Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Pencarian


__ADS_3

Alfian kini tengah di perjalanan menuju ke rumah Ibu Reisa. Setelah mendapatkan kabar dari anak buahnya yang memberi tahukan jika Rena lah yang telah meneror dan juga meracuni Sandra, Alfian segera bergegas meninggalkan rumah dan menyuruh anak buahnya untuk mengepung rumah tersebut.


Perjalanan yang cukup jauh dan menyita waktu membuat Alfian khawatir dengan Sandra yang dia tinggal di rumah. Apalagi Sandra baru saja keluar dari rumah sakit.. Saat ini istrinya itu pasti membutuhkan dirinya di sampingnya meskipun sampai sekarang Alfian belum tahu apa penyebab Sandra marah dan acuh kepadanya. Mengingat Sandra membuat Alfian baru sadar jika dirinya belum pamit kepada sang istri. Karena terlalu marah setelah mendengar kabar dari anak buahnya, dia langsung pergi begitu saja . Tapi nanti setelah semuanya beres, Alfian berjanji akan menjelaskan kepada Sandra jika dia pergi untuk menyelesaikan masalah yang akhir-akhir ini mereka lalui karena Rena.


Sampai di sana, Alfian sedikit tercengang... Ternyata banyaknya anak buahnya yang mengepung rumah itu menimbulkan perhatian dan rasa penasaran dari warga sekitar. Banyak sekali warga yang berbisik-bisik dan berusaha mencari tahu saat Alfian masuk menyerobot ke dalam rumah tersebut. Bagaimana tidak ? Meski masih penduduk baru, tapi Bu Reisa sudah banyak di kenal karena jualan kuenya yang rasanya sangat enak. Bu Reisa juga di kenal ramah meskipun putrinya terlihat acuh dan tidak pernah berbaur dengan mereka semenjak tinggal di sana. Bahkan mereka malah belum pernah melihat sama sekali seperti apa wajah putri Bu Reisa yang katanya sedikit terluka. Dan menurut Bu Reisa sendiri, hal itulah yang membuat anaknya malu untuk berbaur dengan orang-orang sekitar.


" Huhuhu..." Setelah Alfian masuk ke dalam ruangan kecil itu, terdengar suara tangis pilu di sudut ruangan. Ya, Bu Reisa tengah menangis sambil memegang dadanya yang terasa sesak. Dia tidak menyangka jika Rena tetap berbuat nekat lagi untuk menghancurkan hidup Alfian dan Sandra.


" Di mana putri mu ?!" Tanya Alfian tanpa ada basa-basi dan rasa belas kasih sedikit pun.


" Al... Bibi tidak tahu..." Balas Bu Reisa parau setelah melihat Alfian yang berbicara.


" Jangan berbohong ! Tidak ada gunanya terus menutup-nutupi keberadaannya, karena cepat atau lambat anak buahku juga pasti menangkapnya !" Lanjut Alfian.


" Tapi bibi benar-benar tidak tahu Al... Bibi bersumpah !"Terang Bu Reisa.


" Jangan buang-buang waktu dan kesabaran ku selagi aku masih bisa bertanya dengan baik." Potong Alfian masih tidak percaya.


" Saya rasa ibu ini memang tidak tahu tuan, karena kami juga sudah mencoba berbagai cara untuk membuka mulutnya.. termasuk menyiksanya. Tapi dia justru sangat terkejut saat mendengar jika putrinya telah meneror dan mencoba mencelakai nona ! " Ucap salah seorang anak buah Alfian.


" Sial ! Lalu di mana gadis buruk rupa itu ?! Apa saja yang kalian lakukan ? Kenapa sampai bisa kehilangan jejaknya ! Mengejar seorang perempuan saja tidak becus !"Sentak Alfian marah.

__ADS_1


" Maafkan kami tuan, tapi beberapa anak buah yang lain kini tengah mengejar Rena."


" Pastikan mereka segera menemukanya ! Cari perempuan itu sampai dapat ! " Teriak Alfian lagi.


" Baik Tuan.. Saya akan segera menghubungi mereka." Ucap anak buah Alfian.


"Tolong Al, jangan sakiti Rena.. Bibi minta maaf atas apa yang Rena lakukan.. Bibi mohon..." Rengek Bu Reisa penuh tangis dan ketakutan.


" Apa ? Maaf bi ??!! Kata maaf saja tidak cukup ! Bukan kah aku sudah pernah bilang, menjauh dari hidup ku, jangan muncul lagi di hadapan ku . Tapi sepertinya anak bibi memang keras kepala ! Aku harus memberinya pelajaran !" Ucap Alfian lantang.


" Kalau begitu bibi saja yang di hukum Al, jangan Rena... Tolong ampuni dia. Bibi akan terus menasehatinya agar menjauh dan melupakan kalian..." Bu Reisa terus memohon sambil menggelengkan kepalanya. Dia tahu jika saat ini Alfian benar-benar murka kepada putrinya.


