
Pagi itu Sandra bangun kesiangan. Rasa lapar membuatnya tidak bisa melanjutkan tidur nyenyaknya.
" Dah bangun San ? " Sapa Nurul.
Sandra mengangguk dan menguap. Tubuhnya terasa lemas.
" Bangun gih, mandi terus sarapan,tadi aku sama ibuk dah masak. Sekarang Ibuk dan bibi baru ke pasar membeli bahan makanan untuk jamuan nanti sore acara tahlilan paman ." Jelas Nurul.
Sandra pun menurut. Dia bangun dan hendak ke kamar mandi ketika mendengar suara mobil berhenti di depan rumah.
Gilang ?? Sandra berdiri terheran , kenapa Gilang datang bertamu sepagi ini . Yaaah pagi menjelang siang tepatnya , hehe.
" Assalamualaikum ? " Sapa Gilang.
" Wa'alaikumsalam . " Jawab Sandra dan Nurul serempak.
" Masuk lang. " Kata Sandra mempersilahkan Gilang masuk.
" Oke, " Gilang pun dengan senang hati masuk ke rumah Sandra
.
" Gimana kabarmu ? " Tanya Gilang.
" Alhamdulillah, udah mendingan dari pada kemarin " Timpal Sandra.
" Bagus deh kalau begitu, semangat ya . " Ucap Gilang lagi.
Sandra tersenyum dan mengangguk, " Thanks... " Ucapnya.
" Ehemm ,ehaemmm , jadi obat nyamuk nih gue " Sindir Nurul sambil melirik Gilang.
" Nurul,, paan siih... " Ucap Sandra.
" Oh ya, Gilang ini Nurul sahabatku, dan Nurul ini Gilang. " Kata Sandra memperkenalkan mereka.
" Gilang ." Ucap Gilang mengulurkan tangannya.
" Nurul, ehm jadi ini toh yang suka belain Sandra di tempat kerjaaaa..." Goda Nurul sambil menjabat uluran tangan Gilang.
" Nurul, jangan mulai deh ... , udah ah aku tinggal mandi dulu.. Rul temenin Gilang dulu ya .." Pinta Sandra malu.
Gilang tersenyum saat Nurul menggoda Sandra.
" Ehm kamu dah lama temenan sama Sandra ? " Tanya Gilang membuka percakapan.
" Bukan lama lagi , dari orok juga kita udah sahabatan .. haha .. " Jawab Nurul.
" BTW kalau boleh tau , kenapa kamu kesini ? Bukanya kamu kerja di tempat yang sama ya sama Sandra. Kok bisa libur,kan kemarin dah libur ... " Tanya Nurul ,jiwa keponya mendadak bangkit lagi .
" Pengen mastiin keadaan Sandra saja, kalau masalah kerja aku sudah risain mulai hari ini. " Ungkap Gilang.
" Yah , sayang sekali .. Gak bisa sering ketemu Sandra lagi dong, atau jangan-jangan gara-gara Sandra mau tunangan ya sama itu bos galak ! "
Gilang terdiam. Kali ini dia tidak bisa memberi tahu kepada Nurul yang sebenarnya.
" Ih kok diem , aku bener ya nebaknya ?? "
" Gak juga kok, aku mau lanjutin bisnis keluarga aku sendiri." Timpal Gilang.
" Bisnis keluarga ? Kok malah jadi aku sih yang sekarang bingung ." Kata Nurul yang tanpa sadar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Eh bentar deh aku bikinin minum bentar. Ucap Nurul kemudian berlalu ke dapur.
Selesai mandi Sandra menghampiri Gilang .
" Eh maaf ya berantakan, semalam kita tidur beramai-ramai disini " Kata Sandra sambil menggulung tikar yang semalam mereka pakai untuk tidur bersama.
__ADS_1
" Gak apa-apa kok, dah duduk aja " Pinta Gilang.
Selesai berbenah Sandra duduk di kursi menghadap Gilang .
" Taraaaaaa ini teh manis buatan Nurul terlope dah jadi, sekalian nih aku bawain nasgor alias nadi goreng terlezat sekampung ini . Di jamin asli buatan Mak Nani yang tiada tanding ." Kata Nurul mengagetkan mereka berdua.
" Ya elah Rul, Ampe mau copot ini jantung denger suara cempreng kamu ! " Sandra memonyong - monyongkan bibirnya ke depan.
