Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Kacau


__ADS_3

" Huft.... Untung saja. " Kata Sandra terengah-engah.


" Apanya yang untung nak ? " Tanya Bu Lastri.


" Eh ibuk, ngagetin Sandra tau buk ! Bukan untung Bu, tapi buaya buntung.. !" Elak Sandra.


" Buaya buntung ? Kamu ini ada-ada saja. Hm , terus kamu kenapa lari sampai ngos-ngosan begitu. " Tanya Bu Lastri lagi.


" Gak kenapa-kenapa buk, Sandara capek buk , mau tidur ." Jawab Sandra.


" Kamu ini San , kamu pikir ibu gak tau kalau kamu sama nak Alfian suka bertengkar. Ibu cuma mengingatkan,sebentar lagi dia akan jadi suamimu, belajarlah bersabar dan mengalah . Tidak baik terus-terusan bertengkar."


" Iya ibu sayangggg...... kita gak lagi bertengkar. Suer .!" Sandra mengangkat kedua telunjuknya ke atas.


" Ya sudahlah, sana mandi dulu, jangan langsung tidur . Nanti kalau sudah ibu bantuin kamu berkemas. " Ucap Bu Lastri.


" Baik Bu , emuah . " Sandra mencium pipi ibunya dengan sayang.


Tak berapa lama Sandra sudah selesai mandi. Ketika melihat ibunya duduk di ruang tamu Sandra menyusulnya.


" Astagfirullah..... ibu ! " Teriak Sandra ketika melihat banyak sekali paket baju ,sepatu, tas dan alat make up berserakan di depannya.


" Kamu San, harusnya ibu yang kaget . " Omel Bu Lastri.


" Semua ini apa nak, kenapa kamu pemborosan sekali. Ibu tidak enak sama nak Al. Kata kurir yang mengantar , semua ini belanjaan kamu . Ingat nak, kamu ini baru menjadi tunangan nak Al,belum jadi istrinya. Kalaupun sudah jadi istrinya ibu juga gak suka kalau kamu minta ini itu berlebihan seperti ini. " Kata Bu Lastri panjang lebar.


" Ibuuu, jangan marah dulu , Sandra gak minta semua itu. Tuan Al sendiri yang membelikannya. Sandra juga gak tau kalau bakal sebanyak ini. Mana mahal-mahal lagi. Kan sayang duitnya Bu.. "


" Nak Al sendiri yang beliin kamu ? " Tanya Bu Lastri masih tidak percaya.

__ADS_1


" Iya Bu, sumpah ! Sandra gak minta apapun .. kemarin dia sendiri yang keras kepala beliin semua itu, dasar orang kaya , beli baju kaya beli kerupuk saja ! " Kini giliran Sandra yang mengomel.


" Stttt. Ya sudah ayo ibu bantu beresin . Gak enak kalau nanti ada tetangga yang lihat. Nanti mereka berfikir yang tidak-tidak. " Ajak Bu Lastri.


" Baik Bu. Taruh kamar Sandra saja Bu, nanti biar Sandra yang menatanya sendiri. Ibu bantuin Sandra mindahin ke kamar saja. " Pinta Sandra.


Akhirnya Bu Lastri dan Sandra mengangkut semua paket belanjaan itu ke kamar Sandra. Setelah selesai Bu Lastri pergi ke dapur meneruskan pekerjaannya. Sedangkan Sandra mulai sibuk membereskan semua belanjaan itu.


Sandra membuka tas dan paket satu persatu. Matanya melotot begitu melihat harga yang ada di bandrol baju dan sepatu-sepatu itu.


" Gila , duit segini kalau cash satu kantong penuh kali ya !" Teriaknya.


" Satu, dua , buseet ... yang ini .. bagus sih tapi kalau dipakai buat beli sepeda motor second masih dapat yang bagus .. CK ck ck. Sayang sekali, cuma buat beli sepasang high heels . Sepertinya aku perlu mengajakmu ke toko Koh Hendri Tuan, di sana heels seharga dua ratus ribu sudah syantiiiik sekali. Tidak perlu menguras harta sebanyak ini ! " Celoteh Sandra sendirian.


" Berisikkkkk ! " Bentak Alfian.


" Ops Tuan, maaf ..." Kata Sandra terlonjak. Dia lupa jika Alfian tidur di kamarnya.


" Saya sedang ini ........ membereskan belanjaan dari Tuan kemarin. Kenapa banyak sekali Tuan, Tuan tau ini sangat berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik Tuan. Ini terlalu banyak dan mahal. Saya tidak memerlukan semua ini. Kalau semua ini masih bisa di kembalikan sebaiknya Tuan kembalikan saja. " Bujuk Sandra.


