Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Panik


__ADS_3

Setelah selesai dengan ritual mandi paginya, Sandra segera turun ke bawah. Sampai di dapur Sandra sudah di sambut oleh Bi Murni asisten rumah tangganya di rumah yang baru. Sebenarnya Sandra merasa tidak nyaman ada beberapa asisten rumah tangga yang membantunya di sana. Karena sebenarnya dia lebih suka mengurus rumah sendirian. Tapi mengingat betapa besar rumah yang dia huni sekarang, mau tidak mau dia harus menurut dengan Alfian. Lagi pula sekarang dia sedang hamil, tentu saja dia tidak boleh kecapean supaya janin yang dia kandung bertumbuh kembang dengan baik.


" Pagi nona... Kebetulan sarapan nona sudah siap.." Sapa Bi Murni.


" Pagi juga bi... Baunya enak banget bi... Bibi masak apa ?" Balas Sandra yang mulai mengakrabkan diri dengan ART nya.


" Bibi cuma masak nasi goreng sama nila goreng non. Tuan bilang , nona paling suka sarapan pakai nasi goreng saat pagi hari." Jawab Bi Murni sambil tersenyum.


" Hehe, iya bi... Oya, tuan sudah lama berangkatnya ?" Tanya Sandra penasaran. Lagi pula dirinya tidak terbiasa bangun pagi tanpa melihat wajah suaminya. Biasanya justru dia yang selalu membangunkan suaminya untuk sarapan pagi. Mengingat hal itu membuat Sandra merindukan suaminya, ada rasa menyesal karena semalam sudah marah-marah kepada suaminya.


" Sudah sekitar setengah jam yang lalu non." Jawab Bi Murni.


" Oh... Ya sudah bi, bibi sudah sarapan ?" Tanya Sandra yang kini terlihat kecewa.


" Be..belum non..." Jawab Bibi Susi lirih.


" Kok belum bi ? Lain kali bibi sarapan duluan saja, tidak usah nungguin aku atau tuan. Ajak yang lain juga ya bi... Bibi dan yang lain juga bebas mau masak apa, nggak harus masak semua yang aku suka bi.. Semua bebas mau makan apa atau bikin apa saja dengan bahan-bahan yang ada di rumah ini.. nggak perlu bertanya dulu.. Jika bahan-bahan yang ada di dapur habis, bibi tinggal lapor saja ke aku atau sama tuan.. Nanti kita bisa belanja bareng bi." Ucap Sandra sambil mengambil nasi goreng ke dalam piring.


" Baik non, terimakasih banyak ya non.."Jawab Bu Murni terharu. Karena baru kali ini dia mendapatkan majikan yang tidak pelit dan tidak perhitungan soal makanan.


" Silakan di nikmati ya non .. Bibi balik ke dapur dulu.." Pamit sang asisten.


Sandra kemudian mengangguk mengiyakan sambil menikmati sarapannya.


" Hmm, lumayan..." Desis Sandra setelah mengunyah makanannya.


Sekitar pukul sembilan pagi, Sandra bersiap untuk pergi. Setelah menimbang-nimbang akhirnya dia memutuskan untuk menemui pengirim pesan misterius itu. Dia tidak perduli dengan bukti apa yang di bawa orang itu tentang suaminya, tapi dia hanya penasaran, siapakah orang itu dan apa maksud dan tujuannya mengapa orang itu melakukan hal tersebut. Untuk apa orang itu mencampuri dan mengusik urusan orang lain ? Apalagi yang dia usik adalah orang sudah berkeluarga sepertinya. Tidak mungkin kan jika tidak mempunyai maksud tertentu??


Rasa penasaran yang tinggi membuat Sandra lupa jika dirinya harus selalu waspada dan juga berhati-hati.


Selesai sarapan, tidak lupa, Sandra mengirim pesan kepada suaminya untuk meminta izin dan memberi tahu kemana dirinya akan pergi. Lama tidak ada balasan, akhirnya Sandra tetap nekat berangkat sendirian menggunakan taksi online. Meski sudah ada sopir pribadi, namun Sandra enggan memakai nya. Dia lebih suka menggunakan jasa online agar tidak membuat orang lain menunggu dirinya dan hanya ada di saat dia membutuhkannya.


Masih ada waktu sekitar satu jam.. Jadi Sandra memutuskan untuk mampir ke kampus yang lokasinya tidak jauh dari tempat di mana dia akan bertemu dengan orang misterius tersebut.