" Kaya gak apal aja lu Ama sahabat sendiri , bukanya terimakasih kek malah manyun gak jelas, aku bawa balik aja deh kalau gitu," Timpal Nurul.
" Ya deh ya deh , maaf, makasih ya Nurul terlope2 , siniin dong nasgornya. Dah lapar banget nih .... " Rayu Sandra yang melihat Nurul mulai kesal.
" Nah gitu dong ! Nih special buat kalian berdua pakai telor dua biji ...!" Kata Nurul lagi.
" Hahaha ..." Gilang tidak tahan lagi menahan ketawanya. Tidak menyangka ternyata teman Sandra ada yang gesrek juga otaknya. Baginya persahabatan seperti Sandra dan Nurul begini yang benar-benar real sahabat.
" Maafin sahabatku ya, kadang kalau ngomong emang gak di pikir dulu, dah gitu kepoonyaaaaa minta ampun. " Sandra mulai memakan nasgor miliknya , karena memang perutnya sudah sangat lapar.
" Eeeh gak lah, somplak-somplak begini aku calon guru tau ! "
" Iya iya, yang bakal jadi guru seni . " Timpal Sandra.
"Seni ? " Tanya Nurul heran , karena jelas dia bukan jurusan seni melainkan bahasa dan sastra.
" Iya seni, kamu kan bakat banget disalah satu cabang seni lukis, lihai sekali kamu Rul melukis di atas bantal pakai air liur, hahaha " Ejek Sandra gantian.
" Sandraaaa..... sini balikin nasi goreng ku !!! " Teriak Nurul malu.
" Enak aja, ini sarapan aku , dah dikasih gak boleh di minta lagi,bisa bintitan lho nanti."
"Biarin bintitan, jahat kamu ya , ngomongin aib sahabat sendiri di depan orang lain. " Kata Nurul pura-pura marah walaupun sebenarnya dia malu kepada Gilang.
Gilang yang melihat tingkah kedua cewek di depannya itu tertawa dan geleng-geleng kepala.
" Eh ada apa ini ?? Kenapa berebut piring ? Tanya bibi Nani yang sudah datang bersama Bu Lastri.
" Hissshhh kalian ini, dah besar masih saja suka bertengkar ! " Ucap Bibi Nani.
" Nurul duluan bi. " Bantah Sandra.
" Enggak, Sandra yang duluan
" Elak Nurul.
" Ya ampun kalian ini, gak malu di liatin cowok berantem kaya anak kecil begitu ! " Kata Bu Lastri.
Sandra dan Nurul pun akhirnya sadar jika ada Gilang . Mereka tertunduk malu .
Bu Lastri dan Bibi Nani geleng-geleng melihat tingkah anak gadis mereka.
" Eh ini temennya Sandra yang kemarin kan ? " Tanya Bu Lastri kemudian.
" Iya Bu, nama saya Gilang. " Gilang berdiri dan menyalami Bu Lastri dan Bi Nani.
" Sudah lama nak ? " Tanya Bu Lastri. Sedangkan Bu Nani memasukkan semua belanjaan mereka ke dapur yang kemudian di bantu Nurul.
" Belum kok Bu, baru saja . " Kata Gilang basa-basi.
" Ohh ya sudah, nak Gilang lanjut saja ngobrolnya, ibuk ke dapur dulu , bantuin yang lain. " Pamit Bu Lastri.
" Baik bu, terimakasih." Balas Gilang.
Setelah ibunya masuk ke dapur Sandra menatap Gilang dengan tajam.
" Kok gak kerja Lang ? " Tanya Sandra kemudian.
" Aku dah resain mulai hari ini, " Jawab Gilang sambil mengepalkan tangannya. Kejadian tadi malam dengan Al masih teringat jelas.
__ADS_1
" Resain ?? kenapa ? " Tanya Sandra kaget.
" Gak kenapa-kenapa, hanya saja aku mau melanjutkan bisnis keluarga aku sendiri. " Jawab Gilang.
Sandra kurang puas dengan jawaban Gilang . Sepertinya bukan itu yang sebenarnya terjadi.
" Ehmm , kamu gak lagi bohongin aku lagikan ." Kata Sandra lirih.
Gilang menatap kedua mata Sandra , seketika Sandra salah tingkah di buatnya.
" Kenapa sih San, sulit sekali kamu percaya sama aku , padahal aku dah minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu tentang kemarin. "
" Maaf " Jawab Sandra .
" San , kali ini aku mau nanya serius sama kamu . Kamu yakin bakal tunangan sama Al ? " Tanya Gilang mumpung ada kesempatan.