" Huh , cerewet sekali. Jangan coba-coba membuatku malu ! Kau kemasi saja semua yang ku belikan dan simpan semua barang lamamu . Sekarang kamu tunangan seorang Alfian, jangan sampai kau terlihat kampungan saat bersamaku ! " Tegas Alfian.


" Tapi Tuan, semua ........?? "


" Ya. Se ... Mu .... A !! Dan jangan membantah lagi ! Kau benar-benar mengganggu istirahatku ! " Potong Alfian dengan cepat.


Sandra pun enggan berdebat, takut ibunya mendengar. Lebih baik dia menurut saja dari pada membuat ibunya sedih jika melihatnya bertengkar dengan Alfian.


Alfian kembali tidur melihat Sandra mematuhinya.

__ADS_1


" Baguslah. " Batin Alfian sambil tersenyum samar .


Sandra mengambil tas ransel yang kemarin dia bawa pulang dan mengambil satu tas ransel lagi. Satu dia isi dengan pakaian baru dan kosmetik yang dia perlukan. Karena dia tidak tahu kegunaannya, Sandra hanya mengambil beberapa saja yang menurutnya familiar. Sedangkan satu ransel lagi dia isi dengan sepatu ,heels dan flat shoes yang menurutnya sesuai dengannya. Sisanya dia menatanya di dalam lemari dengan hati-hati,takut Alfian terbangun lagi .


" Akhirnya selesai juga . " Bisik Sandra sambil memegang dua tas belanja berukuran sedang.


" Yang ini, nanti aku kasih ke Nurul sama Syefa , pasti mereka senang ." Gumamnya.


Dengan pelan Sandra keluar dari kamar menggendong kedua tas ranselnya satu di depan dan satu di punggungnya sambil menenteng tas belanja untuk sahabat-sahabatnya.


Setelah memastikan gadis itu pergi. Alfian membuka kedua matanya. Dia tersenyum melihat langit-langit kamar .


" Gadis yang aneh, sepertinya dia satu-satunya gadis yang ku kenal yang tidak senang dengan kata belanja. " Gumam Alfian.


Kemudian Alfian teringat dengan Rena, dulu saat berpacaran dengan Rena, gadis itu selalu senang saat diajak berbelanja, justru Rena yang dulu sering minta di belikan ini dan itu. Meski sudah punya banyak tas dan pakaian bermerek gadis itu tetap minta di belikan jika ada brand favoritnya mengeluarkan produk terbaru. Al tersenyum getir mengingatnya. Pertemuan yang tidak sengaja kemarin terlintas kembali.


" Kamu masih sama tetap cantik dan semakin cantik . " Lirih Alfian.


Kemudian Alfian termenung di tempat tidur mengingat kembali masa-masa saat bersama Rena.


" Sial ! Kau begitu sulit aku lupakan meski aku menginginkannya ! " Geram Alfian .


Alfian bangkit dari tempat tidur, dan duduk di kursi dekat jendela.


Kedua netranya menatap keluar jendela dan melihat Sandra sedang asik menikmati rujak dengan temannya di bawah pohon mangga di samping rumahnya.


" Benarkah gadis itu yang akan menjadi istriku ? Tidak, gadis itu bukan tipeku, dia terlalu polos dan masih labil, mana mungkin aku bisa menikahinya, lagi pula gadis itu menyukai orang lain, dan itu Gilang, kenapa harus Gilang !! Arrghh....., Sial sial sial ! Dan Rena.. kenapa dia muncul lagi. Sekian lama dia menghindar dan menghilang tiba-tiba saja dia muncul tanpa rasa bersalah sedikitpun telah meninggalkan ku . Tetapi aku juga merindukannya.. Sial ! Sekali lagi aku tidak bisa menolak permintaan papa. " Alfian meremas kedua tangannya dengan kesal.


Pikirannya begitu kacau saat ini. Dia tau apa yang akan terjadi jika dia menolak permintaan papanya. Tapi Dia sendiri tidak menyukai Sandra, dan jika Sandra dan Gilang benar-benar saling menyukai maka persahabatannya dengan Gilang sudah pasti hancur . Dan Rena, gadis yang dia cintai yang telah meninggalkannya , kini muncul lagi.

__ADS_1


"Mungkinkah, mungkinkah masih ada kemungkinan untuk kita bersama ? " Batin Alfian.


__ADS_2