Saat hendak turun dari taksi, ponsel Sandra berdering nyaring.


" Bentar ya pak..." Pinta Sandra meminta izin kepada sopir taksi untuk memberinya waktu menerima telepon terlebih dahulu.


" Ya non, silakan.." Balas pak sopir ramah.


" Hallo San .." Suara Nurul terdengar dari ponselnya.

__ADS_1


" Ya Rul , kenapa ? Kamu sudah mendingan belum ?" Tanya Sandra kepada sahabatnya itu.


" Udah.. aku sudah sembuh kok.. Kamu nggak perlu khawatir.." Balas Nurul.


" Syukurlah, kalau begitu ada apa ? Kamu butuh sesuatu ?" Tanya Sandra lagi.


" Enggak, tapi nggak tahu nih.. Perasaan ku nggak enak dari tadi...Kaya kepikiran kamu terus gitu... Kamu gak kenapa-napa kan ?" Terdengar jelas dari suara Nurul jika dia sangat mencemaskan Sandra.


" Hehehe, Nurul...Nurul.. thanks ya udah se khawatir itu sama aku. Tapi aku ngga kenapa-kenapa kok, aku juga sudah baik-baik saja.." Sandra tertawa mendengar suara sahabatnya yang terdengar begitu mencemaskan nya.


" Oke... Mungkin kamu benar, aku aja yg terlalu khawatir... Oya bagaimana kabar calon keponakan ku ? Apa dia membuatmu kesulitan ?"


" Alhamdulillah tidak.. Pagi ini aku bangun dengan tenang, tidak ada rasa mual seperti hari-hari sebelumnya.. Oyaa... sudah dulu ya, aku mau turun dulu dari taksi.. "


" Turun ? Emangnya kamu kemana ?" Tanya Nurul. Dia terheran-heran bagaimana bisa sahabatnya itu sudah keluyuran. Dan bagaimana bisa Alfian memberinya izin keluar sedangkan Sandra masih dalam tahap pemulihan dari kejadian kemarin ?


" Ah ceritanya panjang... " Sandra kemudian menceritakan tentang pesan misterius yang dia terima dari orang asing dan tentang dirinya yang nanti akan pergi menemuinya.


" Kamu gila ya ! Cepat pulang... ! Nggak ada gunanya ngladenin orang iseng begitu. Jangan macem-macem deh San , terus suami kamu tahu nggak ? Jangan bilang kamu nggak cerita tentang hal ini juga sama suami kamu !" Omel Nurul.


" Aku nggak macem-macem kok, aku cuma penasaran aja siapa orangnya dan apa tujuannya melakukan ini. Aku nggak cerita sih sama Mas Al, tapi aku udah ijin kalau aku keluar sebentar kok."


" Astaga Sandra !!! Jangan terlalu kepo deh di saat seperti ini ! Sudah pasti tujuan orang itu tidak baik,hal ini sangat berbahaya San... Gimana kalau orang itu ngrencanain sesuatu ? Buruan pulang.."


" Makasih ya pak.." Ucap Sandra kemudian turun dari taksi.


...****************...


Nurul terlihat semakin khawatir setelah Sandra mematikan telepon secara sepihak.


" Duhh, kenapa keras kepala sekali sih no anak ? Bikin orang cemas tau nggak !" Gerutu Nurul sambil mondar-mandir di kamar Arkha.


" Aku harus gimana sekarang ? Haruskah aku memberi tahu Alfian ? Atau Arkha saja ? Ah.. Nanti dia bilang aku terlalu ikut campur urusan orang ! Tapi.... Inikan sahabat ku sendiri ?? Oh ya ampun Sandra..... Kamu memang paling bisa ya bikin orang khawatir !" Batin Nurul cemas.


Menit demi menit cepat berlalu, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi. Akhirnya Nurul yang sejak tadi tidak bisa istirahat dengan tenang memutuskan untuk menghubungi Alfian.


Nurul di buat semakin panik karena sudah berkali-kali dia mencoba ,tapi tetap saja tidak ada yang mengangkat teleponnya.


" Sekali lagi .. Jika sekali ini tidak di jawab, lebih baik aku menyusul Sandra ..." Gumam Nurul hampir putus asa.


Tuuuuutttttttt...

__ADS_1


" Plis tuan, angkat teleponnya..." Bisik Nurul.