" Entahlah, tapi aku dah ambil keputusan. Aku gak mau kecewain orang banyak , terlebih almarhum bapak ..... " Ucap Sandra.
Gilang tertunduk, hatinya sakit mendengar Sandra berbicara seperti itu .
" Aku kenal banget siapa Al, dan aku tau kamu bukan tipe dia , aku takut dia gak baik sama kamu. " Ucap Gilang sendu.
" Aku tahu Gilang , sejak awal bertemu, tuan Al memang sudah membenci aku, tapi mau gimana lagi. Aku gak bisa mundur sekarang." Ucap Sandra, ada cairan bening yang mengalir begitu saja dari kedua sudut matanya.
" Semua belum terlambat San, masih belum terjadi . Kamu masih bisa mundur saat ini . Yang bisa nentuin jalan hidup kamu ya hanya kamu , jangan berbuat bodoh dengan menggadaikan kebahagiaan kamu sendiri. Aku yakin kamu juga tidak menyukai Al. " Lanjut Gilang.
Gilang meraih jemari Sandra menggenggamnya dengan lembut .
Sandra ingin melepaskannya namun Gilang semakin erat menggenggamnya.
" Pliss, aku mohon , masih ada waktu untuk memikirkannya kembali , dan lagi Sandra , tentang perasaanku yang waktu itu aku ungkapkan ... Masih berlaku sampai saat ini, Aku sayang kamu San ." Gilang meremas jemari Sandra. Berharap Sandra mendengarkan dirinya dan membatalkan perjodohan itu.
" Ehem ." Tiba-tiba terdengar suara berat laki-laki berdeham . Sandra segera menghapus air matanya. Sedangkan Gilang terlonjak. amarahnya kembali tersulut ketika tahu siapa yang datang.
" Lo , ngapain lo kesini ! " Tanya Gilang.
Alfian tersenyum mengejek.
" Gue deh harusnya yang tanya begitu ! " Kata Al.
Gilang mencoba maju hendak memukul Al lagi , namun tangannya di tarik oleh Sandra. Sandra menggeleng. Dia tidak ingin sampai ada keributan di rumahnya, apalagi ayahnya baru saja meninggal. Di rumah juga masih ada beberapa tetangga yang ikut membantu menyiapkan acara tahlilan nanti malam.
Al tersenyum penuh kemenangan. Dia melangkah maju dan sengaja duduk di samping Sandra. Gilang geram sekali melihatnya.
" Eh nak Al, datang kesini juga ? Mana Pak Wijaya ?? " Tanya Bu Lastri yang tiba-tiba keluar dari dapur .
" Papa tidak ikut Bu, saya di suruh papa datang kesini mengantarkan beberapa keperluan untuk tahlilan nanti malam. " Kata Al yang berubah sedikit lembut.
" Ciiih , Apa-apaan ini, katanya gak sudi punya calon pendamping seperti Sandra , tapi ini malah menjilat ibunya !! Awas aja kalau ini hanya taktik kamu buat nyakitin Sandra . " Batin Gilang dalam hati.
" Aduh nak, kenapa repot-repot. Ibu jadi gak enak kalau begini. " Ucap Bu Lastri.
" Tidak masalah buk, jangan ibu pikirkan. " Kata Al.
Ingin rasanya Gilang menampar mulut temannya itu . Semudah itu dia bersikap manis kepada ibunya sedangkan kepada anaknya dia memperlakukannya semena-mena. Ingin rasanya menghajar Al agar detik ini juga mengakui sikapnya selama ini kepada putrinya. Tapi dia sadar saat ini waktunya tidak tepat . Untuk itu sebelum emosinya tidak terkontrol, Gilang undur diri.
" Maaf Bu, saya permisi pamit pulang dulu." Kata Gilang.
" Nak Gilang kok sudah mau pulang , itu ibuk sudah masak banyak, makan siang di sini saja. " Bujuk Bu Lastri.
" Terima kasih Bu, tapi lain kali saja , saat ini saya ada urusan mendadak ." Tolak Gilang dengan sopan.
" Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan " Ucap Bu Lastri .
" Siap , terimakasih buk, Assalamu'alaikum... "
" Wa'alaikumsalam " Jawab Bu Lastri dan Sandra.
__ADS_1
Gilang menyalami Bu Lastri . Mengangguk pada Sandra dan keluar , dia sengaja mengacuhkan Al yang duduk semakin dekat dengan Sandra.