iya... Kamu kalau lagi niat makan , dua porsi nasi padang pun juga habis dalam hitungan menit. Apalagi kalau mie ayam mamang yang dekat tempat kost.... Pulang ke rumah sampai gak kuat jalan karena kekenyangan." Gilang tergelak mengingat bagaimana dulu Sandra sering makan banyak tanpa menjaga image jika makan.


" Ish... Mas Gilang jangan bilang begitu dong ? Kan aku malu..." Kata Sandra sedikit malu.


" Ngapain malu... Mau makan sedikit atau banyak, kurus atau gemuk... Aku tetap mencintaimu sayang... " Kali ini Alfian yang menyahut. Dia tidak terima Gilang membicarakan masa lalu saat mereka dekat dahulu.


" Wah, ternyata kamu sedekat itu ya dengan Gilang...?" Tanya Moza yang ikut mendengarkan.


" Banget..." Jawab Gilang cepat.


" Gak dekat banget sih ... Cuma dulu kan memang kita sering bertemu karena Mas Gilang teman kerjaku."


" Oya ?"


" Iya... Kita pernah kerja bareng jadi pelayan di restoran Alfian." Tutur Gilang.


" OMG ... Benarkah ??" Moza terlihat terkejut mendengar itu. Dia tidak menyangka jika Gilang seorang pewaris tunggal dari keluarga terpandang dan juga pemimpin beberapa perusahaan sekaligus, pernah menjadi seorang pelayan di restoran sahabatnya. Bagaimana ceritanya ?? Batin Moza semakin penasaran dengan sosok lelaki yang tengah dekat dengannya itu.


" Ah, masa-masa itu sangat menyenangkan..." Ucap Gilang keceplosan.


Sesaat kemudian Gilang baru sadar jika Alfian kini terlihat kesal dan tidak suka dengan pembahasan yang tengah mereka bicarakan.


Sandra yang juga menyadari hal itu segera mencari topik lain agar suaminya tidak sedingin itu.


Makan malam pun akhirnya berjalan dengan baik. Untung Gilang yang pembawaannya humoris bisa mencairkan suasana yang tadinya sedikit mencekam gara-gara obrolannya tentang masa lalunya bersama Sandra.


" Senang bisa bertemu dengan kalian semua.." Tutur Moza setelah selesai makan.


" Terimakasih, kami juga senang bisa berkenalan dengan anda.." Balas Sandra tersenyum hangat.


" Oke... Kapan-kapan boleh aku berkunjung ke butik kamu ?" Tanya Moza.


" Tentu saja boleh.. Kita juga bisa minum kopi bersama.. " Tawar Sandra.


" Baiklah, akan aku cari waktu agar bisa segera ke sana."Jawab Moza antusias.


" Makan malam yang menyenangkan. Terimakasih sudah berkenan hadir.." Kata Gilang .


" Tidak masalah... Aku free jika tidak lembur bekerja." Sahut Dias .


Alfian hanya mengangguk lalu berlalu terlebih dahulu. Sepertinya obrolan tadi masih membuatnya tidak nyaman.


" Mas Gilang , Moza... Aku minta maaf ya atas sikap Mas Al..." Ucap Sandra.


" Tidak masalah, kaya sama siapa aja. Kita-kita sudah paham betul bagaimana wataknya. Justru aku yang minta maaf.. Sepertinya suami kamu itu cemburu mendengar obrolan kita tadi. Ah, dia terlalu sensitif sejak menikah dengan mu. Maaf jika nanti dia bakal merepotkan mu karena ku." Ucap Gilang yang hafal dengan Alfian.


" Tenang saja Lang... Alfian sekarang sudah ada pawangnya. Aku yakin hal kecil seperti itu tidak akan membuat Sandra kerepotan. Asal kamu tahu, Al benar-benar sudah menjadi bucin akut kepada Sandra." Sela Dias menimpali.


" Kau benar, baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Tapi aku senang, akhirnya dia bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu."


" Ya sudah, aku duluan... Jika nanti kelamaan, aku takut Alfian semakin kesal." Pamit Sandra.


" Bye..." Ucap Sandra.


" Bye..."Balas Gilang dan Moza.


" Oke... Kalau gitu, sampai jumpa lagi di lain waktu... Terimakasih untuk jamuannya malam ini." Ucap Dias yang juga bersiap untuk pulang.


" Kamu juga ikut pulang sekarang ?" Tanya Gilang.

__ADS_1


" Iya... Ogah gue jadi obat nyamuk !" Cetus Dias lalu mengikuti Sandra di belakangnya.


" Dasar,, gak boss gak anak buah, sama saja ngeselin nya !" Seru Gilang sambil terkekeh.


__ADS_2