Setelah hampir menyerah, akhirnya telepon darinya di angkat juga. Nurul terlihat lega sekali sampai-sampai hampir menangis karenanya.


" Halo tuan...Tuan .." Suara Nurul terdengar bergetar.


" Ya ada apa ?! " Tanya Alfian datar. Dirinya sangat sibuk sejak tadi pagi sehingga dia tidak sempat memeriksa ponselnya yang dia buat mode hening. Bahkan dirinya belum tahu jika Sandra juga telah mengiriminya pesan.


" Tuan... Sandra .. Maaf jika saya terlalu lancang atau ikut campur... Tapi kali ini, saya sangat khawatir tuan ..." Kata Nurul terbata-bata.


" Apa maksudmu ?" Tanya Alfian yang tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh sahabat istrinya itu.


" Begini tuan..... Saat ini Sandra sedang pergi untuk menemui seseorang...,, dan saya tidak tahu siapa itu.. katanya semalam orang itu telah mengirim pesan misterius kepadanya, yang intinya ingin menunjukkan bukti jika banyak rahasia yang tuan sembunyikan dari Sandra.. Aku takutnya ini adalah jebakan tuan... Apalagi kemarin ada orang yang mengirim foto-foto fulgar tuan dengan mantan kekasih tuan lewat seorang anak kecil yang ada di taman.. Kejadiannya persis sebelum saya dan Sandra keracunan makanan tuan.." Ucap Nurul sambil menahan nafas dan juga detak jantungnya yang berdegup kencang karena ketakutan.


" Apa ? Jadi... mungkinkah Sandra kesal dan marah kepadaku karena hal itu ?" Tanya Alfian terkejut.


" Bi... Bisa jadi tuan.... Dan...dan....eh.."


" Dan apa ! Cepat katakan... Dimana Sandra akan menemui orang itu !?" Tanpa sadar Alfian membentak Nurul karena ikut panik.


" Saya kurang tahu tuan, Sandra tidak memberi tahu alamatnya. Dia hanya bilang tadi ingin menitipkan tugas dulu ke teman kuliahnya karena pukul sepuluh pagi dia harus menemui orang itu. Maaf tuan ,, tapi ku rasa anda juga harus tahu hal ini... Kemarin, dokter juga bilang jika Sandra... Sandra sedang hamil tuan... Saya takut orang itu berencana berbuat sesuatu yang buruk ... Saya takut terjadi sesuatu kepada Sandra dan calon bayinya..."


Bagai di sambar petir, Alfian sangat terkejut mendengar hal itu. Sandra hamil ?? Bagaimana bisa Sandra tidak memberitahunya ? Bagaimana bisa dia tidak tahu jika istrinya sedang mengandung buah hatinya ?


Tut....Tut......


Tanpa banyak komentar Alfian segera mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. Alfian kemudian dengan cepat memeriksa ponselnya dan baru tahu jika ada pesan dari Sandra yang meminta izin kepadanya lengkap dengan alamat yang dia tuju. Alfian kemudian melotot saat melihat jam dinding besar yang ada di ruangannya menunjukkan pukul sepuluh pagi kurang sepuluh menit.


" Ada apa tuan ?" Tanya Dias seketika.


" Aku harus pergi... Sandra dalam bahaya ! " Teriak Alfian sambil berlari ke arah basemen.


" Saya ikut tuan..." Teriak Dias kemudian menyusul tuan sekaligus sahabatnya itu sambil berlari penuh tanda tanya.


Begitu masuk ke dalam mobil, Alfian segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.


" Tenang tuan, hati-hati... Aku masih ingin tetap hidup !" Protes Dias yang duduk terhuyung-huyung di dalam mobil.


" Bagaimana aku bisa tenang ? Saat ini Sandra sedang dalam bahaya ! Cepat hubungi semua anak buah kita , suruh mereka mengepung tempat xxx .. Aku yakin Rena adalah dalang dari semua ini !" Teriak Alfian.


" Baik Tuan... Tapi ada apa dengan nona Sandra tuan ?"

__ADS_1


" Jangan banyak tanya !! Cepat lakukan saja perintah ku ! Aku harus sampai ke tempat itu secepatnya !!"


" Ba... Baik... " Sahut Dias yang ketakutan sambil mengambil ponsel dari sakunya kemudian menghubungi semua anak buahnya. Baru kali ini dia melihat Alfian seperti orang kesetanan yang ingin memangsa siapa saja yang ada di dekatnya.


__ADS_2