" Sayangnya kesabaran ku sudah habis bi ! Kali ini Rena sudah sangat keterlaluan ! Dia tidak hanya telah menakut-nakuti istriku , tapi juga berusaha membunuhnya ! Untung saja dia masih selamat, jika sampai istri ku kenapa-kenapa, aku tidak akan segan membuat Rena tidak akan pernah bisa melihat matahari lagi !" Sentak Alfian nyalang.


" Bawa dia.. Amankan di tempat kita ! Jangan lepaskan sebelum kita menemukan Rena !" Perintah Alfian yang tidak ingin mereka menjadi tontonan para warga.


Ibu Reisa pun menurut sambil terus menangis saat anak buah Alfian menuntunnya ke mobil. Saat tidak ada yang bisa dia lakukan, mau berontak pun percuma.


" Rena, kenapa kamu lakukan semua ini nak..." Jerit Bu Reisa dalam hati.


Setelah mobil yang membawa Bu Reisa pergi, Alfian segera menyusulnya di belakang menggunakan mobilnya sendiri.

__ADS_1


...****************...


Di lain tempat, Rena yang sadar jika dirinya telah ketahuan dan tengah menjadi kejaran dari anak buah Alfian memilih untuk bersembunyi di sebuah gubuk kosong di pinggiran hutan yang mustahil mudah di temukan oleh Alfian maupun anak buahnya. Untung saja Rena cepat menyadari jika dirinya sudah ketahuan sehingga dia bisa melarikan diri terlebih dahulu. Dan sebelum melarikan diri, dia juga sudah meminta paksa semua uang yang ibunya punya untuk menyewa sebuah mobil dan untuk pegangan selama dia bersembunyi dari Alfian dan anak buahnya. Sekarang Rena terus memutar otak bagaimana caranya agar dia bisa memusnahkan Alfian maupun Sandra. Sebelum dia bisa menghancurkan keduanya dia tidak akan menyerah begitu saja. Meskipun nantinya dia harus kembali ke penjara, Rena juga tidak perduli asalkan dendamnya dengan Alfian dan Sandra sudah terlaksana.


" Ah, aku harus bertindak cepat, kalau tidak... Bisa-bisa aku yang mati kelaparan jika terus bersembunyi di sini." Gumam Rena.


Rena kemudian mengeluarkan ponselnya yang baru.


Setelah beberapa menit, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Sandra.


" Hai Sandra... Bagaimana dengan kejutan-kejutan kecil dari ku ?"


" Kamu tidak perlu tahu siapa aku , yang pasti aku mengenal baik siapa kamu dan juga suamimu."


" Jangan begitu Munafik dan Bodoh..! Suami tersayang mu itu nyatanya masih menyimpan begitu banyak rahasia di belakang kamu !


" Terserah jika kau tidak percaya, tapi aku mempunyai banyak buktinya..Jika kamu ingin tahu.. Temui aku esok hari di jalan xxx pukul sepuluh pagi. "


" Hahaha ... Kau bilang aku pembual ? Sandra...Sandra... Jangan terlalu polos jadi orang. Aku bahkan tahu jika saat ini suamimu sedang tidak ada di rumah. Dia meninggalkan mu sendirian kan ? Atau dia mengabaikan mu ?"


" Jangan lupa besok pukul sepuluh pagi. See you baby !"

__ADS_1


Rena mengakhiri pesannya, kemudian dia berpikir lagi bagaimana caranya untuk menjalankan misi terakhirnya. Esok hari dia tidak boleh sampai gagal. Dia harus bisa menghancurkan Alfian apapun yang terjadi. Dia sudah siap dengan segala konsekuensinya, termasuk jika harus di penjara lagi. Toh setelah dia keluar dari penjara, dia juga tidak punya teman lagi. Hanya ada ibunya yang selalu mengomel setiap saat. Apalagi setelah penolakan dan hinaan Alfian yang terakhir kali. Rena sudah tidak memiliki harapan hidup bahagia lagi. Yang dia pikirkan hanyalah bagaimana caranya membalaskan dendamnya kepada Alfian. Rena berharap semoga saja Sandra terpancing untuk menemuinya agar dia bisa menjalankan misinya sesuai rencana.


Rena tersenyum licik membayangkan jika dia berhasil melakukan rencananya. Kehancuran Alfian adalah hal utama baginya..Salah siapa pria itu begitu keji menolaknya. Bahkan sampai hati menghinanya. Padahal dahulu, pria itu sangat mengaguminya,sangat mencintainya dan bertekuk lutut di hadapannya. Mengingat hal itu membuat Rena terbuai oleh kenangan masa lalu.. Saat dimana dia dan Alfian adalah dua sejoli yang saling mencintai. Bahkan hubungan mereka sudah lebih dari batas wajar anak SMA pada umumnya.


__ADS_2